NovelToon NovelToon
MONSTER DI DUNIA MURIM

MONSTER DI DUNIA MURIM

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:947
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Dulu aku adalah sampah di Sekte Awan Azure, sampai sistem 'Night Crawler' merobek kemanusiaanku dan menggantinya dengan insting predator. Sekarang, aku bisa bertransformasi menjadi monster dan melahap kultivasi siapa pun yang berani menghalangi jalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Aku segera bergerak sebelum bayangan itu benar-benar menyentuh kaki He Ran. Kecepatanku saat ini terasa berkali-kali lipat lebih cepat daripada sebelumnya. Aku tidak lagi merasa seperti manusia yang sedang berlari, melainkan seperti seberkas cahaya hitam yang membelah udara.

"Jangan coba-coba menyentuhnya!" teriakku sembari mengayunkan kaki kananku ke arah bayangan yang merayap itu.

Benturan itu menghasilkan suara dentuman logam yang sangat nyaring. Bayangan tersebut ternyata memiliki massa yang padat. Han Gwang tertawa kecil melihat usahaku. Ia menarik kembali bayangannya dengan satu jentikan jari yang terlihat sangat santai.

"Kau sangat protektif terhadap wanita yang sudah membohongimu, Han Wol," ujar Han Gwang dengan nada mengejek yang kental.

Aku berdiri tegak di depan He Ran yang masih terengah-engah. Mataku menatap tajam ke arah lelaki tua yang mengaku sebagai kakekku itu. Tanganku yang sudah bersisik emas bergetar hebat karena menahan amarah yang meluap-luap.

"Boho-ng atau tidak, dia adalah sekutuku saat ini," sahutku dengan suara yang berat dan berwibawa.

Jin Seo melangkah maju dengan pedang peraknya yang bersinar terang. Ia memberikan isyarat kepada pasukan bertopeng untuk tetap berada di posisi siaga. Matanya yang tajam mengawasi setiap pergerakan Han Gwang dengan penuh kewaspadaan.

"Han Gwang, namamu sudah lama hilang dari catatan Aliansi Murim," cetus Jin Seo sembari mengarahkan ujung pedangnya ke dada lelaki tua itu.

Han Gwang menoleh ke arah Jin Seo dengan tatapan yang sangat merendahkan. Ia tersenyum tipis hingga memperlihatkan deretan giginya yang tampak seperti taring binatang buas.

"Aliansi Murim tetaplah kumpulan orang-orang munafik yang haus kekuasaan," balas Han Gwang sembari memutar tombaknya perlahan.

"Menyerahlah sekarang, atau kami akan meratakan makam ini bersama jasadmu!" ancam Jin Seo dengan nada suara yang meninggi.

Han Gwang tidak menjawab ancaman itu dengan kata-kata. Ia justru menghantamkan pangkal tombaknya ke lantai batu makam. Seketika, getaran hebat merambat melalui lantai, membuat Jin Seo dan pasukannya terhuyung-huyung.

"Kalian pikir zirah perak itu bisa menahan kekuatan Asura yang murni?" tanya Han Gwang sembari menyipitkan mata.

Aku merasakan perubahan pada energi di sekitarku. Udara mendadak menjadi sangat dingin dan berat. Aku mencengkeram lengan He Ran, berusaha memberikan sedikit perlindungan dengan sisa energiku.

"Han, pergilah dari sini," bisik He Ran sembari mencengkeram tanganku dengan sangat erat.

"Aku tidak akan meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini," jawabku tanpa menoleh ke arahnya.

"Dia bukan kakekmu yang dulu, Han. Dia hanyalah cangkang kosong yang dikuasai oleh ambisi hitam," jelas He Ran dengan suara yang sangat parau.

Han Gwang melesat maju ke arah pasukan Aliansi Murim. Gerakannya sangat brutal. Tombaknya menebas setiap prajurit zirah perak yang mencoba menghalanginya. Darah menyembur ke segala arah, namun tidak ada setetes pun yang mengenai zirah peraknya.

"Lawan dia, Jin Seo!" teriakku sembari mulai mengumpulkan energi di telapak tanganku.

Jin Seo menerjang dengan teknik Pedang Cahaya Surgawi. Cahaya putih yang menyilaukan beradu dengan aura ungu gelap milik Han Gwang. Dentingan senjata mereka bergema di seluruh ruangan makam, menciptakan tekanan udara yang sanggup merobek kain jubahku.

"Kau cukup berbakat, Anak Muda," puji Han Gwang di tengah benturan senjata mereka.

"Aku tidak butuh pujian dari monster sepertimu!" raung Jin Seo sembari menambah tekanan pada pedangnya.

Aku melihat celah saat Han Gwang terfokus pada serangan Jin Seo. Aku melepaskan pegangan He Ran dan melompat tinggi ke arah langit-langit makam. Sayap hitamku mengepak dengan kuat, memberiku dorongan tambahan untuk menukik tajam ke arah punggung Han Gwang.

"Rasakan ini!" teriakku sembari mengarahkan cakar kananku ke arah tengkuknya.

Han Gwang tidak menoleh. Ia justru menggunakan ekor bersisiknya yang tiba-tiba muncul untuk menangkis seranganku. Benturan itu mementalkanku kembali ke lantai batu.

"Gerakanmu terlalu mudah dibaca, Cucu," ejek Han Gwang sembari menendang dada Jin Seo hingga terlempar jauh.

Aku terengah-engah sembari bangkit berdiri kembali. Rasa sakit di tanganku mulai memudar berkat kemampuan regenerasi Asura. Namun, aku sadar bahwa kekuatan fisik saja tidak akan cukup untuk mengalahkan lelaki tua ini.

"Han, gunakan inti energimu yang paling dalam," instruksi He Ran sembari berusaha duduk tegak.

"Bagaimana caranya?" tanyaku dengan nada bingung.

"Lupakan semua teknik yang diberikan sistem itu. Bayangkan kau adalah kegelapan yang sedang menelan cahaya," jelas He Ran sembari memberikan kode melalui gerakan jarinya.

Aku menutup mataku sejenak. Aku mencoba merasakan aliran energi di dalam jantungku. Kali ini, aku tidak lagi mencari notifikasi dari sistem. Aku mencari detak jantungku sendiri yang kini berdegup sangat kencang.

"Kegelapan yang menelan cahaya," gumamku sembari mengepalkan tangan.

Seketika, aura emas di lenganku berubah menjadi hitam pekat yang tidak memantulkan cahaya sedikit pun. Seluruh ruangan makam mendadak menjadi sangat sunyi. Han Gwang menghentikan serangannya ke arah prajurit aliansi dan menoleh ke arahku dengan wajah yang sangat serius.

"Jadi kau sudah menemukan cara mengaktifkan Esensi Kehampaan," gumam Han Gwang sembari merendahkan posisi tubuhnya.

"Aku akan mengakhiri semua ini, Han Gwang," tandasku dengan suara yang bergema di seluruh makam.

Aku melesat maju tanpa menggunakan sayap. Gerakanku kini benar-benar tidak terdeteksi oleh mata manusia biasa. Sebelum Han Gwang sempat mengangkat tombaknya, aku sudah berada tepat di hadapannya.

Bugh!

Pukulanku mendarat telak di dagunya. Kekuatan pukulanku kali ini sangat berbeda. Tidak ada ledakan energi, namun Han Gwang terlempar ke atas hingga menghantam langit-langit makam dengan suara yang sangat keras.

"Ini belum selesai!" teriak Han Gwang dari atas sana.

Ia menjatuhkan dirinya kembali ke bawah dengan ujung tombak mengarah tepat ke kepalaku. Aku tidak menghindar. Aku justru mengangkat kedua tanganku untuk menangkap tombak tersebut secara langsung.

Denting!

Tombak emas itu hancur berkeping-keping di tanganku. Han Gwang terbelalak kaget. Ia mendarat di depanku dengan napas yang mulai tersengal-sengal. Zirah peraknya kini sudah banyak yang retak.

"Bagaimana mungkin kau bisa menghancurkan senjata pusaka keluarga kita?" tanya Han Gwang dengan suara yang bergetar hebat.

"Karena aku bukan bagian dari keluargamu yang busuk itu," jawabku sembari mencengkeram lehernya.

Aku mengangkat tubuh Han Gwang dengan satu tangan. Ia meronta-ronta, mencoba melepaskan cengkeramanku, namun kekuatanku saat ini berada di level yang sepenuhnya berbeda.

"Lepaskan... aku..." rintih Han Gwang dengan wajah yang mulai membiru.

Tiba-tiba, dari arah belakang makam, muncul sebuah gerbang cahaya putih yang sangat besar. Beberapa tetua Aliansi Murim dengan jubah putih bersih keluar dari gerbang tersebut, dipimpin oleh seorang pria yang membawa gulungan kertas besar.

"Han Wol! Berhenti sekarang juga!" teriak pria berpakaian putih itu.

Aku menoleh perlahan ke arah mereka tanpa melepaskan leher Han Gwang. Mataku yang hitam pekat menatap mereka satu per satu, membuat beberapa tetua muda di barisan belakang mundur ketakutan.

"Apa lagi yang kalian inginkan?" tanyaku dengan nada suara yang sangat dingin.

"Kau harus menyerahkan Han Gwang kepada Aliansi untuk diadili," perintah pria berpakaian putih tersebut.

"Adili? Dia adalah monster yang sudah membantai ribuan orang," sahutku sembari mempererat cengkeramanku.

"Itulah tugas kami. Kau hanya perlu menyerahkannya dan kembali ke kediaman He Ran," lanjut pria itu sembari membuka gulungan kertasnya.

Aku tertawa pendek, sebuah tawa yang terdengar sangat menyeramkan. Aku melirik ke arah He Ran yang kini hanya bisa menatapku dengan tatapan yang sangat sedih. Ia seolah tahu apa yang akan aku lakukan selanjutnya.

"Aliansi Murim selalu datang saat semuanya sudah selesai," ejekku sembari menoleh kembali ke arah kakekku.

"Han... jangan..." bisik Han Gwang dengan sisa tenaganya.

Aku tidak mendengarkan siapa pun. Aku memusatkan seluruh energi kegelapan di telapak tanganku. Tepat saat para tetua aliansi hendak menerjangku, aku merasakan getaran aneh dari arah lantai bawah tanah yang lebih dalam.

Suara raungan yang jauh lebih besar dari apa pun yang pernah aku dengar bergema dari bawah pijakan kami. Seluruh makam mulai berguncang hebat, seolah ada entitas raksasa yang sedang mencoba bangun dari tidurnya.

"Apa itu?" tanya Jin Seo sembari menatap lantai dengan wajah pucat.

"Penjaga asli makam ini sudah bangun," gumam He Ran sembari menunjuk ke arah lubang besar yang terbentuk di tengah ruangan.

Sesosok makhluk dengan tinggi lima meter, tertutup oleh batu dan energi api biru, merangkak keluar dari lubang tersebut. Makhluk itu menatap kami semua dengan satu mata besar yang menyala merah.

"Kalian semua... mangsaku..." ucap makhluk batu itu dengan suara yang menggetarkan tulang.

Aku melepaskan Han Gwang begitu saja. Lelaki tua itu jatuh terkapar di lantai, namun fokusku kini sepenuhnya tertuju pada monster raksasa di depanku.

"Sepertinya kita harus menunda urusan keluarga kita, Kakek," ucapku sembari bersiap untuk bertransformasi penuh sekali lagi.

1
johanes ronald
ceritanya agak bingung, kl rantai hitamnya diserap, trs wkt penjaga masuk, apa gak liat rantainya sdh gak ada?
johanes ronald
hidup jang mi ulat sekali ya?
johanes ronald
bingung + excited mo smp dimna ceritanya berakhir
johanes ronald
politiknya bnyk skali
KanzaCyr_ 🐼🌻
❤️🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!