NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat / Duda
Popularitas:105.9M
Nilai: 5
Nama Author: ShanTi

Menikah belum menjadi prioritas Hasna walaupun dia menyukai anak kecil. Kesukaannya pada dunia kerja mempertemukannya dengan seorang anak yang membuatnya jatuh cinta dan terlibat terlalu dalam dengan Maura. Gadis kecil yang menempel padanya seperti anak koala dan sulit lepas. Tawaran menjadi ibu bagi Maura menjadi hal yang menarik dan menyenangkan, tapi Hasna lupa... Maura memiliki ayah dan kakak perempuan. Menjadi ibu Maura berarti menjadi istri dari Reza dan ibu dari Hujan. Mampukah Hasna menjalani kehidupan dengan 3 orang dengan karakter yang berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShanTi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Koala Pindah Pohon

Begitu melihat Hasna Maura langsung meminta dipangku oleh Hasna, Reza seperti segan menyerahkan Maura ke Hasna, tapi Maura sudah setengah meloncat ingin dipangku oleh Hasna, terpaksa Reza mendekat dan memindahkan Maura ke Hasna. Persis seperti Koala yang pindah dari pohon ke pohon...

"Maaf jadi merepotkan" hanya kata itu yang terucap oleh Reza

"Tidak apa-apa Pak.. anak kecil biasa" Hasna berusaha berbicara datar dan formal. Hari ini Maura memakai baju overall yang lucu berwarna hitam, rambutnya tetap dikuncir 2 memakai bando dan kaos berwarna putih... Uchhhh... pengen nyubit.

"Ka Asna mau makan cekalang, Mola bawa bekal banaaaak banget, tadi syudah bilang mau makan cama Ka Asna" Maura memperlihatkan tasnya yang ada bekal pastinya disana.

"Kalian mau makan ke kafetaria sekarang?... kita turun sama-sama" tanya Pa Aswin

"Iya pak.." jawab Arya

"Engga pa" jawab Hasna bersamaan

"Mass aku gak bawa dompet" bisik Hasna

"Tenang aku bawa... nanti bayar aja pake jiwa dan raga" jawab Arya sambil senyum berbisik.. tapi bisikannya terdengar oleh Aswin dan Reza

"Aisshh.. apaan sih geuleuh dengernya juga" Hasna manyun.. dan benar saja mereka tidak bisa keluar lift karena begitu pintu lift terbuka rombongan karyawan yang lain langsung masuk bersamaan.

"Selamat siang pak.." "Selamat siang pak".... "Selamat siang pak" sejumlah sapaan menyapa Reza dan Aswin... Reza hanya tersenyum tipis sedangkan Aswin seperti biasa selalu tersenyum dengan lebar dan mempersilahkan karyawan untuk masuk.

Ting!

Dilantai 2 lift terbuka, ini adalah area recreation floor di gedung ini, ada tempat makan karyawan dan toko-toko kecil yang biasa dipakai karyawan untuk belanja kebutuhan mendadak, serba ada semuanya di gedung ini. Hasna langsung membawa Maura ke area makan karyawan, untung masih sepi karena baru menginjak jam 12 pas. Dicari nya tempat yang agak mojok bisa duduk untuk ber4.. membawa Maura musti butuh space yang lebih besar.

"Mba kata Pa Reza makannya di ruangan VIP saja supaya nyaman dengan Maura" Aswin mengajak Hasna untuk mengikuti nya

"Ah engga Pak.. saya disini saja, gak enak itu untuk pimpinan.. Maura mau ikut duduk sama Papi dan Om Aswin gak disana? Ka Hasna mau makan disini"

"Ga mau... Mola mau cama Ka Asna aja, ga apa apa kan? boyeh?"

"Boleh boleh.. duduk yang baik yah, Ka Hasna siapkan bekal makannya dulu... Mas Arya mau pesan duluan silahkan aku belakangan aja nanti setelah menyuapi Maura" ucap Hasna kepada Arya

"Aku pesanin aja yah.. nanti kaburu waktu makan siangnya habis" ucap Arya

"Gak usah Mas ga apa-apa... aku suka musti liat sendiri menunya.. suka gak seleraan kalau gak kebayang mau makan apa, sayang ntar gak kemakan mubajir"

"Bener nih... bukan gara-gara gak bawa dompet kan"

"Engga beneran ga apa-apa tadi jam 10 makan biskuit 2 jadi masih keganjel juga... gampang nanti kalau udah beres bisa take away.. tapi nanti kalau takeaway talangin yah bayarnya"

"Bereeees... ok aku pesan makanan dulu" Arya beranjak ke menu prasmanan yang berada di ujung, antrian karyawan yang akan makan siang tampak mulai memanjang, harus cepat-cepat kalau gak mau kehabisan.

Reza memandang Maura yang duduk anteng dengan Hasna, dia terlihat senang dan bersemangat, sampai lupa pada Papinya padahal biasanya hanya mau makan barengan dengan Reza.

"Mba Hasnanya tidak mau duduk di ruang VIP ini pak, katanya mau disana saja... Maura tidak mau ikut sama saya ... ga apa-apa nyaman dan bersih koq disana, sudah saya cek barusan" ucap Aswin sambil mengambil menu makan.

"Pesan apa pak makan siang sekarang?"

"hmmm... ehmm... menu biasa saja... ehhh... pesankan untuk anak itu juga, kasian dia gak bisa membeli makanan karena menyuapi Maura" ucap Reza masih melihat kearah Hasna dan Maura

"Ok..." Aswin langsung memesan menu makan siang untuk ber3 ... makanan Hasna juga langsung dipesankan. Samakan saja menunya keliatannya anak itu bukan tipe pilih-pilih makanan.

Meja Hasna

"Kata ka Asna kmalin mau celita kula-kula cama limau" Maura merajuk sambil menggelengkan kepalanya saat Hasna akan menyuapi Maura.

"Iya nanti Ka Hasna cerita kalau Maura makannya habis sebagai hadiah buat anak pintar" bujuk Hasna

"Mola makannya pasti abis, cekalang aja celitanya " Maura masih keukeuh

"Iya boleh Ka Hasna cerita sekarang, ehhhh... Maura tongkat ajaib dibawa gak sekarang, Ka Hasna mau pakai dulu sebentar nanti dikasihkan lagi" Hasna langsung ingat sama eyelinernya

"Engga... tadi malam Mola kan bikin tumis sama Papih... tumisnya papih panjaaaaang banget, kaka ujan sampe ketawa tawa" cerita Maura

"Waaaah... ditinggalin di rumah yah, padahal Ka Hasna mau bikin kumis dimata Ka Hasna, supaya keliatan bagus matanya... Inih "a" dulu diisi bensinya" ucap Hasna sedih, kalau sedih begini Hasna suka lupa malah nyuap ke mulut sendiri... eehhh

"Hahahahah Ka Asna malah mau makan punya Mola..." Maura tertawa terkekeh kekeh..

"Ehhh kata siapa inih teknik pesawat terbang mau belok ke mulut Ka Hasna tapi salahhh...wuing wuiing wuiing.... blesss masuk Goa Maura" ucap Hasna ngeles.

Arya baru datang dengan makan siangnya, gado-gado komplit bersama paket ayam bakar timbel menu komplit.

"wuiiih menu baru tuhhh.. aku juga mau.. " mata Hasna langsung berbinar...

"Ngantri mba... mangkenye aku bilang juga tadi mau dipesenin.. nih makan gado-gado aja dulu ntar aku pesenin buat di take away... sekarang sih ngantrinya pake kebangetan" ucap Arya langsung makan. Gak kira-kira bikin Hasna jadi mupeng langsung, dengan sabar diraihnya gado-gado dan dibagi 2 dengan Arya

"Mas ini aku makan setengahnya aja, Mas Arya musti makan sayur jangan makan yang protein aja nanti susah pup lagi"

"Hussshh..... Ka Asna kata Papi kalau lagi makan jangan cuka bilang yang jolok jolok nanti pelutnya syakit dengelin yang jolok" Maura langsung memarahi Hasna

"Hahahahahha anak kecil aja tau ... kamu tuh kalau ngomong suka gak difilter sih... yah Maura yaaa... Ka Hasna nya nakal" Arya langsung tertawa mendengar Hasna dimarahi

"Ah... kalian berdua suka cari alasan bilang aja susah makan sayur... sini Mola "a" dulu biar cepet habis makannya"... Hasna cuma bisa manyun-manyun gak jelas. Perutnya mulai terasa lapar gegara liat ayam bakar Arya, tapi untuk mengantri makanan di prasmanan rasanya malas, beli di food court harganya suka lebih mahal. Dia musti mulai berhemat menabung untuk bisa beli eyeliner lagi. Yaaa sabar-sabar anggap aja ujian usus... jangan hati aja yang diuji... usus juga perlu diuji supaya tahan banting.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

* Hasna.... Usus itu dicintai usus bukan diuji.... Hahaha 😂

#########

🥰🥰🥰 Terima kasih sudah membaca karya pertama saya, jangan lupa like n komen yaaa supaya semangat nulisnya.. love u all 🥰🥰🥰

 

\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#

1
Rika Istiana
Nangis lg aq tuch 😭😭 padahal udh tau cerita nya Krn udh baca berkali2 tp tetep aja mewek pas d part cerita soal Mitha 😭
Efrima Yenti
karya yang luar biasa
Tri Utari Agustina
Ceritanya bagus banget Thor semoga bermanfaat novel ini
Tri Utari Agustina
Pak Reza buncin dengan Hasnah
Rika Istiana
Tissuu..mana Tissuuu... ikutan nangis aq tuch palagi pas Hasna blg k Mitha kl bakalan jagain Mama Isna... 😭😭😭
Tri Utari Agustina
Lucu Pak Reza dan Mbak Hasna
Ari Lestari Yudasrana
iseng liat2 ig aku langsung kangen pengen baca lagi 🥰🥰
YOHANES CLIMACUSA HERU WIDYANTORO
Luar biasa
Tri Utari Agustina
Reza sudah jatuh cinta pada Hasna
Rika Istiana
Yaa Allah jd nangis aq pas baca Mama kasih wejangan k Hasna, jd kangen Ibu 😭😭 Al Fatihah buat Ibu q 😇
Pdhl udh berkali2 bacanya tp tetep aja emosinya naik turun berasa nyata ini ceritanya, TOP BGT authornya.. 👍👍
Dieah Komalasari
udh baca berapa.kali tetep we mewek
Catursiwi Nurhandayani
wah teh itu Kya aq apoteker tapi memilih ngurus anak kembar dan kakaknya yg beda 2 thn serasa anak kembar 3. kemana2 gendong anak kanan kiri belakang....kwkwwkwk
Rika Istiana
Tiba2 aja kangen Bunaa, Hujan, Maula, Papi, mas asisten, Emran dll 😍 Jd mampir lg dech, pdhl udh baca berkali2, smpe lupa ini yg k brp kalinya 😁 Ga pernah bosen bacanya, udh nempel banget d hati 🥰👍👍
uty
Luar biasa, baca yg kedua kali selalu nagih , k shanti nulis lagiii dunk
Dessy Maulidia
baca ulang ... kangen dengan cerita thour
Risty_Antiq
setelah merampungkan baca di th 2020
ga bosen² buat ngulang teroooss....
sampai hari ini udah ngulang cerita ke 4x nya
waaaoooww...
keren ceritanya....
ga ngebosenin.... terbukti dibaca berkali kali.... tetep aja....
mengesankan...
makasih teh Shanti... 😍
Sulfia Nuriawati
suka crtanya ak udah ngulang baca ntah yg k brp x seru cm agak g enak cm endingnya aja ngulang² bc berhrp endingnya brbh🤭🤭🤭
rieka
Luar biasa
Damayanti Samsir
kalo guncangan gempa sih gak sampe.gimana2, yang bikin tremor pas udah sampe.di bawah itu adalah saat kantor kita ada di lantai paling tinggi dan mesti meng evakuasi diri sendiri melalui tangga darurat karena lift pasti gak berfungsi kalo gempa
Damayanti Samsir
emang ya, ghibahin boss sendiri itu adalah kegiatan yang menyenangkan...
kalo gak ketauaaan/Curse//Curse//Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!