Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Pernyataan Perang
“Pangeran Xuan Hao dari kediaman Jenderal Agung, apa kau benar-benar ingin mengakhiri hidup putraku?” tanya Kaisar Ming Changxuan.
“Yang Mulia Kaisar Ming Changxuan, kalau seandainya aku yang saat ini berada di posisi putramu itu, kira-kira apa yang akan dilakukan putramu yang sejak awal sudah menargetkan kematianku?” Xuan Hao bertanya balik pada Kaisar Ming Changxuan.
Seketika Kaisar Ming Changxuan bungkam.
Dia tau pasti putranya itu pasti akan melakukan apa yang ingin dilakukannya, termasuk mengakhiri hidup Xuan Hao.
Mengetahui fakta itu, ia benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukan untuk melindungi putranya dari ancaman kematian.
“Yang Mulia Kaisar Ming Changxuan bisa tenang karena aku tidak akan mengotori tanganku ini dengan darah seorang pengecut! Anggap saja hari ini aku sedang dalam suasana hati baik, dan karena itu aku memberikan kesempatan hidup kedua untuk putramu itu!” ucap Xuan Hao, dan ia bermaksud melanjutkan pergi kembali ke tempat duduknya.
“Cih, kau pasti takut membunuhku karena bisa memicu perang besar diantara kedua Kekaisaran!” teriak Pangeran Ming Zhaofeng dengan sisa-sisa tenaganya.
“Kekaisaran Tian Yuan tidak pernah takut pada Kekaisaran manapun. Keponakanku, kalau kamu memang ingin membunuhnya, silahkan lakukan!” ucap Kaisar Xuan Ruihan tenang.
“Aku Jenderal Agung Kekaisaran Tian Yuan akan berperang sampai titik darah penghabisan jika Kekaisaran Beiming memang menginginkan peperangan!” teriak Pangeran Xuan Lie yang akhirnya berani angkat suara begitu menyaksikan kekuatan Xuan Hao.
Sekarang ia yakin putranya itu cukup memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri, jadi ia tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk memberikan perhatian padanya.
Selama ini ia takut putranya bakalan celaka di tangan orang-orang yang merasa kehadirannya adalah sebuah ancaman. Jadi Pangeran Xuan Lie memutuskan pura-pura tak peduli, meski itu sangat menyiksa dirinya.
Bagaimanapun juga Xuan Hao adalah putra dari wanita yang sangat dicintainya, bahkan ia tak pernah menyentuh wanita selain Su Yulan, tapi karena jebakan Shen Ruyue, ia tak sengaja merenggut kesucian Qin Rouyin, dan dari hubungan itu lahirlah Putri Xuan Xiaoyu.
Sementara itu, Xuan Hao yang mendapat pembelaan dan dukungan dari Kaisar dan pria yang ternyata tak seburuk apa yang selama ini ia yakini, saat itu juga muncul senyuman penuh ejekan yang ditujukan pada Pangeran Ming Zhaofeng.
“Membunuh orang sepertimu sangat mudah dilakukan. Tetapi kalau kau benar-benar ingin mati, mari kita bertemu di medan perang yang sesungguhnya!” ucap Xuan Hao, dan setelah memberikan anggukan penuh hormat pada Kaisar dan Pangeran Xuan Lie, ia memilih kembali ke tempat duduknya yang diapit oleh Putri Agung dan Putri Yang Yueling.
Di sisi Kaisar Ming Changxuan yang melihat kesungguhan di sorot mata Kaisar Xuan Ruihan dan Pangeran Xuan Lie, ia terus saja menggerakkan giginya.
“Kalau kalian menginginkan peperangan, aku sebagai Kaisar Kekaisaran Beiming akan mengabulkan keinginan kalian, apalagi aku sudah lama menginginkan kota diperbatasan yang kaya hasil pertanian!” teriak Kaisar Ming Changxuan.
“Dan aku sudah tau kalau selama ini pasukan Kekaisaran Beiming sering melewati perbatasan tanpa ijin, bahkan berani-beraninya mereka menculik wanita Kekaisaran Tian Yuan!” teriak murka Kaisar Xuan Ruihan. “Kaisar Ming Changxuan, silahkan kembali, dan kita akan segera bertemu di medan perang! Tetapi untuk pasukanmu yang sudah lebih dulu tertangkap, hari ini mereka akan menjalani hukuman ditarik empat ekor kuda!” lanjutnya, berhasil membuat kemarahan Kaisar Ming Changxuan semakin jelas terlihat.
Tanpa banyak bicara pria itu melangkah pergi meninggalkan lapangan latihan, tapi saat ia dan juga putranya kembali ke tempat kereta kudanya, dia, menyaksikan semua orangnya telah mati, termasuk kusir kuda.
“Kurang ajar!” teriak Kaisar Ming Changxuan. “Kaisar Xuan Ruihan, tunggu saja pembalasanku!”
Teriakan itu begitu jelas terdengar, tapi masih kalah ramai dengan suara pertarungan yang kembali tersaji di lapangan latihan, dimana setelah Xuan Hao menunjukkan kekuatannya, kini tak lagi ada yang berani menantangnya, membuat pria itu bisa duduk dengan tenang menikmati camilan dan sesekali ngobrol santai dengan Putri Agung dan calon istrinya.
Waktu terus berlalu dan tanpa terasa seluruh rangkaian acara hari ini terlah selesai, dan meski ada momen Xuan Hao yang seolah menyebabkan terjadi peperangan antara Kekaisaran Tian Yuan dan Kekaisaran Beiming, tidak ada petinggi yang menyalahkannya, sebab peperangan itu sudah pasti terjadi, dan yang tidak diketahui oleh semua orang, diam-diam Xuan Hao telah melukai Pangeran Ming Zhaofeng sangat parah, tapi luka itu baru akan beraksi dalam kurun waktu empat sampai lima hari ke depan.
Jika sebelum dampak nyata dari luka itu sang Pangeran sudah mendapatkan penanganan, besar kemungkinan hidupnya bisa terselamatkan.
Tetapi jika penanganan dilakukan setelah dampak nyata luka itu mulai dirasakan, mustahil Pangeran Ming Zhaofeng selamat dari kematian.
Pada akhirnya dia akan mati sebelum turun ke medan perang, dan itu akan menjadi pukulan telak bagi Kekaisaran Beiming bahkan sebelum terjadinya perang.
Menjelang malam hari Xuan Hao telah kembali ke Paviliun Qingfeng, dimana saat ini di dalam Paviliun terdapat lebih banyak penjaga, setidaknya ada 18 penjaga yang akan bergantian melakukan penjagaan selama sehari semalam.
Mereka sebagian besar berasal dari budak yang kini resmi menjadi pasukan pribadi Xuan Hao, dan dalam waktu dekat Xuan Hao berencana menambah jumlah mereka, setidaknya ia ingin memiliki sekurang-kurangnya seribu prajurit pribadi yang akan menjadi pasukannya.
Seribu bukanlah jumlah yang besar, dan kali ini ia tidak ingin membeli budak, melainkan akan memintamu langsung pada Pangeran Xuan Lie yang tak lain adalah ayahnya.
Bagaimanapun juga sebagai seorang Pangeran sudah seharusnya ia memiliki pasukan pribadi, dan yah ia berharap Pangeran Xuan Lie tak pelit terhadapnya.
Kedua kakaknya saja masing-masing memiliki tiga ribu prajurit yang menjadi bagian dari pasukan pribadi mereka. Jadi memberikan seribu atau dua ribu prajurit padanya, Xuan Hao menilai itu sebagai sesuatu yang wajar diberikan oleh seorang ayah pada anaknya.
Besok pagi-pagi sekali sebelum dimulainya acar berburu. Xuan Hao berencana menemui Pangeran Xuan Lie untuk menyampaikan keinginannya.
Lalu untuk siapa yang kali ini akan menemaninya pergi berburu, Xuan Hao setidaknya akan membawa sepuluh orang, dua diantaranya adalah Gu Shan dan Wei Yan, dua orang yang sebelumnya bertugas menjadi penjaga Paviliun tempat tinggalnya.
Dua orang itu saat ini memiliki kekuatan setara dengan Jenderal Utama, satu tingkat di bawah Jenderal Agung.
Sedangkan untuk 8 orang lainnya, masing-masing dari mereka yang telah menyelesaikan latihan keras, kini mereka memiliki kekuatan setara dengan Jenderal Muda.
Dengan orang-orang kuat ada di sekelilingnya, meski sebenarnya tidak ingin memenangkan acara perburuan, tetapi karena memenangkan acara perburuan bagian dari Misi Sistem yang harus dilakukan, mau tidak mau Xuan Hao harus memenangkannya untuk bisa menyelesaikan Misi Sistem dan mendapatkan hadiah luar biasa.