NovelToon NovelToon
SILENCE OF JUSTICE

SILENCE OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Karir / Duniahiburan / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Murni / Balas Dendam
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Black _Pen2024

"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "

Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.

Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Di Gerbang Neraka

Perahu kecil yang disamarkan sebagai perahu nelayan membelah ombak dengan tenang, mesinnya nyaris tak bersuara. Di bawah langit yang gelap, bertabur bintang yang dingin, Meylie duduk di haluan, mengenakan pakaian serba hitam yang menyatu dengan kegelapan. Angin malam menerpa wajahnya, membawa aroma asin laut dan firasat bahaya. Di sampingnya, tas kecil berisi gaun malam elegan dan topeng perak, serta perangkat perekam dan transmitter tersembunyi, terasa dingin dan berat. Pulau pribadi Senator Adrian Thorne, "Gerbang Neraka" yang akan ia masuki, perlahan mulai terlihat di kejauhan, diselimuti kegelapan dan misteri.

Hanya ada satu operator perahu, seorang pria tua yang diam dan berpengalaman, salah satu kontak rahasia Fernandez. Pria itu tidak banyak bicara, hanya mengangguk saat Meylie memberinya instruksi, matanya yang tua memancarkan pemahaman tanpa kata. Meylie menatap siluet pulau itu, hatinya berdebar dengan campuran antisipasi dan ketakutan yang dingin. Ini adalah misi yang mustahil, perjalanan satu arah menuju jantung kegelapan. Tapi ia tidak akan mundur. Yu... ia harus melakukannya untuk Yu.

"Kita akan sampai dalam sepuluh menit, Nona," suara pria tua itu memecah keheningan. "Di pantai terpencil yang disepakati. Tidak ada penjaga di sana, tapi hati-hati. Ombaknya cukup kuat."

Meylie mengangguk, lalu mengeluarkan ponsel burner-nya. Sebuah pesan singkat dari Fernandez: "Semua sistem aktif. Aku memantau. Hati-hati." Meylie membalas dengan ikon jempol, lalu mematikan ponselnya. Ia sendirian sekarang.

Perahu itu melaju lebih pelan, mendekati pantai berpasir gelap yang diapit oleh tebing-tebing curam dan vegetasi lebat. Airnya jernih, dan Meylie bisa melihat bayangan karang di bawah permukaan. Ini adalah titik pendaratan yang sempurna, tersembunyi dari pandangan.

Meylie melompat dari perahu ke air dingin, merasakan pasir lembut di bawah kakinya. Ia membawa tasnya, menjaga agar tetap kering. Ombaknya memang cukup kuat, dan ia harus berjuang sedikit untuk mencapai daratan. Pria tua itu hanya mengangguk padanya, lalu memutar perahunya, menghilang kembali ke kegelapan laut.

Meylie berdiri di pantai, sendirian, di bawah bayangan tebing. Aroma tanah basah dan dedaunan memenuhi udara. Ia melihat ke atas, ke arah hutan lebat yang menutupi bagian atas pulau. Di suatu tempat di sana, tersembunyi resor mewah Senator Thorne, tempat "Pesta Topeng Terakhir" sedang berlangsung.

Ia segera mencari tempat tersembunyi di balik semak-semak lebat untuk berganti pakaian. Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan gaun malam biru gelap yang elegan, topeng perak, dan perangkat tersembunyinya. Ia mengenakan gaun itu dengan cepat, lalu memasang kamera lubang jarum di bros kecil di dadanya, mikrofon sensitif di kerah bajunya, dan transmitter darurat di pergelangan tangannya, disamarkan sebagai gelang. Topeng perak itu ia kenakan, menutupi separuh wajahnya, menyembunyikan identitas Xiao Fei, namun membiarkan mata tajam Ling terlihat.

"Aku siap," bisiknya pada pantulannya di cermin kecil yang ia bawa. Ling menatap balik, dingin dan penuh tekad.

Ia mulai berjalan menembus hutan, mengikuti jalur setapak samar yang telah ia pelajari dari peta satelit yang Fernandez berikan. Udara terasa lembap dan berat, dan suara-suara malam—serangga, burung hantu—terdengar lebih nyaring. Setiap langkahnya dilakukan dengan hati-hati, waspada terhadap suara-suara yang tidak biasa. Ia tahu pulau ini pasti memiliki sistem keamanan yang canggih, meskipun tidak ada penjaga di pantai terpencil ini. Mungkin sensor gerak, kamera termal. Ia harus bergerak seperti bayangan.

Setelah sekitar dua puluh menit berjalan, ia mulai mendengar suara samar. Musik. Musik klasik yang indah, bercampur dengan tawa dan dengungan percakapan. Ia semakin dekat.

Meylie menyelinap keluar dari hutan, menemukan dirinya di tepi sebuah taman yang terawat indah. Lampu-lampu taman yang redup menerangi jalur berliku dan patung-patung marmer. Di kejauhan, sebuah bangunan megah menjulang, dengan jendela-jendela besar yang memancarkan cahaya keemasan. Itu adalah resor Senator Thorne.

Ia melihat beberapa pengawal berjas hitam berpatroli di taman, berbicara melalui earpiece. Meylie bersembunyi di balik semak-semak, mengamati pola patroli mereka. Mereka bergerak secara teratur, setiap lima menit, melintasi jalur yang sama. Meylie menunggu celah, lalu dengan kecepatan dan kelincahan yang ia latih, ia menyelinap masuk ke dalam taman.

Ia berhasil mencapai pintu masuk utama resor. Di sana, dua pengawal berbadan besar berdiri tegak, memeriksa setiap tamu yang masuk. Mereka mengenakan topeng hitam polos, menyembunyikan identitas mereka. Meylie menarik napas dalam-dalam, mengaktifkan persona Ling sepenuhnya.

Ia melangkah maju, memancarkan aura percaya diri yang dingin. Saat ia mendekat, salah satu pengawal menghentikannya.

"Undangan Anda, Nona," suara pengawal itu datar, tanpa emosi.

Meylie menyerahkan undangan palsu yang telah Fernandez buat, sebuah kartu berlapis emas dengan stempel yang rumit. Pengawal itu memeriksanya di bawah cahaya kecil, lalu mengangguk.

"Nama?"

"Ling," Meylie membalas, suaranya tenang. "Meylie Ling. Saya adalah tamu dari Tuan Z."

Meylie sengaja menyebut nama Tuan Z. Ia tahu Tuan Z adalah Operator Utama, dan kehadirannya di pesta ini akan memberikan Meylie legitimasi. Pengawal itu melirik ke arah rekannya, lalu mengangguk.

"Silakan masuk, Nona Ling," kata pengawal itu, membuka pintu besar.

Meylie melangkah masuk, merasakan gelombang emosi yang kuat. Ia berada di dalam. Di gerbang neraka.

Bagian dalam resor itu adalah pemandangan yang memukau sekaligus menjijikkan. Langit-langit tinggi, dihiasi lukisan-lukisan klasik yang gelap. Lantai marmer yang mengilap memantulkan cahaya ratusan lilin yang menyala, menciptakan aura misterius. Aroma dupa dan alkohol mahal memenuhi udara, bercampur dengan bau aneh yang samar—bau yang Meylie kenali dari gudang kematian: bau antiseptik dan sesuatu yang lebih busuk.

Ratusan tamu memenuhi ruangan, semuanya mengenakan topeng mewah yang rumit—topeng emas, perak, bulu, dan permata. Gaun-gaun malam yang mahal dan setelan jas yang elegan memenuhi setiap sudut. Mereka berdansa dengan iringan musik klasik yang indah, berbicara dengan tawa hampa, dan berinteraksi dengan kebebasan yang mengganggu. Meylie melihat beberapa pasangan yang berinteraksi secara seksual bebas di sudut-sudut yang remang-remang, tanpa rasa malu, seolah-olah semua aturan moral telah dicabut di tempat ini.

"Betapa bejatnya," Meylie membatin, amarahnya membara di balik topeng peraknya. Ini adalah gambaran langsung dari betapa tersembunyi dan kuatnya jaringan Dalang Utama. Para tokoh-tokoh kuat—politisi, jenderal, taipan—semuanya ada di sini, menyembunyikan identitas mereka di balik topeng, terlibat dalam pesta yang penuh dosa ini. Ia melihat beberapa lambang di topeng atau perhiasan mereka yang samar-samar menyerupai simbol gagak mata satu, bukti bahwa mereka semua adalah bagian dari sekte yang sama.

Meylie mengambil segelas sampanye dari nampan pelayan yang lewat, menyesapnya sedikit. Matanya terus memindai ruangan, mencari Senator Adrian Thorne. Ia harus menemukan Dalang Utama.

Ia bergerak perlahan di antara kerumunan, mengamati setiap detail. Ia mendengar bisikan-bisikan tentang "persembahan," tentang "kebangkitan," dan tentang "kekuatan baru." Mereka berbicara tentang Yu, bukan sebagai manusia, tetapi sebagai sebuah "pengorbanan yang sempurna." Meylie merasakan giginya gemeretak, namun ia berhasil menjaga ketenangan ekspresinya.

Beberapa tamu meliriknya. Meylie adalah sosok baru, seorang wanita dengan aura misterius yang menarik perhatian. Ia harus sangat berhati-hati.

"Nona Ling?" sebuah suara berat terdengar di sampingnya. Meylie berbalik. Seorang pria dengan topeng emas dan setelan jas mahal berdiri di sampingnya. Matanya yang tajam menatap Meylie dengan intens. "Saya tidak ingat pernah melihat Anda sebelumnya di pesta ini."

Meylie tersenyum tipis. "Saya baru kembali dari Eropa, Tuan. Saya adalah tamu Tuan Z."

"Ah, Tuan Z," pria itu mengangguk, namun tatapannya masih curiga. "Dia memang punya selera yang unik dalam memilih tamu. Anda tampak... terlalu tenang untuk suasana ini, Nona Ling."

Konflik. Beberapa pengawal dan tamu curiga terhadap Meylie yang terlalu tenang. Ia harus menggunakan keterampilan sosialnya secara ekstrem.

"Saya selalu menemukan ketenangan dalam keindahan, Tuan," Meylie membalas, menunjuk ke sebuah lukisan gelap di dinding. "Dan di sini, ada banyak keindahan yang tersembunyi, bukan?" Ia sengaja mengalihkan fokus pembicaraan ke seni, sesuai dengan persona Ling. "Mungkin Anda juga menemukan ketenangan dalam hal yang sama?"

Pria itu tertawa kecil, sedikit terkejut dengan jawaban Meylie. "Cukup filosofis. Saya suka itu. Tapi saya lebih menyukai kekuatan yang tersembunyi, Nona Ling. Kekuatan yang bisa menggerakkan dunia."

"Kekuatan memang menarik," Meylie membalas, nadanya tenang. "Tapi saya lebih tertarik pada kebenaran di baliknya."

Pria itu menatap Meylie lagi, matanya menyipit. "Kebenaran? Di pesta topeng ini, Nona Ling, kebenaran adalah sebuah ilusi. Setiap orang memakai topeng, dan setiap topeng menyembunyikan sebuah rahasia."

"Dan rahasia yang paling gelap, Tuan, adalah yang paling menarik," Meylie membalas, lalu menyesap sampanyenya. Ia berhasil menjaga jarak, namun juga mengumpulkan informasi. Pria ini adalah salah satu petinggi, salah satu pengikut Senator Thorne.

Pria itu tersenyum tipis. "Mungkin Anda benar. Saya harap Anda menikmati pesta ini, Nona Ling. Dan semoga Anda menemukan rahasia yang Anda cari." Ia lalu berbalik dan berjalan pergi, menghilang di antara kerumunan.

Meylie menghela napas lega. Ia berhasil melewati ujian pertama.

Ia terus bergerak, mengamati setiap sudut ruangan. Ia melihat beberapa kelompok kecil yang berkumpul di area yang lebih tersembunyi, berbicara dengan nada serius, kadang-kadang melirik ke arah sebuah pintu besar di ujung aula, yang dijaga ketat oleh lebih banyak pengawal. Itu pasti ruangan pribadi Senator Thorne.

Meylie melihat Senator Thorne. Pria tua itu duduk di sebuah singgasana kecil di podium, dikelilingi oleh para pengikut setianya. Ia mengenakan topeng emas yang rumit, menutupi seluruh wajahnya, namun Meylie bisa merasakan aura kekuasaan yang memancar darinya. Topeng emas itu dihiasi dengan ukiran gagak mata satu yang sangat jelas, sebuah simbol yang kini Meylie tahu adalah lambang sekte mereka.

Senator Thorne terlihat sedang berbicara dengan beberapa pria berjas dan bertopeng, memberikan instruksi dengan gestur tangan yang anggun namun tegas. Meylie tahu, inilah saatnya. Ia harus mendekati ruangan pribadi itu. Ia harus mengaktifkan transmisinya.

Ia mulai bergerak menuju pintu itu, langkahnya mantap, matanya fokus. Kamera lubang jarum di brosnya sudah aktif, merekam setiap detail. Mikrofon di kerahnya sudah menangkap suara-suara di sekitarnya. Transmitter di pergelangan tangannya siap diaktifkan.

Saat Meylie mendekati ruangan pribadi The Senator, ia merasakan kegelisahan yang kuat. Ini adalah saatnya. Ia hanya beberapa langkah lagi dari tujuan utamanya.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar di dalam tas tangannya. Bukan panggilan. Bukan pesan teks. Melainkan sebuah peringatan. Sebuah peringatan darurat yang telah Fernandez siapkan, yang akan aktif jika ia dalam bahaya serius.

Meylie segera meraih ponselnya, menariknya keluar. Layar menampilkan sebuah pesan singkat, diikuti oleh audio yang terputus-putus:

"FERNANDEZ DISERGAP. LOKASI DIKOMPROMIKAN. HATI-HATI."

Audio yang menyertainya adalah suara erangan, bentakan, dan kemudian... suara retakan tulang yang mengerikan.

Darah Meylie mengering. Fernandez. Disergap. Mereka tahu. The Senator telah mengantisipasi gerakannya. Dia melacak Fernandez.

Jantung Meylie mencelos. Fernandez dalam bahaya serius. Mungkin sedang disiksa. Dilecehkan. Sama seperti Yu.

Meylie membeku di tempatnya, matanya membelalak. Peringatan itu terasa seperti pukulan telak. Ia harus membuat keputusan. Sekarang. Menyelamatkan Fernandez, atau melanjutkan misi.

Jika ia mundur, Yu dan Fernandez akan mati sia-sia. Semua pengorbanan mereka akan hancur.

Tidak. Ia tidak bisa membiarkan itu terjadi.

Meylie mengepalkan tangannya, menekan rasa takut dan amarah yang meluap. Pengorbanan yang menyakitkan. Ia harus fokus pada tujuan utama. Ia harus menjatuhkan The Senator. Untuk Yu. Dan untuk Fernandez.

Dengan tekad baja yang baru, Meylie mengunci ruangan itu. Ia meletakkan transmitter daruratnya di ambang pintu, di tempat yang tersembunyi, siap untuk diaktifkan kapan saja. Ini adalah pertarungan terakhirnya. Ia akan memastikan keadilan.

Meylie melangkah maju, waspada, menuju ruangan pribadi The Senator. Ia tidak lagi peduli dengan pengawal atau mata-mata. Ia adalah Ling, sang pemburu, yang kini siap menghadapi iblis di sarangnya sendiri. Di gerbang neraka ini, ia akan memulai pertarungan akhirnya.

1
Ita Xiaomi
Menegangkan. Kasihan Yu😢
Ita Xiaomi: Berharap keadilan bs ditegakkan.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Saat ini hanya Fei sendirian yg menolak utk percaya pd berita yg tersebar.
Ita Xiaomi: Sama-sama kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!