NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kematian elder feng

Chen Song memasuki Gou Tun City bukan lagi sebagai menantu sampah yang tertindas, melainkan sebagai seorang predator yang tenang. Dengan identitas baru sebagai Tuan Xiao, seorang investor misterius dari luar negeri, ia bergerak di bawah radar klan Zhang yang sedang mabuk kemenangan.

Ia menyewa sebuah apartement murah yang menghadap langsung ke kediaman utama Tibet Zhang,dengan sisa uang cas yang dia miliki dari suhai ming dulu. Dari jendela lantai 10, ia bisa mengamati setiap pergerakan musuhnya menggunakan Mata Iblis-Dewa.

Chen Song tahu bahwa untuk menghancurkan klan sebesar Zhang, ia butuh tangan-tangan yang bergerak di kegelapan. Ia tidak mencari tentara bayaran biasa, melainkan mereka yang telah dikhianati dan dibuang oleh sistem.

 Chen Song mendatangi arena petarung bawah tanah. Di sana, ia menemukan para mantan pengawal klan Zhang yang dipecat secara tidak hormat oleh William.

 Saat para preman bawah tanah mencoba memerasnya, Chen Song hanya menjentikkan jari. Setengah dari mereka jatuh berlutut karena tekanan gravitasi dari energi Qi-nya, sementara setengahnya lagi melihat ilusi kematian yang mengerikan.

 Ia memberikan mereka pilihan: mati di sana atau meminum setetes "darah iblis" miliknya yang akan memberi mereka kekuatan fisik luar biasa namun mengikat loyalitas mereka selamanya kepada Chen Song.

Sambil membangun pasukan, Chen Song menggunakan sisa pengetahuan bisnis Luna yang ia pelajari dulu untuk menyerang titik lemah klan Zhang.

 Menggunakan identitas "Tuan Xiao", ia mulai membeli saham-saham kecil yang dilepas oleh investor yang ketakutan.

 Ia memerintahkan pasukan bawah tanahnya untuk menyebarkan bukti-bukti korupsi Carren dan kegilaan Monica ke media massa secara anonim, membuat nilai perusahaan klan Zhang perlahan merosot.

Lampu neon yang berkedip dan dentuman musik techno yang memekakkan telinga menyambut kedatangan Chen Song di "The Abyss", klab malam paling eksklusif sekaligus paling berbahaya di Gou Tun City. Tempat ini adalah sarang bagi para pengkhianat, tentara bayaran, dan informan yang haus akan uang dan darah.

Chen Song berjalan masuk dengan setelan jas hitam yang membalut tubuh tegapnya. Aura Tuan Xiao yang dingin membuat kerumunan orang di lantai dansa secara tidak sadar terbelah, memberinya jalan seolah-olah seorang raja sedang lewat.

Di pojok klab, duduk seorang pria raksasa bernama Gorgon. Ia adalah mantan kepala keamanan klan Zhang yang dikhianati oleh William dan dibiarkan membusuk dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

Chen Song duduk di hadapannya tanpa diundang, menuangkan segelas wiski mahal.

Gorgon"Siapa kau? Pergi sebelum aku mematahkan lehermu."

 Chen Song "Aku adalah orang yang akan memberimu kesempatan untuk mengoyak tenggorokan William Zhang dengan tanganmu sendiri."

Chen Song meletakkan tangannya di atas meja. Seketika, wiski di dalam gelas membeku menjadi kristal hitam. Gorgon terbelalak  ia mengenakan kekuatan yang jauh melampaui manusia biasa.

Selain kekuatan fisik, Chen Song mencari keahlian khusus. Di lantai atas klab, ia menemui Elara, seorang peretas jenius dan ahli racun yang hidup dalam pelarian karena mengetahui rahasia gelap Tibet Zhang.

Saat pengawal Elara mencoba menyerang, Chen Song menggunakan Mata Iblis-nya. Dalam sekejap, para pengawal itu jatuh pingsan dengan mulut berbusa—bukan karena racun, tapi karena saraf mereka dilumpuhkan oleh tekanan mental.

Chen Song "Klan Zhang mengambil segalanya darimu. Bergabunglah denganku, dan aku akan menjadikanmu mata di langit yang akan meruntuhkan menara mereka."

Malam itu, di ruang privat klab "The Abyss", tujuh orang paling mematikan di Gou Tun City berlutut di depan Chen Song. Ia memberikan mereka masing-masing sebuah pil berwarna ungu pekat yang diciptakan dari penyatuan energinya.

 Luka-luka lama mereka sembuh seketika, dan indra mereka menjadi sepuluh kali lebih tajam. Namun, pil itu juga berfungsi sebagai bom waktu; jika mereka berkhianat, jantung mereka akan meledak menjadi debu hitam.

"Mulai besok," perintah Chen Song dengan suara yang berat. "Aku ingin setiap pasokan logistik klan Zhang disabotase. Aku ingin setiap bawahan William merasa bahwa bayangan mereka sendiri mencoba membunuh mereka."

Pasukan bawah tanah Chen Song kini mulai bergerak seperti hantu di Gou Tun City. Sementara itu, di kediaman Zhang, William mulai merasa paranoid karena beberapa informannya ditemukan tewas di dalam klab malam tersebut tanpa luka luar sedikit pun.

William Zhang bukanlah orang bodoh. Instingnya sebagai penguasa baru klan Zhang mulai bergejolak saat laporan demi laporan masuk ke mejanya: pengawal yang hilang, saham yang anjlok secara misterius, hingga tewasnya beberapa informan di klab "The Abyss".

Di ruang kerjanya yang mewah, William membanting gelas kristal ke lantai. Di sampingnya, Elder Feng berdiri dengan raut wajah serius, memutar-mutar bola mata kucing hitam di tangannya.

William segera mengaktifkan "Garda Hitam", pasukan khusus bawah tanah milik klan Zhang yang terdiri dari pembunuh bayaran profesional dan praktisi bela diri tingkat tinggi.

William "Sisir setiap sudut kota! Aku tidak peduli jika kalian harus membakar setengah dari distrik hiburan. Temukan siapa 'Tuan Xiao' ini dan bawa kepalanya padaku. Jika dia punya pasukan, habisi mereka semua di depan matanya!"

Malam itu, kota menjadi medan perang yang sunyi. Pasukan William mulai melakukan penggerebekan besar-besaran di tempat-tempat yang dicurigai sebagai basis pasukan Chen Song.

  Baku Hantam di Dermaga Garda Hitam William mengepung salah satu gudang logistik, namun mereka disambut oleh Gorgon dan para pengikut Chen Song yang telah diperkuat "Darah Iblis".

 Pasukan William terkejut karena peluru mereka seolah tidak mempan pada kulit pasukan Chen Song yang mengeras seperti baja. Terjadi pembantaian di dermaga, namun Garda Hitam berhasil menangkap satu orang bawahan Chen Song untuk disiksa.

Elder Feng tidak tinggal diam. Ia melakukan ritual pelacakan menggunakan darah dari anak buah Chen Song yang tertangkap. Di atas nampan perak, darah itu bergerak membentuk koordinat yang mengarah tepat ke apartemen mewah tempat Chen Song menginap.

 Elder Feng "Tuan Muda, pria ini bukan sekadar investor. Energi yang dia gunakan memiliki bau yang sama dengan lubang gua di Hutan Bambu Hitam. Dia adalah mayat hidup yang kembali untuk menagih janji."

Di apartemennya, Chen Song berdiri di balkon, menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelok. Melalui Elara, ia sudah tahu bahwa koordinatnya telah bocor—dan memang itulah yang ia inginkan.

"Mereka sedang datang," bisik Chen Song. Mata kirinya yang merah berkilat terang. "William mengirimkan domba-dombanya untuk disembelih."

William dan Elder Feng kini memimpin pasukan besar menuju apartemen Chen Song, tanpa menyadari bahwa mereka sedang berjalan masuk ke dalam Domain of the Damned yang sudah disiapkan Chen Song.

Malam itu, langit di atas Gou Tun City seolah terbelah oleh kilat merah. Di puncak apartemen mewah tersebut, pertarungan antara penyihir tua dan Sang Kultivator Iblis mencapai puncaknya. Elder Feng mengeluarkan seluruh simpanan energi terlarangnya, memanggil ribuan roh kelaparan, namun bagi Chen Song, itu hanyalah santapan.

Chen Song tidak menggunakan pedang. Ia hanya menggunakan tangan kirinya yang telah berubah menjadi cakar hitam pekat. Dengan satu gerakan Soul Reap, ia mencengkeram tenggorokan Elder Feng dan menghisap seluruh kultivasi serta ingatan pria tua itu secara paksa.

 Tubuh Elder Feng mengering seperti mumi dalam hitungan detik. Sebelum jiwanya hancur, Chen Song membisikkan sesuatu yang membuat mata Elder Feng melotot ketakutan.

 Chen Song melemparkan mayat kering Elder Feng dari lantai 10 tepat ke atas kap mobil William Zhang yang sedang menunggu di bawah. Di dahi mayat itu tertulis huruf darah: "GILIRANMU".

"

Kematian Elder Feng memicu gelombang kejut di dunia persilatan bawah tanah. Elder Feng bukan sekadar penyihir; dia adalah murid kesayangan dari Grandmaster Mo, pemimpin pusat Sekte Bayangan Darah yang legendaris.

Di markas besar sekte yang tersembunyi di pegunungan, sebuah tablet kehidupan yang melambangkan nyawa Elder Feng pecah berkeping-keping.

 Grandmaster Mo (Suaranya menggetarkan seisi aula) "Siapa yang berani menyentuh bidakku di kota kecil itu?! Aku ingin seluruh keturunan orang yang membunuhnya disiksa selama tujuh turunan! Kirimkan Tiga Penjaga Neraka ke Gou Tun City!"

William Zhang gemetar hebat saat melihat mayat kering Elder Feng menghancurkan mobilnya. Tanpa pelindung mistisnya, ia hanyalah manusia biasa dengan senjata api yang tidak berguna melawan monster seperti Chen Song.

 William segera memerintahkan supirnya untuk memacu kendaraan menuju Puri Utama, berharap tembok benteng klan Zhang bisa melindunginya.

Chen Song berdiri di tepi balkon, merasakan energi Elder Feng yang kini menyatu dalam tubuhnya. Ia sekarang tahu rahasia di balik Sekte Bayangan Darah dan koneksi mereka dengan klan Zhang.

Ia menoleh ke arah Elara yang berdiri di belakangnya. "Beritahu pasukannya. Kita tidak lagi bersembunyi. Mulai besok, setiap bisnis klan Zhang yang tersisa harus runtuh. Dan Elara... cari tahu di mana tepatnya Luna tidur malam ini. Aku ingin memberinya kejutan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!