NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:106.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

"Hei, bocah! Apa kau sudah tidur?"

Jeremy berbisik sangat pelan sambil mendorong pintu kamar anaknya yang sedikit terbuka. Sementara di dalam, hanya suara napas teratur Elio yang terdengar.

Jeremy melangkah masuk, berniat menyelimuti Elio dengan benar. Namun, matanya tertuju pada sebuah benda yang didekap erat oleh Elio dalam tidurnya.

Itu adalah sebuah foto yang dicetak kasar dari printer kecil milik Elio. Di sana, Elio tertawa lepas, sangat lepas sambil merangkul leher Cahaya yang juga tersenyum lebar dengan hidung belepotan es krim cokelat.

Di bawah foto itu, ada tulisan tangan Elio yang masih miring-miring, “Me and Mommy.”

Jantung Jeremy berdegup tidak karuan. Ia mematung. Senyum Cahaya dalam foto itu, sangat mirip dengan cara Stella menatapnya dulu. Hangat, tulus, dan seolah dunia baik-baik saja. Jeremy terduduk di pinggir ranjang, mengusap wajahnya frustrasi.

"Apa yang sudah kulakukan? Putraku sendiri harus memanggil orang asing mommy hanya untuk merasa dicintai?"

Jeremy keluar dari kamar Elio dengan perasaan berkecamuk. Saat melewati ruang tengah, ia mendengar suara rintihan kecil dari arah sofa.

"Astaga, sakit sekali. Kau kuat Aya, kuat!" lirih Cahaya.

Jeremy mengernyit. Ia mendekati sofa dan menemukan Cahaya sedang meringkuk, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin bercucuran di dahinya.

Gadis itu mencoba mengoleskan balsem ke pinggangnya sendiri, tapi tangannya gemetar.

"Kenapa kau belum pulang?" tanya Jeremy datar.

Cahaya tersentak, hampir saja menjatuhkan botol balsemnya. "Om! Mengagetkan saja! Kan saya sudah bilang, pinggang saya rasanya mau copot gara-gara insiden dilempar monster kemarin. Saya tidak sanggup berjalan ke asrama, jadi saya izin pada bibi Martha untul tidur di sofa saja."

"Jangan konyol. Sofa ini keras, punggungmu bisa makin parah. Kenapa tidak bilang kalau sakit?" Jeremy menatap wajah Cahaya yang tampak kaku.

"Bilang ke Om? Buat apa? Biar dihina lagi? Biar dibilang saya manja dan mau menggantikan posisi mendiang istri Om?" Cahaya mendengus, mencoba duduk meski berakhir dengan ringisan pedas. "Sudahlah, Om sana masuk kamar saja. Jangan ganggu pemandangan saya."

Jeremy menghela napas panjang. Gengsinya bertarung hebat dengan rasa bersalahnya. Tanpa aba-aba, ia merebut botol balsem dari tangan Cahaya.

"Eh! Mau apa, Om?! Jangan macam-macam ya! Saya teriak nih!" Cahaya melotot sembari mencoba menjauh.

"Diamlah, Nona Berisik! Aku hanya akan mengoleskan ini. Kau tidak bisa menjangkaunya sendiri, kan?" Jeremy duduk di tepi sofa, memaksa Cahaya untuk berbalik memunggunginya.

Cahaya membeku. Tangan Jeremy yang besar dan hangat menyentuh kulit pinggangnya yang memar. Sentuhan itu tidak kasar seperti biasanya karena Jeremy melakukannya dengan sangat hati-hati, seolah takut Cahaya akan hancur jika ia menekannya terlalu keras.

"Aw! Pelan sedikit, Om! Itu bukan adonan roti!" keluh Cahaya, kepalanya menoleh ke belakang dengan wajah galak.

"Ini sudah pelan. Kau saja yang terlalu banyak bicara," gerutu Jeremy dengan mata yang masih fokus pada lebam kebiruan di sana. "Apa ini karena aku melepaskanmu kemarin?"

Cahaya terdiam sejenak, lalu mendengus. "Ya iyalah. Memangnya karena jatuh cinta sama Om? Ogah banget!"

Jeremy tidak membalas ejekan itu. Ia terus mengusap pinggang Cahaya dengan gerakan memutar yang menenangkan hingga suasana diantara mereka menjadi sedikit canggung.

Cahaya yang biasanya punya seribu kata untuk memaki, tiba-tiba merasa lidahnya kelu. Aroma parfum maskulin Jeremy bercampur bau balsem yang tajam menciptakan suasana aneh yang membuat jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

"Kenapa kau melakukan itu tadi di sekolah?" tanya Jeremy.

"Sudah saya bilang, saya tidak tega melihat Elio. Dia anak yang hebat. Dia tidak pernah benci Om meski Om jahat padanya. Dia justru sayang sekali sama Om. Dia cuma butuh diakui," jawab Cahaya.

Jeremy menghentikan gerakannya sebentar. "Dia memanggilmu Mommy. Apa kau tidak keberatan?"

"Awalnya aneh, sih. Tapi kalau itu bisa membuat dia tidur nyenyak dan merasa punya pelindung, saya tidak keberatan dipanggil Mommy, Tante, atau Nenek sekalipun," ucap Cahaya sembari terkekeh kecil. "Tapi jangan harap itu artinya saya mau jadi istri Om. Visi misi kita beda jauh. Om fokus cari uang, saya fokus cari kebahagiaan. Om juga bukan tipe saya!"

Jeremy menatap tengkuk leher Cahaya. Ada sesuatu dalam diri gadis ini yang mulai menarik perhatiannya.

Keberaniannya, mulut pedasnya selalu mengingatkannya oada Stella.

"Sudah selesai," ucap Jeremy sambil menutup botol balsem. "Bisa berdiri?"

"Kayaknya sudah mendingan. Makasih ya, Om. Ternyata tangannya bisa berguna buat selain mukul dinding." Cahaya mencoba berdiri, tapi tubuhnya limbung.

Refleks, Jeremy menangkap lengan Cahaya dan membantunya berdiri. Jarak mereka kembali sangat dekat.

Jeremy menatap mata gadis itu, mencari benci yang tadi siang ia lihat, tapi yang ia temukan hanya kejujuran.

"Jangan tidur di sofa. Tidur di kamar tamu yang lebih layak," perintah Jeremy.

"Tumben baik? Habis kesurupan apa?" Cahaya menyipitkan mata curiga.

"Jangan banyak tanya atau aku gendong kau sampai ke kamar tamu sekarang juga!" ancam Jeremy.

Cahaya langsung menjauh dengan langkah terpincang-pincang.

"Eh, tidak usah! Saya bisa jalan sendiri! Dasar pria aneh!"

Jeremy berdiri di sana, memperhatikan punggung Cahaya sampai gadis itu menghilang di balik pintu kamar tamu. Lalu, ia menyentuh dadanya yang bergemuruh.

"Sial," umpat Jeremy pelan. "Kenapa jantungku berisik sekali hanya karena mahasiswi cerewet itu?"

Jeremy tidak tahu bahwa di dalam kamar, Cahaya juga sedang memegangi dadanya sendiri sambil mengomel.

"Aduh, Cahaya! Sadar! Jangan baper cuma gara-gara diolesi balsem! Dia tetap pria berhati batu yang menyebalkan! Mulai sekarang, tugasmu adalah mendekatkan ayah dan anak itu," gumam Cahaya.

1
Inonk_ordinary
tp kasian alvin🥲
Dika Pm
thooorrr AQ bilang Kya gak sanggup baca ya cerita Jeremy buat patah hati. tp apalah data q rasa penasaranku lbih kuat dri PD patah hati sedihku 🤣🤣🤣🤣
Senja: hehehe😁
total 1 replies
Ani Basiati
kok tamat thor
falea sezi
bner ya cwek skg milih yg mapan kaya hmm matre
falea sezi
baru paham ini yg Stella anak darah biru itu kah oalah baru mudeng saya
Wulan Sari
mbokan mau di kasih tambahan masih mau Thor semangat 💪❤️ salam
Wulan Sari
Trimakasih Thor ceritanya sudah tamat dan akhirnya hidup bahagia..
semangat 💪 untuk cerita yg lain Thor 👍 salam sukses selalu ya ❤️🙂 trimakasih 🙏
+62 boker
❤️❤️❤️❤️❤️
EembuL
astaagaaaa 😲😲😲 lgsg the end doong ?!!!
Senja: wkwk🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
Dew666
💃💃💃💃💃
Mita Paramita
singkat bgt tamatnya🫡 berharap masih panjang episode ny.
Kinara Widya
yaaa selesai aja...Bonchap kak
Senja: hheeee🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
udah selese aja Thorr...kan Cahaya blm melahirkan, apakah anaknya pr seperti keinginan Elio punya adik pr....ada bonchap nya kah 💖💖💖😘😘😘
Senja: heheh🤭🤭
total 1 replies
Lucy
wah dah tamat aja ya Thor,👍👍👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja.....happy ending ya
Senja: Iya kakak🙏
total 1 replies
Nice1808
wah tamat padahal elio blom lihat adiknya😃😃
Nice1808: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
Keysha Aurelie
demi apa udah selesai aja😭😭😭
aku masih berharap 🤭
pantas kemarin aku merasakan detik detik ending dan ternyata memang selesai
terimakasih kak sudah membuat cerita ini dengan sangat baik ,sudah menghibur pembaca sepertiku🙏
Senja: Oalah yg komenan sama si Al kayaknya itu. salah satu pembaca.. udah kuhapus padahal🤭
total 6 replies
Tiara Bella
so sweet nya Jeremy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!