Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6 Di Bawa Ke Kota
Pagi itu aku di antar mas Adit ke kota untuk mengajukan resign ke tempat kerja ku dan juga mengambil barang di kos
" kita ke kos dulu saja tapi mobil nggak bisa di bawa masuk gang jadi parkir di depan rumah ibu kos" kata ku
Mas Adit pun memarkirkan mobilnya dan ikutan masuk ke kos ku
" Maaf mas tempatnya kecil mas tunggu di sini saja ya aku ke tempat kerja dulu mau mengantarkan surat resign" pinta ku
" Jauh pa nggak tempat kerja mu" tanya dia
" Nggak kok di pertokoan jalan besar sana aku jalan kaki saja mas istirahat di sini" jawabku dan akupun memakai sepatu kemudian bawa tas dan pergi ke tempat kerja dan mampir juga ke ibu kos buat pamit aku juga bilang sekarang ada di ada suami ku di kamar aku
Aku pun pergi ke tempat kerja mengajukan pengunduran diri dan mengambil gaji terakhirku lalu aku pergi beli makan siang karena ada suami ku aku beli nasi Padang dua bungkus juga beli air mineral buat makan siang
Sampai di tempat kos ternyata suami ku tidur aku segara mengepak barangku ya cuma pakaian sih kalau alat masak aku berikan ke nuri teman akrabku di sebelah kos jadi barangku hanya satu tas rangsel dan satu kardus saja mas Adit aku bangunin kemudian aku ajak makan aku ladeni dia aku ambilkan piring dan sendok kalau aku makan pakai tangan saja dia makan dengan lahap rupanya dia lapar
" Kelaparan bos " tanya ku
" Iya mulai tadi kek beli nasinya ini baru sekarang sudah selesai ngepak nya" tanya dia
" Maaf memang tadi nggak sarapan" tanya ku
" Sarapan roti sama kopi saja" jawab dia
" bentar aku merokok dulu di luar" kata dia kemudian dia merokok di bangku tempat biasanya teman teman nongkrong
" Nuri aku pamit ya maaf aku harus pindah ikut suami" kata ku pada nuri
" kamu kok nggak kabari aku kalau bapak mu meninggal kan aku bisa datang ke rumah mu" kata nuri
" Aduh aku saja pingsan di rawat di rumah sakit jadi ya nggak kepikiran ngabari kamu" jawabku
" Itu suami mu cuek banget kalau ada apa apa kabari aku ya" kata dia
" Siap bos" jawabku
" Sudah selesai bersiap ayo pulang" kata mas Adit
Nuri pun mengantar aku sampai ke depan rumah bapak kos dia juga membantu membawakan kardus tempat pakaian ku kemudian aku berpamitan dengan bu kos dan menyerahkan kunci kami pun pulang ke rumah di dalam mobil kami saling diam kerana masih canggung dari pada gabut aku pun tidur di mobil dan aku di bangunkan ketika mobil sudah sampai di rumah ibu aku membawa tas ku dan membawa kardus tempat pakaian ku masuk ke dalam kamar mas Adit ikut masuk dan melihat kamar ku kemudian di keluar lagi mungkin pulang ke rumah Nya aku kemudian membantu ibu ibu menata berkat untuk tujuh harian bapak Ku
Malam setelah Maghrib mas Adit datang dia membawa koper di berikan ke aku
" Buat tempat baju mu besok jangan di masukan ke kardus besok berangkat jam tujuh pagi" kata dia sambil memberikan koper
" Iya mas";jawabku kemudian aku masuk kamar dan menaruh koper di kamar ku dan aku kembali ke dapur kerena membantu ibu menata piring buat memberi makan orang tahlil
Selesai tahlil aku mengambikan makan buat suami ku dan ku bikinkan kopi ku kemudian aku kasihkan ke dia di meja makan dan dia pun makan dia bilang besok pagi di jemput dan sekarang dia pulang dulu bobok di rumah orang tuanya aku di suruh siap siap aku pun nurut apa kata suami ku
Pagi subuh aku bangun mandi bi endang dan ibu di belakang
" minum kopi Ra biar melek pasti kamu capek semalam siap siap" kata bi endang
" Iya bi nanti di sana kalau ada apa apa telephon bibinya neng" kat bi endang
" kamu nggak usah mikirin kami nak mulai besok ibu jualan dan sekarang ini ada teman ya bibi mu ini" kata ibu yang sudah bisa tersenyum
Kami sarapan seadanya kemudian siap siap takut kalau yang mulia Adit datang menjenguk aku belum siap takut dia marah marah jam setengah delapan dia datang dan langsung mengajak aku berangkat aku memasukkan koper ku dan ku bawa tas pemberian mertua juga baju aku pakai begitu juga perhiasan aku pakai semua cincin, gelang, kalung juga giwang satu set aku pakai dan setelah pamitan sama ibu aku berangkat naik mobil dengan mas Aditya
Selama perjalanan kami saling diam aku juga canggung mungkin dia juga canggung dulu kecil sih aku sering di ajak bermain dan di gendong saat jatuh main bola aku memang tomboi sejak kecil dan sering di ajak bermain karena dia ingin punya adek katanya. Watu itu aku Tk dia kelas enam dan aku sering di latih karate juga di ajak main bola tapi setelah dia masuk SMP nggak pernah ngajak lagi dan saat dia SMA Sampai dia kuliah jarang ketemu mungkin kalau lebaran saja kita ketemu hanya saling sapa saja tidak pernah bergaul karena dia anak kota aku hanya anak kampung dan Sampai saat ini aku di nikah kan sama dia. Kami mampir makan siang di rest area dan restoran cepat saji kesukaan dia memang makanan cepat saji dan nggak suka sayur
Perjalanan sekitar empat jam Sampai aku di rumah dia.Rumah bergaya minimalis modern dekat dengan pusat kota kalau menurut ku sih bagus karena rumah di kota pasti mahal buka pagar langsung car port sebelah nya teras ada dua kursi
" Kamu di kamar belakang bersebelahan dengan kamarku di depan itu kamar tamu di atas ada kamar tapi aku buat gudang jadi nggak pernah aku pakai" kata mas Adit sambil menunjukan kamar belakang
" Kita tidur terpisah karena aku tidak mencintai mu aku terpaksa menikahi mu karena permintaan papa kamu jangan ngadu ke papa ingat ilmu bela diriku lebih tinggi dari kamu" kata dia
" Tergantung kalau mas menganiaya aku pasti akan aku lawan aku tidak takut biar bela diri ku kalah dari mu tapi kalau di injak pasti melawan" jawab ku
Aku masuk kamar yang bersebelahan dengan mas Adit kamar sederhana dengan satu kamar tidur dan lemari dan kamar mandi di luar dan aku pun lansung bobok santai setelah sholat dhuhur Sore aku bangun dan melihat isi kulkas karena aku lapar aku melihat ada roti dan selai aku pun makan dan aku membuat kopi susu yang ada di lemari aku ambil mas Adit datang menemui Aku
" Ra mana nomer rekening mu aku transfer uang nafkah buat kamu terserah kamu mau buat apa karena aku tidak pernah makan di rumah kamu nggak usah siapi aku makan tolong kamu bersihkan rumah saja dan bajuku semua di laundry kan kamu terkenal nggak bisa masak bahaya aku bisa keracunan" kata dia dengan tengil.
" Kalau gitu aku izin mau mencari kerja " kata ku
" Terserah dan kamu jangan mengurusi urusan kau dan sebaliknya" kata dia
"Ok deal ya" jawabku
Pagi aku bangun sholat subuh kemudian bikin kopi dan membersihkan rumah menyapu dan aku pel bajuku ku cuci sendiri kemudian aku mandi aku mau cari keberuntungan mencari kerja di daerah sini semalam dapat transfer uang belanja lima juta lumayan dan yang dua juta uang mas kawin masih utuh yang aku pakai uang gaji terakhirku nanti buat beli sarapan sambil cari kerja Pagi setelah mandi aku Santai di kamar sambil lihat hp dan ku telephon bi endang aku ingin bertemu dengan mas Arya yaitu anaknya juragan bi endang yang berkenalan dengan aku siapa tahu bisa membantuku mencarikan pekerjaan dan aku sudah punya nomernya.
Teryata mas Arya ngasih alamat tempat usaha papanya aku di suruh ke sana sambil bawa lamaran jam sembilan pagi aku keluar kamar dengan Rapi dan membawa tas rangsel yang berisi surat lamaran.
Bersambung ......