Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Luka Sampai Batasnya
Suasana pertunangan yang awalnya terlihat begitu membahagiakan bagi semua orang, ralat kecuali aku ya yang di paksa, kini berubah menjadi mencekam.Tante Lita yang sudah di borgol oleh polisi berusaha berontak dan melepaskan diri.
" Lepaskan aku, aku tidak bersalah"Ucapnya memberontak namun kedua polisi itu tetap memborgol tante Lita.
Tiba-tiba ada seorang gadis yang berlari kearah tante Lita dan langsung memeluknya sambil menangis. Dia Raya adik tiriku, anaknya tante Lita dari suaminya terdahulu.
"Raya tolongin mama nak, mama gak salah. Mama gak mau di penjara.Pa....tolongin mama pa?Bebasin mama??"Rengeknya
"Maafin Raya ma, maafin Raya" Ucapnya disela isak tangisnya.
"Kenapa kamu minta maaf Ya, harusnya kamu cari cara supaya mama gak di penjara"Ucapnya galak dan masih dengan sikapnya yang angkuh.
" Tapi Raya gak bisa tolongin mama"
"Apa maksud kamu gak bisa tolongin mama? Kamu mau mama masuk penjara hah? Mama gak salah Ya" Teriak tante Lita.
Ya Tuhan nih tante-tante udah tau salah masih aja gak mau ngaku.
"Kamu tenang dulu Lita? Aku pasti bantu kamu nanti, kalau kamu memang tidak bersalah kamu pasti akan dibebaskan" Ucap Ayah menenangkan tante Lita.
Kesel banget gak sih, Ayah masih aja ngebelain tante Lita di banding kami.
"Fina.., apa maksud kamu sebenarnya. Kenapa kamu bawa-bawa polisi segala. Lita tidak mungkin melakukan semua tuduhan palsumu itu" Tiba-tiba ayah mendekati bunda dan memarahi nya.
"Tapi Lita sudah keterlaluan Mas, dia sudah nyulik Jeje. Bahkan Lita juga memaksa Nadin untuk melakukan pertunangan ini"Bela Bunda
"Nadine melakukan pertunangan ini karena keinginanya sendiri bahkan dia yang datang sendiri kesini bukan karena Lita yang memaksanya, lalu anak itu , aku bahkan tidak perduli dengan anak haram mu itu"
Tes
Lolos sudah air mata ini, kali ini aku tidak bisa lagi menahannya. Ayah benar-benar keterlaluan. Kulihat wajah Jeje juga berubah. Jelas sekali raut kecewa di wajahnya.
"Cukup ayah, anak yang ayah bilang anak haram ini adalah adik ku dia anak ayah juga.Apa ayah gak pernah ngerasain sedikit saja ikatan kalau Jeje ini anak ayah atau mungkin mata batin ayah yang sudah tertutup, jadi ayah gak bisa bedain mana yang benar dan mana yang salah.Yah...." Aku melepas pelukanku dari tubuh Jeje dan menggenggam tangan ayah.
"Kalau ayah bisa nerima Raya jadi anak ayah sendiri, kenapa ayah gak bisa nerima Jeje sebagai anak ayah. Nadin mohon yah, buang fikiran buruk ayah sama Bunda. Buang juga fikiran buruk ayah sama Jeje. Kalau perlu kita lakukan tes DNA biar ayah tau kebenarannya"
Semoga ayah luluh,.....
Semoga ayah luluh
Aku selalu berdoa supaya ayah bisa cepat sadar dan kembali pada kami.
"Kamu dengar ucapan anak mu kan Mas" Tambah Bunda.
"Jangan percaya pa, mereka hanya ingin menguasai Papa lagi. Papa harus ingat kejadian itu? Lagi pula papa dengar sendiri kan apa kata dokter waktu itu" Teriak tante Lita
Kejadian apa? Dokter apa? Inilah yang masih ada dalam pikiran kami. Tante Lita selalu menyebut itu setiap kali ayah mau luluh. Sebenarnya apa yang sedang tante Lita sembunyikan dan ayah seolah menyembunyikan nya sendiri.
"Ma sudahlah ma, kak Nadin benar"Ujar Raya.
" Diam kamu Raya, kamu ini berada di pihak siapa. Jangan jadi anak durhaka kamu. Kamu lihat saja Fina, aku akan laporkan balik kamu karena menuduh tanpa ada bukti"Ancam tante Lita sama Bunda.
Gimana kalau tante Lita tidak terbukti bersalah, secara tante Lita itu licik. Gimana kalau tante Lita membuktikan ucapannya dengan memenjarakan Bunda?
"Maaf tante tapi kami punya bukti dan saksi kalau tante Lita bersalah" Ucap Embul yang tiba-tiba masuk.
Kok aku baru ngeh ya gak lihat tu bocah dari tadi. Tiba-tiba aja ngilang eh terus sekarang udah muncul aja dengan sok beraninya. Dapat bukti dan saksi dari mana coba tuh bocah.
"Jangan ikut campur kamu bocah. Bukti dan saksi siapa?? Jangan asal ngomong kamu"
"Tante ingat kan pembicaraan tante dan Nadin di kamar tadi. Sayangnya aku udah rekam semua dan menurutku itu sudah cukup jadi bukti kalau tante bersalah. Kalau sak-si..... Raya yang akan jadi saksi kami kalau tante sudah menculik Jeje"
Asli aku kaget banget apalagi tante Lita dia yang tadi masih di peluk Raya segera menghempaskan pelukan putrinya itu.
"Kamu benar-benar ingin jadi anak durhaka Raya. Bagaimana bisa kamu terlibat dengan mereka dan menjadi saksi mereka"
"Raya hanya ingin mama berubah ma, Raya gak mau mama terus-terusan jahat sama mereka. Bunda Fina itu orang baik ma? Bahkan bunda juga baik sama Raya, bunda mau menerima Raya meski mama selalu menyakiti mereka"
Raya beralih kearah papa
"Pa sebaiknya papa melakukan tes DNA saja dengan begitu papa tidak perlu berburuk sangka lagi dengan bunda. Raya yakin kok pa, bunda gak mungkin hianati papa"
Nih anak emang beda banget sama Mbok nya eh mama nya. Gak pantes banget memang kalau jadi anaknya tante Lita. Gak salah sih kalau papa sayang banget sama Raya meski bukan anak kandungnya. Semoga kali ini papa mau dengar omongan Raya.
"Maaf kami harus segera bawa saudari Athalita Maharani ke kantor polisi. Silahkan kalian bersaksi saja dikantor" Ucap polisi
(Eh kebiasaan banget gak sih nih pak polisi datangnya akhir mulu. Dari tadi diam aja gak ada komen. Ketahuan banget kan Author nya jiwa-jiwa sinetron hahahah)
Akhirnya tante Lita di bawa ke kantor polisi.
"Baiklah kita akan lakukan tes DNA besok dan kalau Jeje terbukti bukan anak ku maka kamu harus bersiap untuk aku ceraikan Fina"
Dengggg
Akhirnya ayah benar-benar mau melakukan tes DNA itu. Ada kelegaan tersendiri di hatiku. Sebentar lagi adiku, sebentar lagi keinginanmu untuk dipeluk sayang sosok ayah akan terkabul. Kulihat bunda juga tersenyum bahagia.
"Tapi Jeje sudah tidak perduli lagi, toh selama ini Jeje sudah terbiasa hidup tanpa ayah.Jeje sudah tidak mau lagi punya ayah. Hati Jeje sudah mati sejak orang yang Jeje anggap sebagai ayah itu mengatakan Jeje anak haram. Anggap saja seperti itu tuan dan lagi anda juga tidak perlu mengeluarkan uang anda untuk tes tidak berguna itu. Permisi" Ucap Jeje lalu berlari keluar.
Adik kecil ku yang manja, aku gak pernah berfikir kalau dia bisa berkata seperti itu. Tidak Je... kakak gak akan pernah menyalahkanmu atas sikap mu itu. Karena kakak gak pernah ngerasain luka yang kamu rasakan. Luka yang ada batasnya dan hari ini luka itu telah sampai batasnya.
*
*
*
*
Marhaban ya Ramadhan. Eh kemarin ya.. 😄😄
Selamat menjalankan puasa bagi yang menjalankan ya Kak. Gas puolll puasanya.
Jangan Lupa Like, komen, Favorit in ya. Kalau ada kelebihan poin boleh sumbangin. kalau suka juga boleh kasih Vote.
Maafkan karyaku yang masih banyak kekurangan ini. Semangat selalu.
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏