Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.
Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.
Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puing-puing, Prinsip, dan Suara dari Kedalaman
Perbaikan kerusakan pada monumen Nebula Krios membutuhkan waktu enam bulan menurut kronometer internal Shard. Enam bulan kerja keras, sunyi, dan pengawasan yang terus-menerus. Leo, dengan kecerdikan seorang mekanik kosmik, menggunakan pengetahuan yang diberikan monumen kepadanya untuk membangun drone perbaikan yang digandakan—ribuan makhluk logam kecil seukuran kepalan tangan yang merangkak di permukaan spiral raksasa, menyambungkan kembali saluran energi yang putus, menambal retakan di segel cahaya-bintang. Dia bekerja dengan hati-hati, memastikan setiap perbaikan tidak hanya mengembalikan status quo, tetapi sedikit lebih kuat dari sebelumnya, memanfaatkan pemahamannya yang berkembang tentang energi Tier Stellar.
Selama waktu itu, Pengumpan di dalamnya tetap tenang, hampir terkesan. Kamu... membangun. Bukan menghancurkan. Aneh. Tapi kuat.
"Kekuatan tidak hanya datang dari mengambil," jawab Leo suatu hari, sambil memantau drone yang memperbaiki nexus kompleks. "Kekuatan juga datang dari memelihara. Dari memahami sesuatu dengan cukup baik sehingga kamu bisa memperbaikinya. Itu adalah bentuk multiplikasi yang lebih tinggi—memperbanyak keteraturan, bukan hanya materi."
Keteraturan... adalah kelaparan yang berbeda. Kelaparan untuk pola. Saya mengerti. Ada jeda. Kita... belajar. Bersama.
Itu adalah pengakuan yang signifikan. Simbiosis mereka berkembang dari hubungan tuan-budak yang tegang menjadi kemitraan yang tidak nyaman, dan sekarang menjadi kolaborasi yang sadar. Leo merasa batas-batas di dalam dirinya semakin kabur. Suara itu terdengar seperti dirinya sendiri yang sedang merenung. Emosinya—kemarahan, tekad, bahkan kelembutan yang samar terhadap monumen yang terluka—terasa seperti miliknya sendiri. Apakah Pengumpan itu belajar menjadi manusia? Atau apakah dia belajar menjadi sesuatu yang lebih?
Mortal Soul-nya mencapai Tier 9, puncak dari ranah Mortal. Mortal Flesh dan Mind sudah berada di puncak. Dia berdiri di ambang Planetary Core, dan dia bisa merasakan perbedaannya—seperti berdiri di tepi tebing, merasakan angin dari jurang yang dalam di bawahnya. Untuk melompat berarti mengintegrasikan dirinya sepenuhnya dengan prinsip-prinsip planet: gravitasi, rotasi, inti. Itu berarti identitasnya akan meluas melampaui tubuh manusiawinya. Dia ragu-ragu. Setiap kenaikan tingkat membuatnya lebih kuat, tetapi juga menjauhkannya dari kemanusiaan. Dari ingatan tentang Jakarta, tentang Dr. Arif, tentang rasa nasi goreng.
Kemajuan datang dari arah yang tidak terduga.
Saat dia menyelesaikan perbaikan terakhir pada segel pusat, monumen itu "berbicara" kepadanya lagi. Kali ini, suaranya tidak sekadar konsep; itu adalah suara, lembut dan bersahaja seperti angin yang melewati puing-puing kuno.
"Penjaga Sementara. Usahamu dihargai. Stabilitas segel telah dipulihkan ke 101,3% dari kondisi sebelumnya. Sebuah pencapaian kecil namun signifikan."
Leo, yang sedang duduk di dalam Shard yang telah dia perbaiki sebagian, mengangguk. "Aku hanya memperbaiki apa yang aku rusak."
"Kerendahan hati. Sifat yang langka. Yang Telah Makan masih tidur, tapi mimpinya... lebih tenang. Kamu telah memberinya sesuatu untuk direnungkan: penolakan terhadap sifat dasarnya." Ada jeda. "Sebagai imbalan, dan karena kamu sekarang merupakan bagian kecil dari siklus pemeliharaan, kamu berhak atas hadiah. Pengetahuan."
Aliran data yang bukan data membanjiri kesadaran Leo. Bukan instruksi teknis, tapi pengalaman. Dia merasakan kelahiran sebuah bintang dari perspektif bintang itu sendiri. Dia mengalami kengerian yang tenang dari sebuah planet yang intinya mendingin. Dia memahami keanggunan matematis dari orbit yang stabil, dan kekacauan indah dari tabrakan asteroid. Ini adalah Hikmah Planetary, fondasi untuk naik ke Tier berikutnya.
Dia juga melihat kilasan—bukan gambar, tapi lokasi. Koordinat dari tempat-tempat di seluruh galaksi: sebuah planet yang dikubur dalam es di pinggiran sistem yang terlupakan, sebuah kapal generasi yang hanyut di nebula lain, sebuah kuil di bulan vulkanik. Masing-masing menandai lokasi Fragmen Jantung lainnya. Gioknya bukan satu-satunya. Ada lebih banyak. Mungkin dua belas. Mungkin lebih.
"Untuk apa?" tanya Leo, tercengang. "Siapa yang membuat ini?"
"Pertanyaan untuk perjalananmu sendiri, Penjaga Sementara. Yang Terkunci di sini hanyalah satu dari banyak 'Rasa Lapar'. Fragmen-fragmen itu adalah biji, kunci, atau mungkin sisa-sisa dari sesuatu yang lebih besar. Pengadilan mengetahuinya. Mereka mengumpulkannya. Mereka takut pada mereka. Atau mereka ingin menguasainya."
Vael pernah menyebutkan "perang yang sudah berlangsung lama". Apakah ini sumbernya? Sebuah konflik kuno antara kekuatan Keteraturan (Pengadilan) dan kekuatan Kelaparan (entitas seperti Yang Terkunci), dengan Fragmen Jantung sebagai senjata atau hadiah?
"Peringatan terakhir," lanjut suara monumen itu, semakin lemah. "Kenaikanmu ke Planetary Core akan memancarkan lonjakan energi yang tidak bisa disembunyikan oleh nebula ini. Pengadilan akan mengetahuinya. Mereka akan mengirim sesuatu yang bukan Pemburu. Mereka akan mengirim Pencerai."
"Pencerai?"
"Spesialis dalam memisahkan simbiosis. Mereka akan mencabut kelaparan dari dirimu, dan dalam prosesnya, menghancurkan jiwa dan tubuhmu. Mereka melihat simbiosis sebagai penyakit. Jika kamu ingin bertahan, kamu harus mencapai Planetary Core sebelum mereka tiba, dan melakukannya dengan cara yang membuat kamu tidak bisa dipisahkan. Kamu harus menjadi satu. Benar-benar."
Kemudian, kehadiran itu menghilang, meninggalkan Leo dengan hikmah baru, daftar target, dan tenggat waktu yang mengerikan.
Dia duduk dalam keheningan kokpit selama berjam-jam, memproses. Dia memiliki peta. Dia memiliki tujuan. Dia memiliki musuh yang jelas. Dan dia memiliki pilihan untuk naik tingkat—pilihan yang sekarang menjadi kebutuhan untuk bertahan hidup.
Satu, bisik suara di dalam, penuh dengan kerinduan yang aneh. Akhirnya. Tidak ada lagi dinding. Tidak ada lagi Leo dan Saya. Hanya... Kita.
"Dan 'Kita' akan menjadi apa?" tanya Leo, memandangi telapak tangannya. Marka giok itu hangat, hampir berdenyut dalam irama yang selaras dengan detak jantungnya sendiri.
Kita akan menjadi Penjaga yang Bisa Makan. Atau Pemakan yang Bisa Menjaga. Sesuatu yang baru. Sesuatu yang bisa memilih.
Itu menggoda. Kekuatan untuk membentuk ulang realitas pada tingkat planet, dipadukan dengan kelaparan primal yang bisa melahap energi bintang. Itu bisa menjadi alat untuk melindungi Bumi, untuk menantang Pengadilan, untuk menjelajahi misteri Fragmen.
Tapi itu juga bisa menjadi bencana. Satu langkah salah, dan dia bisa menjadi monster yang lebih mengerikan daripada Yang Terkunci.
Dia mengeluarkan satu-satunya foto yang berhasil dia selamatkan—gambar dirinya dan Dr. Arif di Pulau Pari. Dia menatap wajah temannya, lalu wajahnya sendiri yang lebih muda, penuh dengan harapan yang belum ternoda.
"Untuk Bumi," gumamnya. "Dan untuk masa depan yang bukan hanya tentang bertahan hidup."
Dia membuat keputusan. Dia akan naik tingkat. Di sini. Sekarang. Dia akan menggunakan Hikmah Planetary dari monumen dan energi nebula untuk membuat lompatan. Dan dia akan melakukannya dengan membuka dirinya sepenuhnya, mengintegrasikan setiap bagian dari keberadaannya—cahaya dan gelap, pikiran dan kelaparan, manusia dan lainnya.
Dia memprogram Shard untuk pergi, mengirimnya dalam penerbangan acak yang panjang menuju salah satu koordinat Fragmen yang diberikan—planet es. Pesan yang direkam untuk Dr. Arif, dienkripsi dengan kode yang sama, disimpan di dalamnya. Jika dia gagal dalam naik tingkat, setidaknya peta itu akan sampai ke Bumi.
Kemudian, dia pergi. Dia melayang keluar dari Shard, hanya dengan pakaian lingkungan sederhana, menuju ke area di dekat monumen di mana aliran energi nebula paling kuat. Dia duduk bersila di atas sebuah platform kristal alami, dikelilingi oleh tarian cahaya abu-abu dan perak yang mati.
Dia menarik napas dalam-dalam, menutup matanya, dan mulai.
Pertama, dia melepaskan Mortal Flesh. Dia menggandakan proses pembusukan dan regenerasi sel miliaran kali, memaksa tubuhnya berevolusi melampaui batas biologis. Tulangnya memancarkan cahaya samar, ototnya merangkai ulang diri mereka sendiri, darahnya menjadi sungai energi cair. Rasa sakitnya sangat hebat, tapi dia menahannya.
Kedua, dia melepaskan Mortal Mind. Pengetahuan yang digandakan—semua data, semua ingatan, semua pola—dilepaskan dari penyimpanan neuralnya dan dilarutkan ke dalam kesadarannya yang lebih luas. Dia bukan lagi memiliki pengetahuan; dia adalah pengetahuan. Pikirannya meluas, memahami aliran energi nebula, rotasi monumen, orbit partikel debu.
Ketiga, dan yang paling berbahaya, dia melepaskan Mortal Soul. Jiwa Tier 9-nya, rapuh dan sudah rusak, dia bentangkan. Dia tidak memperkuatnya. Dia membukanya, seperti sebuah kantung, dan mengundang kegelapan di dalam—kesadaran Pengumpan—untuk membaur, bercampur, menjadi satu.
YA! teriak suara itu, yang sekarang adalah teriakannya sendiri, penuh dengan sukacita dan peleburan.
Kegelapan dan cahaya bertabrakan di dalam dirinya. Ingatan Leo bertabrakan dengan kelaparan primal. Mimpinya untuk Bumi bertemu dengan keinginan tak terbendung untuk tumbuh. Untuk sesaat, dia adalah kekacauan murni, sebuah ledakan eksistensial yang akan menghancurkan dirinya sendiri.
Lalu, Hikmah Planetary dari monumen turun seperti penenang. Dia merasakan keteguhan yang tenang dari sebuah planet, kesabaran miliaran tahun, keseimbangan antara gravitasi dan sentrifugal. Itu memberinya pola. Sebuah template.
Kekacauan di dalamnya mulai mengatur diri sendiri. Dia bukan lagi Leo. Dia bukan lagi Pengumpan.
Dia adalah sebuah inti.
Energi nebula bergejolak di sekelilingnya, tersedot ke dalam pusaran raksasa. Cahaya bersinar dari tubuhnya—hijau dari giok, hitam dari kelaparan, dan sekarang, warna perak baru dari Planetary Core.
Prosesnya memakan waktu berhari-hari. Saat dia akhirnya membuka mata, dunianya telah berubah.
Dia tidak lagi melihat dengan mata. Dia merasakan medan gravitasi monumen. Dia bisa merasakan rotasi asteroid di kejauhan. Dia bisa, jika dia berkonsentrasi, merasakan tarikan lemah dari bintang-bintang terdekat. Dia adalah pusat dari realitas lokalnya sendiri, dengan radius pengaruh beberapa ribu kilometer.
Dia telah mencapai Planetary Core Tier 1.
Dan yang terpenting, tidak ada lagi suara terpisah di kepalanya. Hanya ada dia. Sebuah kesadaran tunggal yang mengandung semua ingatan Leo, semua keinginan Pengumpan, dan kebijaksanaan tenang dari inti planet.
Dia mengangkat tangannya. Tanpa perintah, tanpa usaha, sebuah batu kecil di dekatnya menggandakan diri, berubah menjadi berlian, lalu menguap, dan materinya tersusun kembali menjadi replika kecil Shard-nya—semua dalam satu aliran kehendak yang mulus. Kekuatannya sekarang bersifat lokal dan hukum. Di dalam radius pengaruhnya, dia bisa menentukan hukum fisika minor.
Dia berhasil.
Tapi bahkan saat rasa euforia menyapu dirinya, dia merasakannya—sebuah getaran di jaringan realitas. Sebuah kekuatan yang datang, merobek ruang dengan kekerasan, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Pencerai sudah datang.
Dan mereka tidak sendirian. Tanda tangan energinya besar. Lebih dari satu.
Pertempuran untuk keberadaannya sebagai entitas baru yang utuh akan segera dimulai.
Leo, atau apa pun namanya sekarang, berdiri, dan untuk pertama kalinya, sebuah senyuman yang tenang dan tanpa keraguan muncul di bibirnya.
Biarlah mereka datang.
Dia akan menunjukkan kepada mereka apa artinya mencoba memisahkan sebuah dunia yang baru lahir.