NovelToon NovelToon
Tumbal Mayat

Tumbal Mayat

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:63.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.

Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.

Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Rasa curiga Davin

Suara lolongan anjing semakin menambah seram nya suasana di area perkuburan ini, mereka yang berjaga tetap waspada satu sama lain karena takut bila nanti sesuatu akan datang dan kemudian menghantui mereka semua karena mereka masih percaya bahwa ini adalah malam yang begitu mengerikan setelah kematian seseorang yang gagal saat mau melahirkan.

Walau mereka semua duduk di sana dalam satu tenda dan memasukkan kuburan itu di dalam tenda namun tetap saja ada rasa cemas di dalam hati, ada tujuh orang yang berjaga malam ini dan mereka semua asyik ngobrol satu sama lain agar suasana yang terasa begitu angker bisa hilang begitu saja di dalam perasaan mereka.

Bayangkan saja saat ini mereka seperti tengah camping di area perkuburan, siapa saja pasti akan merasa takut dan tidak nyaman karena mau berbaring saja langsung melihat kuburan milik Sintia yang masih merah dan lengkap juga dengan berbagai macam topping bunga yang ada di atas tanah tersebut.

Yose juga ikut berjaga karena dia tidak mau bila hanya diam di rumah saja dan sudah pasti ketika sedang berjaga dengan yang lain maka dia hanya duduk dia memeluk kuburan sang istri, sakit sekali hati pria itu karena dia merasa sangat bersalah atas kematian sang istri yang tidak bisa mengeluarkan bayi yang ada di dalam perut dia.

Namun mau sekuat apa saja dia menyesali maka itu tidak akan merubah keadaan dan hanya akan menambah suasana menjadi semakin runyam saja, Yose juga tidak banyak berbicara dan hanya diam karena dia teringat bagaimana dulu masa indah yang telah mereka lewati namun sekarang sudah tidak bisa untuk di ulang kembali.

Andai saja waktu bisa di ulang maka dia tidak mungkin berusaha keras untuk mencari obat agar sang istri bisa hamil dan kemudian mereka memiliki anak bersama, tapi memang manusia tidak tahu dengan nasib yang akan mereka hadapi sehingga saat itu mereka tanpa ada beban berjuang bersama agar segera memiliki keturunan di dalam rumah tangga yang telah terbangun selama dua belas tahun.

"Yos, jangan merenung terus seperti itu." Ahmad memegang pundak Yose.

"Aku masih terbayang ketika kami begitu bahagia saat mendengar kabar bahwa Sintia sudah mengandung saat itu." Yose kembali terkenang ketika sang istri masih hidup.

"Semua orang pasti akan pernah melewati masa bahagia dan itu akan menjadi serpihan kenangan yang tidak akan pernah bisa memudar." ujar Ahmad.

"Demi Allah aku sangat menyesali ini semua, bahkan bila bisa maka aku ingin agar aku saja yang menggantikan Sintia." sesal Yose kembali menangis di atas kuburan itu.

AAAAAUUUUUUU.

"Kenapa anjing ini terus melolong seperti itu?" Ardi agak mepet kepada Davin karena dia memang yang paling kecil dan paling penakut.

"Tidak apa apa, sekarang lagi musim kawin sehingga pasti dia mencari pasangan." Lutfi berkata sambil tersenyum.

"Masa kawin di area kuburan, kan agak kurang nyaman ya." Ardi menjawab lagi.

Davin memberi kode agar Ardi diam saja dan tidak membantah tentang omongan Lutfi yang kadang memang agak gila sehingga dia tidak perlu untuk di percaya sepenuh nya, lebih baik fokus dulu untuk melihat bagaimana keadaan yang di ada di area kuburan ini agar tidak ada kesalahan yang akan membuat masalah semakin pelik.

"Untuk apa kau hidupkan itu tadi?" Andi meniup sabut kelapa yang di bakar Davin tadi.

"Biar tidak banyak nyamuk jadi aku menghidupkan itu saja." jawab Davin sambil melihat keadaan di luar sana.

"Tapi kalau sedang ramai begini agak kurang takut juga walau kita tinggal di area kuburan." Andi berkata sambil tersenyum.

"Mereka juga tidak akan mengganggu kita karena mereka sudah tenang di alam kubur sana." jawab Davin cepat.

"Kau serius sekarang ini sudah tidak bisa melihat keberadaan itu lagi?" Andi bertanya untuk memastikan terlebih dahulu.

"Sudah tidak bisa, tapi itu lebih baik." sahut Davin lagi.

Memang sekarang Davin sudah tidak bisa melihat keberadaan makhluk gaib lagi karena khodam yang menjadi pendamping telah musnah akibat sebuah pertempuran, jadi sekarang dia hanya manusia biasa seperti yang lain dan tidak bisa melihat keberadaan para iblis yang ada di hadapan dia sehingga Davin kadang merasa sedikit tenang dan tidak perlu menahan rasa takut lagi.

"Itu apa yang kelip kelip di sana, Vin?" Andi melihat sekilas cahaya namun itu segera menghilang dari pandangan mata dia.

"Aku tidak melihat ada apa-apa di sana." Davin cepat berdiri dan mengambil senter untuk memastikan terlebih dahulu.

"Tadi sepertinya ada tapi memang dengan cepat dia menghilang." ujar Andi kembali.

"Paling lampu motor dari seseorang karena ini masih belum terlalu malam." Davin berusaha untuk menenangkan pikiran Andi.

Wuussssh.

Wuuusssh.

"Ya Allah kok aku merinding begini ya." Andi membatin saja karena dia tidak berani berbicara langsung kepada Davin tentang perasaan yang sedang dia rasakan saat ini.

Siapa yang tidak merinding bila mereka bermalam di sebuah kuburan dan yang mereka tunggu ini adalah kuburan baru, hanya karena mereka takut bila nanti kuburan Sintia akan di gali oleh seseorang untuk di jadikan hal yang tidak bagus, bila itu sampai terjadi maka sudah pasti Yose akan kembali begitu berduka.

"Bau anyir ini." batin Andi lagi sambil menatap sekitar.

"Aku sudah tidak bisa melihat, tapi kenapa aku melihat bayangan hitam di balik pohon kapuk itu." batin Davin lagi sambil menatap lurus.

"Apa itu bukan iblis? tapi bila manusia maka tidak mungkin bisa setinggi itu, atau ini ulah Zahra anak Mbak Pur!" Davin baru ingat.

Andi menoleh karena melihat Davin hanya terdiam sambil menatap pohon kapuk itu, saat Andi melihat ke arah sana juga tapi dia sama sekali tidak melihat keberadaan makhluk yang di batin oleh Davin sehingga dia merasa Davin hanya diam merenung atas apa yang telah terjadi di kampung mereka.

"Bukan kah saat itu Zahra juga menggali kuburan dan membunuh juru kunci?" Davin teringat dengan ulah Zahra kala itu.

"Zahra siapa yang kau katakan?" Andi menatap Davin kebingungan.

"Kita besok sepertinya memang harus segera menuju rumah Mbak Purnama." tekad Davin lagi.

"Kau bilang kita harus menunggu beberapa saat dan berbicara saja kepada Arya." Andi jadi tambah tidak paham.

"Ini serius, jadi harus besok." Davin sudah sangat yakin.

Saat itu Davin memang mendengar kabar bahwa Zahra telah membuat ulah dan membongkar kuburan dari kembaran dia sendiri lalu membunuh juru kunci makam dan memakan seluruh jeroan, jadi sekarang bisa di bilang bahwa Davin sedang curiga kepada Zahra yang telah musnah itu.

Selamat pagi besti, yok like dan komentar nya ya.

1
Nureliya Yajid
semangat thor
ρυтяσ✨
semoga Bara bisa melawan rombongan harimau
zoeyy
❤️❤️
ρυтяσ✨
ini pasti sudah lama menganut ilmu'y, maka'y sudah bisa pake kabut hitam segala...
Ass Yfa
Bara...dikeroyok 5 macan...member lainnya mana kok ndak ada yg muncul
tse
waduh kasihan Bar di keroyok..
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu
Eli Rahma
lanjuutt
cuplis
berharap bukan ahmad dalang dibalik pencurian mayat ini,
Cindy
lanjut kak
Nana zweety
semoga ada member lagi yang membantu... jangan sampai ada member yang musnah ya kak outhor
Nurr Tika
ceritanya bagus
Nurr Tika
semoga bara bs mengalahkan harimau
Tri Lestari
td kontak batin atuh bar
Ela Jutek
Nana kau kemana dah, lagi butuh kamu itu Bara buat bantai pasukan macan
Dede Dedeh
kalau gak salah harimau takut api, iya gak sih?
Marsiyah Minardi
Mulai rame nih pertempurannya
Ayo Bara ,tunjukkan kemampuannmu
Buktikan berguna
Laila Amalia
Ayo davin hubungi purnama atau Arya minta bantuin
Ayuk Witanto
bara thor....
Ayuk Witanto
deg degan mak
Ayuk Witanto
ternyata banyak harimau nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!