Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.
Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.
Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.
Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.
Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.
Trimakasih, jangan lupa like, coment***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.28. DARREN PATAH HATI
Jhon Meyer melempar kartu undangan ke atas meja. Matanya tajam memandang Darren yang sedang mengeluarkan peluru dari silinder Revolver. Sebagai orang tua ia tidak suka terhadap sikap Darren yang terlalu kaku terhadap prinsipnya.
Darren melirik sekilas, ia tau undangan itu dari keluarga Blossom, pertunangan Yudi dan Aluna. Apakah hatinya sa-kit? Tentu!
Berawal dari pandangan pertama, cinta mereka bersemi. Berjanji setia sehidup se-ma-ti dan telah melakukan hubungan badan berulangkali. Percintaan itu sangat padat memabukan dan berkolaborasi dengan dendam pribadi.
Jika hubungan itu berkendala dengan adanya dendam masa lalu, haruskah ia mempertahankan cintanya?
Darren menunduk lesu, mampukah dia datang mengulurkan tangan dan memberi ucapan selamat kepada Aluna?
"Aku tak sanggup datang paa..." ucap Darren dengan suara bergetar. Ia sangat shock dengan kenyataan ini, berusaha tegar, tapi tetap tidak bisa. Cintanya setara dengan dendamnya.
"Mengapa kamu menyiksa diri, papa yakin Aluna terpaksa menuruti perintah orang tuanya, karena Yudi mengaku sebagai dewa penolong saat tragedi desa Beduwi."
"Mungkin wanita itu juga ga-tal, mereka berdua breng-sek apa salahnya menolak. Wanita itu tau yang menyelamatkannya, kenapa tidak terus terang."
Getar suaranya, darahnya mendidih. Jauh dilubuk hatinya ia merintih, sakit. Rasa marah dan cemburu lebur menjadi satu.
"Nasi telah menjadi bubur, kamu lelet mengambil tindakan. Jika dia terpaksa bertunangan artinya kamu yang salah, tidak mampu melindunginya di saat ia butuh bantuanmu."
"Aku tidak bisa melindunginya..."
"Kamu akan tetap balas dendam?"
Darren mengangguk samar, dadanya sesak. Air mata lelakinya bergulir jatuh.
Jhon Meyer tidak berdaya, nasehatnya selama ini mental. Sudah berapa kali ia membujuk supaya Darren mengurungkan niatnya untuk balas dendam, tapi anak itu tetap pada prinsipnya tidak mau datang ke rumah Aluna dan menjelaskan semuanya.
"Aku akan memberi pelajaran kalau berani menyentuhnya, laki-laki l*knat!!" teriak Darren kalap.
"Sabar, kamu juga ada-ada saja. Kalau berani datanglah kesana..."
"Tidak mungkin aku bertekuk lutut dengan keturunan Blossom. Bila perlu aku b*kar mereka semua."
"Apa kamu tidak berpikir kalau Luna mau dengan Yudi karena dia hamil."
"Haa..."
Darren tidak menjawab, ia bingung dengan pergolakan bathinnya. Ia lalu berdiri dan menaruh Revolver itu di laci.
"Paa..aku mau ke Apotik."
"Kita belum selesai bicara, kamu jangan ke rumah Aluna." ucap Jhon Meyer ikut berdiri.
Ia was-was kalau Darren pergi ke kluarga Blossom. Tapi Darren tidak sebodoh itu, ia tau apa yang harus dilakukan.
Rubicon itu melaju cepat menuju Daan Mogot jakarta barat sekitar dua puluh tujuh menit. Saat itu jalanan cukup ramai, Darren lalu menghubungi Intan supaya menemuinya. Wanita itu cepat merespon dan segera datang ke Apotik.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah duduk berdua di depan Apotik. Hari ini Intan terlihat sangat gembira, ia senang karena besok Aluna akan bertunangan. Yang lebih mengesankan adalah semua kekayaan Blossom akan berpindah ke tangan Aluna.
Aluna orang baik pasti nanti Yudi dapat bagian. Intan akan menunggu dengan penuh kesabaran. Kalau kekayaan jatuh ke tangan Yudi, Ia gampang mengambil alih karena Yudi tidak mengerti apapun.
"Darren, Kamu sudah menerima undangan dari Aluna, aku titipkan kepada papamu."
"Sudah, kalau sempat aku datang..."
"Sebenarnya orang tuanya tidak ingin Luna cepat menikah, tapi Luna memaksa. Ya sudah, orang tuanya mengalah." ucap Intan berusaha memancing emosi Darren. Ia yakin Darren sangat mencintai Aluna.
"Biarin saja mungkin sudah jodohnya, aku tidak berani menikah dengan orang kaya." kilah Darren menutupi perasaannya.
Darren tau Intan sengaja menghasutnya supaya ia membenci Aluna. Sampai saat ini Intan belum tau siapa Darren Ia tetap berpura-pura miskin dan berkerja di Apotik.
Kadang ia tertawa dalam hati saat tau kalau Aluna menipunya dan berpura-pura miskin, padahal ia anak konglomerat.
"Besok kamu datang bersama aku, tidak baik kalau tidak datang."
"Luna tau kalau kamu kerja di Apotikku."
"Belum tau, sekarang saatnya dia tau." ucap Intan berdiri.
Intan kemudian mebuat vidio pendek berlatar belakang Apotik, seolah-olah ia berpacaran dengan Darren. Ia juga photo selfie bersama Darren. Setelah selesai ia menggugah ke status.
Belum beberapa menit menggugah vidio banyak chat masuk salah satunya dari Aluna.
"Intan ada apa ini kenapa kau berada di tempat calon suamiku, kau selingkuh dengan Darren."
"Lho..maksudmu apa? Calon suami mu Yudi, gimana sih, belum tua sudah pikun. Baca undangannya."
"Suruh Darren menelpon aku."
"Buat apa, kamu jangan membuat mama mu semaput. Ingar besok kamu tunangan dengan Yudi."
"Aku tidak mau, Yudi bukan pacar ku."
"Semua orang tau Yudi bukan pacarmu tapi mamamu yang menjodohkanmu dan kamu mau tanpa basa basi. Kalau sekarang kamu mendadak menolak dan membatalkan pertunangan ini mama mu bisa m*ti."
"Intan tolong aku..."
"Tolong gimana, kamu jangan merebut Darren dariku, dia calon suamiku."
"Teganya Darren mengkhianatiku."
"Mungkin Darren hanya mempermainkan mu, dia tidak sungguh-sungguh, kalau dia serius kamu pasti di cari dan di telpon."
Puas banget ia bisa menyakiti hati Aluna. Pasti saat ini Luna menangis bombay dan mencarí nyonya Yunita. Ia berdoa dalam hati supaya nyonya Yunita pingsan terus struck, bila perlu meninggoy.
Dengan begitu Yudi bisa menguasai harta benda orang tua Aluna. Yudi orangnya bo-doh, tidak mengerti apa-apa. Jadi ia gampang mengintervensi pria itu. Kalau Aluna dibaikin sedikit sudah luluh, tinggal kopinya dicampur "Arsenik" setiap hari, pasti meninggoy juga.
Khayalan Intan sudah melambung tinggi, tanpa sadar Darren menatapnya heran.
"Ngapain senyum-senyum sendiri."
"Aku sedang mengkhayal membuat proyek besar yang bisa menggemparkan keluarga Blossom. Proyek ini launching tahun Kuda dengan unsur Api, haha..."
"Kadang khayalan kita sudah menembus nirwana, ketika bertemu realita ternyata neraka menunggu. Aku mencintai Aluna dan berjanji akan menikah, ketika tau dia berbohong aku ilfeel, lebih baik mundur."
Intan menanggapi dengan tertawa, ia sangat kagum melihat ketampanan Darren. Kini pria itu sedang patah hati.
"Darren, pergi yuk, kita makan di luar. Aku akan mentraktirmu." ajak Intan.
"Oke...ayo kita pergi."
Darren bukan orang biasa yang bisa mondar mandir seenaknya, dia adalah agen rahasia XpostOne. Hari ini Jhon Meyer membiarkan Darren menghibur diri, siapa tahu ada iham dari langit supaya perseteruan antara Aluna dan Darren bisa terselesaikan.
Intan sangat senang saat Darren mau diajak ke makan, biasanya sikap Darren sangat dingin dan irit bicara, tapi hari ini pria itu mau bercanda dan bicara apa adanya. Kalau sikapnya terus begini, Intan yakin Darren berarti sudah move on.
****
DARREN
mending buang ego masing2 kalian harus bersatu untuk mengalahkan Intan...