NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyanyian di Pusaran Bintang

Pencarian artefak itu bukan perjalanan langsung. Nebula Krios adalah labirin yang beracun dan tidak stabil. Leo menghabiskan dua bulan standar (meski waktu di sini relatif) memetakan koridor yang aman, menghindari pusaran waktu yang bisa membuatnya terjebak dalam satu momen selama bertahun-tahun, dan daerah-daerah di mana hukum fisika berubah—gravitasi bisa tiba-tiba meningkat seribu kali lipat, atau materi biasa meluruh menjadi sinar gamma.

Selama perjalanan ini, dia dan Pengumpan menyempurnakan simbiosis mereka. Leo tidak lagi berjuang melawannya; dia mengarahkannya, seperti seorang nakhasa yang menggunakan angin ribut untuk melaju. Kelaparan Pengumpan menjadi sensor primal—ia bisa merasakan “rasa” energi murni dari jarak jauh, memperingatkan Leo tentang sumber daya atau bahaya. Sebagai imbalan, Leo memenuhi kelaparannya dengan energi terkontrol dari inti asteroid dan dari sisa-sisa bintang mati yang mereka temui, selalu menjaga prinsipnya: tidak mengambil dari yang hidup.

Kemajuan mereka nyata. Mortal Soul Leo mencapai Tier 7, dan integrasi dengan simbion membawa kapasitas Continent-nya ke Tier 8. Dia sekarang bisa memanipulasi realitas di radius lima kilometer dengan kehalusan yang mengagumkan—mengubah batuan menjadi logam murni, menciptakan medan gaya yang kompleks, bahkan menggandakan informasi temporal dari sebuah objek, melihat beberapa detik ke masa depannya yang mungkin. Tapi setiap kenaikan tingkat membuatnya lebih dekat dengan ambang Planetary Core, dan itu membuatnya gugup. Dia telah melihat betapa dingin dan tak berperasaan entitas tingkat Planet itu (seperti Pemadam). Apakah dia akan kehilangan dirinya saat melintasi batas itu?

Tidak akan kehilangan, bisik suara di dalam, sekarang lebih terintegrasi, hampir seperti nalurinya sendiri. Kita berbeda. Kita punya prinsip. Kita punya tujuan.

"Tujuan kita apa?" tanya Leo, sedang duduk di kokpit Shard, mengarahkannya melalui medan kristal energi raksasa yang berputar seperti pohon kaca. "Menyelamatkan Bumi? Membalas dendam pada Pengadilan? Atau hanya bertahan hidup?"

Menjadi. Lebih. Mencapai puncak hierarki. Melihat apa yang ada di sana.

Itu ambisi yang hampir kekanak-kanakan dalam kemurniannya. Tapi apakah itu salah? Setelah semua yang dia lewati, setelah semua yang dia korbankan, bukankah dia berhak untuk ingin tahu? Untuk mencapai sesuatu yang lebih besar?

Sinyal artefak itu—"nyanyian" yang dilihatnya dalam penglihatan—semakin kuat. Makhluk nebula yang lain (dia menyebut mereka "Kriosian") sesekali muncul, mengamatinya dengan rasa ingin tahu yang tidak bersahabat atau bermusuhan, lalu menghilang. Mereka tampaknya adalah keturunan atau manifestasi dari nebula itu sendiri, makhluk energi yang terlahir dari puing-puing perang kuno.

Akhirnya, sensor yang telah dia gandakan dan sebarkan melaporkan sesuatu: sebuah struktur. Bukan alami.

Leo membawa Shard mendekat dengan hati-hati. Apa yang muncul dari kabut nebula adalah sebuah monumen. Terbuat dari bahan yang tampak seperti logam hitam yang menyerap cahaya dan cahaya bintang putih yang membeku, membentuk spiral ganda yang naik dari dasar awan gas, setinggi mungkin ratusan kilometer. Di pusat spiral, sebuah rongga gelap berdenyut dengan ritme yang sama dengan "nyanyian" psikis itu.

Itu bukan artefak yang jatuh. Itu adalah makam. Atau penjara.

Kuat, Pengumpan mendengus, dengan rasa hormat yang langka. Dibuat oleh... yang seperti kita, tapi lebih tua. Jauh lebih tua. Terjebak di dalam?

"Atau mengawasi sesuatu," tambah Leo. Dia merasakan energi yang keluar dari monumen itu. Itu kuno, sangat kuat, dan... sedih. Sebuah kesedihan yang sangat dalam, seperti sebuah lagu penguburan yang dinyanyikan oleh bintang-bintang yang sekarat.

Dia mendaratkan Shard di sebuah platform yang menonjol di dasar spiral. Udara (atau apa pun yang ada di sini) terasa berat dengan sejarah. Saat kakinya menyentuh permukaan, sebuah suara langsung berbicara di dalam pikirannya, bukan dengan kata-kata, tapi dengan konsep murni:

[IDENTITAS? PENJAGA? PENJAHAT? PENGHUNI?]

"Ia hidup," gumam Leo.

Atau sisa-sisanya.

[ANALISIS: HIBRIDA. KEKUNCIAN DAN KELAPARAN. KONTRADIKSI. MENARIK.]

"Kamu siapa?" tanya Leo, memproyeksikan pikirannya.

[SAYA ADALAH TERIAKAN TERAKHIR DARI SEBUAH PERADABAN YANG MAKMUR. SAYA ADALAH KUNCI UNTUK SEBUAH PINTU YANG TIDAK BOLEH DIBUKA. SAYA ADALAH PENJAGA DAN MAKAM DARI YANG TELAH MAKAN.] Gambar-gambar membanjiri pikiran Leo: sebuah peradaban cahaya yang mencapai Stellar Tier, hidup dalam harmoni. Lalu datanglah sesuatu dari luar—sebuah "Kelaparan Abadi", mirip dengan Pengumpan tapi pada skala Nebula Venerable. Mereka bertempur. Mereka kalah. Tapi sebelum dimusnahkan, mereka mengunci musuh mereka di dalam monumen ini, menggunakan seluruh esensi peradaban mereka sebagai segel. Monumen ini adalah kuburan bagi penjaga dan yang dijaga.

"Kenapa kamu menunjukkan ini padaku?" tanya Leo, terhanyut oleh kesedihan kosmik itu.

[KARENA KAMU MEMBAWA KUNCI KEDUA. FRAGMEN JANTUNG. KAMU BISA MEMPERKUAT SEGEL. ATAU... MEMBUKANYA.] Gambar lain: giok Leo, "Fragmen Jantung", adalah artefak dari sumber yang sama dengan "Kelaparan Abadi" yang terkurung. Itu adalah sepotong kecil dari keseluruhan yang jauh lebih besar. Giok itu bisa digunakan untuk memperbaiki segel yang melemah selama ribuan tahun. Atau, jika disatukan dengan inti monumen, bisa membuka kunci penjara.

"Jika dibuka, apa yang akan terjadi?"

[YANG TELAH MAKAN AKAN BANGKIT. DAN DIA AKAN MELANJUTKAN MAKANNYA. DIMULAI DARI GALAKSI INI.]

Leo memandang monumen raksasa itu. Di dalamnya tertidur sesuatu yang bisa melahap bintang-bintang. Sesuatu yang mungkin sepuluh tingkat lebih tinggi dari Pengumpan-nya. Dan dia memiliki kunci untuk membangunkannya.

Ini adalah pilihan kosmik. Dia bisa memperbaiki segel, menjadi penjaga baru, mungkin mendapatkan pengetahuan dan kekuatan dari peradaban penjaga yang telah tiada. Atau dia bisa membukanya, melepaskan monster, dan berharap bisa mengendalikannya atau bernegosiasi—sebuah pemikiran yang sangat bodoh.

Buka, desis Pengumpan, dengan keinginan yang hampir tak tertahankan. Dia kuat. Kita bisa belajar. Kita bisa... menjadi seperti dia.

"Dan kemudian apa? Menjadi pemakan galaksi? Itu bukan tujuan. Itu hanya kelaparan yang lebih besar."

Semua adalah kelaparan. Pengetahuan adalah kelaparan. Kekuatan adalah kelaparan. Cinta adalah kelaparan untuk penyatuan. Hanya skala yang berbeda.

Leo duduk di platform, menatap pusaran nebula di atas. Dia memikirkan Bumi, tentang Dr. Arif yang berjuang untuk mencapai Tier 1 dengan damai. Dia memikirkan hierarki yang tak berujung, dan rasa ingin tahunya sendiri. Dia memikirkan prinsipnya.

"Tidak," katanya, akhirnya. "Saya tidak akan membukanya. Tunjukkan kepada saya bagaimana cara memperkuat segel."

Kesedihan di dalam monumen itu bercampur dengan... kelegaan. [PILIHAN BIJAKSANA. ATAU PILIHAN PENGEUT. SEJARAH AKAN MENILAI.] Sebuah aliran data—rancangan arsitektur segel, pola energi, lokasi titik kelemahan—mengalir ke dalam pikirannya. Itu adalah pengetahuan Stellar Tier, jauh di atas kemampuannya sekarang. Tapi dia bisa memulai dengan yang kecil, memperbaiki retakan.

Dia menghabiskan hari-hari berikutnya bekerja. Dia menggandakan peralatan khusus, mengarahkan aliran energi dari inti asteroid untuk mengisi kembali titik-titik segel yang pudar. Itu seperti merenovasi katedral raksasa dengan satu palu, tetapi setiap kali dia menyelesaikan sebuah bagian, "nyanyian" monumen itu menjadi sedikit lebih jelas, sedikit kurang sedih.

Suatu hari, saat dia bekerja di sisi utara monumen, sensor di Shard berbunyi keras. Bukan sinyal dari monumen.

Sebuah armada kecil dari Pengadilan telah memasuki nebula.

Mereka telah menemukannya.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!