NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

"Hei, bocah! Apa kau sudah tidur?"

Jeremy berbisik sangat pelan sambil mendorong pintu kamar anaknya yang sedikit terbuka. Sementara di dalam, hanya suara napas teratur Elio yang terdengar.

Jeremy melangkah masuk, berniat menyelimuti Elio dengan benar. Namun, matanya tertuju pada sebuah benda yang didekap erat oleh Elio dalam tidurnya.

Itu adalah sebuah foto yang dicetak kasar dari printer kecil milik Elio. Di sana, Elio tertawa lepas, sangat lepas sambil merangkul leher Cahaya yang juga tersenyum lebar dengan hidung belepotan es krim cokelat.

Di bawah foto itu, ada tulisan tangan Elio yang masih miring-miring, “Me and Mommy.”

Jantung Jeremy berdegup tidak karuan. Ia mematung. Senyum Cahaya dalam foto itu, sangat mirip dengan cara Stella menatapnya dulu. Hangat, tulus, dan seolah dunia baik-baik saja. Jeremy terduduk di pinggir ranjang, mengusap wajahnya frustrasi.

"Apa yang sudah kulakukan? Putraku sendiri harus memanggil orang asing mommy hanya untuk merasa dicintai?"

Jeremy keluar dari kamar Elio dengan perasaan berkecamuk. Saat melewati ruang tengah, ia mendengar suara rintihan kecil dari arah sofa.

"Astaga, sakit sekali. Kau kuat Aya, kuat!" lirih Cahaya.

Jeremy mengernyit. Ia mendekati sofa dan menemukan Cahaya sedang meringkuk, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin bercucuran di dahinya.

Gadis itu mencoba mengoleskan balsem ke pinggangnya sendiri, tapi tangannya gemetar.

"Kenapa kau belum pulang?" tanya Jeremy datar.

Cahaya tersentak, hampir saja menjatuhkan botol balsemnya. "Om! Mengagetkan saja! Kan saya sudah bilang, pinggang saya rasanya mau copot gara-gara insiden dilempar monster kemarin. Saya tidak sanggup berjalan ke asrama, jadi saya izin pada bibi Martha untul tidur di sofa saja."

"Jangan konyol. Sofa ini keras, punggungmu bisa makin parah. Kenapa tidak bilang kalau sakit?" Jeremy menatap wajah Cahaya yang tampak kaku.

"Bilang ke Om? Buat apa? Biar dihina lagi? Biar dibilang saya manja dan mau menggantikan posisi mendiang istri Om?" Cahaya mendengus, mencoba duduk meski berakhir dengan ringisan pedas. "Sudahlah, Om sana masuk kamar saja. Jangan ganggu pemandangan saya."

Jeremy menghela napas panjang. Gengsinya bertarung hebat dengan rasa bersalahnya. Tanpa aba-aba, ia merebut botol balsem dari tangan Cahaya.

"Eh! Mau apa, Om?! Jangan macam-macam ya! Saya teriak nih!" Cahaya melotot sembari mencoba menjauh.

"Diamlah, Nona Berisik! Aku hanya akan mengoleskan ini. Kau tidak bisa menjangkaunya sendiri, kan?" Jeremy duduk di tepi sofa, memaksa Cahaya untuk berbalik memunggunginya.

Cahaya membeku. Tangan Jeremy yang besar dan hangat menyentuh kulit pinggangnya yang memar. Sentuhan itu tidak kasar seperti biasanya karena Jeremy melakukannya dengan sangat hati-hati, seolah takut Cahaya akan hancur jika ia menekannya terlalu keras.

"Aw! Pelan sedikit, Om! Itu bukan adonan roti!" keluh Cahaya, kepalanya menoleh ke belakang dengan wajah galak.

"Ini sudah pelan. Kau saja yang terlalu banyak bicara," gerutu Jeremy dengan mata yang masih fokus pada lebam kebiruan di sana. "Apa ini karena aku melepaskanmu kemarin?"

Cahaya terdiam sejenak, lalu mendengus. "Ya iyalah. Memangnya karena jatuh cinta sama Om? Ogah banget!"

Jeremy tidak membalas ejekan itu. Ia terus mengusap pinggang Cahaya dengan gerakan memutar yang menenangkan hingga suasana diantara mereka menjadi sedikit canggung.

Cahaya yang biasanya punya seribu kata untuk memaki, tiba-tiba merasa lidahnya kelu. Aroma parfum maskulin Jeremy bercampur bau balsem yang tajam menciptakan suasana aneh yang membuat jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

"Kenapa kau melakukan itu tadi di sekolah?" tanya Jeremy.

"Sudah saya bilang, saya tidak tega melihat Elio. Dia anak yang hebat. Dia tidak pernah benci Om meski Om jahat padanya. Dia justru sayang sekali sama Om. Dia cuma butuh diakui," jawab Cahaya.

Jeremy menghentikan gerakannya sebentar. "Dia memanggilmu Mommy. Apa kau tidak keberatan?"

"Awalnya aneh, sih. Tapi kalau itu bisa membuat dia tidur nyenyak dan merasa punya pelindung, saya tidak keberatan dipanggil Mommy, Tante, atau Nenek sekalipun," ucap Cahaya sembari terkekeh kecil. "Tapi jangan harap itu artinya saya mau jadi istri Om. Visi misi kita beda jauh. Om fokus cari uang, saya fokus cari kebahagiaan. Om juga bukan tipe saya!"

Jeremy menatap tengkuk leher Cahaya. Ada sesuatu dalam diri gadis ini yang mulai menarik perhatiannya.

Keberaniannya, mulut pedasnya selalu mengingatkannya oada Stella.

"Sudah selesai," ucap Jeremy sambil menutup botol balsem. "Bisa berdiri?"

"Kayaknya sudah mendingan. Makasih ya, Om. Ternyata tangannya bisa berguna buat selain mukul dinding." Cahaya mencoba berdiri, tapi tubuhnya limbung.

Refleks, Jeremy menangkap lengan Cahaya dan membantunya berdiri. Jarak mereka kembali sangat dekat.

Jeremy menatap mata gadis itu, mencari benci yang tadi siang ia lihat, tapi yang ia temukan hanya kejujuran.

"Jangan tidur di sofa. Tidur di kamar tamu yang lebih layak," perintah Jeremy.

"Tumben baik? Habis kesurupan apa?" Cahaya menyipitkan mata curiga.

"Jangan banyak tanya atau aku gendong kau sampai ke kamar tamu sekarang juga!" ancam Jeremy.

Cahaya langsung menjauh dengan langkah terpincang-pincang.

"Eh, tidak usah! Saya bisa jalan sendiri! Dasar pria aneh!"

Jeremy berdiri di sana, memperhatikan punggung Cahaya sampai gadis itu menghilang di balik pintu kamar tamu. Lalu, ia menyentuh dadanya yang bergemuruh.

"Sial," umpat Jeremy pelan. "Kenapa jantungku berisik sekali hanya karena mahasiswi cerewet itu?"

Jeremy tidak tahu bahwa di dalam kamar, Cahaya juga sedang memegangi dadanya sendiri sambil mengomel.

"Aduh, Cahaya! Sadar! Jangan baper cuma gara-gara diolesi balsem! Dia tetap pria berhati batu yang menyebalkan! Mulai sekarang, tugasmu adalah mendekatkan ayah dan anak itu," gumam Cahaya.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!