NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17

Tian Feng tidak langsung kembali ke kamarnya. Ia tahu berlatih teknik api yang berpotensi meledak di dalam bangunan kayu adalah tindakan bunuh diri. Menggunakan token gioknya, ia mengakses peta dasar sekte dan menemukan tujuannya: Area Latihan Murid Luar di kaki Puncak Ketiga.

Tempat itu adalah serangkaian gua-gua pribadi yang digali di dinding gunung, masing-masing dilindungi oleh formasi sederhana untuk meredam suara dan energi. Sempurna untuk latihan yang membutuhkan privasi dan keamanan. Ia memilih gua yang paling terpencil di ujung area.

Di dalam gua yang remang-remang dan lembap, Tian Feng duduk bersila. Ia tidak terburu-buru. Selama satu jam penuh, ia hanya duduk diam, membiarkan jiwanya membaca dan memahami setiap detail dari gulungan Tinju Api Roh Langit.

"Konsepnya menarik," komentarnya pada Yao Ling. "Teknik biasa hanya menggunakan Dou Qi sebagai bahan bakar untuk menciptakan api. Teknik ini... ia mencoba menggunakan Dou Qi sebagai jembatan untuk berkomunikasi dengan 'kehendak' atau 'roh' dari elemen api itu sendiri. Ia tidak menciptakan api, ia memanggilnya."

"Itulah mengapa ini sangat berbahaya," balas Yao Ling, suaranya serius. "Elemen api itu liar dan sombong. Mencoba memanggil rohnya tanpa kualifikasi yang cukup sama saja dengan mengundang seekor naga untuk bersarang di dalam tubuh semut. Kau akan terbakar menjadi abu dari dalam."

"Tapi aku bukan semut," jawab Tian Feng dengan tenang, matanya terpejam. "Dan aku pernah berbicara dengan bintang-bintang."

Dengan pemahaman yang mendalam, ia memulai.

Ia mengikuti instruksi pada gulungan, menyalurkan aliran Dou Qi dari tubuhnya. Namun, ia tidak mengeluarkannya. Sebaliknya, ia memutarnya melalui serangkaian 36 titik meridian kecil yang rumit di lengannya, sebuah jalur yang terasa tidak wajar dan berbahaya.

Seketika, ia merasakan sensasi terbakar yang tajam di sepanjang lengannya. Jalur meridiannya yang kokoh mulai memanas dengan cepat. Inilah 'api internal' yang disebutkan dalam peringatan itu. Bagi kultivator biasa dengan Dou Qi yang tidak murni, kotoran dalam energi mereka akan menjadi bahan bakar pertama yang tersulut, menyebabkan reaksi berantai yang menghancurkan.

Tian Feng merasakan panas itu, tetapi ia tidak panik. Ia melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain: ia tidak melawan api itu. Sebaliknya, ia menerimanya.

Dengan afinitas apinya yang tingkat tinggi, ia bisa merasakan 'emosi' dari api itu—liar, bebas, dan penuh kekuatan. Ia tidak mencoba menekannya. Ia menggunakan Dou Qi-nya yang murni sempurna sebagai pemandu yang lembut, berbisik pada api itu: "Bukan sebagai tuan, bukan sebagai budak, tapi sebagai sekutu."

Jalur meridiannya, yang telah ditempa oleh Teknik Penempaan Tulang Naga Abadi, tidak rusak oleh panas itu. Sebaliknya, seperti baja yang ditempa, mereka justru menjadi lebih kuat dan lebih lentur di bawah suhu tinggi, memancarkan cahaya keemasan redup.

"Luar biasa..." bisik Yao Ling, penuh kekaguman. "Kau tidak hanya menahannya, kau justru menggunakan api internal itu untuk menyempurnakan meridianmu! Dasar monster kecil!"

Setelah berhasil menjinakkan api internal, Tian Feng melanjutkan ke langkah berikutnya: memanggil roh api.

Ia mengepalkan tinjunya. Dou Qi keemasan yang murni menyelimutinya, kini berdenyut selaras dengan elemen api di sekitarnya. Ia tidak lagi menarik energi dari udara, melainkan mengundangnya.

Dan elemen api itu merespons.

Partikel-partikel elemen api yang tak terlihat di dalam gua mulai berkumpul menuju tinjunya. Awalnya hanya percikan kecil berwarna merah. Lalu, percikan itu tumbuh menjadi nyala api yang stabil.

Namun, ini bukanlah api biasa. Api di tinju Tian Feng tidak berwarna merah atau oranye. Api itu berwarna keemasan pucat, sama seperti warna Dou Qi-nya. Api itu tidak membakar dengan liar, melainkan menari dengan anggun di sekitar buku-buku jarinya. Api itu terasa hidup.

Di tengah api keemasan itu, sebuah bentuk samar bisa terlihat seekor burung kecil yang seluruhnya terbuat dari cahaya api, mengepakkan sayapnya dengan diam.

Itulah Roh Api.

Tian Feng membuka matanya. Ia menatap api keemasan di tinjunya, merasakan kekuatan terkonsentrasi yang terkandung di dalamnya. Kekuatan ini jauh melampaui apa pun yang bisa dihasilkan oleh Dou Zhe Bintang Satu.

Ia berdiri. Di hadapannya ada dinding batu gua yang tebal.

Tanpa ragu, ia melancarkan pukulan lurus yang sederhana.

Saat tinjunya melesat, burung api kecil itu mengeluarkan pekikan tanpa suara dan melesat maju. Tidak ada ledakan yang memekakkan telinga. Tidak ada gelombang kejut yang dramatis.

Roh api itu hanya menyentuh dinding batu.

Untuk sesaat, tidak ada yang terjadi. Kemudian, area yang disentuh oleh api itu mulai meleleh. Bukan terbakar, bukan hancur, tetapi meleleh seperti lilin di bawah panas yang tak terbayangkan. Dalam beberapa detik, sebuah lubang sedalam satu meter dengan tepi yang halus dan mengkilap seperti kaca terbentuk di dinding batu yang kokoh.

Tian Feng menarik tinjunya. Api keemasan itu lenyap, kembali ke dalam tubuhnya seolah tidak pernah ada.

Ia menatap lubang yang membara itu, lalu pada tinjunya yang tidak terluka.

"Ini..." bisiknya. "Ini adalah kekuatan sejati."

Kekuatan yang tidak hanya menghancurkan, tetapi juga memurnikan. Kekuatan yang terfokus dan efisien.

Dengan fondasinya yang unik, ditambah dengan teknik yang dibuat khusus untuknya ini, ia kini memiliki senjata yang cukup untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin dilemparkan oleh sekte ini kepadanya.

Ia duduk kembali, kali ini dengan senyum puas. Ia baru berada di Sekte Langit Senja selama satu hari. Dan ia sudah menemukan kunci pertamanya untuk mengguncang langit.

1
Jhonny Afrizon
aneh sih,udah tau ada musuh,kok malah nungguin waktu gerhana,kenapa gak di hentikan sebelum gerhana,makin tolol kita di buat author🤭
Jhonny Afrizon
apa fungsi ketua wakil dan para tetua akademi,ngapain harus nunggu MC ,hah jadi tolol di buat author
Jhonny Afrizon
kebanyakan bacot
cito
sangat bagus thor ceritanya..
Ahmad Zaky
fanfic btth kah?
Bajang Kirek
dua orang tua koplak....🤣🤣🤣🤣
Bajang Kirek
tiga jam cuyyyy....🤣🤣🤣🤣
Rehaan Aamir
Ceritanya Bagussss Tp Sayang Nya Terlalu Banyak Kejanggalaaaannn....
mereka Kan Mau Brgkt Ikut Kompetisi K Negeri Yg Jauuuuhhhh....Masa Iyah Gk D Dampingi Ama Salah Satu Ketua Tertinggi Sekte Mereka...Dr Awal Mereka Brgkt Masa Iyah Mereka Cmn Bnr2 9 Orang Doangan Tanpa Pendamping Dari Sekte....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ngotaaaakkk Dikiiitt Lah Thor Kl Bikin Cerita...
pauzi aja
babi lu.
pauzi aja
mcnya goblok knpa ega d bunuh aja itu musuh malah d biarkan kabur dasar babi.
pauzi aja
ko master sekestanya ega ikut berperang masah cma muritnya aja.
pauzi aja
ko mcnya ega punya cincin ruwang sh
pauzi aja
kn unurnya baru 8 tahun bukan anak muda ,tapi anak kecil..
suksom
Luar biasa
pauzi aja
memang mcnya ega ada cincin penycimanan kh
pauzi aja
mcnya ko kaya gtu..ko kaya penyjahat ..
Asho 99
kacang akan lupa kulitnya... ketika ada yang lebih baik menawarkan... itu lah kehidupan dunia kultivasi... sama halnya hidup Konoha .. di ajak pergi kerja di tengah jalan ada tawar lupa akan teman yang mengulurkan tangan di saat sendiri..🤣🤣
Mbah Haryo
oke..sampe dsini..ceritanya cukup memuaskan...

kita follow mas otornya ach...
syapa tau punya cerita laen yg bagus jg. ...
Mbah Haryo
yah..lumayan.
ceeita yg bgini ringan & menghibur untuk diikuti...

lanjoutkeenn...
Mbah Haryo
hlah..mc nya kan fisik douceng..diatas daosong..kok masih memble aje...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!