NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 2

...【W】【A】【N】【G】★【S】【H】【I】【N】...

...ー...

𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝓇𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔!

“Ana!”

Wanita itu baru akan memasuki mobil saat seseorang memanggil namanya, terdengar dari belakang.

Shin juga masih di sana untuk mengantar setelah berhasil mendorong istrinya itu agar kembali saja demi keselamatan. Tempat itu syarat bahaya, dunia malam anak muda yang kelam, dikelola kelompok mafia dan gangster. Penampilan Ana yang berbeda akan sangat menarik perhatian.

Pasangan itu membalik badan ke serupa arah untuk menjumpai pemilik suara. Ada kejutan hingga dua pasang mata mereka sama-sama melebar.

“Sol Gibaek!” Kompak memekikkan nama yang sama dengan suara berdesis, namun berbeda makna dan konteks secara hati.

“Kau ... benar-benar ... Ana?!” Kaku dan ragu, sedikit gemetar, pria yang dari wajah, usianya mungkin sedikit di bawah Wang Shin itu menatap 'tak kedip ke wajah Ana, ada keterkejutan berbaur rindu.

Tertangkap Shin dengan sangat jelas. Dia mengamati setelah terkejut, menggilir tatapannya dari Ana lalu ke wajah lelaki bernama Seol Gibaek itu. "Kalian ... saling kenal?" tanyanya, dengan nada yang hati-hati.

Sol Gibaek menolehnya sekilas lalu kembali ke wajah Ana. “Ya, aku mengenalnya!” Degup jantungnya yang tak aman diperlihatkan melalui getaran bibir dan binar wajah, seolah baru menemukan mainan kesayangan yang lama hilang. “Senang bertemu denganmu lagi ... Yoo Ana.”

Shin kian memicing, sorotnya mengandung pertanyaan yang menumpuk dalam sekejap seperti sampah hitam yang mengganjal di bayang pelupuk.

Sementara Ana sendiri malah nampak bingung, melirik Shin sekilas, kemudian dengan ragu membalas kalimat Gibaek, “I-iya ... senang bertemu denganmu juga ... Sol Gibaek.” Seraya menerima uluran tangan lelaki itu untuk berjabat.

Cukup lama bertahan dengan telapak tangan saling merekat dan itu sangat mengganggu penglihatan Shin. "Ah, aku sangat terkejut." Kata-katanya berhasil menghentikan dan membuat Ana segera menarik tangannya dari genggaman Gibaek. “Ternyata dunia sangat sempit, ya.”

Kali ini giliran, tatapan Gibaek yang penuh tanya. Terpesona dengan Ana, dia lupa keberadaan Shin di antaranya. "Kau ... dan Ana, kalian ...?”

"Kamiー"

“Pernah bertetangga!" pungkas cepat Ana, segera melebarkan senyum untuk mendukung pengalihan yang dibuatnya. “Iya, kami pernah bertetangga sebentar sebelum akhirnya Shin pindah entah kemana. Aku berhenti untuk menyapa karena tak sengaja melihat dia ada di sekitar sini. Begitu, 'kan, Shin?"

Shin melengak, tapi sebagai aktor yang terlanjur mengambil peran, tentu saja profesionalitas harus setegak tiang bendera. Demi mengikuti alur yang dibuat demi kebaikan bersama, dia mengangguk diserta senyum. “Ah, ya ... benar. Kami dulu bertetangga, aku meninggali rumah di sudut gang dekat rumahnya Ana. Lucu kadang-kadang. Padahal kami lama tidak berjumpa. Tempat ini sepertinya punya aura baik.” Ditutup kekehan ringan.

Dia tahu tujuan Ana, tentu saja demi tidak menghancurkan rencana. Sol Gibaek ada di tempat yang cukup aneh untuk orang baik yang pernah Ana kenal bertahun lalu. Jika mengaku pasangan menikah, hubungan dengan misi yang sedang dikerjakan Shin, bukan tak mungkin akan terganggu.

Tapi Shin memang tidak berniat untuk mengaku, dia juga tidak bodoh untuk menjadi ubi, apalagi setelah tahu Ana dan Gibaek ternyata saling mengenal.

Isi hati Shin jadi sedikit terganggu setelah kepergian Ana beberapa saat lalu. Terutama pada pengakuan Ana tentang dia yang masih sendiri.

 Diliriknya Sol Gibaek yang sekarang berjalan sejajar dirinya ke satu arah, memasuki sebuah gedung. Pria itu dengan binar mata yang bagus.

“Setelah bertahun-tahun ... akhirnya aku kembali menemukan dia. Perempuan yang sangat sulit aku lupakan. Aku ingat bagaimana dia menangis tersengak saat kami memutuskan untuk berpisah padahal kami masih saling suka.” Senyum Gibaek getir mengingat kenangan lampau, sembari tak lepas matanya menatap deretan nomor di layar ponselnyaーnomor Ana, yang dia dapat dari keraguan wanita itu, "Kedatanganmu sepertinya membawa berkah untukku, Shin."

Tersentak namanya disebut, Shin segera membalas senyuman Gibaek. “Ah, ya. Kebetulan ini terlalu bagus, 'kan?"

“Kau benar. Akan kutraktir kau makan enak nanti. Dan Ana, aku akan sering mengajaknya bertemu setelah ini. Membuka kenangan lama mungkin saja akan mengantar kami untuk bersama kembali.”

Dari Gibaek, Shin tahu jika dulunyaーsaat masa SMA, pria itu dan Ana adalah sepasang kekasih. Terpaksa putus terpisah karena Gibaek ikut bekerja di China dengan sang paman dan Ana pindah ke Seoul dari Incheon bersama keluarganya. Perpisahan jarak, menyulitkan keduanya membangun komunikasi yang baik hingga perpisahan itu diputuskan di jumpa terakhir kali.

“Sepertinya takdir kami kembali lagi.”

Tidak menanggapi lebih dari sekedar senyuman tipis, Shin terus berusaha menyembunyikan ekspresi yang sebenarnya ingin dia tunjukkan, semacam amarah dengan tinjuan.

Bagaimana pun Ana adalah istrinya, membiarkan mereka dekat kembali sebagai dua orang yang pernah saling mengisi hati tentu adalah tolol.

Doktrin sementara dalam kepala: “Tidak akan lama, setidaknya sampai Gibaek dan kelompoknya berhasil diringkus polisi.”

Sekarang, Shin yang sudah resmi bergabung dengan geng mafia yang menamai diri mereka 'Venomous' atas nama besar Venom itu, berbaur dengan sekurangnya seratus orang yang berkumpul di sebuah ruangan luas yang mereka sebut aula utama.

"Malam ini Goseong menantang tempur, pemenang dari itu akan mendapat hak paten kekuasaan atas wilayah Dae-du."

Goseong adalah nama kelompok gangster yang menganggap diri mereka anak-anak dewa, pesaing utama Venom sejak kepemimpinan masing-masing tetua utama mereka, dari awal mula terbentuk.

Hierarki berganti wajah, tidak ada damai, tidak ada kerjasama untuk saling menguntungkan, musuh tetap adalah musuh.

Yang memimpin pertemuan ini dan berperan sebagai moderator di depan itu tak lain dan tak bukan adalah Sol Gibaek sendiri.

Shin sempat terkejut dengan kenyataan itu. Pasalnya, wajah Gibaek terlalu manis untuk kategori karakter yang dibuat setara ketua pemangsa.

Tapi ya, begitulah kenyataannya.

Sol Gibaek adalah penerus generasi ketiga Venom. Dia tidak ada hubungan darah dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya, ditunjuk karena kemampuan yang katanya tidak biasa. Bisa mengambil alih kepemilikan beberapa wilayah kekuasaan hanya dengan sebuah palu, itu prestasi tinggi dari kesederhanaan juga keberanian hakiki yang dianugerahkan langit pada sesosok pria cantik yang lebih pantas menjadi idol di atas pentas.

Shin mengetahui cerita itu sekilas dari seorang venomous yang berperan sebagai penjaga markas.

Gibaek meneruskan, "Jangan remehkan pertempuran ini. Siapkan diri kalian sebaik mungkin. Jaga nyawa untuk menikmati kekayaan di masa depan." Senyumnya merekah lebar, namun matanya seperti menyerap kekuatan demon.

Sekejap Shin menyadari kelebihan itu, dalam konteks dunia hitam yang mengesankan. “Kau cukup menarik ... Sol Gibaek.”

Semua anggota saling berbagi dengan seringai di wajah mereka. Ada keyakinan dan percaya diri, mengarah pada satu kata: menang!

“Oke! Mari persiapkan diri ... kita sapa mereka dengan pukulan ramah.” Gibaek mentransfer semangat tinggi melalui satu tepukan tangan.

Semua bersorak meneriakan, "GO!"

"Dan untuk anggota baru! ... Shin!"

Semua diam, serentak tatapan tersapu ke satu arah.

"Ya!" Shin yang berdiri di barisan pojok menegakkan badan dengan kesan kikuk, menyapu wajah ke wajah yang menyorotnya dengan beragam makna.

Gibaek tersenyum padanya, lalu mengatakan, "Ini medan tempur pertamamu. Anggap saja training untuk pembuktian baktimu sebagai anggota baru. Jadi ... jangan sia-siakan apa pun agar kau lekas diakui dan resmi menjadi bagian."

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!