Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang penuh dengan nyanyian luka membuat seorang Aisyah tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, pekerja keras, jujur, dan shalilah.Sehingga saat dewasa banyak pemuda yang ingin menjadikannya pendamping hidup. Namun siapakah yang akhirnya dapat menjadi pendamping hidup Aisyah ? Akan kah Nyanyian Takdir Aisyah berakhir bahagia?
ikuti kisah Novelku ya, dan jangan lupa dibaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERNYATA
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Sudah dua bulan Acong bersekolah ditempat Ais, dan selama itu pula Acong selalu menguntit kemana pun Ais pergi, entah itu kantin, perpus, bahkan ke mushola, Acong selalu nempel bak perangko.
Teman - teman geng Ais yang tergabung dalam FANS mulai merasa risih, pasalnya mereka tak lagi dapat pulang atau belajar bersama Ais semua didominasi oleh Acong.
"Ais.." Sapa Nur dengan sedikit kesal.
"Ehmmm.." Jawab Ais singkat.
"Kita mau protes sama kamu.." Ucap Nur masih dengan cemberut.
"Emang kenapa? " Tanya Ais.
Kemudian Sari dan Fifit ikut nyeletuk.
"Kami keberatan kamu selalu dekat Acong.." Ucap mereka bersamaan.
"Iya.. kamu sadar nggak beberapa bulan ini kamu mengabaikan kami sahabatmu yang cantik dan super imut ini.." Ucap Nur yang diaminin oleh Sari dan Fifit.
"Pokoknya kalau kamu masih memperhatikan dan sayang pada Acong dibandingkan kita, mendingan kita bubar aja geng nya.." Ucap Nur.
"Iya aku setuju.." Ucap Sari.
"Gue juga.." Ucap Fifit.
Lama Ais terdiam sambil memandang wajah ketiga sahabatnya kemudian tersenyum.
"Frend aku yang cantik dan imut, aku nggak mengabaikan kalian, hanya saja aku sedang ditugaskan oleh wali kelas kita untuk membantu Acong mengejar pelajaran yang tertinggal karena sebentar lagi sudah ulangan kenaikan kelas, apa kalian tidak kasihan jika nanti ada teman kita yang tinggal kelas?" Tanya Ais.
Mereka bertiga terdiam, dan saling pandang.
"Kalau kalian aku udah nggak khawatir, kalian tiap hari sekolah dan mengikuti pelajaran sedikit banyak pasti ada yang nyangkut di otakmu, hanya saja Sari dan Fifit harus lebih giat mengulang pelajarannya biar nanti juga bisa naik kelas.." Jelas Ais panjang lebar.
"Aku sayang kalian bertiga, aku juga sayang semua anak - anak kelas 8A, karena kita semua punya satu tujuan yaitu ingin naik kelas dan pintar bersama.." Ucap Ais sambil memeluk ketiga sahabatnya.
"Maafkan kami Ais.." Ucap mereka bersamaan.
*****
Dilain tempat...
"Han... aku rasanya makin nggak suka sama anak baru itu, belagu banget.." Ucap Reza.
"Iya.. Za, sok akrab gitu sama Ais kita.." Ucap Han.
"Sebel gue liatnya.." Ucap Han lagi
"Gimana nurut loe kalau kita kasih sedikit pelajaran tu koko, biar dia tahu Ais itu milik kita.." Ucap Reza.
"Tapi gue takut, kalau Ais tahu bagaimana, abis kita bro.." Ucap Han.
"Ya jangan sampai ketahuan lah oneng.." Ucap Reza.
"Emang gue Bajuri loe panggil - panggil oneng.." Sunggut Han.
"Ha... ha... udah jangan marah entar loe beneran lagi mirip Oneng.." Ucap Reza sambil tertawa.
Akhirnya karena kesal melihat kedekatan Acong dengan Ais, Reza dan Han pun berencana untuk mengerjai si Acong.
*****
Di mushola
"Assalamualaikum Ais.." Sapa kak Rey.
"Waalaikumusslam kak.." Jawab Ais sambil menunduk.
"Kakak boleh tanya, tapi Ais jangan tersinggung ya.." Ucap kak Rey.
"Iya kak boleh, kalau bisa dijawab Inshaa Allah akan Ais jawab, kalau nggak bisa nanti biar buat PR ya.." Jawab Ais.
"Ehmmm, apa kamu pacaran dengan si murid baru itu? " Tanya kak Rey dengan sedikit ragu.
Ais menganggat wajahnya menatap ke arah kak Rey sepintas kemudian kembali menunduk, sambil menggelengkan kepala.
"Ais hanya berteman dengan Acong kak, kebetulan kami sudah kenal dulu waktu masih di Sekolah Dasar.." Ucap Ais.
"Lagian kakak tahu Ais tidak akan pacaran dulu selagi masih sekolah, karena Ais sudah berjanji sama ayah, dan itu harus Ais tepati kak.." Ucap Ais.
"Apa ada lagi yang ingin kakak tanyakan, kalau tidak Ais permisi dulu, soalnya kasihan Acong menunggu diluar.." Ucap Ais.
" E.. Eh.. Anu.. Tidak ada lagi Ais.." Ucap Rey dengan sedikit gelagapan.
"Assalamualaikum.." Pamit Ais sambil berlalu.
"Waalaikumussalam.." Jawab Rey sambil tersenyum.
Alhamdulillah, ternyata cuma teman, semoga Ais adalah jodohku ya Robb, batin Reyhan.
*****
Didalam kelas...
Ais sedang membagikan lembaran tugas yang diberikan oleh guru bahasa Inggris,ereka ditigaskan untuk menstranslate bacaan yang telah dicopy oleh Ais, tiba.. tiba..
"Ais.. Gue permisi ke belakang sebentar ya, soalnya udah kebelet nih.." Ucap Acong sambil mengangkat jari untuk meminta izin sang ketua kelas.
Acong segera meninggalkan kelas yang tak lama diikuti oleh Han dan Reza, mereka juga izin ke belakang.
Ais tak mencurigai Kedua temannya itu, karena mereka Berdua sudah lama tidak berbuat jahil sejak berteman dengan Ais.
Acong segera masuk kedalam toliet untuk menuntaskan hasratnya, namun saat akan keluar pintunya tetiba terkunci dari luar dia sudah mengedor - gedor pintu tapi tak ada yang mendengar.
"Woiii ada orang diluar... tolonggg dong pintunya terkunci.." Teriak Acong.
Reza dan Han tertawa senang, karena berhasil mengerjai si Acong.
"Rasain loe Cong, siapa suruh deketin Ais gue.." Ucap Reza.
"Za, apa nggak sebaiknya loe tulisin kertas tu si acong buat ngejauhin si Ais.." Ucap Han.
"Wihhh hebat juga ide loe, tumben otak loe cair.." Ucap Reza sambil tertawa kemudian mengambil secarik kertas yang ditulis:
"JAUHIN AIS GUE"
Kemudian kertas itu diselipkan ke bawah pintu tempat Acong terkunci.
Reza dan Han berjalan tenang menuju lelas seolah tak ada yang terjadi, sampai dikelas bel tanda pulang berbunyi, semua anak mulai. berhamburan keluar tuganya yang diberikan akan dijadikan pekerjaan rumah saja.
Ais belum menyadari jika Acong belum kembali ke kelas sampai anak yang piket pun sudah pamit untuk pulang, saat akan menutup pintu kelas baru lah Ais ingat karena tas Acong masih diloker meja.
" Asstaqfirullah halazdim.." Ucap Ais.
"Acong kenapa ke toliletnya lama banget, aduh aku sampai lupa kalau dia nggak ada dikelas tadi.." Ucap Ais.
Ais segera berlari menuju ke toilet putra, karena semua sudah sepi Ais berani untuk masuk dan mengecek setiap pintu, sampai dipintu paling ujung Ais mengetok - ngetok pintu.
"Tok... Tok.. Tok.. Cong.. Apa kamu didalam? " Ucap Ais.
Sepi tak ada jawaban, lalu Ais memberanikan diri untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka alangkah terkejutnya Ais melihat Acong sudah tergeletak dengan penuh darah mengalir dari hidung dan mulutnya.
"Aconggggggg.." Teriak Ais.
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam