Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.
Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERSIAPAN PERNIKAHAN YANG PENUH KEBAHAGIAAN
Setelah acara lamaran yang penuh makna, Riki dan Safa segera mulai merencanakan pernikahan mereka.
Seperti yang dijanjikan, mereka menginginkan acara yang sederhana namun penuh kehangatan – hanya dihadiri oleh keluarga dan teman dekat saja.
Mereka memutuskan untuk melaksanakan pernikahan di halaman rumah Safa, yang cukup luas untuk menampung tamu undangan.
Semua persiapan dilakukan secara mandiri dengan bantuan keluarga dan teman dekat, agar terasa lebih berharga dan penuh makna.
"Aku ingin dekorasi pernikahan kita menggunakan bahan-bahan alami saja ya sayang," ucap Safa saat mereka sedang berdiskusi tentang konsep pernikahan. "Seperti daun pisang, bunga-bunga liar dari kampung halaman, dan anyaman bambu yang dibuat sendiri."
Riki langsung menyetujui ide tersebut. "Itu ide yang sangat bagus sayang. Seperti itu saja sudah cukup cantik dan tidak perlu menghabiskan banyak uang."
Mereka mulai mengumpulkan bahan-bahan dekorasi bersama. Riki belajar cara membuat anyaman bambu dari pamannya Safa, sementara Safa mengumpulkan bunga-bunga liar yang cantik dari sekitar rumah dan kebun tetangga.
"Awalnya aku berpikir ini akan sangat sulit," ucap Riki sambil menunjukkan anyaman bambu yang sudah jadi. "Tapi ternyata cukup menyenangkan ya kalau dikerjakan bareng kamu."
Safa tersenyum sambil menyusun bunga-bunga ke dalam vas yang dibuat dari botol bekas yang dihiasi dengan kain anyaman. "Ya dong sayang. Semua yang dilakukan bareng kamu rasanya lebih menyenangkan."
Maya dan beberapa teman kerja Safa juga turut membantu. Mereka membuat dekorasi dinding dari kain batik bekas yang diberikan oleh tetangga, membuat renda dari benang kain yang diwarnai secara alami, dan membuat berbagai macam hiasan lainnya yang unik namun murah meriah.
Bu Yanti dan Ibunya Safa menangani segala sesuatu tentang makanan. Mereka merencanakan menu makanan tradisional yang semua orang suka – mulai dari nasi kuning, opor ayam, rendang daging, hingga berbagai macam kue tradisional yang dibuat sendiri.
"Aku akan mengajarkan kamu cara membuat kue lapis yang enak Riki," ucap Bu Yanti dengan senyum. "Supaya kamu bisa membuatkannya untuk Safa kelak setelah menikah."
Riki dengan senang hati belajar dari Bu Yanti. Meskipun awalnya sering salah campur bahan dan membuat kue yang tidak rata, tapi setelah berlatih berkali-kali akhirnya dia bisa membuatnya dengan cukup baik.
Untuk pakaian pengantin, Safa memilih baju kebaya tradisional yang dibuat oleh pembuat busana lokal di sekitar rumahnya.
Bahan kainnya adalah batik tulis yang diberikan oleh neneknya sebagai hadiah. Riki juga memilih baju koko warna hitam yang sederhana namun rapi, agar sesuai dengan penampilan Safa.
"Aku tidak perlu jas mahal kok sayang," ucap Riki saat Safa mengusulkan untuk membelikan jas baru. "Yang penting aku tampak rapi dan sesuai denganmu sudah cukup."
Safa merasa sangat terharu mendengarnya. "Kamu memang orang yang selalu memikirkan aku sayang. Aku sangat bersyukur memiliki kamu."
Riki juga bekerja sama dengan Ayahnya Safa untuk memperbaiki dan menghias halaman rumah agar siap untuk acara pernikahan.
Mereka mengecat tembok pagar dengan warna terang, membersihkan pekarangan, dan membuat tempat duduk dari kayu bekas yang dipoles kembali.
"Tidak ada yang lebih baik daripada bekerja sama untuk mempersiapkan hari bahagia anak kita," ucap Ayahnya Safa sambil mengecat pagar bersama Riki. "Kamu sudah seperti anak laki-laki untukku Riki."
Riki merasa sangat senang mendengar kata-kata tersebut. "Saya juga merasa sangat beruntung bisa memiliki orang tua seperti kalian Pak Ayah."
Saat hari pernikahan semakin dekat, semua orang semakin sibuk namun tetap bahagia. Setiap malam mereka berkumpul di rumah Safa untuk mengecek persiapan dan berbagi cerita serta tawa.
Kadang-kadang mereka juga menyanyi bersama atau bermain musik tradisional untuk menghibur diri setelah bekerja keras seharian.
"Saya tidak pernah melihat Safa begitu bahagia seperti sekarang," ucap Maya kepada Riki satu malam saat mereka sedang menyelesaikan dekorasi meja tamu. "Jaga dia dengan baik ya Riki. Jangan pernah menyakiti dia."
Riki mengangguk dengan serius. "Aku berjanji Maya. Aku akan melakukan segala yang bisa aku lakukan untuk membuat Safa bahagia sepanjang hidupnya."
Pada malam sebelum hari pernikahan, seluruh keluarga dan teman dekat berkumpul untuk melakukan acara malam pengantin sederhana.
Mereka makan bersama, berdoa bersama, dan memberikan nasihat serta doa terbaik untuk Riki dan Safa.
"Semoga kalian selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam rumah tanggamu," ucap Kakek Safa dengan suara yang penuh kasih sayang. "Jangan pernah lupa untuk saling mengerti dan menyayangi satu sama lain."
Riki dan Safa merasa sangat terharu mendengar doa dan nasihat tersebut. Mereka berjanji bahwa mereka akan selalu menjaga hubungan mereka dengan baik dan selalu saling mendukung satu sama lain dalam segala hal.
Sebelum pulang, Riki dan Safa berdiri bersama di depan rumah melihat dekorasi yang sudah hampir selesai.
Semua usaha yang mereka lakukan bersama dengan keluarga dan teman dekat terlihat sangat cantik dan penuh kehangatan.
"Besok akan menjadi hari terpenting dalam hidup kita," ucap Riki dengan suara lembut sambil memegang tangan Safa. "Aku tidak sabar untuk menjadi suamimu."
Safa melihatnya dengan mata yang penuh cinta. "Aku juga tidak sabar untuk menjadi istri kamu sayang. Semoga besok berjalan dengan lancar dan menjadi hari yang paling bahagia dalam hidup kita."