NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: tamat
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Rei masih belum pingsan, ia masih masih bisa melihat Saga. Dengan seluruh tubuh yang gemetar, Rei mencoba untuk tetap bangkit.

Ironi di atas Ironi, mau sekuat apa pun Rei berusaha pergi dari pria ini, ia tak akan bisa. Ada banyak mata mengawasi dan Saga, tak akan pernah membiarkannya untuk lari.

Saga berjalan ke arahnya, menatap Rei dengan tatapan yang dingin. Ia kemudian berjongkok di hadapan gadis yang terkapar tak berdaya itu. "Suruh siapa sok bantu Ivana, asal kau tahu. Jika bukan karena majikanmu membunuh calon istriku, kalian tak akan pernah berakhir di sini."

"Ap-apa kau pi-pikir, nya-nyawa manusia i-itu mainan?" ucap Rei dengan terbata-bata.

Saga meraih pistol di tangannya, menggaruk kepala dengan pistol itu.

"Mainan atau bukan, aku tak peduli soal itu karena aku hanya peduli soal Olivia." Saga tertawa, seolah ia benar-benar bukan lagi orang normal.

Ia kemudian kembali ke mobil, "gendong gadis itu ke dalam mobil, aku tak mau mengotori jas baruku untuk gadis rendahan seperti dia!"

Sopir itu tertegun, namun ia kemudian menuruti apa yang Saga perintahkan. "Baik tuan"

Sopir itu kemudian turun dari mobil, menuju ke arah Rei dan menggendong gadis itu lalu menaruhnya di kursi samping pengemudi.

Darah yang Rei keluarkan cukup banyak, wajahnya berubah menjadi pucat, dan kini ia pingsan.

Di sisi lain, Ivana masih berada di meja makan itu bersama dengan ketiga pria yang menculiknya. "Ivana, boleh aku bertanya padamu?" ucap Danuel yang benar-benar selalu penasaran dan menyimpan itu di kepalanya.

Ivana pun mengangguk, ia kini sudah tak tegang lagi, karena mereka berjanji akan melepaskan Jane jika ia menurut pada mereka. Meskipun begitu, tatapan Ivana masih tetap sama. Penuh rasa khawatir yang tinggi.

"Mengapa kau dan Jane berakting di hadapan nyonya wingston, jelas aku bisa melihat ketulusan Jane padamu. Namun mengapa ia harus di pukul olehmu." Mendengar hal itu Ivana pun terdiam, ini bukan antara ia dan Jane. Namun adalah fakta bahwa keduanya berbohong pada nyonya wingston.

"Kau tidak perlu tahu sampai sejauh itu Danuel, baik aku mau pun Rei, kami punya masalah kami sendiri. Aku dan dia sama-sama punya tujuan. Jadi tolong, jangan tanya soal wingston padaku. Aku benar-benar tak nyaman soal itu."

Danuel menghela napas panjang, ia pun mengangguk.

"Rei, aku benar-benar masih tenang sampai kini karena aku percaya padamu. Ku mohon padamu, hanya kau yang bisa aku percaya. Bukan untukku setidaknya untuk Jane." Ujar Ivana dalam hati, ia benar-benar sangat-sangat berharap bahwa gadis itu akan berhasil.

Sebuah mobil kini memasuki area pekarangan Villa, Saga turun dari mobil, dengan badan yang tegap serta wibawa dari dirinya. Ia pun memasuki rumah itu.

Di belakang Saga, sopir itu menggendong gadis di tangannya. Mereka berjalan masuk ke dalam Villa. Saat ia berjalan masuk ke lantai dua, Saga di kejutkan dengan sekumpulan orang di ruang makan.

"Yo Saga, kau sudah balik," sapa Martin kepada Saga, namun Saga hanya diam, mengamati Ivana yang juga menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.

"Bagaimana perjalananmu? Aman?" Lanjut Martin, namun Saga hanya mengangguki ucapan Martin.

Sopir yang sempat membawa Rei kini muncul, ia menggendong Rei dengan darah yang terus menetes. "Tuan, gadis ini mau kita taruh di mana"

"Pranggggg" Sontak semua orang menatap ke arah Ivana yang tiba-tiba saja berdiri dari posisi duduknya. Suara itu berasal dari sendok dan garpu yang ia pegang jatuh.

Matanya sayu, air matanya menetes. Ivana tak mampu membendung kesedihan dalam dirinya.

"Saga, apa yang kau lakukan?" ucap Martin yang juga sama sedihnya dengan Ivana.

Saga pun menunjuk Rei, "aku, aku hanya membantu kalian menangkap kerdil. Ini kerdilmu Martin, aku sudah membawanya kembali."

Martin tampaknya juga terkejut akan hal itu, ia tahu. Mungkin ia baru bertemu beberapa jam dengan Rei, namun Rei adalah gadis pertama yang bisa ia ajak bicara. Pria itu luruh di lantai, membuat ketiganya khawatir akan keadaannya.

"Martin, kau baik-baik saja?" Ucap Agres dan Danuel yang langsung menghampiri Martin.

"Bawa dia ke lantai atas, taruh terserah di mana pun itu. O iya, jangan lupa panggilkan dokter untuknya."

Sopir itu kini membawa Rei lantai atas, menaruhnya ruang samping kamar Jane. Danuel yang mengetahui hal itu pun langsung membantu sopir itu, memanggil dokter.

"Hai, tidak usah panggil lagi. Dia di sini, biar aku yang panggilkan dia."

Danuel pergi ke lantai atas, ke arah tempat Jane di rawat dan dengan segera memanggil dokter itu ke kamar sebelah.

Ivana berjalan ke arah Saga, tangannya gemetar, ia tampak sangat murka. Tatapan matanya seolah marah, ia benar-benar muak pada Saga.

Ivana kini telah sampai di hadapan pria itu, menatapnya begitu dalam. Namun penuh kebencian, "apa yang kau lakukan." Perkataan Ivana ini terdengar lirih.

Namun Saga dapat mendengarnya dengan sangat baik, dan dia tersenyum. Seolah tak ada rasa penyesalan sedikit pun di wajah pria itu.

"Kau masih bisa tersenyum, berdiri di hadapanku tanpa rasa bersalah sedikit pun atas Rei."

"JANGAN KALIAN SEMUA ITU SAMA, JANGAN KALIAN PIKIR NYAWA MANUSIA ITU MAINAN." Agres dan Martin hanya terdiam, mereka tak pernah bermaksud untuk melukai mereka. Ini hanyalah tugas yang harus mereka jalankan.

Saga kini menatap Ivana begitu dalam, raut wajahnya penuh dengan rasa kecewa. "Lalu apa kau tidak pernah berpikir bagaimana sakitnya menjadi Oliv. Sepanjang hidupnya, dia hanya bisa mikirkanmu. Kau buat dia menderita atas penderitaanmu, andai kau tak ada, mungkin dunia ini akan jauh lebih baik." Saga menunjuk-nunjuk Ivana, seolah ini semua salahnya.

Ivana pun tak terima, ia meraih tangan Saga. Dan kemudian menepisnya. "Plakkkkkkk" Ivana melayangkan satu tamparan itu kepada Saga.

"Jangan kau bicara hal konyol seperti itu di hadapanku. Kau tak akan pernah tahu bagaimana rasanya di kucilkan atau di kurung dan di rundung. KAU BILANG PADA SELURUH DUNIA SEAKAN AKU PENYEBAB KEMATIAN OLIVIA, KAU TAK AKAN PERNAH TAHU BAGAIMANA RASANYA JADI IVANA." Tatapan ini, bukan lagi Ivana yang ia kenal.

"Ada apa ini?" Agres begitu bingung melihat hal itu.

"Diam Agres, kau jangan ikut campur!"

Ivana benar-benar membuat semua orang terkejut, ini bukan seperti dirinya.

"Ya, aku tahu, semua orang benci dia, namun itu karena Ivana pantas mendapatkannya. Dia pantas di acuhkan"

Ivana tersenyum puas, ia menyeringai, "kau lihat Ivana. Orang yang sempat kau bela ini benar-benar sangat brengsek."

Hal aneh terjadi, Ivana berbicara pada diri sendiri seolah mereka adalah sosok yang berbeda. Hal itu membuat Agres dan Martin tampak syok. Namun itu adalah hal yang biasa untuk Saga.

"Jadi kau pada akhirnya menyerah dan benar-benar menunjukkan sisi dirimu yang lain. Apa kau ingat aku? Ana?" Saga mendekati Ivana, ia mengunci Ivana pada meja di belakangnya. Lengan kekar pria itu mengunci Ivana dan benar saja, wanita itu tak bisa lari darinya.

Ivana tersenyum menatap Saga, "tentu, bagaimana kabarmu. Tuan Howard, lama tidak bertemu."

Hal itu benar-benar membuat Agres dan Martin penuh dengan tanda tanya. Sedangkan Saga, dia benar-benar tampak sangat senang melihat perubahan Ivana.

"Apa ini, mengapa seolah bukan lagi Ivana, mengapa ini terasa seperti. Orang lain"

"Kau benar, ini mengerikan, apa mungkin Ivana itu hantu, atau jangan-jangan"

Agres dan Martin saling menatap, "hantu Olivia, masuk ke dalam tubuh Ivana."

1
Melia Gusnetty
ada yaa ibu macam anjing gituu...🐕🐕😡
tokoh utama nya lemah amat...😏😏
lawan dong goblok...👊
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin HIATUS: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin HIATUS
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin HIATUS: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin HIATUS: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!