Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerugian besar
"Tuan, bajingan kecil itu sengaja, dia sengaja membingkai kita" Ming Rao berucap dengan nada tertahan,
Kesedihan perhatian yang di tunjukan jelas hanya sebuah ejekan, hanya karena dukungan putri agung, gadis yang dulunya lemah dan penakut melangkah keluar batas
"Tutup mulut mu, jika bukan karena hasutan mu bagaimana mungkin aku kehilangan begitu banyak harta, dasar jalang rendahan" Zhang Lan berucap kesal.
Maskawin yang di bawa oleh istrinya bukanlah sedikit, ia akan kehilangan setengah kekayaan yang ia miliki jika mengembalikan maskawin itu, belum lagi hadiah pertunangan dari kaisar
Keluarga Zhang begitu megah di luar namun hampir semua barang yang di miliki adalah maskawin milik ibu Liu Yan, selama bertahun tahun ia bekerja keras, gajinya tak terlalu besar, kebutuhan keluarga bahkan belum tentu bisa tercukupi, belum lagi dengan jamuan mengirim hadiah demi membangun koneksi, dan, hari ini semua seakan di renggut secara paksa, hati siapa yang akan tahan saat harta berharga mereka di rampok, tapi mereka bahkan tak berdaya.
"Bajingan itu menjadi patuh karena memiliki rencana besar" Ia menghela nafas kesal dan bergerak kembali ke ruang baca
Semua terjadi begitu cepat, sandiwara Liu Yan dan kedatangan Putri Agung , Putri Agung datang untuk mengambil putri dan hartanya,
Jika ia tak memberikan apa yang di inginkan oleh Putri Agung maka besok seluruh ibukota akan tau apa yang sudah terjadi hari ini, bukan itu saja ia kan menjadi lelucon di kota, para penggosip akan mengatakan jika Mentri Zhang kejam pada putri sendiri dan memanjakan selir,
Tak cukup sampai di sana ia akan di tuduh sebagai pria tak berguna yang bergantung pada harta peninggalan istri, jika kaisar mendengarnya maka usaha yang ia lakukan selama bertahun tahun akan menghilang, dan semua hal yang telah ia perjuangkan akan
lenyap begitu saja.
"Ibu ada apa?" Sedari tadi ibunya berwajah pucat, hal buruk baru saja berlalu kan?, Liu Yan sudah terbangun seharunya pernikahan ini aman, biarkan Liu Yan yang menikahi raja idiot itu,
"Ibu apakah ayah sudah menghukum bajingan kecil itu?, ia pantas di hukum, ia bahkan berani menganggu ku" Kejadian hari itu tak akan ia lupakan, Liu Yan tak akan lepas dengan mudah
Berani memaksanya berendam di danau, bukan itu saja, ada ratusan katak yang mengerumuninya, ia tak tau berapa lama ia berada di dalam danau, saat matanya terbuka ia masih berada di dalam danau hingga pagi
"Tutup mulut mu, jika bukan karena masalah ini maka kita tak akan kehilangan hal berharga" Hari ini ialah yang salah perhitungan
Lagi pula siapa yang menyangka jika si pengecut Liu Yan menyusun rencana begitu baik, bukan saja bisa bebas dari kediaman Mentri Zhang, kepergiannya pun membawa banyak harta yang telah di tinggalkan nyonya besar.
"Hal berharga? Apakah ibu menyesal menghukum bajingan itu?"
Apanya yang berharga, Liu Yan hanya bajingan bodoh yang pengecut, apakah ayahnya tak menghukum Liu Yan?, jika demikian ia hanya bisa membalas dendam sendiri
"Tentu saja, itu adalah penyesalan yang ku kesali sampai sekarang" Selir Ming menghela nafas pelan
Hari ini ia membuat kediaman kehilangan harta begitu banyak, bahkan malam ini pun tuan besar juga tak ke halamannya malam ini, ia benar benar bernasib sial
"Ibu, dia sudah berani menyakiti ku, bahkan dengan kejam membiarkan ku bersama katak katak menjijikan itu"
Lin Zhi marah, ia sangat mara, apa apaan, ibunya menyesal, Lihatlah, putrinya telah di rendam di danau semalaman, tapi sebagai seorang ibu ia malah menyesal menghukum anak tiri tak tau diri itu
"Bajingan itu sangat licik, siapa sangka jika ia punya perkembangan yang sangat baik, ia bahkan tidak keberatan mendapat sedikit rasa sakit untuk buat keluarga Zhang menjadi bahan tertawaan"
Hatinya sakit saat mengetahui harta benda harus di kembalikan, kediaman Mentri Zhang sangat sulit tanpa dukungan harta harta itu
"Ibu katakan dengan jelas apa yang sedang terjadi" Lin zhi tentu saja tak puas, dengan respon ibunya yang hanya menghela nafas
"Ayah mu telah menghukumnya berlutut, tapi siapa sangka dia membingkai kita dan bahkan membuat putri agung datang dan mengambil semua mahar mendiang nyonya sebelumnya" Ming Rao berucap dengan wajah kesal, ia mengharapkan Mahar ini untuk mahar putrinya di masa depan, tapi rencana baik yang telah di susun tapi malah berakhir berantakan
"Ibu, bagaimana mungkin bisa terjadi, aku hanya terlelap sebentar dan kita sudah kehilangan semuanya" Ia hanya tidur beberapa saat, bukankah ini kerugian, ayahnya sangat mencintai nyonya itu, dan kali ini harus kehilangan, bukankah itu akan merugikan
"Ini semua karena bajingan itu, bajingan itu terlihat patuh dan pengecut selama ini, tapi siapa sangka ia mengundang putri agung datang untuk mengambil semua milik kita"
"Ibu anda sudah menjaga dan melayani kediaman Zhang selama bertahun tahun, anda juga memiliki hak atas harta ini" Lin Zhi berucap tanpa tau malu, barang
Barang barang yang telah mereka jaga selama belasan tahun bagaimana mungkin bisa menjadi milik orang lain, mereka melihat permata permata dan barang berharga itu setiap hari, keserakahan di dalam hati mengelapkan mata hingga tak malu mengambil sesuatu yang bukan miliknya
"Kau benar Zhi Er, aku sudah menjaganya selama 16 tahun meskipun harus di kembalikan setidaknya aku memiliki bagian di dalamnya" Benar, ia sudah menjaga harta harta ini selama bertahun tahun, sedikit bagian bukan masalah
"Benar ibu, ibu sudah menjaganya begitu lama, atas dasar apa kediaman putri agung ingin merebutnya, Toh nyonya juga istri langsung dari ayah, semua harta itu milik keluarga kita" Selama belum ada perceraian tak ada lasan mengambil mahar
Meski mahar seorang ibu jatuh pada anak perempuannya, tapi jika untuk Liu Yan mereka hanya perlu memberikan sedikit, tak perlu kehilangan begitu banyak harta hanya untuk gadis penakut seperti Liu Yan ini.
"Ucapan mu memang masuk akal, atas dasar apa mereka merampas harta keluarga kita"
Ibu dan anak itu mengangguk bersama, menyusun banyak rencana jahat untuk menghentikan pengambilan mahar ini, kediaman Zhang tak akan kehilangan sesuatu.