NovelToon NovelToon
Married To My Enemy

Married To My Enemy

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Seorang penguntit telah dua kali menyusup ke rumah Stella. Ia merasa membutuhkan bantuan profesional. Karena itu, Kayson Sheridan, musuh bebuyutannya semasa kecil sekaligus pendiri Sheridan Securities, pun hadir untuk membantunya.

Kayson berjanji akan melindunginya serta menugaskan penyelidik terbaik untuk menangani kasus tersebut.

Mungkin Kayson tidak seburuk yang selama ini ia kira. Semakin lama bersama pria itu, Stella menyadari bahwa perasaannya jauh menjadi lebih rumit daripada yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun, di sisi lain, seseorang telah mengincar Stella dan bertekad bahwa jika tidak dapat memilikinya, maka ia akan menghancurkannya.

୨ৎ SHERIDAN SECURITIES SEASON I ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelan & Perlahan

Riggs mengusap rambutnya. “Gue mau lo nginep di tempat Kayson malam ini.”

Stella menggigit bibir bawahnya. “Gue udah punya kamar motel!”

“Gini Stella. Gue enggak mau nakut-nakutin lo, ya ...” Kayson memulai dengan hati-hati.

Bulu mata panjang Stella berkedip. Dia menatap Kayson, dan tatapan matanya menghantam langsung ke dadanya. Mata itu luar biasa. Keemasan dan indah. Mata keemasan, kulit keemasan, dan rambut halus keemasan yang jatuh tepat di bawah dagunya.

“Polisi udah kewalahan dan kekurangan personel. Dan kalau lo enggak ada alat bukti, kalau orang ini nutup jejaknya dan enggak ninggalin sidik jari, habis lah lo.”

Stella menarik daun telinga kirinya. Sejak kecil, dia selalu melakukan gerakan itu setiap kali takut.

Pertama kali Kayson melihatnya melakukan itu, Stella berusia sembilan tahun. Seorang anak punk bodoh berdiri di dekatnya, memalak uang jajan Stella.

Lalu Kayson menghampiri bocah itu dan mengusirnya.

Stella kegirangan bersama Riggs. Namun kemudian, dia menggunakan uang makan siangnya untuk membelikan es krim sebagai ucapan terima kasih untuk Kayson. Rasa cokelat, favoritnya. Karena Stella selalu tahu apa yang Kayson sukai.

“Ada empat kamar tamu di rumah gue,” geram Kayson ketika Stella kembali menarik telinganya. “Gue enggak minta lo tidur sekamar sama gue.”

Stella menatapnya dengan ekspresi ngeri. Rahang Kayson pun mengeras.

“Itu ide yang bagus, Stella,” timpal Riggs dengan suara enggan.

Bibir Stella langsung menganga.

“Hehhhh ... Bukan bagian tidur sekamarnya, ya!” Riggs buru-buru menambahkan. “Ya Tuhan!"

Kayson ingin meninju bajingan itu. Tak peduli Saudara kandung atau bukan.

“Tapi rumah dia luas dan sistem keamanannya terbaik,” Riggs mengacak rambutnya. “Dan gue tuh benar-benar khawatir, atau gue enggak bakal nelpon dia dari awal. Lo juga khawatir. Kalau ada orang aneh di luar sana yang nguntit lo, lo beneran mau sendirian di motel murah dengan kunci bongkar pasang itu?”

Stella menggeleng. “Nggak … enggak mau.” Dia menegakkan bahu kecilnya sementara tatapannya tertahan pada Kayson. “Tapi berapa lama ini? Gue enggak mau ngerepotin dia.”

Stella tidak akan pernah menjadi beban Kayson.

“Dan pacar lo bakal gimana kalau gue nginep di rumah lo?”

Pacar?

“Pacar apa?” Riggs tertawa sebelum Kayson sempat menjawab. “Lo tahu sendiri dia tipe cowok yang suka variasi. Dia tidur sama cewek malam ini, besok pagi udah lanjut ke cewek yang lain.”

Kayson ingin membunuh adiknya. Menguburnya dengan rapi sampai tak seorang pun menemukan jasadnya. “Gue gak gitu, sialan.”

Jadi selama ini Stella mengira dia seperti itu?

Sampah macam apa yang adiknya ceritakan padanya selama bertahun-tahun ini?

“G—gue enggak mau tahu soal kehidupan seks lo.” Pipi Stella memerah tipis.

Dia perlu tahu. Sama seperti Kayson jelas ingin tahu tentang kehidupan Stella.

“Oh. Jadi ada cowok yang bakal datang nyariin lo?”

Apa jadinya jika Stella menoleh ke Riggs lagi?

Jadi Stella berusaha tetap menatap Kayson. “Gue lagi enggak dekat sama siapa pun sekarang.”

“Bagus.”

Kayson tidak perlu menendang pantat siapa pun. Karena seharusnya cowoknya lah yang bertanggung jawab untuk menjaganya tetap aman.

Namun Stella mengerutkan kening mendengar jawabannya sendiri.

Kayson melangkah mendekat dan meraih tangan Stella. “Tim gue bakal datang pagi-pagi besok. Untuk sekarang, ikut gue dan istirahat dulu. Lo kelihatan capek banget.”

Dan, keajaiban di atas keajaiban, Stella mengangguk. “Oke. Makasih.”

Baru saat itu dia menyadari betapa takutnya Stella. Karena selama ini Stella tidak pernah menyerah pada apa pun.

Tangan Riggs kembali mencengkeram bahunya. “Gue bakal ngunci tempat ini.”

Kayson menoleh pada adiknya.

Tatapan Riggs yang berkilat tampak mencurigakan. “Lo bakal jagain dia, kan? Lo bakal bersikap yang bener? Gak bakal aneh-aneh?”

Apa maksudnya bersikap yang benar?

Omong kosong.

“Dia aman sama gue.” Kayson mengangguk singkat, mempererat genggamannya pada tangan Stella dan menuntunnya keluar rumah.

Kegelapan menyelimuti pekarangan. Tak ada bintang di langit karena awan tebal menggantung rendah.

Udara dingin dan lembap merayapi mereka, dan ketika Stella menggigil, Kayson segera melepas jaketnya dan menyampirkannya ke bahu wanita itu.

Stella mulai melangkah menuju mobilnya.

“Biar gue yang nganter!” tawar Kayson.

Stella mengernyit. “Gue butuh kendaraan gue sendiri.”

Stella tahu dirinya terlalu berhati-hati, tapi … inilah Stella.

“Gue mau salah satu tim gue ngecek mobil lo.” Pandangannya melirik cepat ke mobil konvertibel merah itu. “Investigasi, mastiin semuanya aman.” Kayson berusaha tidak menakutinya, tapi juga tidak ingin mengambil risiko.

“Menurut lo ada apa sama mobil gue?” Stella menggigit bibirnya sambil menunggu jawaban. Bibir yang terlalu menggoda.

“Kalau lo merasa diikuti, mungkin ada yang ngawasin lo. Enggak susah buat nyembunyiin alat di kendaraan lo, alat yang bisa ngirim koordinat GPS ke bajingan yang masang itu. Jadi ke mana pun lo pergi, dia bakal tahu.” Dia berhenti sejenak. “Lo bilang lo lagi di luar kota waktu dua pembobolan itu terjadi.”

“Iya.”

“Lo nyetir keluar kota? Atau naik pesawat?”

“Nyetir. Dua-duanya.”

“Berarti mungkin dia tahu lo lagi di luar kota karena dia ngawasin rumah lo.” Tatapan Kayson menyapu jalanan gelap. “Atau karena dia melacak mobil lo. Bagaimanapun, gue bakal lebih tenang kalau mobil ini ditinggal di sini. Enggak ada gunanya ambil risiko.”

“Sial, gue benci ini.”

Tubuhnya menyentuh Stella. “Gue bakal lindungin lo. Gue janji.”

Tuhan, Kayson ingin menciumnya. Menjatuhkan bibirnya ke bibir Stella dan merasakannya. Tapi dia berusaha menunjukkan bahwa Stella membutuhkan dirinya. Dia harus bermain dengan benar.

Mobil Kayson terparkir di depan garasi. Dia membukakan pintu penumpang untuk Stella. Tubuh wanita itu bergesek ringan dengannya, aroma lavender kembali mengusiknya, dan Kayson menarik napas dalam-dalam.

Saat Stella duduk, dia menoleh. Lampu interior mobil menyala, memberi Kayson pandangan sempurna. Tulang pipi tinggi. Dagu sedikit runcing, dagu keras kepala yang selalu terangkat saat Stella kesal padanya. Bibir merah. Mata yang luar biasa. Mata yang tampak … cemas.

“Kayson, lo enggak mikir ada yang lagi ngawasin gue sekarang, kan?”

Tubuh Kayson menegang. Lalu dia memaksakan senyum. “Lo aman sama gue, Stella. Ingat itu.”

Dia menutup pintu, berjalan memutari mobil sembari melirik sekeliling.

Apakah seseorang sedang mengawasi Stella?

Apakah seseorang berencana menyakitinya?

Jika iya … Kayson akan menghancurkan bajingan itu.

1
Rita
like seru tegang
DityaR: Maacii kak
total 1 replies
Rita
bagus biarpun awal2 bingung ma obrolan nya ceritanya seru tebak2an siapa penjahaty semangat terus
Rita
sdh g sabar nervous
Rita
hhhmmmmmmm👀
Rita
😂😂😂😂saking kuaty
Rita
tegang,trauma,kecewa,sedih takut jadi satu kmu sdh bener
Rita
buruan mumpung lengah
Rita
seru g diduga
Rita
nah lho👀👀👀👀
Rita
😂😂😂😂
Rita
ini diluar pengamanan 🥰🥰🥰
Rita
👍👍👍👍👍👍bener
Rita
Mudah2n beneran selesai
DityaR: pembunuhnya aja belum ketemu, selesai gimana wkwkwk
total 1 replies
Rita
akhirnya
Rita
bikin deg2an Kayson
Rita
nikahin lah
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😂😂😂😂😂
Rita
hhmmm bnr2 sdh selesai blm?
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!