Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AdilKan ??
Di malam hari yang Sepi, di temani dengan hujan yang sangat deras, Lesi dan juga kedua orang tuanya sedang makan bersama di ruang tengah, tertawa mereka menyamarkan kesunyian di malam itu, di tengah canda gurau mereka terdengar suara ketukan pintu dari luar.
TOK TOK TOK.
dan ada suara seseorang memberi salam , " assalamualaikum, bu, Pak," Teriak dari luar.
Bu Arumi segera beranjak dan sebelum itu juga dia membasuh tangannya yang kotor bekas makan tadi, lalu berjalan menuju pintu dan membuka nya.
terlihat seorang pria dewasa yang sedang membawa piring yang ia peluk di dadanya.
" ada apa Andri ?," Tanya ibu kepada pria di depan nya, Ia adalah Andri, Suami Ratna.
ada apakah dia malam malam datang ke rumah Bu Ratna, sambil membawa piring kosong pula, Seingat bu Arumi dia tidak menyimpan piring di rumah Ratna, jika ia memberi pun, dia pasti meminta Ratna tuk ambil piring sendiri dari rumahnya.
" maaf bu, Saya boleh minta nasi sedikit, saya dan anak anak saya belom makan bu , Ratna tidak masak " Jelas Andri dengan mimik muka meminta di kasihani.
" Ouh iya ada, sebentar saya ambilkan, " Bu Arumi pun segera mengambil Nasi yang masih ada di bakul nya, dan menuangkan nya ke piring yang Andri bawa tadi, Lesi dan bapak hanya celingak celinguk saja melihat bu Arumi.
Bu Arumi pun menghampiri Andri yang masih anteng di depan pintu, dengan senang hati, Bu Arumi menyodorkan piring kosong yang sudah ia isi dengan Nasi itu ke pemiliknya.
Andri menerima dengan senang hati , dan beberapa kali mengucapkan terimakasih kepada bu Arumi, lalu dia segera pulang untuk makan.
" Terimakasih ya bu, " Ucap Andri dengan senyuman yang merekah di wajahnya.
" Ah iya, tapi maaf ya gak ada lauknya, udah habis " Timbal Bu Arumi tidak enak hati.
" ouh tidak apa apa bu, nanti saya gorengkan saja nasinya, biar tidak perlu pake lauk, makasih ya bu " Tuturnya.
" Memang Ratna tidak masak kenapa, Sakit ?" tanya bu Arumi sedikit kepo dengan keadaan Ratna. Takut jika tetangga nya itu sakit.
" Tidak bu, hanya saja, saya gak ada beras " Jujur Andri sambil menundukan kepalanya, mungkin ia malu.
" Ya allah, Ya sudah sana makan, Kasihan anak anak mu" Titah Bu Arumi, bu Arumi bukan mengusir Andri dari hadapan nya, tapi dia takut jika Andri berlama lama Anak anak nya di rumah akan menunggu Andri terlalu lama dalam ke adaan lapar.
Lesi tiba tiba berada di belakang bu Arumi membuat bu Arumi terkejut.
" Kenapa bu, Minta nasi lagi ?" Tanya Lesi dengan wajah Ketusnya.
Pasalnya bukan kali ini saja , Andri meminta Nasi ke pada Bu Arumi, tapi sudah sangat sering dan mungkin dalam sebulan bisa hampir setiap hari.
" Iya katanya gak punya beras , kasihan ya mereka , buat beli beras saja tidak ada " Mimik wajah bu Arumi Khawatir.
" Halahh, Bukan gak kebeli bu, tapi memang mereka pengen di kasihani aja sama kita " Ceplos Lesi sambil duduk di sopa ruang tamu, dan di ikuti bu Arumi di belakangnya.
" Kok kamu bilangnya begitu sih Les ?" Tegur Bu Arumi kepada anaknya yang seperti tidak ada rasa iba terhadap keluarga Ratna.
"ibu mah gak paham ya, ya ibu coba fikir, masa iya gak ada nasi sampe lauk, dia kan kerja tiap hari, Di tukang sayur lagi, masa iya gak bisa bawa sayur yang udah gak seger atau gak laku, Sama beli beras se liter aja masa gak mampu sih ?, giliran paket tiap hari datang " Tutur Lesi yang merasakan kejanggalan dalam keluarga Ratna.
" Mereka tuh pengen di kasihani orang, biar uang mereka utuh, Uang kita yang habis " Lanjutnya.
Bu Arumi berfikir sejenak," iya juga ya Les, Si Andri kan tiap hari kerja, Masa iya gak ada upahnya, Ibu lihat juga baju Si Ratna baru baru terus , Paket tiap hari datang, tapi kok giliran buat makan minta ya, Sama jajan anak pun sering gak ada dia bilangnya , kemana hasil kerja suami nya tiap hari " Ujar bu Arumi yang juga berfikir sama dengan Lesi.
" ya itu, ke gaya dia, Yang penting gaya dulu , perut mah keroncongan cuma biarin aja , ngarep ada yang ngasih kali bu " Ucap Lesi tanpa Ekpresi.
bu Arumi hanya menggeleng geleng saja melihat anaknya yang memang mudah mengganti ekpresi apa lagi jika sudah kesal dengan orang.
***
Besok pagi nya Lesi harus segera pergi ke suatu tempat yang mengharuskan dia pergi pagi pagi sekali, tapi pak Warto tidak bisa mengantarkan nya karena beliau juga harus pergi bekerja ke ladang.
Lesi mau tidak mau meminta bantuan ke Ratna yang sedang berada di rumah, " Mbak maaf, boleh aku minta antar sebentat tidak ?" Seru Lesi di ambang pintu Ratna, Ratna yang sedang duduk santai di depan tv.
Ratna pun segera beranjak menghampiri Lesi , " boleh aja sih, tapi motor ku gak ada bensin nya Les, gimana ya ?" Ucapnya, Lesi tau meski Ratna tidak bilang begitu pun, Lesi akan memberikan nya uang Bensin. sebagai tanda terima kasih.
" iya , nanti dari aku Mbak " Putusnya dan Ratna pun setuju, ia segera mengganti bajunya dan mengeluarkan motor nya, Kebetulan Andri juga sedang berada di rumah saat itu, jadi ke tiga anak nya , Andri yang pegang.
Singkat cerita, Lesi sudah selesai dengan urusan nya, Kini mereka sudah kembali jalan pulang ke rumah , Tapi tiba tiba motor Ratna mendadak oleng, dan terpaksa berhenti di pinggir jalan, mengecek ke arah ban.
" Wah Ban nya bocor nih kek nya, cari bengkel yuk Les " Keluh Ratna , untung saja di sebrang jalan ada sebuah bengkel lumayan besar, jadi mereka mendorong motor Ratna ke bengkel sana.
"Bang, Tambal ya" Seru Ratna kepada montir tersebut.
montir tersebut langsung mengecek Ban Motor Ratna, " Mbak, ini harus di ganti ban luarnya, tuh udah rontok gini" Ucap Montir.
Ratna melirik ke arah Lesi yang asik dengan ponselnya, Dan ia meraba kantong celana nya, Tersisa uang lima puluh ribu rupiah disana.
" berapa emangnya bang, kalo ganti ?" Tanyanya dengan raut wajah tidak ikhlas.
" Lima puluh ribu aja kok mbak , gimana mau ?" Tawar Montir itu.
dengan napas yang berat, Ratna pun pasrah, dari pada dirinya tidak bisa pulang, lagi pula jarak ke rumah cukup jauh.
" Ya udah deh , Kerjain aja bang " Putus Ratna, dan montir pun langsung membongkar ban yang harus di ganti.
setelah beberapa lama menunggu, Ban pun sudah di ganti dengan yang baru walau pun scoand tapi setidaknya untuk sementara, dari pada tidak bisa pulang.
Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka, sepanjang jalan Wajah Ratna begitu murung sekali.
Lesi yang melihatnya lewat kaca Spion tidak berkomentar apa apa, mungkin Ratna sedang tidak mood, atau kesal karena ban nya Bocor.
Sesampainya di Rumah , Lesi baru turun dari motor , Ratna sudah menegurnya, " Ganti ya uang yang tadi aku pake Ganti ban, soalnya itu uang buat bank harian aku " Tegur Ratna, Lesi hanya bisa melongo saja, maksudnya apa di Ganti.
" loh, kan ini motor mbak , kok harus aku yang ganti ?" Keluh Lesi tidak terima.
" yakan kalo gak bawa kamu. gak mungkin ban aku sampe bocor begitu , sampe harus di ganti pula " KeKeh Ratna dia masih tidak terima jika uang nya di pake buat ganti Ban moTor dia sendiri.
" Gimana sih, motor kamu kok malah minta ganti ke aku, " Dumelnya dan langsung melengos meninggalkan Ratna yang masih berdiri di depan motor nya sambil memandang Lesi.
Lesi pun menghentikan langkahnya, dan kembali melihat ke arah Ratna yang diam mematung sambil melihat ke arah dirinya .
" Imbas dong mbak, kan waktu itu anak mbak udah mecahin Telor satu kilo, sama ngacak ngacak nasi yakan di dapur Ibu ?, jadi anggap aja itu gantinya!!" Setelah mengucapkan itu, Lesi langsung membalikan badan dan melangkah pergi, Ratna mengepalkan tangan nya, dan kaki kiri nya menginjak bumi dengan kencang, tatapan nya Tajam. seperti harimau mau menerkam mangsa nya.