NovelToon NovelToon
Kakakku Cinta Pertamaku

Kakakku Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Vie Junaeni

Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!

Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.


Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.

Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?


Enjoy reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok Rani

Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...

Happy Reading 😘😘😘

*****

"Elo mau gue nginep Ca?" tanya Rani pada sahabat nya yang sedang memeluk foto mamanya kala itu.

Caca tak menjawab, pikirannya sedang melayang. Caca membayangkan dirinya kembali ke masa-masa kecilnya dulu. Masa bagaimana waktu kecilnya dulu sangat bahagia bersama mama papa nya.

Pedihnya lagi, pikirannya kembali saat pertemuan terakhirnya dengan sang mama. Apakah hari itu mama telah memberi isyarat kepadanya akan pergi selamanya. Bahkan Caca juga mengutuk kepergian mama, ia ingin mama pergi selamanya saja dari hidupnya. Dan ternyata Tuhan kabulkan kutukannya saat itu, ucapan yang sangat ia sesali sampai saat ini.

Karena Caca tidak menjawab akhirnya Rani memilih berbaring di samping Caca dan tidur terlelap.

Akhirnya Rani memutuskan untuk menginap.

Dilihatnya Caca masih menangis memeluk erat foto mamanya.

"Gue tidur duluan ya Ca, elo juga harus tidur nanti elo sakit, terus yang nemenin gue ke kampus, cari cogan, jalan - jalan siapa nanti hehehehe?"

Tanya Rani sambil tertawa kecil berusaha menghibur Caca yang kala itu masih menangis, karena masih tak ada jawaban juga dari Caca , dia pun terlelap lagi di samping Caca.

Rani terbangun karena dentingan suara ponsel di sudut meja samping kiri kasur Caca. Dilihatnya Caca sudah terlelap disampingnya masih dengan memeluk foto mamanya. Lalu ia berdiri dan menyelimuti Caca. Diliriknya jam dinding yang menunjuk angka pukul dua dini hari.

Tenggorokannya terasa haus dan perih lalu diambilnya segelas air dari meja kamar Caca dan meminumnya. Kemudian Rani menuju kamar mandi karena ia merasa ingin buang air kecil.

Sekembalinya dari menuntaskan hajatnya Rani melihat layar ponsel Caca yang menyala, karena penasaran Rani menghampiri nya.

"Apaaaa...!!! gilaaaaakkkkkk paraahhhh!!!"

Rani terkejut tatkala berhasil membuka layar ponsel Caca dan mengecek isi pesan yang terdapat di ponsel Caca dengan isengnya.

Bukan hal yang sulit untuk Rani membuka kunci ponsel Caca, dia sudah hapal kode ponsel Caca, 123456 kode ponsel yang sangat mudah karena Caca mempunya sifat yang pelupa.

"Banyak banget history panggilan chat dari Rendi, dan begonya kenapa elo males banget sih Ca bales chat Rendi." gumamnya.

Ini orang perhatian banget yak, wah wah jangan-jangan Rendi suka nih sama Caca hmmm... eh tunggu dulu kalo Rendi suka sama Caca terus gue gimana aarrggggghhh...

batin Rani sambil mengacak-acak rambutnya.

Gue mau marah, marah banget tapi sama siapa ??? Rendi gak salah gue yang kepedean deketin dia, tapi Caca juga gak salah dia juga gak nanggepin Rendi, tapi gue kok malah mau marah sama Caca ya Tuhan ampuni aku...

"miaww miaaww"

suara Kitty kucing peliharaan Caca yang melintas saat itu di depan kamar Caca membuat Rani menoleh dan mencarinya. Rani memburu arah suara itu lalu digendongnya si Kitty kucing berwarna putih keturunan ras kucing Maincoone itu menuju kekamar.

"Udah lama gue gak gendong elo cing, mana sekarang elo tambah berat, elo tuh harusnya diet banyakin olah raga lari-lari keliling komplek kek ngejarin para janda kucing emang gak bosen elo jomblo di rumah aja. Udah gitu elo harusnya cari kerja, jangan bisanya cuma ngeong minta makan mulu, dih enak banget hidup Lo tau gak!"

Gumam Rani memarahi kita yang tak tahu menahu dengan wajah polosnya memandang Rani. Di pojok kamar Caca , si Kitty habis jadi bulan-bulanan kemarahan Rani. Kitty hanya melihat bingung ke Rani yang sedang menunjuknya sambil komat kamit dengan bahasa yang ia tak mengerti.

"Ada bakat jadi orang gila nih hooman"

mungkin begitu batin kitty yang saat itu terus-menerus di marahi oleh Rani.

***

Pagi itu caca terbangun dengan mata sembab dan dilihatnya Rani sedang meringkuk di pojok kamar terlelap bersama Kitty.

"Ran, bangun ran elo ngapain tidur disini."

ucap Caca sambil menggoyangkan bahu Rani.

Rani terbangun, dia terdiam melihat kearah Caca lalu tiba-tiba mata Rani melotot ke arah Caca kemudian dia berdiri, terus pindah ke kasur Caca melanjutkan tidurnya kembali.

"Itu bocah kesurupan kali yak hiyyy."

gumam Caca yang heran melihat tingkah laku Rani barusan.

"Kok Kitty ada disini sih kapan masuknya kamu?" tanya Caca pada kucingnya lalu digendongnya Kitty dan mereka turun menuju arah dapur untuk memberi makan Kitty disana.

"Non, tadi tuan telpon katanya belom bisa pulang seminggu ini, tadi tuan juga udah kirim uang buat tahlilan tujuh hari nyonya katanya biar diurus pak RT Roni sama pak Ustad Hamka nanti pas acara pengajiannya." ucap mbok Nah.

Tak...!!!

Caca menancapkan garpu nya pada roti dipiringnya dengan keras.

Mbok Nah paham betul non Caca pasti marah sama kelakuan tuan, masa iya istrinya baru aj meninggal tapi tahlilan pengajian aja nyuruh orang lain yang atur duh yang sabar ya non,

batin mbok Nah tak berani menegur Caca saat marah.

"Mau kemana non? habiskan dulu sarapannya !" ucap mbok Nah saat melihat Caca bangkit dari kursi makannya dan pergi begitu saja menghentikan sarapannya.

"Enggak laper mbok, mau mandi aku nya."

jawab Caca sambil menaiki tangga menuju kamarnya.

Setibanya di kamar, ponsel Caca berdering dilihatnya nama kontak "Rendi" yang sedang menelponnya disebrang sana. Caca melirik Rani yang masih terlelap lalu dia pindah ke sudut kamar dekat jendela. Dia beranikan diri untuk mengangkatnya daripada terus berbunyi nanti Rani terbangun.

"Halo ya, kenapa Ren?"

Caca menjawab ponselnya dengan suara pelan kedua tangannya mencoba menutupi ponsel.

"Dari Rendi ya Ca..?"

ucap Rani mengagetkan Caca membuat ponsel yang di pegang Caca terbang dari tangannya dan melayang lalu jatuh begitu saja ditambah tatapan mengerikan dari Rani yang sedang bertolak pinggang di hadapan Caca kala itu.

****

bersambung...

jeng jeng jeng..... ala ala backsound sinteron coba bayangkan yak... hehehe 😘

Jangan lupa main ke novel Vie lainnya

- Pocong Tampan

- 9 Lives

- Gue Bukan Player

Vie love you all readers 😘😘😘

1
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
laaah kok ga lanjut kak vie...😔
Reyvina Laila
yes
Reyvina Laila
good
Nisa Areta
ko Caca SMA Nayla Cantikan naylah y😁😁
Fitria novia
cerita ny gantung penasaran lanjutan ny gmn
Aulya Fitri Annisa
ini udah tamat apa masih lanjut Thor?
kutubuku
astaghfirullah..
Caca rendi saudara😱😱
nizam nizam
wah...kok lama upnya ya...
nizam nizam
ambon sorangan si Rani iiih....😁
elia♡
aaahh kak vie gak seru masa abang virtual ku di ingetin lagi😩udh nando fernando lagi hadeh persis namanya 😭🗡🗡🗡
Fitria novia
caca jadian sm kevin 🤭🤭
Fitria novia
bener kan kevin suka sm caca 🤭🤭
Fitria novia
ak berharap caca sm rendi 🤔
Fitria novia
jgn" dokter ny suka lg sm caca 🤭🤭
Rose_Ni
aku ngasih bunga bermekaran hanya untukmu aja ya Thor...
Sri Wulan
boleh bersatu dong si rendi sama si caca kan beda ibu,, bukan kk kandung
Sri Wulan
eta dah njirr traveling pikiran gua mana lg ujan lg,, aduduh 😄😄😄
Sri Wulan
ngkaka parah ka 😂😂😂
Sri Wulan
anday calon mertua ku kaya mama maya:)
Sri Wulan
anday calon mertua ku kaya mama maya:)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!