Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Belanja
Acara yang Kenzo katakan memang hanya sebuah alasan saja. Namun, penyampaian Kenzie sangat menyelamatkan Kenzo dari amarah ayahnya yang sudah memberikan perintah seseorang untuk kemari sore ini.
"Oke gini,"
Kenzo menarik napas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum menyampaikan idenya.
"Untuk sekarang, narang-barang di kontrakan lu biar aja disana dulu, sekarang kita pergi belanja buat isi rumah, gue nggak terlalu ngerti soal isi rumah dan waktu kita nggak banyak," ujar Kenzo.
"Kamu aja deh yang belanja, 'kan itu rumahmu. Aku pulang aja ke kontrakan, terus tinggal info aja jam berapa orang suruhan papamu itu datang, nanti kabari sekalian kirim lokasi." tolak Kenzie yang merasa malas menuruti ide Kenzo.
Saking gregetnya, Kenzo menekan kening Kenzie dengan telunjuknya, untung saja tidak mengenai lukanya.
"Lu yang ngingetin, lu yang malas! dasar plin-plan!" protes Kenzo.
"Heh, nggak sopan banget! sakit tau!" protes Kenzie menyingkirkan jari telunjuk Kenzo.
Lagi-lagi Kenzo menarik napas panjang agar bisa mengendalikan emosinya dalam menghadapi musuh yang tiba-tiba menjadi istrinya itu.
"Eh, cewek tengil!"
Kenzo sedikit ragu dan malu untuk menyampaikan sebuah fakta yang ada pada dirinya. Tetapi, Kenzie sudah sah menjadi istri dan mau tidak mau harus menyampaikan fakta itu.
"Gue itu nggak pernah belanja keperluan rumah! so, lu yang harus pergi belanja!" ujar Kenzo.
Kenzie langsung melirik tajam dan bertanya-tanya mengenai siapa yang membelanjakan keperluan rumah Kenzo yang katanya hanya tinggal sendirian.
"Kenapa aku bingung, ya sudah pasti pacarnya lah!" bathin Kenzie.
"Tapi, aku nggak mau belanja sendiri, kamu harus ikut juga!" ujar Kenzie.
Setelah berpikir, Kenzo mengangguk.
"Lu harus lihat rumah gue dulu, biar tau apa aja yang harus di beli!" ujar Kenzo langsung tancap gas tanpa menunggu persetujuan Kenzie.
Kenzie langsung merasakan jantungnya berdebar-debar, karena untuk pertama kalinya masuk ke rumah seorang pria. Sedangkan selama berpacaran dengan Vito, Kenzie belum pernah mendatangi tempat tinggal kekasihnya itu.
"Aku mau narik kata-kataku soal belanja! aku mau pulang aja!" pinta Kenzie semakin cemas.
Kenzo hanya melirik tanpa memberikan jawaban yang membuat Kenzie semakin kesal.
Ternyata kediaman Kenzo tidak jauh dari tempat mereka berhenti. Rumah Kenzo berada di dalam perumahan yang sudah mendapatkan fasilitas keamanan untuk keluar masuk.
Kenzo langsung keluar dari mobilnya tanpa mengatakan apapun.
"Cih! dikira lagi ngajak pacarnya yang sudah biasa dibawa ke sini!" umpat Kenzie dengan terpaksa keluar dari mobil Kenzo.
"Ngomong sama tembok!" lanjutnya.
Rumah tersebut tidak besar, hanya satu lantai. Namun, Kenzie yakin harganya tidaklah murah bagi dirinya.
"Astaghfirullah!" gumam Kenzie setelah masuk ke dalam rumah Kenzo dan disuguhi pemandangan yang sangat berantakan.
"Biasa aja kali lihatnya! sampai mau copot tuh mata." protes Kenzo langsung membuka kamarnya untuk membuka tirai.
Kenzo menyadari tatapan mata Kenzie, namun, ia tetap memasang wajah cuek, meskipun dihatinya menyisakan sedikit rasa malu.
"Alah bodo amatlah, memang gue males bersih-bersih!" bathin Kenzo.
Kenzie mengitari pandangannya, rumah yang terkesan cantik dan modern harus dirusak oleh pemiliknya yang tidak rajin.
"Eh, ini cuma satu lantai? kamarnya cuma satu?" bathin Kenzie penasaran.
Karena sudah dua hari ditinggal, Kenzo langsung menghidupkan pendingin ruangan agar lebih sejuk.
"Itu kamar satunya, kalau nanti sore mereka datang, lu bisa di sana!" ujar Kenzo menunjuk pada ruangan di seberangnya.
"Ooo, ternyata ada dua kamar," bathin Kenzie langsung manggut-manggut lega.
Kenzo membuka pintu kamar itu dan memperlihatkan ruangan yang tidak luas, hanya ada bed sorong tanpa lemari ataupun meja.
"Hih, jadi kayak kumpul kebo!" gumam Kenzie merinding ketika mengikuti Kenzo.
"Ngigau lu! kita sudah menikah! enak aja kumpul kebo!" protes Kenzo tidak terima.
"Tajam juga pendengarannya," balas Kenzie menggerutu.
"Gue nggak budeg!" protes Kenzo.
Setelah menunjukkan kamar, Kenzo beralih membuka tirai-tirai yang ada di luar kamar. Kenzie pun hanya mengikuti kemanapun langkah Kenzo karena belum memiliki keberanian di rumah orang lain.
"Lu bisa lihat di sana, cek aja apa yang perlu dibeli." suruh Kenzo.
Kenzie masih memikirkan mulai dari mana untuk membersihkan rumah Kenzo ini. Ia pun langsung membuka ponselnya untuk mencatat beberapa yang paling utama untuk dibeli.
"Sudah belum?" tanya Kenzo.
"Rumah siapa sih ini sebenarnya!" gumam Kenzie.
"Ayo buruan waktunya tipis banget,"
"Harus pakai masker semua! jangan sampai ketemu orang yang dikenal!" balas Kenzie.
"Ya," jawab Kenzo.
Demi kelancaran dalam drama pernikahan ini, Kenzo membawa Kenzie ke toko furniture untuk membeli lemari pakaian dan meja rias. Setelah selesai dan meminta untuk diantar jam 2, mereka langsung lanjut ke pusat perbelanjaan.
Lorong demi lorong mereka lewati, Kenzie berperan dalam mengambil sesuai catatannya. Namun, ada juga yang diluar catatan karena baru ingat. Sedangkan Kenzo yang mendorong keranjang belanja mengikuti langkah Kenzie.
"Apa lagi?" tanya Kenzo.
"Sudah cukup kakiku capek, ayo langsung pulang!" jawab Kenzie.
Tanpa basa-basi, Kenzo langsung mengiyakan karena juga sudah cemas jika tiba-tiba bertemu orang yang mengenalnya.
Sampai di rumah lagi, Kenzo justru sedang menerima telepon dari seseorang. Kenzie sudah menebak pasti dari kekasihnya karena langsung menjauh. Sedangkan Kenzie belum mendapatkan telepon dari Vito meskipun ini hari libur.
"Hmm, aku merasa berdosa karena ada diantara hubungan mereka," gumam Kenzie sembari menyusun barang-barang belanjaan mereka.
Dua puluh menit berlalu, Kenzo kembali dan melihat Kenzie sedang membersihkan kulkas sebelum dimasukkan isian yang baru. Sedangkan sampah-sampah yang mengotori rumahnya sudah Kenzie kumpulkan ke dalam kantong plastik besar.
"Terlihat luwes," gumam Kenzo.
Kenzo langsung menyadarkan dirinya karena sudah memuji Kenzie, hal yang tidak boleh ia lakukan.
"Sudah siang, makan dulu. Nanti gue bantuin," ujar Kenzo.
Kenzie terkejut mendengar suara itu, namun, ia tidak bersuara dan menenangkan detak jantungnya agar kembali normal.
"Dari mana?" tanya Kenzie.
"Ambil pesanan di depan," jawab Kenzo.
"Oo," balas Kenzie masih jongkok di depan kulkas.
Kenzo meletakkan dua porsi makanan itu di atas meja dan ia pun duduk di sana karena sudah sangat lapar.
"Lu mau makan sekarang apa nggak?!" tanya Kenzo menahan rasa geregetan.
"Kalau sampai pingsan, gue nggak tanggung jawab, apapun bisa terjadi!" ancam Kenzo yang berhasil membuat Kenzie langsung bergegas menunda pekerjaannya itu.
Kenzie duduk dengan kasar, bibirnya mengerucut, dan tatapannya yang tajam.
"Awas kalau sampai macam-macam!" ancam Kenzie.
Kenzo tidak menjawab dan mereka langsung menyantap makanan dengan lahap.
"Ku kira dia nggak peduli sama rasa laparku," bathin Kenzie setelah selesai makan siang.
Tanpa berbicara, setelah kenyang dan mengeluarkan kantong sampah ke depan, Kenzo langsung mengambil kemoceng baru untuk membersihkan debu-debu yang menempel. Waktu yang terus berjalan, mereka harus menyelesaikan dengan cepat agar saat orang suruhan Zaky datang, rumah sudah dalam kondisi bersih.
"Selesai juga urusan kulkasnya," gumam Kenzie langsung menutup pintu kulkas dengan lega.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍