"Tolong jaga putriku, dia tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini."
Kata yang terucap dari bibir pria tua renta yang menjadi korban kecelakaan karena dirinya.
Keenan Pradipta seorang pria yang baru saja menyandang gelar dari studi yang di gelutinya harus rela menikah dengan seorang gadis sebatang kara karena kecelakaan yang menewaskan sang ayah.
Kecelakaan yang bukan hanya merenggut nyawa tetapi juga kebahagiaan dan ingatan seorang gadis cantik dan lembut membuatnya harus bertanggung jawab sepenuhnya pada Kinanti Aurelia yang kini mengalami amnesia permanen.
Pernikahan yang tidak berdasarkan cinta tetapi kebohongan dan tanggungjawab, menjadikan Keenan tidak pernah menganggap Kinanti sebagai istrinya.
Akankah Kinanti memaafkan Keenan jika dirinya tahu bahwa suaminya lah yang menjadi alasan kepergian sang ayah dan hilang ingatan yang dialami oleh nya?
Tidak update setiap hari tapi di usahakan ✨
Follow Instagram aku Alfianaaa05_
Happy Reading Everyone 🐙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Keesokan harinya Kinanti bangun terlambat, ketika ia membuka mata Ken sudah tidak ada di sebelahnya.
Kinanti bergegas keluar dari kamar ketika sudah rapi, ia melihat Ken sedang menikmati secangkir kopi sambil memainkan ponselnya.
"Maafkan aku karena bangun terlambat." Ucap Kinanti langsung.
Ken mendongakkan kepalanya, ia melihat Kinanti dengan tatapan biasa kemudian kembali fokus pada ponselnya.
"Kamu udah sarapan?" tanya Kinanti duduk di sebelah Ken.
"Belum," jawab Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Baiklah aku akan buatkan sarapan, tunggu sebentar ya." Ujar Kinanti kemudian beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur untuk memasak sarapan.
Kinanti memasak nasi goreng, karena hari ini mereka baru akan berbelanja jadi kebutuhan rumah masih belum terpenuhi. Hanya butuh waktu 15 menit untuk membuat nasi goreng dua porsi, ia meletakkannya di meja setelah itu barulah dirinya memanggil Ken.
"Ken, sarapannya sudah matang. Ayo," ajak Kinanti namun Keenan menggelengkan kepalanya.
"Papa memintaku datang ke kantor, aku harus pergi sekarang." Tolak Ken seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
"Kau sarapan sendiri saja dan istirahatlah," lanjut Ken kemudian pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
Kinanti mengekor di belakang Keenan, ia ikut masuk ke dalam kamar, berniat untuk membantu suaminya itu bersiap.
"Biar aku yang siapkan," ucap Kinanti seraya mengambil setelan jas berwana biru langit dan memberikannya pada Keenan.
"Aku harus mengganti pakaian, kau keluar dulu." Pinta Ken dingin.
Kinanti terdiam, apakah suami istri harus keluar ketika mereka berganti pakaian? meskipun merasa bingung, akhirnya ia pergi meninggalkan Keenan yang tidak ingin berganti pakaian di depannya.
***
Kinanti menatap keluar jendela rumahnya, ia sedang memikirkan perubahan sikap Keenan dari sebelum mereka menikah. Sejak semalam ia merasa jika Keenan berusaha menghindari nya dan itu tentu menjadi pertanyaan besar dalam benak Kinanti.
"Sebenarnya ada apa denganmu, Ken?" gumam Kinanti membuang nafasnya pelan.
Suara bel membuyarkan lamunan Kinanti, ia mengusap wajah nya kemudian pergi untuk membukakan pintu.
"Mama!" seru Kinanti bahagia karena mendapati ibu mertuanya datang berkunjung.
"Masuklah, Ma." Tutur Kinanti mempersilahkan.
"Bagiamana hari pertama tinggal bersama Ken? dia tidak merepotkan mu 'kan?" tanya Sandra seraya mendudukkan bokongnya di sofa.
"Tentu tidak, Ma. Aku juga senang bisa tinggal berdua dengannya, aku bisa mengurus Ken sendiri sebagai seorang istri." Jawab Kinanti tersenyum.
"Mama boleh tanya sesuatu?" tanya Sandra tiba tiba.
"Silahkan, Ma." Jawab Kinanti menganggukkan kepalanya.
"Ingatanmu hilang, perasaanmu pada Ken juga mungkin menghilang. Tetapi, apa sekarang kamu sudah kembali mencintai Ken?" tanya Sandra serius.
"Mama, bahkan aku jatuh cinta pada Ken sejak pertama melihatnya di rumah sakit waktu itu. Aku tidak tahu sebesar apa dulu aku mencintai Ken, tetapi yang aku tahu sekarang adalah cintaku sangat besar padanya." Jawab Kinanti jujur.
Sandra merasa ingin menangis ketika mengingat mereka telah membohongi gadis baik dan tulus seperti Kinanti, ungkapan cinta terhadap Ken barusan membuat Sandra semakin ingin menangis. Ken tidak mencintai istrinya, ia hanya berpura pura saja untuk itu.
"Mama kenapa?" tanya Kinanti melihat mata Sandra berkaca-kaca.
"Mama gak apa apa." Jawab Sandra serak seraya mengusap kepala menantunya.
"Ken tadi telepon mama, katanya kebutuhan di rumah habis jadi mama datang untuk menemani kamu berbelanja." Ucap Sandra memberitahu tujuannya datang.
"Iya, Ma. Aku ganti baju dulu ya," sahut Kinanti dijawab anggukan oleh Sandra.
Kinanti bergegas ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Sementara Sandra, ia menatap punggung Kinanti yang sudah hilang dibalik pintu, ada rasa takut hinggap di hati ibu itu ketika memikirkan apa yang terjadi bila Kinanti mengetahui kebenarannya.
"Semoga saja Kinanti akan memaafkan kami semua," lirih Sandra mengusap sudut matanya yang hampir mengeluarkan air mata.
HARI INI AKU UP 1 DOANG YA, AKU GAK ENAK BADAN JADI MOHON PENGERTIANNYA 🙏