NovelToon NovelToon
Menjebak Jodoh

Menjebak Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Pernikahan Kilat / Romansa
Popularitas:222.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Jodoh dicari ✖️

Jodoh dijebak ✔️

Demi membatalkan perjodohan yang diatur Ayahnya, Ivy menjebak laki-laki di sebuah club malam untuk tidur dengannya. Apapun caranya, meski bagi orang lain di luar nalar, tetap ia lakukan karena tak ingin seperti kakaknya, yang menjadi korban perjodohan dan sekarang mengalami KDRT.

Saat acara penentuan tanggal pernikahan, dia letakkan testpack garis dua di atas meja yang langsung membuat semua orang syok. ivy berhasil membatalkan pernikahan tersebut sekaligus membuat Ayahnya malu. Namun rencana yang ia fikir berhasil tersebut, ternyata tak seratus persen berhasil, ia dipaksa menikah dengan ayah janin dalam kandungan yang ternyata anak konglomerat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Yasa syok, tubuhnya gemetar melihat di sebelahnya, Ivy masih tidur dengan tubuh terbalut selimut. Ia hanya bisa melihat bahu yang terbuka, entah lainnya, mungkinkah kondisinya sama dengannya? Dengan jantung berdebar kencang, mengedarkan panjang, menelisik, tempat apakah ini? Ruang bercat putih yang lumayan luas, interiornya bagus, dan nyaman, sekilas seperti kamar hotel.

Ditengah kepala yang terasa nyut-nyutan, Yasa berusaha untuk mengingat-ingat kejadian semalam. Ingatan terakhirnya, ia berada di club, ngobrol berdua dengan Ivy, tapi setelah itu, ia tak ingat. Muncul beberapa potongan yang tak runut, seperti berada di dalam mobil, di papah dua orang, hingga... adegan ciuman dengan Ivy.

"Bangun, bangun," Yasa menepuk pelan lengan Ivy. "Vy, bangun!" semakin mengeraskan suara karena susah sekali membangunkan Ivy.

"Paan sih," Ivy malah menepis tangan Yasa yang dirasa mengganggu tidurnya.

"Bangun!" Yasa sampai teriak.

Ivy berdecak kesal, membuka mata perlahan, sambil menguap. Melihat Yasa, kesadarannya langsung pulih. Gawat! Padahal rencanya ia mau bangun lebih dulu, lalu kabur, kenapa jadi Yasa duluan yang bangun.

"A, apa yang sudah kita lakukan semalam?" Yasa masih saja panik.

"Hah!" Ivy pura-pura bego, pura-pura syok. "Gak, gak tahu," ia menggeleng pelan.

"Jangan bohong!" bentak Yasa. "Lo pasti tahu sesuatu. Seingat gue, semalam kita di club, terus kepala gue pusing, setelah minum minuman dari lo, gue langsung gak ingat apa-apa."

"Ja, jadi lo nuduh gue?" Ivy bangun, pura-pura marah.

"Astaghfirullah!" Yasa langsung membuang pandangan ke arah lain saat selimut yang tadinya menutupi badan Ivy, jatuh saat cewek itu bangun.

"So, sory," Ivy buru-buru menarik kembali selimut, memegangi sebatas dada. Bisa-bisanya tadi lupa kalau gak pakai baju.

"Udah lo tutup?"

"Udah," Ivy memutar kedua bola mata malas. "Gak usah sok gak mau lihat deh, tadi malem aja nyosor."

Mata Yasa membulat lebar, kembali menatap Ivy. "Gak usah fitnah."

"Fitnah apanya, emang kayak gitu kok. Mau lihat buktinya, sampai lecet gara-gara kamu."

"Astaghfirullah," Yasa kembali membuang pandangan melihat Ivy mau membuka selimut. "Pakai! Buruan pakai pakaian lo!" ucapnya tanpa menoleh.

Ivy mengedarkan pandangan, mencari baju yang lupa semalam ia lempar kemana. "Kok baju gue gak ada ya, pasti lo sembunyiin."

"Gak usah nuduh!" Yasa mendengus sebal.

"Ya tapi gak ada," Ivy berlutut, biar pandangannya lebih bisa menjangkau semua arah. Tapi sejauh mata memandang, bajunya tak juga kelihatan.

Yasa ikut mengedarkan pandangan, namun yang terlihat, hanya pakaiannya, itu pun posisinya jauh, di atas sofa, sulit untuk ia jangkau. Sial, ia mengumpat dalam hati, malu setengah mati, melihat celana da lam nya tersampir di atas LED TV yang nyantol di dinding. Sebenarnya semalam segila apa sih, sampai pakaiannya berhamburan tak karuan. Sedikit-sedikit, ia mulai bisa mengingat kejadian panas semalam.

"Ish, bengong lagi," ujar Ivy kesal. "Baju gue gak ada."

"Di kamar mandi kali."

"Gak mungkin. Gue inget semalam ngelepasnya disini."

"Tunggu-tunggu!" Yasa menatap Ivy penuh selidik, keningnya mengernyit melihat Ivy gelisah. "Lo inget semua kejadian semalam?"

"A, aku," Ivy merapat selimut, makin panik. Gimana mau pura-pura gak ngerti apa-apa, kalau keceplosan kayak tadi.

"Ngaku, lo inget? Kalau lo inget semua, artinya lo sadar pas kita ngelakuin," menatap Ivy tajam.

Ivy yang panik, mengalihkan pandangan ke arah lain. Bertatapan mata, sama aja mengaku kalau dia bohong.

"Tatap gue!" bentak Yasa, menarik kedua bahu Ivy menghadapnya. "Apa yang sebenarnya terjadi semalam? Lo naruh sesuatu di minuman gue kan, sampai gue mabuk. Terus, lo bawa gue ke hotel."

Ivy tertawa ngakak, menyembunyikan ke gelisahannya. "Jadi maksud lo, gue bawa lo ke hotel, terus perkosa lo. Ya kali ada cewek perkosa cowok, yang ada kebalikannya. Disini gue korban," rengeknya sambil menunjuk diri sendiri.

"STOP! gak usah drama," bentak Yasa. Ia menarik rambutnya ke belakang, frustasi, membuang nafas kasar. "Ini kamar hotelkan? Terus menurut lo, apa iya kita tiba-tiba pindah kesini pakai teleportasi, enggakkan? Diantara kita yang sadar lo, itu artinya, lo yang bawa gue kesini, dan lo juga yang ngurusin check-in. Gak mungkin bisa nginep di hotel tanpa melakukan check in."

Ivy tertunduk lesu sambil membuang nafas kasar. Sepertinya, ia memang tak bisa lagi berkelit. "Iya, gue yang bawa lo kesini. Gue juga, yang udah masukin obat ke minuman lo."

"Shitt, Bangsattt!"

Ivy syok, kaget ternyata cowok kalem, dari tadi ngucap istighfar, dan gak mau liat cewek telan jang, ternyata bisa ngumpat juga, bisa ngamuk.

1
Hani Ekawati
Dasar bapak gendeng kau
Hani Ekawati
Bapak kamu emang rada gendeng Vy
Hani Ekawati
Tuh kan
Hani Ekawati
Pasti pak Agung mau menggunakan Ivy buat minta kerja sama ke papa Ucup.
Kar Genjreng
paling juga semua aset sudah atas nama wewe gombel ngembangin kamu capai
hasilnya buat wewek gombel ,,, jangan mau Vi jadi rampok di tempat mertua mending usaha sendiri besarin tu skincare mu ya,,
Kar Genjreng
mending di pecat Vi biarlah setelah gungung bangkrut baru tau rasa biar kapok,,,punya bini kendi nya luber matre abis biar nanti kalau bangkrut di buang sama tu Wewe gombel 🤮🤮
Rida Arinda
bner2 ya Vy bapak kmu 😠😠😠
Shee_👚
udah lah vy mending resign aja dari pada bpk lo semena-mena. paling juga bangku tuh perusahaan kalau kamu di resign
Ani
yaaa bisa kejang² kalau dideketin ivy🤣🤣
Shee_👚
terbalik vy, mas yasa mau kiss kamu😅
Dew666
🍭🍭🍭🍭
Felycia R. Fernandez
udah gpp Vi,pecat aja.ngapain kamu di jadikan tameng papa mu untuk perusahaan nya.kamu aja masih ketar ketir berhaadapan dengan Ucup apalagi disuruh melobi.ntar juga perusahaan papa mu bangkrut
Felycia R. Fernandez
Ivy,hamil masih juga pake rok span...
berapa bulan sih?? aku 2 bulan aja udah sesak pake rok span kerja...terpaksa pake celana panjang aja
Esther Lestari
mulai sudah Agung
Siti Dede
'Pecat aja pa, pecaaaat' teriak Ivy
sikepang
si agung sma di londur y kapan kena batu y yh🔥
Santi
cocoklah itu si Agung sama wewe gombel ... rakus
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Astaghfirullah si agung ya benar2 manusia licik😏
Yuyun Yunita
nuh kangen pecel ny mama
krn wkt ngidam mama makan nya pecel🤭
Runi Isniawati
ak suka bgt sm ceritanya thor.... ivy yg koplak ktmu sm yasa yg kaku..... pas bgt pokoknya....slalu bikin senyum senyum sendiri bacanya.. 😂💃😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!