NovelToon NovelToon
Penjelajah Bintang

Penjelajah Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat kekacauan di ruang perjamuan

Walikota tertegun, lalu tertawa. "Tentu! Bahkan aku akan memberimu lisensi eksklusif untuk membuka klinik di pusat kota jika kau mau!"

"Klinik?" Tang Yan berteriak dari balik kacamata VR. "Tidak mau! Terlalu banyak pasien nanti. Aku mau jadi pengangguran kaya saja di sini!"

Luna hanya bisa menggelengkan kepala. Tang Yan baru saja mendapatkan dukungan penuh dari orang paling berpengaruh di kota, dan dia lebih peduli pada naga pixel di dalam permainannya. Namun, Luna tahu, ini adalah awal dari kehidupan baru Tang Yan di Neo-Ark - sebuah kehidupan di mana batas antara kekonyolan dan mukjizat menjadi sangat tipis.

Malam di Neo-Ark selalu terlihat seperti lautan permata elektrik. Di lantai tertinggi Gedung Pemerintahan, sebuah pesta mewah sedang berlangsung untuk merayakan kesembuhan putri Walikota. Musik synth-wave yang elegan mengalun, sementara para elit kota berbincang tentang politik dan saham.

Namun, pusat perhatian malam itu adalah seorang pemuda yang terlihat sangat tidak nyaman. Tang Yan dipaksa mengenakan setelan jas futuristik berwarna perak yang dilengkapi dengan serat optik bercahaya. Luna benar-benar memastikan Tang Yan tidak memakai kaos kartunnya kali ini.

"Luna, dasi ini rasanya seperti sedang mencekik ku. Apakah ini alat penyiksaan baru di dunia ini?" keluh Tang Yan sambil mencoba melonggarkan dasinya yang otomatis mengencang kembali.

"Itu dasi pintar, Tang Yan. Dia akan menyesuaikan kerapiannya sendiri. Diamlah sebentar, kau terlihat sangat tampan malam ini," bisik Luna sambil menggandeng lengan Tang Yan dengan erat agar pria itu tidak kabur ke arah bar makanan.

Chu Ziyi berjalan di sisi lain, mengenakan gaun hitam panjang yang memancarkan aura dingin dan misterius. Setiap langkahnya membuat para bangsawan kota menyingkir secara otomatis karena terintimidasi oleh wibawanya yang seperti permaisuri.

Di tengah keramaian pesta, Tang Yan berdiri di balkon yang menghadap langsung ke arah cakrawala kota. Ia menatap bintang-bintang yang samar tertutup polusi cahaya Neo-Ark. Untuk sesaat, wajah riangnya memudar, digantikan oleh tatapan melankolis yang jarang ia tunjukkan.

Ia teringat pada Bumi. Di sana, di sebuah gunung yang sunyi, ia meninggalkan tiga orang yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.

'Si Sulung dengan tubuh api bawaannya... apakah dia masih sering membakar dapur saat mencoba membuat pil?' pikir Tang Yan dalam hati. Ia tersenyum tipis membayangkan murid pertamanya yang ceroboh namun sangat bersemangat.

Lalu ada Huang Ji yang tenang dan murid ketiga yang memiliki bakat unik. Tang Yan tahu, dengan fondasi yang ia berikan, mereka pasti akan menjadi penguasa di Bumi. Namun, ia juga tahu bahwa celah spasial telah membawanya terlalu jauh.

'Kalian harus tumbuh kuat, bocah-bocah nakal. Jangan sampai saat kita bertemu lagi, kultivasi kalian masih di bawah rata-rata, atau aku akan menyuruh kalian berlari mengelilingi dunia sepuluh kali sebagai hukuman,' gumamnya pelan.

"Tang Yan? Kenapa melamun?" suara Luna membuyarkannya.

"Ah, tidak. Aku cuma berpikir... apakah di Bumi saat ini sedang musim mangga? Aku tiba-tiba ingin makan mangga yang dipetik langsung dari pohonnya," sahut Tang Yan, kembali ke mode konyolnya dalam sekejap. Ia tidak ingin Luna melihat sisi sedihnya.

Mereka berdua kembali ke dalam aula utama. Walikota Neo-Ark segera menghampiri mereka dengan segelas minuman berwarna biru berkilau.

"Dokter Tang! Mari, saya ingin memperkenalkan Anda pada beberapa kolega saya. Mereka sangat ingin tahu tentang 'terapi sereal' yang Anda lakukan," ujar Walikota dengan penuh semangat.

Tang Yan melihat sekelompok pria tua dengan perut buncit dan pakaian yang terlalu mewah mendekatinya. Ia mendesah pelan. "Aduh, Paman Walikota. Sebenarnya aku sedang sibuk meneliti sesuatu yang sangat penting di sana."

Tang Yan menunjuk ke arah meja prasmanan yang penuh dengan berbagai hidangan eksotis. Sebelum Walikota sempat merespon, Tang Yan sudah melesat menuju meja makanan.

Di meja tersebut, terdapat sebuah hidangan yang disebut "Kaviar Kristal Kosmik" - telur ikan langka yang diambil dari kedalaman lautan 10.000 meter dan diawetkan dengan teknologi pendinginan molekuler, harganya setara dengan satu buah mobil terbang premium. Tang Yan mengambil sesendok besar, mencium baunya, lalu mengernyitkan dahi. Dia mencicipi sedikit, lalu segera mengeluarkannya ke serbet dengan ekspresi jijik.

"Wah, Paman Koki! Kenapa telur ikan ini terasa seperti baterai karatan yang sudah kadaluarsa? Rasanya pahit dan ada rasa logam yang menyengat!" teriak Tang Yan dengan suara yang cukup keras, membuat seluruh aula menjadi sunyi. Musik sekilas berhenti, dan semua mata tertuju pada mereka.

Seorang koki bintang lima dengan topi tinggi putih dan seragam chef berwarna hitam bergaris merah menghampirinya dengan langkah cepat. Wajahnya merah padam karena tersinggung dan marah. "Tuan, itu adalah hidangan paling mahal dan eksklusif di kota ini! Saya sendiri yang menangani proses pengolahannya selama tujuh hari penuh! Rasanya yang sedikit 'sengatan listrik' itu adalah efek artistik yang saya ciptakan dengan menambahkan ekstrak mineral langka dari asteroid!"

"Ekstrak mineral? Bukannya ekstrak baterai bekas ya?" Tang Yan balik menjawab dengan nada candaan namun jelas terdengar oleh semua orang. Beberapa tamu mulai terdengar tawa kecil yang mereka coba tahan.

Koki itu semakin marah, tangannya menggenggam tangan dengan kuat. "Tuan ini jelas tidak mengerti seni kuliner masa depan! Hidangan ini sudah dinikmati oleh para pemimpin negara dan selebriti kelas dunia! Apakah Anda berpikir Anda lebih pandai dari saya yang telah meraih penghargaan internasional?"

"Artistik kepalamu! Seni kuliner yang bener itu buat makanan enak dan sehat, bukan buat makanan mahal tapi rasanya jelek!" Tang Yan mencibir. Ia merogoh saku jas mahalnya dan mengeluarkan sebuah botol kecil berisi bubuk cabai merah yang entah bagaimana bisa ia bawa masuk ke pesta formal itu. Di sampingnya juga ada botol kecil berisi bubuk herbal hijau yang ia ambil dari kantong dalam jasnya.

"Sini, biar ku tunjukkan sensasi yang benar dan juga bermanfaat bagi tubuh!" Tang Yan menaburkan bubuk cabai itu secara merata ke atas kaviar mahal, lalu menyemprotkan sedikit air lemon dari dispenser di dekat meja. Setelah itu, dia menaburkan bubuk herbal hijau yang beraroma harum, lalu mengeluarkan korek api kecil dari saku lainnya.

"Diam-diam saja dan lihat aja hasilnya!" ujar Tang Yan sambil menahan korek api tersebut. Dengan sedikit energi spiritual yang ia keluarkan secara tersembunyi dari ujung jarinya, ia memicu reaksi kimia yang stabil di atas piring tersebut.

Puff!

Api kecil berwarna biru muda yang tidak menyala besar muncul dan membakar kaviar itu selama beberapa detik. Ketika api padam, kaviar berubah warna menjadi keemasan yang mengkilap. Aroma yang sangat pedas namun menggoda dengan campuran aroma herbal segar tiba-tiba menyebar ke seluruh ruangan. Para tamu mulai bersin-bersin ringan, tapi pada saat yang sama, mereka merasa napas menjadi lebih lega dan badan terasa sedikit lebih segar.

Tang Yan mengambil sesendok lagi dan mencicipinya dengan senyum puas. "Nah, sekarang baru layak dimakan! Rasanya seperti laut yang segar dengan sentuhan pedas yang menggugah selera, dan bubuk herbalnya bikin perut jadi nyaman!"

Beberapa tamu penasaran mendekat dan meminta untuk mencicipi. Setelah mencoba, mereka langsung memberikan pujian yang penuh semangat. "Wah luar biasa! Rasanya jauh lebih enak dari sebelumnya!" ujar salah satu pejabat tinggi.

Koki itu berdiri terpaku, matanya melebar melihat para tamu yang tadinya menghargai karyanya sekarang memuji makanan yang sudah dimodifikasi oleh Tang Yan. Ia mencoba mencicipinya sendiri, dan wajahnya langsung berubah ekspresi dari marah menjadi terkejut.

"Bagaimana mungkin... rasa yang kompleks tapi tetap segar... dan tubuh merasa hangat dan nyaman..." gumam koki itu dengan suara pelan.

"Kalau mau tau resep bubuk herbalnya, bisa datang ke kediaman keluarga Lin aja nanti. Tapi janji ya nanti jangan bikin makanan mahal tapi rasanya jelek lagi ya!" Tang Yan melahap kaviar "bakar" itu dengan lahap sambil mengangkat piringnya.

Luna hanya bisa memegang dahinya dengan ekspresi campuran antara terkejut dan tersenyum. "Dia membakar makanan seharga lima ratus ribu kredit dengan bubuk cabai murah dan ramuan sendiri... apa lagi yang akan dia lakukan?"

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!