NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Dua

Setelah kejadian di balai desa. Bu Ratna pulang dengan perasaan dongkol luar biasa. Apalagi melihat madu barunya yang terus lengket pada pak Agus, suaminya.

Keduanya ikut pulang kerumah bu Ratna, karna pak Agus yang ingin mengambil pakaiannya.

"Ingat ya pak sama persyaratan yang sudah bapak sepakati. Bapak tahu kan apa akibatnya kalau bapak sampai melanggar persyaratan itu." ujar bu Ratna melirik sinis pada perut Siska yang terlihat membuncit.

"Ta-tapi bu, kan sekarang ada Siska yang harus bapak nafkahin juga. Apalagi Siska sedang mengandung." cicit pak Agus takut-takut.

"Emangnya ibu pikirin? Ya itu sih pinter-pinter kamu buat cari tambahan kalau mau kasih nafkah si janda gatal ini." tukas bu Ratna menatap tajam pada suaminya yang langsung menunduk.

"Heh nenek peyot! Kamu jangan seenaknya ya, saya juga berhak mendapatkan uang gaji mas Agus. Dan saya sekarang bukan seorang janda, saya sudah punya suami!" berang Siska, ingin sekali ia meremas mulut nyinyir bu Ratna yang seenaknya menyebut dirinya janda gatal.

"Suka-suka saya dong! bagi saya kamu itu seorang janda gatal yang suka menggoda suami orang."

"Apa kamu bilang!" pekik Siska tidak terima. Ia tidak ingin diam lagi seperti kemarin ketika dihina-hina. Apalagi ia sedang hamil, hormonnya suka tidak karuan.

"Mau apa hah?" tantang bu Ratna berkacak pinggang.

"Sudah-sudah, ayo kita pulang dek. Ingat, kamu sedang hamil." tegur pak Agus melerai.

"Bu, bapak pulang kerumah Siska dulu. Bapak akan seminggu dirumah Siska dan seminggu disini. Maafkan bapak ya. Aris, Tia, maafkan bapak juga yang sudah mengecewakan kalian." ucap pak Agus menatap nanar anak-anaknya yang memalingkan wajah.

Pak Agus sadar, kedua anaknya pasti kecewa dengannya. Tapi keadaan tidak bisa diubah, ia sudah terlanjur membuat kedua anaknya beserta istrinya kecewa.

"Ayo mas!" Siska langsung menggandeng lengan pak Agus keluar rumah ketika melihat kedua anak pak Agus tidak ada yang menyahut ucapan suaminya.

Bu Ratna menatap nanar kepergian suaminya bersama madu barunya itu. Ia masih tidak percaya suaminya yang pendiam bisa berselingkuh diluar sana.

"Kamu gak pergi nyari kerja lagi Ris?" tanya bu Ratna mengalihkan pikiran, dan melihat Aris yang santai-santai dirumah.

"Mau nyari kerja dimana lagi bu, kayaknya semua perusahaan udah blacklist nama Aris dari semua perusahaan gara-gara pernah bermasalah diperusahaan tempat Aris kerja itu."

"Masa cuma gara-gara kamu ketahuan menikah diam-diam sama teman kerja bisa sampai membuat nama kadu jelek disemua perusahaan sih. Apa kamu pernah membuat kesalahan yang lain juga?" ujar bu Ratna menatap memicing pada anak tertuanya.

"Ma-maksud ibu kesalahan apa? A-aris gak pernah melakukan kesalahan yang melanggar peraturan kantor. Ya selain menikah diam-diam dengan Fela." cicit Aris berusaha terlihat tenang, Ia tidak mau sampai keceplosan. Karna sampai saat ini ibunya itu tidak tahu tentang video skandalnya dengan Fela, kecuali Tia. Tapi Aris sudah mewanti-wanti adiknya itu untuk tidak membocorkan tentang videonya pada sang ibu.

"Ya, misalnya kamu korupsi gitu dikantor." celetuk bu Ratna.

"Ya gak lah bu! Aris gak pernah korupsi diperusahaan, kepikiran aja Aris gak pernah." sewot Aris.

Walaupun sholatnya masih bolong-bolong, itupun ia kerjakan ketika dirumah saja, karna takut dengan ibunya yang selalu memandori anak-anaknya untuk mengerjakan sholat. Dan pengetahuan agamanya juga yang masih sangat kurang. Tapi kalau soal korupsi, ia tidak akan berani. Ia tidak mau memberi makan keluarganya dengan uang haram.

"Ya kan ibu cuma nanya. Terus sekarang kamu mau apa, gak mungkin kan kamu terus-terusan gak kerja. Itu juga kamu suruh istri kamu nyari kerja, jangan bisanya cuma ongkang-angking kaki aja dirumah. Jangan kayak mantan istri kamu itu." ketus bu Ratna melirik sinis pada Fela yang sibuk dengan ponselnya.

Fela mendengus mendengar ucapan yang keluar dari mulut berbisa ibu mertuanya itu. Padahal dari subuh ia sudah berkutat mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, yang selama ini tidak pernah ia kerjakan. Bahkan dirumah ibunya pun, ia hanya berleha-leha. Masuk kedapur hanya ketika makan saja.

"Kayaknya Aris mau ngojek aja untuk sementara, sambil cari-cari pekerjaan lain." ujar Aris miris, dari pekerja kantoran dengan jabatan cukup tinggi malah turun jadi tukang ojek.

Ia merutuki mantan istrinya itu, karna Aris beranggapan kalau nasib sialnya ini karna ulah mantan istrinya itu yang sudah menyebarkan video pernikahannya.

"Ibu yakin pasti Shafira yang sudah menyebarkan video pernikahan kamu itu ke perusahaan tempat kamu bekerja. Mungkin aja si Shafira juga menyebarkan gosip-gosip buruk tentang kamu ke tempat kamu bekerja itu, makanya kamu sulit mendapatkan pekerjaan lagi." tuding bu Ratna.

Padahal Shafira sudah hampir tiga bulan menjadi mantan istri dari anaknya, tapi bu Ratna masih saja dendam dengan Shafira.

"Aris juga yakin kalau ini semua ulah Shafira."

ucap Aris membenarkan, meskipun didalam hati ia merindukan mantan istrinya itu.

Sementara yang dibicarakan sedang mengusap-usap telinganya.

"Lo kenapa sih, dari tadi ngusap-ngusap tuh telinga. Bersihin gih, mungkin banyak kotorannya."

celetuk Vinna seenak jidat.

"Enak aja lo ngira telinga gue banyak kotoran, gue tiap hari juga selalu ngorek nih kuping. Gue cuma ngerasa ada yang lagi ngomongin gue, telinga gue tiba-tiba berdengung." ujar Shafira sewot.

lagi. "Oh, ada yang kangen mungkin." celetuk Vinna

Shafira mengendikkan bahunya.

"Pesanan bu Dinda untuk acara arisan sudah siap kan? Besok jam sembilan makanannya harus sudah sampai dirumah bu Dinda." ucap Vinna yang sedang memeriksa catatan pesanan makanan dan kue-kue basah.

"Sudah, semua bahan-bahannya sudah siap, tinggal dieksekusi aja." sahut Shafira yang menjadi juru masak, dibantu para karyawannya.

"Alhamdulillah.. Usaha katering kita semakin hari semakin banyak orderannya. Kayaknya kita perlu tambah beberapa meja makan lagi disini, orang yang makan disini juga selalu ada setiap hari. Apalagi pak Kenzo hampir setiap hari makan disini. Tidak menutup kemungkinan nanti pak Kenzo bakalan ajak temannya buat makan disini." usul Vinna.

"Iya, gue juga udah ada kepikiran buat nambah meja sama kursi makan. Siapa tahu, kateringan kecil-kecilan kita bisa berubah menjadi restauran." ujar Shafira nyengir.

"Aamiin.. Pasti bisa, apalagi masakan lo semuanya enak-enak. Harga terjangkau tapi rasa bintang lima."

"Berlebihan" Shafira mencebik.

"Emang iya kan, pak Kenzo selalu muji rasa masakan lo, katanya lebih enak dari restoran bintang lima." goda Vinna.

"Gue kan juga dibantu sama karyawan yang lain buat masak, itu berarti murni bukan masakan gue doang." sahut Shafira.

"Iya, tapi yang bikin bumbu sama takar bumbunya kan elo semua."

Saat keduanya sedang asyik berdebat, orang yang sebelumnya dibicarakan pun datang.

Seperti biasa, pak Kenzo akan datang bersama Satria, disusul Nita yang akan datang membantu saat pulang bekerja.

"Ciee.. Ayo itu temuin, calon suaminya pasti sudah lapar itu." goda Vinna menaik-turunkan alisnya.

"Apa sih lo, nanti kedengeran orangnya gimana." ketus Shafira, tapi pipinya terasa panas karna terus digoda.

"Lo kenapa Ra, pipi lo kok merah gitu. Sakit?"

Nita datang dan langsung bertanya, ia heran melihat wajah sahabatnya yang memerah.

"Iya, gue mules. Lo tolong layani pak Kenzo ya." ujar Shafira yang langsung ngacir masuk kedalam.

"Fira kenapa?" tanya Nita terheran-heran, sedangkan Vinna cekikikan, ia puas sekali menggoda sahabatnya itu.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!