NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan dan Identitas Ganda

Tiga hari berlalu sejak kebangkitannya.

Leo sudah tidak lagi menjadi Leo Akira yang dikenal dunia. Sisa-sisa dirinya yang lama terkubur dalam liang pondasi bersama pakaian robek dan identitas usang. Yang muncul adalah sosok dengan gerakan hati-hati dan mata yang terlalu awas untuk seseorang yang tinggal di losmen kumuh di kawasan Pasar Senen.

Losmen "Surya Indah" berbau disinfektan murahan dan rokok kretek basi. Dinding kamarnya berjamur, tetapi memberikan dua hal berharga: anonimitas dan uang muka yang bisa dibayar dengan sedikit emas. Pemiliknya, seorang bapak-bapak dengan mata sipit yang selalu menghitung, tidak bertanya ketika Leo membayar dua minggu di muka dengan potongan kecil emas sebesar kacang tanah. "Barang keluarga," kata Leo singkat. Si pemilik hanya mengangguk, emas jauh lebih persuasif daripada cerita.

Di kamar itu, Leo melakukan inventarisasi.

Dari ruang penyimpanan tak terbatas—yang kini ia sebut Vault dalam pikirannya—ia telah mengeluarkan beberapa barang uji coba: 1 batang emas 100g, 5 lembar uang kertas bernomor seri sama (sia-sia), dan sebatang besi tulangan yang dibengkokkan. Tumpukan itu berserakan di atas seprai lusuh, seperti pameran anomali fisik.

Yang lebih berharga adalah data di kepalanya. Melalui eksperimen sunyi selama 72 jam, ia memetakan batasan awal:

Biaya Energi Mental berbanding lurus dengan kompleksitas dan massa. Menggandakan sebatang emas membuatnya pusing selama satu jam. Menggandakan secangkir air hampir tidak terasa.

"Kompleksitas" termasuk informasi. Menggandakan ponsel pintar yang mati lebih berat daripada batu dengan massa sama, karena pola sirkuit mikroskopisnya.

Vault adalah ruang kesadaran murni. Ia bisa "melihat" isinya dalam tata letak logis apapun yang ia inginkan, mengambil atau menyimpan barang seketika, tapi harus menyentuh objek fisik aslinya dulu untuk memulai multiplikasi.

Kekuatan pada makhluk hidup tetap berakhir dengan salinan "diresepkan"—keadaan stasis biologis sempurna tanpa kesadaran. Saat ia coba pada kecoa lagi dan mengeluarkan salinannya, ia masih mati. Tidak bisa dihidupkan kembali.

Batasan terbesar: Hukum Konservasi membuatnya ketagihan. Setiap kali menggunakan kekuatan, timbul rasa lapar fisik dan mental yang hebat, seolah tubuhnya berusaha menutupi defisit energi yang diambil dari suatu tempat.

Sekarang, dia duduk bersila di lantai, memandangi laptop butut yang ia beli dengan sedikit emas lagi di pasar loak. Layarnya menyala, memancarkan cahaya biru pucat pada wajahnya yang kini ditumbuhi janggut pendek. Jejak digital Leo Akira sudah mati. Akun bank dibekukan. Media sosial diambil alih oleh tim PR Rafael. Di berita teknologi, ada artikel kecil: "Pendiri Aeternum Tech Mengundurkan Diri untuk Alasan Kesehatan, Wijaya Consolidated Ambil Alih." Disertai foto Rafael yang tersenyum simpatik.

Rasa pahitnya sudah tidak perih lagi. Sudah berubah menjadi bahan bakar yang dingin.

Tujuan pertama: menciptakan identitas baru yang tahan pemeriksaan. Bukan sekadar KTP palsu, melainkan jejak digital yang bisa bernapas.

Ia membuka tab penyelidikan privat. Targetnya bukan penjual dokumen gelap, melainkan arsip. Arsip sipil, database rumah sakit, catatan sekolah. Jejak kertas dan piksel yang bisa diperbanyak.

Ia menemukan sesuatu. Sebuah berita lama di portal daerah: "Pemuda Tewas dalam Kecelakaan Arung Jeram di Sungai Citarum, Jenazah Tidak Ditemukan." Korban: Alexander “Alex” Dharma, usia 25, lahir di Bandung, orang tua telah meninggal, tidak memiliki saudara dekat. Fotonya menunjukkan senyuman cerah. Ada kemiripan dasar—postur tubuh, warna kulit. Cukup untuk dimodifikasi.

Alex Dharma adalah cangkang kosong yang sempurna.

Tapi Leo butuh lebih dari nama. Ia butuh jejak. Dengan marka giok di tangan kanannya menyentuh laptop, ia memusatkan kehendak dengan intensitas baru. Bukan pada objek fisik, tetapi pada data di layar.

Kehendak: GANDAKAN. SIMPAN.

Kepalanya seperti ditinju. Rasa sakit yang tajam menusuk dari pelipis ke tulang belakang. Ia menggigit bibir sampai berdarah. Layar laptop berkedip liar, file-file di dalamnya membuka dan menutup sendiri dengan cepat. Di dalam Vault, sesuatu yang baru terbentuk. Bukan entri benda padat, tetapi sebuah… kumpulan. Sebuah struktur data digital yang kompleks. Ia telah menggandakan informasi digital dari laptop itu.

Dan ia tahu caranya sekarang. Bukan dengan menyalin fisik harddisk, tapi dengan menangkap “konsep” datanya.

Dengan napas terengah, ia fokus pada folder berisi foto-foto Alex Dharma dari berita dan media sosial yang di-dump. Ia tidak bisa menciptakan data baru dari ketiadaan, tapi ia bisa memperbanyak variasi yang sudah ada.

Kehendak: MODIFIKASI. VARIASIKAN.

Ini lebih sulit, lebih abstrak. Ia bayangkan foto-foto itu dengan wajah yang sedikit lebih tirus, mata yang lebih tajam, rambut yang berbeda gaya. Energinya terkuras dengan cepat, seperti darah yang mengalir dari lukanya. Tapi di Vault, folder-folder baru bermunculan. Foto-foto “Alex Dharma” versi baru, dengan sudut pencahayaan berbeda, ekspresi berbeda, bahkan foto dengan latar yang tidak pernah ada—seolah-olah difoto di tempat yang belum pernah ia kunjungi.

Leo tersungkur ke depan, menahan mual. Batasnya hampir tercapai. Tapi ia punya bahan mentahnya. Ratusan foto, riwayat medis digital yang ia buat dari templat, bahkan “salinan” sertifikat virtual dari kursus online yang pernah diambil Alex.

Dia mengeluarkan secangkir air yang telah ia gandakan sebelumnya dari Vault dan meminumnya. Kelaparan fisiknya mengamuk. Ia mengeluarkan sebatang cokelat energi dan melahapnya. Kekuatan ini mengambil korban nyata dari tubuhnya. Kalorinya terbakar dengan laju mengerikan.

Saat tubuhnya pulih, ia menyusun rencana. Identitas butuh fondasi ekonomi. Emas batangan 100 gram terlalu mencolok untuk dijual langsung. Ia perlu pecahan.

Dengan sisa tenaga, ia menyentuh batang emas asli.

Kehendak: UBAH BENTUK. PECAH MENJADI 100 KEPING 1 GRAM.

Gelombang kelelahan yang lain. Tapi berhasil. Di Vault, batang emas itu menghilang, digantikan oleh seratus keping kecil emas 1 gram, masing-masing terbungkus kertas timah tipis. Sempurna untuk dijual sedikit-sedikit ke toko emas yang berbeda.

Matahari sudah terbenam. Leo mematikan laptop, dan dalam kegelapan kamar, hanya marka giok di tangannya yang memancarkan cahaya hijau lembut, seperti kunang-kunang yang terperangkap di bawah kulit.

Hari ini, ia menciptakan bayangan. Besok, bayangan itu akan mulai berjalan, berbicara, dan bertransaksi.

Dia melihat ke luar jendela, ke arah lampu-lampu Menara Sentral yang masih berdiri sombong di kejauhan. Rafael ada di sana, percaya diri telah memenangkan segalanya.

Leo mengangkat tangannya, menatap marka hijau itu bercampur dengan cahaya kota.

“Kau mengira ini perlombaan lari, Raf,” bisiknya, suara serak karena kelelahan dan determinasi. “Kau tidak tahu, aku baru saja menemukan cara untuk memperbanyak sepatuku. Dan lintasannya.”

Ia berbaring di tempat tidur, tubuhnya lelah tetapi pikirannya terbakar dengan kemungkinan tak terbatas. Identitas pertama selesai. Ekonomi bayangan akan dimulai besok. Langkah-langkah kecil, tidak menarik perhatian.

Sebelum tertidur, satu pikiran melintas: jika ia bisa menggandakan data… bisakah ia menggandakan keterampilan? Pengetahuan? Jika ia menyentuh seorang master catur, atau seorang insinyur brilian, dan menggandakan “kemampuan” mereka ke dalam dirinya…

Itu adalah pemikiran untuk hari lain. Untuk sekarang, Alex Dharma harus belajar berjalan.

Dan di suatu tempat di jantung kota, Rafael Wijaya, tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba merasa dingin, seperti ada bayangan yang lebih besar dari miliknya sendiri, mulai membentang dan menyentuh kakinya.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!