#bebas promo euy!!!🥳🥳🥳
#yang mampir wajib like..komen dan vote ya..😎
##
(Season 1)
Haniza Tiara Putri..
seorang putri konglomerat yang rela berpenampilan seperti Betty La Fea hanya untuk terbebas dari sikap protektif sang ayah dan kakak laki-laki nya. Mempunyai sifat keras kepala.
Mencoba mencari cinta sejatinya diantara bayang-bayang masa lalunya.
#Aldian Reza Kusuma
seorang pengusaha muda nan sukses. Namun menyimpan seribu duka dihatinya. Mulai dari penghianatan sang kekasih hingga fitnah keji yang mengikuti setiap langkahnya.
Akan kah kali ini takdir menghadirkan cinta tanpa duka untuk Reza?
Sanggupkah dia menggenggam cinta nya walau berbagai rintangan melanda?
ikuti cerita seru Reza-Tiara ya gengs.... 😘
🥳🥳🥳telah hadir season 2 nya juga di karya ini ya zeyeng ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kalung senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siapa takut!
seminggu pun berlalu...
Reza dan Ardi karena terlalu sibuk siang itu akhirnya memutuskan untuk makan siang di cafe perusahaan.
Dengan langkah cool dan cuek mereka berdua memasuki ruangan VIP di cafetaria tersebut. semua mata di cafetaria tersebut tertuju kepada dua lelaki tampan ini. Ya bagaimana tidak selain tampan, jabatan mereka juga bukanlah main-main di perusahaan ini.
"Za, lo mau makan apa? Tanya Ardi ke Bos nya sambil menyerahkan menu ke Reza.
" Gue kayak biasa aja, tapi minumannya gue mau lemmon tea hangat" Jawab Reza tanpa melihat menu yang diberikan Ardi.
"Oke. Gue ke sana dulu.." Tunjuk Ardi ke arah tempat pemesanan makanan.
Selagi Ardi memesan makanan untuk mereka berdua, masuklah empat orang cowok ganteng dan seorang cewek ke dalam cafetaria tersebut..
Kedatangan mereka juga menyita cukup banyak perhatian... namun bukan karena mereka datang ala-ala boy before flower kayak drama korea namun karena penampilan sang cewek yang sangat menyakitkan mata.
"huft siapa sich tu ceweek " ujar salah satu karyawati yang sedang mengantri dibelakang Ardi. "kayak betty la fea aja, jelek banget!!" ucap nya yang terdengar jelas di telinga Ardi.
Karena merasa penasaran Ardi pun mengarahkan pandangannya ke sumber rumpiian saat itu. Ardi terkejut melihat Tiara dengan rekan-rekannya didivisi design. "O M G... " ucap Ardi sambil nepokin jidatnya!. "gue lupa ama ni boneka Annabelle..! jangan sampai si Reza liat, bisa hilang mood si Reza.. " ujar Ardi sambil liatin Tiara lalu beralih melihat Reza di balik kaca ruangan ViP.
"gue harus cepat ngajakin Reza makan di tempat lainnya. " Ardi buru-buru menekan no hape Reza namun belum sempat panggilan itu tersambung.. Ardi melihat muka Reza berkerut dari pintu ruangan VIP yang terbuka. Ardi dapat melihat dengan jelas mula Reza yang memancarkan auraa ketidaksukaan yang hakiki. "mati gue! pasti si Reza udah liat si Betty la fea.. " Gumam Ardi lalu mengambil nampan pesanannya dan membawanya keruangan VIP tempat mereka akan makan siang.
"Koq dia masih ada di perusahan gue! bukannya gue udah suruh lo untuk mecat dia secepatnya!" amuk Reza pada Ardi tepat setelah Ardi masuk ke dalam ruangan tersebut!
"Sorry Za, gue lupa! abisnya kan kita sibuk banget nyiapin projek kerja sama dengan pihak Singapore.. jadi gue bener-bener lupa Za,!! Bela Ardi yang memang benar-benar lupa soal misi nya untuk mendepak si Annabelle dari perusahan.
Reza mendengus kasar.. karena sebetulnya dia juga lupa akan keberadaan Annabelle di perusahaannya. Kalau tidak bertemu dengan Annabelle di cafetaria siang ini maka dia udah totally lupa akan perihal boneka Annabelle. "lo urus secepatnya! Gue kasih waktu 14 hari lagi." sambung Reza sambil mengambil makanannya dan menyantapnya dengan lahap.
"Lo tadi nelponin siapa? Tanya Reza pada Ardi yang masih bengong melihat Reza.
" Gue tadi mau nelpon lo... mau ngajakin lo makan siang di luar.. gue takut lo gak selera makan setelah melihat si Hany masih disini" Jawab Ardi akhirnya ikut duduk dan makan dengan si bos.
"Ngapain gue yang pindah... ini kan perusahaan gue.. " Ucap Reza sombong sambil melihat ke Tiara.
"Hehehe.. iya juga ya.. " Jawab Ardi mulai merasa bersemangat karena sepertinya Reza masih punya mood untuk makan saat ini.
"Tenang Za, gue udah siapin jebakan perdana untuk si boneka Annabelle.. gue yakin setelah ini dia bakalan mundur sendiri dari perusahaan kita" ujar Ardi sambil tersenyum membayangkan rencana nya.
"Emangnya lo ada ide apaan? Tanya Reza penasaran.
" Lo ingat gak miss Germany... "tanya Ardi ke Reza
" Istri konglomerat yang perfeksionis asal German itu? "Jawab Reza menghentikan makannya dan menatap Ardi dengan tanda tanya.
" Iya.. si doski..! Jawab Ardi.
"Tiga hari lalu gue dapat telpon langsung dari lakinya kalau bini nya minta didesignin sebuah kalung dengan batu Ruby.. nah beliau meminta kita untuk mengirimkan salah satu designer muda kita untuk menemui istrinya." Sambung Ardi lalu meminum Jus pesanannya.
" Jadi lo bakalan kirim si Annabelle? "Tanya Reza penasaran. " Gue gak setuju... bisa jatuh nama perusahaan gue kalau sampai si Annabelle yang handel ini.. "Ucap Reza kesal mendengar ide asistennya. " Gue memang mau keluarin tu anak dari perusahaan gue tapi enggak dengan cara menjatuhkan nama baik perusahan gue juga..! "Sungut Reza.
"Lo dengar dulu penjelasan gue pak bos! jangan main potong aja kayak angkot! " Jelas Ardi.
"Emangnya lo rencanaain apa " Tanya Reza.
"Jadi gini Za.... " Ardi membisikan rencananya ke Reza.
"Oo.. " Respon Reza singkat.
"What! cuma itu doank respon lo Za?" Gerutu Ardi gak menyangka kalau respon Reza cuma dua huruf itu saja.."Lo liat dan tinggal tunggu berita Dari gue. "sambung Ardi.
Mereka pun makan dengan hikmat setelah lelah mikirin si Annabelle. Sedangkan Annabelle eh Tiara maksudnya, yang menjadi objek misi mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran Reza dan Ardi di cafetaria itu.. secara dia duduk di kaum jelata sedangkan para penjahat ranjang duduk cantik di ruangan para penguasa yang kaca nya gak bisa ditembus dengan mata rakyat jelata dari luar...
#Istirahat siangpun berakhir damai... semua orang udah pada kembali ke habitat nya masing-masing termasuk Tiara dan para babang tamvan nya..
"Kring.. kring.. kring.. " anggap aja gitu bunyi telponnya ya saudara-saudara🤭
"Hallo.. " ajawab Zaki singkat. "Baik pak, nanti akan saya sampaikan ke pak Dahnil supaya beliau bisa cek siapa designer kita yang sedang longgar kerjaannya pak" Lanjut Zaki dengan wajah coolnya. "Apa?Hari ini juga?" Kali ini terlihat keterkejutan di wajah Zaki karena si penelpon yang tidak lain adalah Ardi, si assisten direktur, meminta Zaki untuk mengirim salah satu designer untuk menemui Ny. Wagner sekarang juga karena ia sudah membuat janji temu dengan si nyonya Wagner jam 3 sore ini. "Hmm... tapi pak, di ruangan saat ini hanya ada saya dan Hany pak.. tadi tiba-tiba pak Dahnil dan semua staff di panggil oleh pak Reza untuk rapat mendadak perihal proyek tempo hari pak" Jelas Zaki pada si asisten direktur.
Tentu saja sebenarnya Ardi sudah tau kalau di ruangan itu hanya ada Zaki dan Hany karena rapat yang dihadiri oleh Dahnil dan staff divisi design hanya akal-akalan Ardi dan Reza. "Baiklah pak, kalau begitu saya yang akan pergi menemui Ny. Wagner" ucap Zaki tidak bersemangat karena dia pernah mendengar kalau Ny. Wagner adalah salah satu pelanggan setia Boa yang zuper perfekto.
ketika Zaki ingin mengakhir percakapan tersebut tiba-tiba dia kaget mendengar permintaan dari si assisten. "apa? Hany pak???" ujar Zaki tidak percaya dan melirik ke arah teman magang nya yang bingung namanya disebut dalam pembicaraan ditelpon itu. "Apa tidak sebaiknya saya saja pak? " Tawar Zaki mencoba untuk menolak permintaan si assiten yang menyuruh Hany untuk pergi menemui Ny. Wagner. "Baiklah pak, saya akan melapor dulu ke Pak Dahnil."sambung Zaki." baik pak." Lanjutnya kemudian dan menutup panggilan itu.
Zaki pun mencoba menghubungi Dahnil untuk menginformasikan perihal perintah Ardi barusan. namun setelah beberapa kali menelpon Dahnil tak kunjung mengangkat telpon dari Zaki.
"Lo kenapa Ki? Tanya Tiara kepo melihat kelakuan Zaki yang penuh ketidaksemangatan...
"Ni gue mau nelpon pak Dahnil... barusan pak Ardi nelpon.. nyuruh Lo untuk menemui salah satu pelanggan kita di Resto Jepang di Jalan Tuah." jawab Dahnil sambil masih mencoba menelpon atasannya. " hmmm.. kayaknya Pak Dahnil sedang sibuk banget di atas sampai-sampai panggilan gue gak diangkatnya" ujar Dahnil sambil memperhatikan Hape nya.
"Gimana ni Hany... ?Pak Dahnil gak angkat telpon.." tanya Zaki ke Hany.. "apa kita susul ke atas aja..? Tapi pak Reza pasti gak akan suka kalau kita menggangu rapat nya!" Ujar Dahnil mulai pusing. "Kalau kita nunggu lebih lama, ntar keburu jam 3.. ntar si Nyonya Wagner marah kalau lo telat!" Dahnil melirik hany seakan-akan meminta pendapat dari Hany.
" lo pasti pasti pernah dengar tentang Nyonya Wagner kan? si nyonya Germany yang perfeksionis itu! " Jelas Zaki pada Tiara.
"Jadi dia pelanggan yang mesti gue temui? tanya Tiara pada zaki yang di balas anggukan lemas dari Zaki. "Gini aja, gue berangkat aja sekarang! ntar pak Dahnil turun lo ceritain aja semua nya ke pak Danil.. dan bilang kalau situasi nya mendesak jadi mau gak mau gue mesti kesana dari pada si nyonya marah dan pelanggan kita kabur.. " jawab Hany sambil ambil tas yang berisi alat desaignnya dan kunci vespa buntutnya.
"Lo yakin mau pergi? " Tanya Zaki ingin memastikan rekan magangnya.
"Ya mau gimana lagi... wong cuma kita berdua kan disini...!Lagian tadi kan jelas kalau pak Ardi ingin gue yang kesana.. " Ucap Tiara sambil menatap Zaki. "Tenang aja... gue yakin gue bisa!" Tiara memegang Bahu Zaki untuk meyakinkan rekan magang seperjuangan nya.
"oke, gue berangkat dulu.. ntar gue telat" Sambung Tiara dan segera menghilang di balik pintu keluar.
"Semoga si Hany gak kenapa-napa di sana" Gumam Zaki sambil menatap kepergian Tiara. "anyway.. si Hany bisa ngomong bahasa German kagak ya?" Zaki nepokin jidatnya karena dia lupa kasih tau ke Hany kalau Ny. Wegner walaupun orang Indonesia asli namun suka makai bahasa German kalau bicara.
#Sambil berjalan ke arah parkiran Tiara terus berpikir mengenai instruksi si assiten, "Koq dia nyuruh gue yang nemuin Ny. Wagner ya? Secara dia tau kalau si nyonya adalah pelanggan yang paling bawel..!Apa dia yakin mau semua hal penting ini di handel anak magang? selain itu tadi Zaki juga udah nawarin diri untuk menemui si Nyonya Wagner tapi Ardi malah nunjuk gue!! " gumam nya sambil menyipitkan matanya ala-ala detektif yang mengendus sebuah intrik kotor dari kasus pembunuhan yang tak terpecahkan. "g
Gue yakin.. ini pasti ada apa-apanya " Ucap Tiara berdiri di samping vespa buntut nya.
"Siapa takuuuut... " Ujar nya penuh semangat! "kalau mereka ingin ngerjain gue.. gue akan tunjukan kemampuan gue sebenarnya, iya gak tut.. " Ucap Tiara sambil ngasih kode ke vespa buntutnya. "Ayoook tut kita berangkaaaat...... "
Tiara pun menghidupkan vespa buntut nya.. namun tiba-tiba di buntut terbatuk-batuk dan mengeluarkan bunyi aneh tapi bukan bunyi kentut ya saudara-saudara
"awhat!! Plizz not now tuut... " Tatap Tiara tidak percaya pada vespa buntutnya. Tiara melihat jam yang sudah menunjukan jam 14.30..."****** gue..! Tinggal 30 menit lagi... "Serunya.Tanpa pikir panjang Tiara langsung meminta layanan babang ojek online agar dia bisa sampai dengan cepat ke tempat Ny. Wagner.
#Kebuuut babang jangan biarkan Tiara Telaaaaaat bang..... gaz pol
hehehehe... mau tau gimana Tiara menghadapi si nyonya perfekto..? ikutin terus ya... jangan lupa kasih like , komen dan votenya.. supaya jari-jari jempol ini semangat up nya..
lope. .. lope otor buat kalian semua... 🥰🥰🥰🥰🥰🚨
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣
lsng minta d kelonin