NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 28_Titik Lemah

Adrian melangkah maju satu langkah, menatap Romi dan Siska dengan pandangan yang sangat tenang, ketenangan yang justru membuat Romi sedikit gentar.

"Tuan Romi." suara Adrian terdengar rendah namun jelas.

"Kalau saya benar-benar Adrian Arkadia yang Anda maksud, mengapa saya berdiri di sini dengan tangan yang pecah-pecah karena semen? Mengapa saya tinggal di kamar yang sempit ini?" ucapnya.

Adrian menunjukkan tangannya yang kasar dan terluka ke arah warga.

"Apakah menurut kalian, pria yang punya triliunan rupiah akan membiarkan kulitnya terbakar matahari dan makan nasi bungkus basi hanya untuk sebuah permainan?"

"Itu karena kau gila!" teriak Siska.

"Kau sedang mempermainkan kakakku!" lanjutnya dengan teriak.

Adrian beralih menatap Siska.

"Siska, aku tahu kau sakit hati karena kariermu hancur. Aku tahu kau butuh uang. Tapi menuduh suami kakakmu sendiri atau kakak iparmu sebagai konglomerat hanya agar kau bisa memeras kami, itu adalah tindakan yang memalukan." seru Adrian.

Adrian kemudian menatap para tetangga.

"Bapak-bapak, Ibu-ibu, kalian lihat sendiri saya bekerja dari subuh sampai maghrib di proyek ruko depan. Apakah ada orang kaya yang mau melakukan itu? Pria ini, Romi dia baru saja dipecat dari kantornya karena mencuri, dan sekarang dia membawa Siska untuk mencari kambing hitam." lanjutnya menyerang Romi.

"Bohong! Kau bohong!" Romi mencoba menyerang Adrian secara fisik, namun Adrian dengan cekatan menghindar.

Dengan satu gerakan tangan yang efisien, sisa dari latihan bela diri elitnya ia mengunci lengan Romi dan mendorongnya pelan namun bertenaga hingga pria itu tersungkur ke tumpukan sampah di pinggir gang.

Warga bersorak, di mata mereka Adrian adalah pahlawan kecil yang sedang dizalimi oleh "orang-orang kota" yang sombong.

"Sudah, pergi sana!" teriak Pak RT yang baru datang.

"Jangan ganggu warga kami! Mau dia orang kaya atau kuli, selama dia di sini dia warga kami yang baik. Pergi sebelum kami panggil polisi!"

Siska dan Romi yang merasa malu dan kalah jumlah akhirnya mundur, Siska menatap Arumi dengan tatapan tajam.

"Ini belum berakhir, Kak! Aku akan membuktikan siapa dia sebenarnya!" ucapnya dengan benci.

Mobil mereka melesat pergi, meninggalkan debu dan kebencian di udara.

Setelah warga bubar, Adrian dan Arumi kembali masuk ke dalam kontrakan.

Suasana mendadak menjadi sangat canggung. Arumi duduk di tepi tempat tidur kayu, menatap lantai semen yang dingin.

"Arumi..." panggil Adrian pelan.

"Mas... apa yang mereka katakan tadi... sebagian besar adalah benar, kan?" tanya Arumi tanpa menoleh.

"Kau memang Adrian Arkadia, dan pria bernama Romi itu mengenalmu." seru Arumi.

Adrian duduk di lantai, di depan kaki Arumi.

"Dia mengenalku, iya. Tapi apa yang aku katakan tadi juga benar, Arumi. Saat ini, di sini, aku bukan siapa-siapa, aku hanya pria yang bahunya perih karena semen. Aku tidak menggunakan sepeser pun uang itu untuk menghadapi mereka tadi." ucap Adrian.

Arumi mendongak, matanya berkaca-kaca.

"Kenapa hidup kita harus serumit ini? Kenapa kau tidak bisa menjadi Ian yang sederhana sejak awal? Setiap kali aku mencoba melupakan identitasmu, dunia selalu mengingatkanku bahwa kau adalah matahari yang terlalu silau untukku."

Adrian meraih tangan Arumi, mengecup telapak tangannya yang kasar karena mulai banyak bekerja.

"Karena aku tidak ingin menjadi matahari yang membutakanmu, Arumi. Aku ingin menjadi lampu kecil yang menerangi jalanmu saat kau gelap. Biarkan aku membuktikannya selama tiga bulan ini, hanya tiga bulan. Setelah itu, kau yang berhak memutuskan apakah kita akan terus di gang ini, atau kau bersedia mendampingiku di singgasana Arkadia." ucapnya.

Arumi menghela napas panjang, kepalanya bersandar di bahu Adrian yang masih beraroma debu konstruksi.

"Tidurlah, Mas. Besok kamu harus bekerja lagi." ucap Arumi.

Di dalam mobil yang melaju menjauh, Romi memukul kemudi dengan marah.

"Sialan! Dia benar-benar berkomitmen dengan perannya sebagai gembel." ucapnya dengan marah.

Siska menyeka air matanya, wajahnya kini terlihat sangat menyeramkan karena dendam.

"Dia punya titik lemah, Romi. Kakeknya. Tuan Haris Arkadia."

Romi menoleh. "Maksudmu?"

"Kakeknya sangat peduli pada reputasi keluarga. Jika kita tidak bisa membuat Arumi membenci Adrian, kita akan membuat kakeknya membenci Arumi. Kita akan membuat skandal seolah-olah Arumi adalah wanita yang haus harta dan sedang mencoba menjerat Adrian dalam kontrak pernikahan yang merugikan perusahaan."

Siska tersenyum licik. "Aku punya rekaman suara Arumi yang lama, saat dia sedang membicarakan soal ingin hidup enak. Aku bisa mengeditnya. Kita akan kirimkan itu pada Tuan Haris."

Tanpa mereka sadari, di bayang-bayang gang tadi, seorang pria berpakaian hitam dengan alat perekam canggih telah merekam seluruh kejadian itu. Itu adalah anggota tim keamanan Hendra.

"Tuan Muda tetap tenang, tapi situasinya semakin memanas," lapor pengawal itu kepada Hendra melalui sambungan telepon.

Hendra, yang berada di dalam mobil operasionalnya yang tersembunyi, mengangguk.

"Jangan campuri dulu. Tuan Muda ingin memenangkan hati Nyonya Arumi dengan tangannya sendiri. Tapi awasi Siska dan Romi. Jika mereka mulai menyentuh Tuan Haris, itu adalah zona merah yang tidak boleh dilewati."

Malam itu, di bawah atap seng yang sesekali berbunyi karena tiupan angin, Adrian memeluk Arumi dalam tidurnya.

Ia tahu, setiap hari yang berlalu adalah ujian, bukan hanya ujian bagi otot-ototnya yang mulai terbiasa dengan kerja kasar, tapi ujian bagi cintanya yang sedang dikepung oleh badai kebohongan dari masa lalu.

Ia berjanji dalam hati, apa pun yang terjadi, ia tidak akan membiarkan Arumi menangis lagi karena identitasnya.

Pagi buta di gang sempit itu kembali dimulai dengan suara kokok ayam tetangga yang bersahut-sahutan dengan bunyi mesin motor yang dipanaskan.

Adrian terbangun dengan rasa kaku yang luar biasa di sekujur punggungnya. Luka lecet di bahunya sudah mengering, namun sensasi perihnya masih terasa setiap kali ia menggerakkan lengan.

Di sampingnya, Arumi sudah tidak ada.

Adrian bangkit dan melangkah ke arah dapur kecil, ia menemukan Arumi sedang sibuk dengan beberapa lembar kertas sisa dan penggaris kayu tua.

Arumi sedang mencoba membuat sketsa awal untuk ide renovasi yang sempat disinggung Adrian semalam.

"Kau bangun sepagi ini untuk ini?" tanya Adrian sambil mengucek matanya.

Arumi menoleh, ada gurat kelelahan di matanya, namun semangatnya tampak menyala.

"Aku tidak bisa tidur setelah kejadian semalam, Mas. Aku berpikir jika tidak ada kantor besar yang mau menerimaku, maka aku harus membuktikan nilaiku lewat proyek apa pun. Sekecil apa pun itu." ucapnya dengan begitu senang.

Adrian tersenyum bangga, ia mendekat lalu mencium puncak kepala istrinya yang masih beraroma sabun batang murah.

"Aku berangkat sekarang. Aku akan bicara pada Pak Haji, pemilik toko material itu. Dia orangnya praktis. Kalau dia suka idemu, kau akan langsung dapat uang muka hari ini." pamit Adrian.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
erviana erastus
bnyk kali musuhx ian
Rahma Inayah
insting Adrian TDK pernh slah semoga dia BS mengatasi masalh yg di sabotase dan BS membuat kepercayaan KPD pak haji
Rahma Inayah
untung pak haji TDK termin omongan Dion bnr klu pke orang Dion akn pakai material baru semua
Asyatun 1
lanjut
juwita
yg membuat rumit diri km sendiri arumi. coba klo g nyuruh Adrian ngelepas smuanya g akn ky gini
Sri Siyamsih
untung pk haji orgnya bijak. semangat Arumi, Ian
🏡s⃝ᴿ . Incha
hadeh arumi coba dirimu menerima adrian yg ceo tdk jd susah dirimu
Rahma Inayah
siska km jgn terlalu terobsesi dgn urusan Adrian dana Arumi PD akhirnya km sndri yg akn masuk lubang buaya yg kamu galih sendri .tnp km tau Arumi SDH tau klu Adrian org kaya dan kakek nya juga tau klu slm 3 bulan syarat yg di beri Arumi utk Adrian buat buktikan cntnya PD Arumi mmg tulus
Lala_Syalala
jangan lupa terus dukung cerita aku yaaa🙏😊😊😍
Sri Siyamsih: tentu k, semangat y 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!