NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Hari Senin ini terasa lebih berat dari biasanya bagi Gita. Langkah kecilnya menuju gerbang TK melambat, seolah kakinya enggan melangkah masuk ke dunia yang pagi ini tidak ramah bagi perasaannya. Tangannya menggenggam tas kecil bergambar kelinci dengan kuat, sementara matanya menunduk, menghindari siapa pun yang lewat.

Kirana memperhatikan putrinya dari kejauhan. Ada sesuatu yang berbeda dari cara Gita berjalan hari ini. Bahunya terlihat sedikit turun, punggungnya tidak lagi tegap. Sebagai ibu, Kirana tahu, luka di hati anak tidak selalu terlihat dari tangis. Kadang, ia hadir dalam diam yang terlalu panjang.

“Gita,” panggil Kirana lembut.

Gita menoleh sebentar, memaksakan senyum kecil. “Mama pulangnya hati-hati, ya.” Gadis kecil itu melambaikan tangan.

Kirana ingin memeluk anaknya, ingin mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Namun, terdengar suara panggilan dari gurunya dan Gita berlari kecil masuk ke halaman TK, meninggalkan perasaan cemas yang menggantung di dada ibunya.

Di halaman TK, suara tawa dan jeritan anak-anak bersahutan. Ayunan besi berderit pelan, dipenuhi anak-anak yang berlomba siapa yang bisa melaju paling tinggi.

Gita duduk di salah satu ayunan, berhadapan dengan Ara. Dua anak lain—Rara dan Adel—duduk di ayunan sebelah.

Ara tampak ceria. Dia selalu tersenyum lebar, matanya berbinar, dan pipinya memerah penuh semangat.

“Gita,” ucap Ara tiba-tiba, suaranya lantang. “Kemarin aku naik kuda-kudaan! Terus naik komedi putar sama Om Rafka. Seru banget!”

Kata-kata itu seperti batu kecil yang dilemparkan ke permukaan air tenang, sehingga menimbulkan riak kecil, tetapi menyentuh dasar yang paling dalam.

Gita mengencangkan genggaman tangannya pada besi ayunan. “Aku tidak peduli,” jawabnya singkat, tanpa menoleh.

Ara terdiam sejenak, lalu mendengus. “Kenapa sih kamu jutek banget?”

Rara yang duduk di samping, menoleh cepat. “Gita, tidak boleh begitu,” katanya ragu, mencoba menengahi.

Namun Adel yang sejak dulu selalu berdiri di sisi Gita langsung menyahut, “Ara juga salah. Dia suka pamer. Itu, kan, enggak baik.”

Ara mendengus kesal. Kakinya menghentak keras, membuat ayunan berderit keras.

“Aku kan cuma cerita!”

“Cerita atau pamer, beda tipis,” balas Adel ketus.

"Kamu, kan, masih, saudara sama Gita, kenapa kamu tidak ajak Gita juga buat pergi bersama ke wahana bermain," lanjut Adel lagi. Dia memang bestie-nya Gita sejak masuk TK.

Ara memalingkan wajah. Matanya berkaca-kaca, bukan karena sedih, tetapi karena marah.

“Kalian iri!”

Gita tetap diam. Ia memilih menatap ujung sepatunya sendiri. Dalam kepalanya, terngiang suara papanya yang dulu sering berjanji. Janji-janji yang kini terasa kosong.

Putri pasangan Kirana dan Rafka itu tidak mau bercerita bahwa kemarin ia tetap pergi ke Timezone. Gita tidak mau memberi Ara kepuasan. Lagipula, pergi tanpa papanya bukanlah sesuatu yang ingin ia banggakan.

Nasihat mamanya terngiang jelas. “Jangan bertengkar dengan Ara. Kamu selalu jadi pihak yang salah di mata mereka—keluarga Kirana.”

Gita menghela napas pelan. Ia memilih diam. Diam yang terasa seperti menelan luka sendiri.

Sepulang sekolah, Kirana sudah menunggu di luar gerbang. Ia menjemput dua anak sekaligus, Gita dan Ara.

Begitu Gita naik ke becak, Kirana langsung menyadari perubahan di wajah putrinya. Senyum itu tidak ada. Mata Gita terlihat kosong, lelah oleh sesuatu yang tidak ia ceritakan.

“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Kirana lembut.

Gita menggeleng. “Enggak apa-apa, Ma.”

Ara ikut naik, wajahnya masih cemberut.

“Tante, apa kita akan mampir ke minimarket dulu?” pintanya tiba-tiba.

Kirana menoleh, lalu menggeleng pelan. “Tidak, Ara. Kita langsung ke rumah nenek.”

“Aku mau es krim,” ucap Ara lirih, suaranya dibuat-buat.

“Nanti kamu bisa minta dibelikan sama mamamu,” jawab Kirana singkat, tapi tidak kasar.

Ara mendengus, menyandarkan tubuhnya dengan kesal.

Sesampainya di rumah Pak Darma, Kirana menurunkan Ara. Wanita itu memastikan Ara masuk ke rumah sebelum kembali menaiki becak bersama Gita.

“Gita, kita ke minimarket sebentar, yuk!” ujar Kirana tiba-tiba.

Gita menoleh, matanya sedikit berbinar. “Beli es krim, Ma?”

“Boleh,” jawab Kirana sambil tersenyum kecil.

Di dalam minimarket, Kirana membiarkan Gita berjalan di depannya. Gadis kecil itu berhenti di depan freezer es krim, menatap lama.

“Ma ....” Gita mengangkat satu es krim boks ukuran sedang. “Boleh beli yang ini?”

Biasanya mereka membeli es krim cup kecil. Itu pun jarang.

Kirana menatap es krim itu, lalu mengangguk. “Kita makan berdua, ya?”

Wajah Gita langsung cerah. “Boleh, Ma!”

Di rumah, mereka duduk berdampingan di ruang tamu. Es krim dibuka perlahan, dimakan bergantian. Tawa kecil muncul, meski singkat.

Namun, keheningan kembali datang.

“Ma ....” panggil Gita dengan suara lirih, hampir tenggelam.

“Iya, Sayang?”

“Apa papa sudah enggak sayang lagi sama aku, ya?”

Sendok Kirana berhenti di udara. Dadanya langsung sesak.

“Kenapa Gita mikir begitu?”

Gita menunduk. “Papa sekarang lebih sering sama Ara. Papa beliin Ara es krim yang besar. Papa sering ajak Ara main. Tapi ke aku, Papa sering lupa.”

Kirana mengusap kepala putrinya perlahan.

“Papa masih sayang sama Gita,” ucapnya pelan. “Hanya saja sekarang kita bukan lagi prioritas utama Papa.”

Kata-kata itu pahit. Bahkan di lidah Kirana sendiri.

“Makanya Papa lebih suka sama Ara,” gumam Gita.

Hati Kirana seperti diremas. Ia ingin menyangkal, tetapi kenyataan terlalu kejam untuk ditutupi.

“Yang penting,” Kirana tersenyum, meski matanya basah, “Gita selalu jadi prioritas utama bagi Mama.”

Gita memeluk Kirana erat. Tubuh kecil itu bergetar, menahan tangis. Dia enggak mau Mama sedih.

“Aku sayang sama Mama," bisik Gita dengan suara bergetar.

Kirana memejamkan mata. Air matanya jatuh ke rambut Gita.

Lalu, sebuah pertanyaan keluar pelan, tetapi menghantam keras.

“Ma. Apa Mama sama Papa juga sudah enggak saling cinta lagi?”

Kirana terkejut. Napasnya tertahan. Ia tidak menyangka putrinya memikirkan sejauh itu.

“Anakku sudah terlalu cepat dewasa karena luka yang bukan salahnya.”

Kirana menguraikan pelukan mereka. Ia menatap mata Gita, mata kecil yang terlalu paham akan kesedihan.

“Gita ....” panggil Kirana, suaranya bergetar. “Kalau suatu hari Mama dan Papa tidak bersama-sama lagi, bagaimana?”

Gita terdiam. Bibirnya bergetar.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!