Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: "HUTAN KEMARIN YANG HILANG"
Baru saja kembali dari Klan Perkakasan Besi, Luan dan teman-temannya mendapatkan kabar mengejutkan dari Klan Hutan Hijau – klan yang menjaga dan merawat Hutan Kemarin, salah satu hutan tertua dan paling penting di seluruh wilayah. Utusan muda mereka bernama Wood Liu datang dengan wajah pucat dan penuh ketakutan.
"Master Qing Long, para ahli yang terhormat," ujar Wood Liu dengan suara gemetar saat berdiri di ruang rapat akademi. "Hutan Kemarin... sudah hilang! Seluruh hutan yang luas dengan ribuan pohon tua dan makhluk ajaib menghilang dalam sekejap – tinggal hamparan tanah kosong tanpa satu pun batang pohon atau jejak akar yang tersisa!"
Semua orang di ruangan tersebut terkejut mendengarnya. Hutan Kemarin sudah ada selama ribuan tahun dan dikenal sebagai paru-paru alam yang menyediakan oksigen dan sumber air bagi banyak desa dan kota di sekitarnya.
"Bagaimana mungkin sebuah hutan bisa menghilang begitu saja?" tanya Master Qing Long dengan wajah tidak percaya. "Apakah ada tanda-tanda kebakaran atau perusakan besar sebelum itu?"
"Tidak sama sekali, Master," jawab Wood Liu. "Kemarin malam saya masih berjaga di pinggiran hutan dan semuanya normal. Tapi ketika matahari terbit hari ini, seluruh hutan sudah hilang. Tidak ada bekas bakar, tidak ada reruntuhan pohon – hanya tanah kosong yang datar seperti pernah tidak ada hutan di sana."
Luan segera berdiri. "Kita harus pergi melihatnya sendiri. Hutan Kemarin bukan hanya penting bagi Klan Hutan Hijau, tapi juga bagi seluruh komunitas di sekitarnya. Jika kita tidak segera mencari tahu apa yang terjadi, konsekuensinya bisa sangat besar."
"Saya juga akan ikut," tambah Lin Mei dengan serius. "Jika ada sesuatu yang tidak wajar dengan alam, mungkin saya bisa menemukan jejaknya dari tumbuhan atau energi alam di sekitar sana."
Mereka berangkat dalam waktu singkat, bersama dengan Wood Liu dan beberapa anggota Klan Hutan Hijau. Perjalanan yang biasanya memakan waktu dua hari dipersingkat menjadi satu hari karena mereka menggunakan kuda pacuan tercepat dari akademi.
Saat mereka mendekati lokasi yang seharusnya menjadi Hutan Kemarin, mereka bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang sangat tidak normal. Udara yang biasanya segar dan penuh dengan energi alam kini terasa kosong dan dingin. Bahkan angin pun seolah tidak bergerak di daerah tersebut.
Ketika mereka tiba di lokasi, pemandangan yang ada benar-benar membuat mereka terpana. Sebuah hamparan tanah luas yang datar membentang di depan mata mereka – tidak ada satu pun pohon, semak, atau bahkan rerumputan yang tumbuh di sana. Tanahnya terlihat seperti baru digali rata, tapi tidak ada bekas alat berat atau aktivitas manusia yang terlihat.
"Inilah dia..." bisik Wood Liu dengan suara penuh kesedihan. "Tempat di mana Hutan Kemarin berdiri selama ribuan tahun."
Luan turun dari kudanya dan menyentuhkan tangannya ke tanah. Dia menutup mata dan mencoba merasakan energi alam yang mungkin masih tersisa. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya dengan wajah sangat serius.
"Ada energi yang sangat kuat di sini – tapi bukan energi alam yang biasa kita rasakan," ujar Luan. "Ini lebih seperti energi dari dimensi lain atau teknik kungfu yang sangat kuno yang kita tidak kenal."
Mereka mulai menjelajahi area yang dulunya menjadi hutan. Chen Hao menemukan beberapa pola aneh yang terukir di tanah di beberapa titik – pola berbentuk lingkaran dengan simbol-simbol kuno yang tidak dikenal.
"Lihat ini!" teriak Chen Hao saat menunjukkan pola tersebut kepada semua orang. "Ini bukan dibuat oleh alam – ini jelas dibuat secara sengaja dan mungkin terkait dengan hilangnya hutan ini."
Zhao Tian juga menemukan beberapa jejak cahaya yang sangat lemah di udara – seolah ada sesuatu yang besar telah berpindah dari tempat tersebut ke arah tertentu. "Jejak ini mengarah ke arah Pegunungan Awan Tertinggi," ujarnya setelah mengamati dengan cermat. "Saya rasa itu adalah arah yang harus kita telusuri."
Lin Mei mengambil sampel tanah dari berbagai titik untuk diperiksa. Dia juga mencoba menanam beberapa biji benih di tanah tersebut, tapi biji tersebut tidak tumbuh sama sekali – seolah ada sesuatu yang menghalangi kehidupan untuk kembali ke daerah ini.
"Tanahnya masih subur secara kimiawi," ujar Lin Mei setelah selesai memeriksa sampelnya. "Tetapi ada energi negatif yang kuat yang menghalangi proses pertumbuhan. Seolah alam itu sendiri tidak bisa mengenali tempat ini lagi."
Kemudian, seorang anggota Klan Hutan Hijau bernama Leaf Chen datang berlari dengan membawa sebuah benda kecil yang dia temukan di tepi area tanah kosong. "Elder Liu! Saya menemukan ini di dekat semak-semak di pinggiran daerah yang hilang!"
Benda tersebut adalah sebuah kalung kecil dengan batu permata berwarna ungu tua yang masih menyala dengan cahaya lembut. Luan segera mengenali bahwa batu tersebut mengeluarkan energi yang sama dengan yang dia rasakan di tanah.
"Ini adalah Batu Portal dari Klan Ruang Waktu yang hilang!" teriak Wood Liu dengan mata membulat lebar. "Kisah nenek moyang kita mengatakan bahwa klan tersebut memiliki kemampuan untuk memindahkan benda besar dari satu tempat ke tempat lain atau bahkan ke dimensi lain!"
Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk mengikuti jejak energi yang mengarah ke Pegunungan Awan Tertinggi – tempat yang dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya dan jarang ditempati oleh manusia karena kondisi alam yang ekstrem dan banyak makhluk buas yang tinggal di sana.
"Kita harus berhati-hati sekali di sana," ujar Wood Liu kepada semua orang saat mereka mempersiapkan peralatan untuk perjalanan ke pegunungan. "Pegunungan Awan Tertinggi memiliki banyak jalur yang berbahaya dan cuaca yang sangat tidak menentu."
Hari berikutnya mereka berangkat menuju pegunungan. Jalan menuju sana sangat sulit – mereka harus melewati jurang yang dalam, sungai yang deras, dan jalur yang licin di lereng gunung. Zhao Tian yang memiliki keahlian dalam bertahan hidup di alam terbuka memimpin jalan dengan sangat hati-hati.
"Jangan terlalu dekat dengan tepi jurang!" teriak Zhao Tian saat mereka melewati sebuah jembatan kayu tua yang menggantung di atas jurang dalam. "Jembatan ini sudah tua dan mungkin tidak bisa menahan beban banyak orang sekaligus."
Setelah beberapa hari perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya mencapai dasar Pegunungan Awan Tertinggi. Di sana, mereka menemukan sebuah gua besar dengan simbol-simbol yang sama dengan pola yang ada di lokasi Hutan Kemarin yang hilang.
"Ini pasti tempatnya!" ujar Chen Hao dengan penuh semangat. "Simbol-simbol di pintu gua sama persis dengan yang kita temukan di tanah kosong!"
Mereka memasuki gua dengan hati-hati. Di dalamnya, jalanan gua yang luas dengan dinding yang dihiasi simbol-simbol kuno mengarah ke dalam lebih jauh. Cahaya dari batu permata di kalung yang mereka temukan mulai bersinar lebih terang saat mereka semakin dalam ke gua.
Di akhir lorong gua, mereka menemukan sebuah ruangan besar dengan langit-langit tinggi yang dihiasi dengan lukisan tentang langit dan bintang. Di tengah ruangan ada sebuah panggung besar dengan alat-alat aneh yang terbuat dari logam dan batu permata. Dan di sisi lain ruangan – mereka melihatnya dengan kagum – seluruh Hutan Kemarin yang hilang ternyata ada di sana, terkurung dalam sebuah bidang energi transparan yang besar!
"Hutan Kemarin!" teriak Wood Liu dengan emosi. "Kita menemukan dia!"
Tiba-tiba, suara tertawa yang terdengar seperti suara banyak orang sekaligus menggema di ruangan tersebut. Seorang lelaki tua dengan pakaian putih bersih muncul dari balik alat-alat di panggung besar.
"Sangat mengagumkan bahwa kalian bisa menemukan tempat ini," ujar lelaki tua tersebut dengan suara yang tenang tapi penuh kekuasaan. "Saya adalah Time Master Yuan – terakhir dari Klan Ruang Waktu."
"Mengapa kamu memindahkan seluruh Hutan Kemarin ke sini?" tanya Luan dengan suara tegas. "Hutan itu penting bagi banyak orang dan alam sekitarnya!"
"Karena hutan itu dalam bahaya besar," jawab Time Master Yuan dengan serius. "Sebuah bencana alam yang sangat besar akan segera terjadi di wilayah tersebut – sebuah gempa bumi yang akan menghancurkan seluruh area dan membuatnya tidak bisa ditinggali selama berabad-abad. Saya memindahkan hutan ke sini untuk menyelamatkannya."
"Tapi mengapa kamu tidak memberitahu kita atau Klan Hutan Hijau?" tanya Lin Mei dengan bingung. "Kita bisa bekerja sama untuk menemukan cara lain untuk menyelamatkan hutan tersebut!"
"Karena tidak ada waktu untuk itu," jawab Time Master Yuan. "Bencana itu akan terjadi dalam waktu tiga hari lagi. Dan saya tidak bisa memastikan apakah kalian akan mempercayai saya atau tidak. Klan Ruang Waktu telah dianggap sebagai klan yang berbahaya karena kemampuan kita yang bisa mengubah alur waktu dan ruang."
Luan mendekati bidang energi yang menahan hutan dan merasakan energi di dalamnya. Dia bisa merasakan bahwa hutan tersebut dalam kondisi baik dan bahkan tumbuh dengan subur di dalam bidang energi tersebut.
"Apa yang kamu katakan mungkin benar," ujar Luan setelah beberapa saat. "Tetapi kamu harus memahami bahwa dengan memindahkan hutan tersebut begitu saja, kamu telah menyebabkan masalah besar bagi banyak orang yang bergantung padanya."
"Saya tahu dan saya minta maaf atas itu," ujar Time Master Yuan dengan sopan. "Saya sudah merencanakan untuk mengembalikan hutan ke tempat semula setelah bencana tersebut berlalu. Tapi saya perlu bantuan kalian untuk memastikan bahwa ketika hutan tersebut kembali, ia akan tumbuh dengan lebih kuat dan melindungi wilayah tersebut dari bencana di masa depan."
Dia kemudian menunjukkan sebuah layar energi yang menunjukkan prediksi tentang bencana yang akan datang. Di dalamnya, mereka bisa melihat bahwa wilayah yang dulunya menjadi Hutan Kemarin akan mengalami gempa bumi besar yang membuat tanah longsor dan membentuk danau baru di sana.
"Setelah bencana tersebut berlalu, lokasi tersebut akan menjadi lebih subur dari sebelumnya," jelas Time Master Yuan. "Jika kita mengembalikan hutan ke sana pada waktu yang tepat, ia akan tumbuh dengan lebih kuat dan menjadi pelindung alam yang lebih baik."
Setelah membahas dengan cermat, mereka sepakat untuk membantu Time Master Yuan. Lin Mei akan membuat ramuan khusus untuk memperkuat akar dan batang pohon agar mereka bisa bertahan selama proses pemindahan kembali. Luan, Zhao Tian, dan Chen Hao akan membantu mengontrol energi bidang agar prosesnya berjalan lancar. Sementara itu, anggota Klan Hutan Hijau akan mempersiapkan wilayah tersebut untuk penerimaan kembali hutan mereka.
"Kita akan bekerja sama dengan kamu," ujar Luan kepada Time Master Yuan dengan erat. "Tetapi setelah ini selesai, kamu harus membantu kita memahami kemampuan klanmu agar kita bisa menggunakannya untuk kebaikan bersama di masa depan."
Time Master Yuan mengangguk dengan senyum. "Saya setuju. Klan Ruang Waktu telah menyendiri terlalu lama. Mungkin sudah saatnya kita kembali bergabung dengan komunitas kungfu dan menggunakan kemampuan kita untuk membantu orang lain."
Mereka semua menunggu di dalam gua selama tiga hari hingga bencana tersebut terjadi. Saat gempa bumi besar terjadi seperti yang diprediksi, mereka bisa merasakan getaran yang kuat bahkan dari dalam gua yang terlindungi. Setelah gempa berlalu dan keadaan kembali tenang, mereka mulai mempersiapkan proses pemindahan kembali Hutan Kemarin.
"Waktunya telah tiba," ujar Time Master Yuan saat berdiri di depan alat-alat besar di panggung. "Semua orang siaplah – proses ini akan membutuhkan banyak energi dan kerja sama yang erat."
Mereka semua mengambil posisi masing-masing. Lin Mei menyemprotkan ramuan khusus ke seluruh area hutan yang terkurung dalam bidang energi. Luan, Zhao Tian, dan Chen Hao membentuk lingkaran energi untuk membantu mengontrol dan membimbing hutan kembali ke lokasinya. Sementara itu, anggota Klan Hutan Hijau dan Time Master Yuan mengoperasikan alat-alat di panggung untuk memulai proses pemindahan.
Dengan cahaya yang sangat terang dan getaran yang kuat, seluruh Hutan Kemarin mulai perlahan menghilang dari dalam gua dan muncul kembali di lokasinya yang baru – sebuah wilayah yang sekarang memiliki tanah yang lebih subur dan bentuk yang lebih aman dari bencana alam.
Ketika mereka tiba di lokasi hutan yang baru saja kembali, mereka melihat dengan kagum bahwa hutan tersebut sudah mulai tumbuh dengan lebih subur dari sebelumnya. Pohon-pohonnya tampak lebih kuat, dan bunga-bunga yang jarang mekar kini bermekaran dengan indah.
"Hutan kita kembali!" teriak seluruh anggota Klan Hutan Hijau dengan penuh kegembiraan. Mereka berlari ke arah hutan dan menyentuh batang pohon dengan penuh cinta dan rasa syukur.
Time Master Yuan berdiri di sisi Luan dengan senyum puas. "Terima kasih atas bantuan kalian. Tanpa kalian, saya tidak bisa melakukan ini dengan sendirian."
"Ini adalah kerja sama yang baik," jawab Luan dengan senyum. "Seperti yang kita sepakati, kamu akan membantu kita memahami kemampuan klanmu dan bagaimana kita bisa menggunakannya untuk kebaikan bersama."
Wood Liu mendekati mereka dengan wajah penuh rasa terima kasih. "Kalian telah menyelamatkan hutan kita bukan hanya sekali, tapi dua kali lipat. Klan Hutan Hijau akan selalu berterima kasih kepada kalian dan siap membantu kapan saja jika kalian membutuhkan bantuan."
Sebelum mereka berangkat kembali, mereka semua berkumpul di tengah hutan untuk melakukan ritual kecil sebagai tanda persahabatan antara Klan Hutan Hijau, Akademi Qinglong, dan Klan Ruang Waktu yang baru saja bergabung kembali dengan komunitas kungfu.