NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Kristal

Pendekar Pedang Kristal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Chen Kai menyaksikan kehancuran Klan Kristal dengan kedua matanya sendiri.Namun pelakunya bukan musuh… melainkan kakaknya sendiri.

Seolah kematian sekali belum cukup, ia dipaksa tenggelam dalam ilusi—menyaksikan pembantaian itu seribu kali, tanpa bisa berteriak, tanpa bisa mati.

Sejak hari itu, hidup Chen Kai hanya memiliki satu tujuan yaitu balas dendam.Ia menapaki jalan berdarah, mengejar bayangan sang kakak,mengasah kebencian sebagai kekuatan untuk bertahan hidup.

Namun, semakin dekat ia pada kebenaran,semakin retak keyakinannya.Karena di balik pembantaian Klan Kristal,tersimpan rahasia yang tak pernah ia bayangkan—sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkan dendam itu sendiri.

Saat semuanya terungkap…

siapakah sebenarnya yang pantas disebut monster?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Dinding Es yang Kembali Tegak

​Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah jendela paviliun, menyinari butiran debu yang menari di udara. Lin Xia terbangun lebih dulu. Ia merasakan beban berat di pinggangnya dan aroma dingin yang samar namun menenangkan. Saat kesadarannya pulih sepenuhnya, wajahnya langsung meledak menjadi merah padam.

​Ia masih berada di pelukan Chen Kai. Wajah pemuda itu, yang biasanya terlihat kejam, kini tampak tenang saat tidur, meski gurat kelelahan masih membekas di bawah matanya.

​Tepat saat Lin Xia hendak bergerak pelan agar tidak membangunkannya, kelopak mata Chen Kai bergetar. Sepasang mata biru jernih itu terbuka, langsung bertemu dengan tatapan panik Lin Xia.

​Keheningan menyelimuti ruangan selama beberapa detik. Chen Kai menatap posisi mereka, merasakan kehangatan tubuh Lin Xia yang meresap ke dalam jubahnya, dan menyadari bahwa ia telah menjadikan gadis itu sebagai bantal peluk sepanjang malam.

​BRUK!

​Tanpa sepatah kata pun, Chen Kai mendorong Lin Xia dengan kasar hingga gadis itu hampir terjatuh dari pinggir tempat tidur. Ia langsung bangkit, berdiri dengan tegak seolah-olah momen rapuh semalam tidak pernah terjadi. Tatapannya kembali menjadi setajam silet, sedingin es kutub.

​"Kenapa kau ada di tempat tidurku?" desis Chen Kai, suaranya parau namun penuh ancaman.

​"T-Tuan Chen Kai... semalam Anda... Anda yang menarikku," jawab Lin Xia terbata-bata sambil mencoba merapikan pakaiannya yang berantakan. Wajahnya masih terasa panas. "Suhu tubuh Anda sangat rendah, dan Anda terus meracau..."

​Chen Kai memalingkan wajah, rahangnya mengeras. Ia teringat samar-samar tentang rasa dingin yang mencekam dan kehadiran sebuah cahaya hangat yang menjaganya agar tidak tenggelam dalam kegelapan. Namun, harga dirinya yang setinggi langit menolak untuk mengakui itu.

​"Lupakan apa yang terjadi semalam," ucap Chen Kai dingin sambil memungut Pedang Kristal Abadi yang tergeletak di lantai. "Jika kau membocorkannya pada orang lain, lidahmu yang akan menjadi taruhannya."

​Lin Xia tertunduk, sedikit terluka oleh sikap dingin itu, namun ia hanya bisa mengangguk pelan. "Baik, Tuan Chen Kai."

​"Kita harus segera ke Aula Misi." ujar Chen Kai sambil memeriksa kondisi fisiknya. Berkat energi dari Inti Kristal Es yang ia serap dan perawatan medis Lin Xia, meridiannya sudah cukup stabil untuk berjalan, meski ia belum bisa bertarung secara maksimal.

​"Tapi inti kristalnya sudah hancur, Tuan. Apa mereka akan percaya bahwa kita membunuh Raja Serigala itu?" tanya Lin Xia cemas.

​"Pengelola akademi bukan orang bodoh. Mereka pasti sudah mengirim tim pembersih ke Puncak Langit Utara begitu badai mereda. Bangkai sebesar itu tidak bisa disembunyikan. Yang mereka butuhkan hanyalah bukti keterlibatan kita."

​Mereka berjalan menuju aula pusat. Benar saja, suasana akademi sedang gempar. Kabar tentang tewasnya Raja Serigala Salju oleh kelompok murid baru telah tersebar luas. Namun, suasana di Aula Misi terasa berat saat Chen Kai dan Lin Xia menghadap Penatua Penguji.

​"Kalian mengklaim telah membunuh Raja Serigala, tapi inti kristalnya tidak ada?" Penatua itu menyipitkan mata, menatap Chen Kai dengan curiga. Di sampingnya berdiri beberapa murid senior dari Klan Macan Putih yang menatap dengan benci.

​Chen Kai tidak bicara. Ia hanya melemparkan potongan taring raksasa yang masih berlumuran darah biru dan sisa jubah jenderal dari Sekte Bayangan Gagak yang ia ambil semalam ke atas meja.

​"Inti kristalnya hancur dalam pertempuran. Sebagai gantinya, aku membawakanmu bukti bahwa ada penyusup yang mencoba menyabotase misi akademi." suara Chen Kai menggema, membuat suasana aula mendadak hening.

​Penatua itu memeriksa jubah hitam bertato tengkorak ular tersebut. Wajahnya berubah pucat. "Sekte Bayangan Gagak... jadi berita itu benar. Mereka berani masuk ke wilayah kita."

​Setelah diskusi singkat dengan beberapa master lainnya, Penatua itu akhirnya menghela napas. "Baiklah. Mengingat tingkat bahaya yang kalian hadapi dan keberhasilan membasmi ancaman eksternal, Misi Kelompok 44 dinyatakan berhasil sepenuhnya."

​Ia mengeluarkan sebuah kotak kayu hitam yang dihiasi segel energi. Di dalamnya terdapat sebuah gulungan kuno yang mengeluarkan aura tajam seperti pedang.

​"Ini adalah hadiahmu, Chen Kai. Teknik Pedang Arus Surgawi. Dan ini kunci menuju Perpustakaan Terlarang selama tiga hari."

​Chen Kai menerima gulungan itu. Jarinya gemetar sesaat karena gairah kekuatan yang terpancar dari benda itu. Inilah yang ia butuhkan. Sebuah teknik yang bisa membelah arus takdir.

​"Ayo pergi," ucap Chen Kai pada Lin Xia tanpa menoleh. "Waktu kita tidak banyak. Aku harus menguasai ini sebelum 'mereka' datang lagi."

​Lin Xia mengikuti dari belakang, menatap punggung tegap Chen Kai. Ia tahu, di balik dinding es yang baru saja dibangun kembali oleh pemuda itu, ada rahasia besar yang perlahan mulai terkuak—dan ia adalah satu-satunya orang yang pernah melihat sisi manusiawi di baliknya.

1
Nanik S
apakah mereka sampai ke Kuil Langit
YANI AHMAD
baru tau ada kultivator pake ketapel 😅😅
YANI AHMAD
good job Thor 😍😍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancurken 🔥🦀
Etan Ballideeg Bloodo
Sasuke
Nanik S
Kia... membangkitkan Mayat..
Nanik S
Kai... mereka mau memakan kita
Nanik S
Mengganggu Lin Kia
Nanik S
Kisah yang mengharukan
Nanik S
KXia sudah mulai Normal hatinya
Nanik S
Kai... betapa pusingnya mengajari Xia
Nanik S
Lin Xia... jiwanya sudah orang lain
Nanik S
Pengganggu harus disingkirkan
Nanik S
Cuuuuuus
Nanik S
Apakah Lin Xia akan sadar kembali
Nanik S
Boneka mayat
Nanik S
Semoga Lin Xia sedikit demi sedikit bisa mengingat
Nanik S
Kai... kenapa memaksakan diri membuat Lin Xia bangkit
Nanik S
Kia... kenapa jadi hantu
Nanik S
Apakah Dia akan menjadi Iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!