NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Algoritma Takdir

BAB 3: Algoritma Takdir

Nayla duduk di pinggir trotoar, menyeka keringat di dahinya untuk yang kesekian kali. Jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Matahari bersinar terik, seolah menertawakan sisa basreng di tasnya yang masih ada 20 bungkus. Hari pertamanya di lapangan jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.

Ponselnya yang diletakkan di sampingnya tiba-tiba bergetar dan berbunyi terus-menerus. Nayla mengambilnya. Matanya membelalak. Notifikasi dari aplikasi video pendek itu membludak.

#PejuangSubuh dilihat 50.000 kali.

#BasrengMatahari dibagikan 2.000 kali.

150 komentar baru.

Nayla membuka komentar-komentar itu. Mayoritas adalah dukungan.

“Semangat Kakak! Jualan di mana? Mau coba dong!”

“Yang sabar ya mbak, emang gitu kalau dagang. Jangan nyerah!”

“Lokasi persisnya di mana kak? Aku di area stasiun nih!”

Jantung Nayla berdebar kencang. Ia segera membalas beberapa komentar, memberitahu lokasinya yang sekarang. Belum genap lima menit ia membalas, seorang wanita muda dengan pakaian olahraga menghampirinya.

"Kak Nayla, ya? Yang di video tadi kan?" tanya wanita itu dengan antusias.

Nayla mengangguk canggung. "Iya, Mbak."

"Aku mau dong yang level 'Matahari Membara' dua bungkus! Kasihan banget tadi diusir. Lagian, baunya enak banget deh ini," kata wanita itu sambil mengeluarkan uang tunai.

Nayla dengan senang hati memberikan pesanannya. "Terima kasih banyak, Mbak! Semoga suka, ya!"

Tak lama kemudian, satu per satu orang mulai berdatangan. Kebanyakan dari mereka adalah pengguna aktif media sosial yang penasaran setelah melihat video Nayla. Beberapa pekerja kantoran yang pulang lebih awal, beberapa mahasiswa yang baru selesai kelas sore.

"Lima bungkus, Kak!"

"Aku yang pedas sedang aja deh, Kak!"

"Kak, bisa transfer? Aku nggak bawa tunai!"

Nayla kewalahan. Ia harus melayani pembeli, menerima transfer digital (QRIS), dan memastikan stoknya cukup. Dalam waktu satu jam, semua 20 bungkus basrengnya habis terjual.

Tasnya yang semula berat kini terasa ringan. Dompetnya yang semula tipis kini sedikit menggemuk. Nayla tersenyum lega. Algoritma media sosial telah berpihak padanya hari ini.

Saat ia menghitung uangnya di perjalanan pulang, ia menyadari keuntungan hari ini cukup untuk membeli bakso dan cabai dua kali lipat untuk besok. Roda nasibnya benar-benar mulai berputar.

Sesampainya di rumah, suasana di dapur berbeda. Ibunya tidak lagi terlihat murung, dan ayahnya tersenyum lebar sambil memegang uang hasil jualan Nayla.

"Alhamdulillah, Nayla. Laku semua?" tanya ibunya, matanya berbinar haru.

"Laku, Bu! Bahkan kurang. Besok Nayla harus bikin lebih banyak lagi," jawab Nayla penuh semangat. Ia menceritakan pengalamannya diusir dan bagaimana video pendeknya menyelamatkannya.

"Berarti besok kita harus masak lebih pagi lagi, Nay," kata ibunya. "Ibu bantu kamu bungkusin ya. Kita kerjakan sama-sama."

Nayla memeluk ibunya erat. Ini yang ia inginkan. Semangat dan dukungan keluarga.

Malam itu, setelah makan nasi goreng buatan ibu, Nayla tidak langsung tidur. Ia mulai membuat daftar belanjaan yang lebih rinci. Ia menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan teliti. Ia sadar, menjadi pengusaha bukan cuma jualan, tapi juga manajemen keuangan.

Nayla merencanakan strategi untuk besok. Ia akan membuat tiga level pedas yang dikemas dalam plastik klip yang lebih tebal dan bersih, terlihat lebih profesional daripada kemasan kemarin. Ia menggunakan uang keuntungannya untuk membeli bahan kemasan yang lebih baik.

"Kalau mau sukses besar, harus berani modalin diri sendiri," gumamnya.

Ia melihat ke luar jendela kamarnya. Langit masih gelap, tapi ia tahu, beberapa jam lagi matahari akan terbit lagi. Dan saat itu terjadi, ia harus sudah siap di depan wajan panasnya. Nayla menutup matanya, dengan senyum tipis di bibirnya. Untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir, ia bisa tidur nyenyak, penuh keyakinan bahwa takdirnya kini berada di tangannya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!