NovelToon NovelToon
SORRY, But I Love You

SORRY, But I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Isthiizty

Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.

El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.

Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.

Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?

Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gencatan Senjata

Kennan dan Sean baru saja masuk ke dalam ruangan kerja masing-masing. Kini El sedang sibuk menyiapkan berkas-berkas yang akan digunakan untuk meeting siang ini dengan klien. Sean juga sudah memberi tahunya untuk ikut dalam meeting di luar kali ini.

Drtt.. drtt.. drtt..

Terdenga suara dering telepon di meja El. Namun dia tak mengangkatnya karna sudah tau pasti Kennan yang menelponnya.

Tak lama berselang setelah telepon mati El menerima sebuah email.

"Kenpa telponku tidak di angkat? Cepat angkat teleponku! Atau aku akan bilang ke Daddy ku jika kamu tidak bekerja dengan baik di perusahaan ini."

Saat dering telepon kembali berbunyi El langsung mengangkatnya. Dia teringat pesan papanya agar El bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan uncle Michael.

"Buatkan aku kopi!" Kennan langsung mematikan telepon tanpa menunggu jawaban. Membuat mood El yang semula baik karna pagi-pagi sudah bertemu Leo menjadi buruk.

Dengan langkah gontai dia berjalan menuju pantry yang cukup jauh dari meja kerjanya dan terletak di samping ruangan pak Sean.

"Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya seorang office boy di pantry.

"Saya hanya ingin membuat kopi untuk tuan Kennan, tolong tunjukan dimana gula dan kopinya."

Setelah menunjukan letak kopi dan gula office boy itu pergi meninggalkan El karna masih banyak pekerjaan yang menantinya.

El memasang penyaring kopi pada coffee maker. Lalu menungakan 2 sendok makan kopi dan sekitar 180ml air panas. Kemudian El mulai menyalakan coffee maker. Setelah coffee maker selesai mengerjakan tugasnya. El menuangkan hasil kopi buatannya ke dalam cankir yang sudah berisi 1 sendok malan gula pasir.

El pun membawa kopi buatannya ke ruangan Kennan.

"Silahkan tuan. Ini kopi yang anda minta."

Kennan meminum kopi buatan El dengan wajah sedikit terkejut. Namun dengan cepat dia kembali merubah ke ekspresi datarnya seperti biasa.

"Ini pahit sekali, kau sengaja ya melakukannya untuk membalas dendam padaku," ucap Kennan.

"Masa sih tuan. Padahal saya sudah menambahkan gula pada kopinya."

"Kalau tidak percaya kau minum saja kopi ini." Kennan mengulurkan cangkir di tangannya pada El. Dengan sigap El mengambilnya dan mencicipi kopi buatannya.

"Menurut saya ini sudah pas tuan."

"Kalau kataku pahit ya pahit. Cepat buatkan aku kopi lagi."

Dengan langkah gontai El keluar dari ruangan Kennan dan melangkah menuju pantry.

Tak lama kemudian El kembali lagi dengan secangkir kopi di tangannya. Dan langsung memberikannya pada Kennan.

"Hey yang benar saja. Ini manis sekali. Kau ingin membuatku mati terkena diabetes?"

"Tadi tuan bilang kurang manis, jadi saya tambahkan gula satu sendok makan lagi."

"Buatkan aku dengan 2 sendok makan kopi dan 1 sendok gula."

"Tapi tuan tadi kopi yang pertama juga sudah saya buat dengan 2 sendok makan kopi dan 1 sendok makan gula."

"Aku tidak mau tau. Cepat buatkan aku lagi."

El sudah membalikan tubuhnya hendak keluar dari ruangan Kennan.

"Kau mau kemana?" tanya Kennan.

"Membuat kopi."

"Kenapa kau mau keluar dari sini. Disitu kan ada pantry." Jari telunjuk Kennan sudah mengarah pada pintu di sudut ruangan.

Ya ampun aku lupa jika diruangan ini ada mini pantry. Kenapa tidak dari tadi pria menyebalkan itu mengingatkanku.

Astaga aku baru sadar, sepertinya dia memang sengaja mau mengerjaiku.

Baiklah kau sudah memulai gencatan senjata tuan. Jadi bersiaplah dan tunggu saja pembalasanku.

El masuk kedalam pantry dan tak lama dia keluar membawa nampan di tangannya.

"Kenapa kau membawa gula kesini?" tanya Kennan heran melihat secangkir kopi dan satu toples kaca berisi gula.

"Tuan bisa memberi gula pada kopi anda sendiri. Agar sesuai dengan keinginan anda," ucap El. Dia sudah sangat kesal karna harus bolak balik membuatkan kopi untuk pria menyebalkan di depannya.

Kennan hanya bisa melongo mendengar apa yang di katakan El padanya.

Sial aku bahkan belum puas mengerjainya. Kenapa dia cepat sekali menyadari tujuanku menyuryhnya membuat kopi.

El kembali mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya. Mulutnya tak berhenti mengomel. Berbagai sumpah serapah sudah dia ucapkan. El benar-benar kesal dengan Kennan. Ingin rasanya El menyiram kopi panas ke wajahnya. Tapi tentu saja itu hanya sebuah keinginan. Karna dia tak akan mau berurusan dengan hukum. Apalagi Kennan pasti akan membuat hidupnya tak tenang jika El benar-benar merealisasikan keinginannya menyirap kopi panas ke wajah pria itu.

***

Sebelum makan siang Kennan, Sean dan El sudah turun dari ruangannya. Mereka akan pergi meeting dan makan siang bersama klien di sebuah restoran jepang.

Mereka pergi dengan menggunakan satu mobil. El duduk di samping sopir sedangkan Sean dan Kennan duduk di belakang. 15 menit kemudian mobil sampai tepat di depan restoran. Ketiganya turun lalu berjalan menuju salah satu privat room yang sudah di reservasi oleh sekertaris kliennya.

Saat masuk kedalam ternyata sudah ada Mr Yamato dan seorang sekertarisnya yang sudah menunggu. Setelah saling menyapa mereka pun duduk.

Tak lama berselang makanan yang sudah di pesan Mr Yamato datang. Mereka pun makan siang bersama terlebih dulu sebelum nanti di lanjutkan dengan meeting.

Meeting berjalan dengan lancar, proyek baru pembuatan pabrik elektronik sudah mereka terima. Tinggal menyiapakan kontrak kerja sama.

Tadi saat meeting El begitu takjub dengan presentasi Kennan yang begitu singkat padat namun sangat mudah di pahami. Siapapun yang mendengar pasti akan tertarik dengan kerja sama yang Kennan tawarkan.

Tidak hanya presentasi Kennan. Bahkan El tidak melihat sisi Kennan yang ketus dan menyebalkan. Pria itu menjadi sosok yang ramah dan berwibawa. Sungguh sikapnya sangat berbeda jauh dengan Kennan saat sedang bersamanya.

Saat keluar dari privat room, El tidak sengaja melihat dua sahabatnya Raina dan Shaha yang sedang makan sore disana. Sepertinya mereka baru saja berbelanja. Karna El melihat beberapa paper bag di samping kursi mereka.

Saat mata kedua sahabatnya tertuju ke arahnya, El langsung bersembunyi di balik tubuh kekar Kennan. Membuat sang pemilik tubuh berhenti berjalan.

"Lo kenapa?"

"Gak papa tuan," ucap El dengan masih terus melihat ke arah sahabatnya. Dia tidak ingin kedua sahabatnya melihat dirinya yang sedang berpenampilan aneh saat ini.

Namun sayang, pandangan mata kedua sahabatnya terus tertuju padanya sambil tersenyum dan berbisik-bisik. Sepertinya pandangan mereka bukan mengarah kepada El tapi lebih tepatnya tertuju pada Kennan si pria tampan.

Tentu saja semua orang akan terpesona dengan visual pria ini. Tubuh dan ketampanannya yang hampir sempurna pasti akan membuat orang-orang tersihir untuk belama-lama saat melihatnya.

Kennan kembali berjalan di ikuti El yang masih bersembunyi di balik tubuh kekarnya. Sedangkan Sean sudah izin pergi toilet.

Mereka berdua sudah keluar dari dalam restoran dan membuat El menghela nafas lega.

"Lo kenapa sih? Udah kayak abis liat setan aja."

1
Harita Ajun
Luar biasa
Erlinda
sumpah kok aq ga suka dgn karakter Shasa yg sok baik rela berlutut hanya demi utk membujuk mantan nya yg suka main tangan ..menjijik kan
Erlinda
duuuh jd cewek kok goblok banget mau ditampar berkali kali
Erlinda
wow baru jd pacar aja udah main gampar gimana klo udah jd istri..?..inilah yg aq benci klo tokoh cewek nya bodoh dan bucin akut.rela disakiti demi cinta..hadeeeeh..awal nya aja udah bikin tensian
Rietha Hadziq
luar biasa
Durrotun Nasihah
good
Wirda Wati
thanks thort
Wirda Wati
lanjuut...
gimn Megan thort
Wirda Wati
so sweeet
Wirda Wati
kejutan
Wirda Wati
visualnya thort
Wirda Wati
gimn dg Megan thort
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
ternyata ortu Leo matre
Wirda Wati
akhirnya
Wirda Wati
mantap
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
semangat leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!