Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.
Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Disaksikan Banyak Orang
Valen di antar kembali ke mansion, sedangkan Arlo dan Dean langsung kembali ke kantor karena mereka ada pekerjaan yang mendadak. Valen berjalan santai ke arah mansion, tapi dari depan pintu terdengar suara orang sedang bertengkar bahkan sampai berkelahi.
Valen mengerutkan keningnya dan kemudian membuka pintu itu dengan lebar. Valen langsung melongo di depan pintu melihat isi mansionnya sudah hancur berkeping keping. Valen memindai semua mansionnya mencari sumber suara yang gaduh di belakang sana. Ale yang juga baru sampai di masionnya juga melongo melihat keadaan rumahnya.
"Kak, apa yang terjadi? Siapa yang berulah di sini?" tanya Ale setelah mendekati sang kakak.
Ale juga memindai semua ruangan mansion mereka yang hancur itu, Ale tak percaya apa yang terjadi dengan mansionnya saat ini. Begitu juga dengan Valen yang mencari sumber suara orang berkelahi. Mereka berdua segera melihat ke belakang mansion dan terlihatlah di sana Altezza dan Zurra yang tengah berkelahi dengan hebat. Ale dan Valen saling pandang bingung dengan apa yang mereka lihat saat ini. Di depannya Zurra menyerang Altezza dengan hebat.
"Lah, mereka berdua ngapain?"
Valen mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu menahu, dan masuklah beberapa pengawal rumah yang menemui Valen dan Ale.
"Maaf nona muda, tuan besar dan nyonya besar sudah bertarung dari dua jam yang lalu," lapor mereka pada si kembar.
"APPAA?"
Valen dan Ale berteriak bersamaan, dan mereka kembali menatap kedua orang tuanya yang masih berkelahi. Valen yang sudah jengah berlari ke arah Zurra dan Altezza.
Bughh... Dakkkkk...
Valen memisahkan kedua orang tuanya dan membuat Zurra serta Altezza mundur ke arah belakang dengan menahan keseimbangan mereka. Napas mereka sudah ngos ngosan dan nampak mereka kelelahan tapi ada tersirat wajah Zurra yang masih emosi dan marah.
"Kalian berdua ini kenapa? Udah tua juga, pada nggak ingat umur apa!!!" bentak Valen pada kedua orang tuanya.
Ale mendekat ke arah Valen, dia juga menatap tajam kepada mami dan papinya.
"Kayaknya kalau sampai berantem karena masalah sepele nggak mungkin sampai semua pecah belah gitu. Jangan mentang mentang bisa cari duitnya gampang terus otak gilanya masih ke bawa sampai tua!!"
Ale ikut mengomeli papi dan maminya dan kemudian Altezza menghembuskan napasnya panjang, dia berjalan mendekat ke arah Zurra dan berlutut meminta maaf di depan kedua anaknya yang malah bingung dengan apa yang di lakukan papinya saat ini.
"Kan aku udah bilang sayang, aku nggak tahu kalau ada wanita itu masuk ke dalam ruangan dan hampir aja cium aku. Dan lagi kamu tahu aku tadi ketiduran beneran, beberapa hari ini aku ngejar proyek yang belum deal itu. Jadi aku bener bener nggak sengaja dengan keadaan tadi," ucap Altezza pada Zurra.
Valen dan Ale mengerjapkan matanya mendengar apa yang di katakan papinya dan tak lama pecah sudah tawa Ale dan Valen saat tahu apa yang menjadi masalah kedua orang tuanya saat ini. Begitu juga dengan para pengawal yang langsung berbalik arah dan menahan tawa mereka. Tapi terlihat sekali bahu mereka bergetar menahan tawa.
Pfffttt....
"Hahahahah... astaga....."
"Hahaha....."
Valen dan Ale tak berhenti tertawa sampai merasaka perut mereka sakit dan itu membuat Zurra memalingkan wajahnya karena malu dan juga kesal jika masalahnya sampai di ketahui banyak orang. Di tambah ini adalah masalah sepele yang sebenarnya sudah sangat lama juga Zurra tak pernah merasakan hal begini lagi.
"Astaga, mami sama papi kayak anak kecil aja. Dan lagi mami juga bodoh atau apa, kenapa nggak langsung tebas kepalanya aja sih tuh cewek dari pada bikin mami uring uringan nggak jelas gitu. Udah buang energi buang duit juga buang cantiknya mami." celetuk Valen gemas pada kedua orang tuanya.
Altezza serta Zurra juga berpikir kenapa malah mereka yang bertarung bukannya malah mengurusi wanita yang membuat mereka bertarung hebat saat ini.
Zurra pun tanpa memberi maaf pada Altezza dan tanpa menunggu apa yang di lakukan Altezza, dia pergi dari sana dan melewati si kembar begitu saja.
Valen dan Ale memijat kepalanya bersamaan, mereka suka heran dengan maminya yang kadang masih setengah gila begitu dan tak suka berpikir panjang dengan apa yang di lakukannya seperti tadi. Si kembar yakin jika Zurra langsung mengamuk saat sampai di mansion tanpa banyak kata lagi.
Saat Zurra sampai di sebelah si kembar dia menepuk bahu kedua putrinya itu.
"Dua buah mobil sport terbaru jika kalian bisa membereskan semua kejadian tadi sampai selesai," ucap Zurra santai pada kedua putrinya itu.
Ale dan Valen melongo karena ucapan Zurra kepada mereka tapi sesaat kemudian mata mereka berdua langsung berbinar berbeda dengan Altezza yang sudah menghela napas panjangnya kembali.
lirih. "Bakal rame ini nanti di kantor," keluh Altezza
Sedangkan Ale dan Valen sudah terkikik geli melihat papi mereka hanya bisa mendesah panjang karena melihat mereka yang akan membereskan masalah di kantor sang papi.
"Baiklah mami, misi kami terima dan ingat papi nggak boleh melarang apapun yang akan kami lakukan di sana. Jika papi cerewet kami akan ikut hukum papi nanti. Papi tahu kan apa hukuman yang akan papi terima kalau papi ikut campur?"
Altezza mengankat kedua tangannya sedangkan Ale dan Valen sudah bertos ria karena akan bersenang senang setelah ini. Selain itu mereka juga akan mendapatkan imbalan yang mereka incar dari sang mami. Double damage jadinya nanti, masalah kedua orang tuanya kelar dan mereka akan dapat mobil yang mereka mau setelah ini
Valen dan Ale segera masuk ke dalam mansion yang mansion mereka sudah dalam keadaan rapi seperti semula dan jangan di tanya bagaimana bisa seperti itu karena sudah jelas para pelayan dan pengawal yang mengganti semua dengan yang baru.
Valen serta Ale segera meretas semua CCTV yang ada di kantor sang papi dan mencari tahu siapa wanita yang sudah beran membuat macan betina mereka mengamuk sedemikian rupa.
Tak menunggu lama mereka mendapat kan semua informasi yang mereka butuhkan untuk membalas kekesalan sang mami tadi.
"Ini putri musuh papi kenapa bisa masuk ke perusahaan? Kenapa papi ceroboh banget." gumam Valen pelan.
Ale yang mendengar itu langsung mengintip apa yang di temukan Valen dan membaca semua yang di dapatkan oleh Valen.
"Kak, lo nggak curiga apa kalau ada orang terdekat papi yang sebenarnya berkhianat pada papi?" celetuk Ale pelan/
Valen menaikkan sebelah alisnya mendengar apa yang di katakan adik kembarannya itu.
"Emang ada yang berani nusuk papi dari belakang?" tanya Valen heran.
Ale mengangkat kedua bahunya lagi, "Buktinya itu ada, dan sampai putri musuh papi bisa masuk ke dalam perusahaan," sahut Ale lagi.
"Papi type orang yang nggak akan peduli sama karyawan wanita, jadi kemungkinan karena itu mereka memanfaatkan ketidak pedulian papi sampai bisa lolos seperti itu."
Valen menyimpulkan apa yang mereka temukan dan menurut Ale itu masuk akal dari pada langsung terang terangan dengan mengajak Altezza bertarung.
Valen kembali menyusuri datanya yang kembali membuat mereka tercengang karena Altezza sempat akan kemakan umpan mereka. Ale mengerutkan keningnya saat menemukan data aneh di sana.
"Kak, gue rasa mereka juga lakuin penelitian soal beberapa serbuk yang bisa bikin orang berhalusinasi. Gue tahu papi kuat tapi kalau memang ada serbuk yang kayak gitu papi juga akan terkena mengingat usia papi yang tak muda lagi," lanjut Ale lagi.
Valen mengangguk membenarkan apa yang Ale katakan dan untuk itulah tadi Altezza dan Zurra bisa bertarung sampai akan menghancurkan semua mansion yang mereka tempati.
Valen kembali lagi berselancar dan menemukan hal yang membuatnya menyeringai seram.
"Mereka memang melakukannya kepada semua orang yang di anggap musuh terkuat, tapi mereka melakukannya dengan cepat dan memakai trik yang lain. Lihatlah, dia menggunakan berbagai macam topeng yang menyerupai musuh mereka."
Valen menemukan fakta yang menarik lainnya dan membuat dia juga semakin geram. Ale bangkit dari duduknya dan membuat Valen penasaran dengan apa yang akan di lakukan adiknya itu.
"Mau kemana lo?" tanya Valen pelan.
Ale menyeringai, "Kalau mereka bisa membuat ramuan yang begitu, bukannya adik kembar lo ini bisa bikin yang lebih gila dari itu?"
Valen tersenyum lebar menatap sang adik dan menyuruh sang adik segera mengerjakan apa yang ingin dia buat.
"Habis ini kita bermain dan balikin semua yang udah mereka lakuin pada orang tua kita tadi. Gue rasa akan lebih menarik jika di saksikan banyak orang!"
to be continued...