NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Si Kembar Anakku

Reynan tak buru-buru memberitahu Liana mengenai foto tersebut. Dia tidak ingin gegabah, mungkin foto itu secara kebetulan atau memang dia wanita yang dikirim untuk melayani hasratnya malam itu.

"Maaf pak, izinkan saya buat mengemasi barang-barang saya yang tertinggal di ruang kerja saya. Di sini saya juga masih belum mendapatkan meja kerja," celetuk Liana.

Reynan mengangguk. "Silahkan. Saya akan segera sediakan tempat buat kamu."

"Terimakasih Pak, kalau begitu saya izin keluar."

Setelah Liana keluar dari ruangannya, Reynan langsung menghubungi Dion. Setiap memiliki masalah Dion lah yang memberinya solusi. Ia berharap mendapatkan solusi yang baik dari sahabatnya itu.

("Dion, kamu sibuk nggak?")

("Lumayan. Ada apa?")

("Aku mau nanya sama kamu. Dulu Liana sampai hamil siapa yang menidurinya? Maksudnya apa dia melakukannya sama pacarnya atau..?")

("Ngapain kamu nanya-nanya kayak gitu? Memangnya apa urusannya denganmu?")

("Aku hanya ingin tahu keberadaannya.")

("Menurut dia sih..., dia dikasih obat dan dibawa ke kamar 305 di hotel Permai. Tapi pelakunya bukan pacarnya, karena waktu itu dia sudah putus dari pacarnya.")

("Apa kau bilang? Dia dikasih obat dan dibawa masuk ke kamar 305 di hotel Permai? Kamu tidak salah kan?")

("Salah apanya? Kenapa kamu terlihat begitu terkejut gitu? Kalau kamu nggak percaya kamu bisa tanya langsung sama dia. Memangnya ada urusan apa denganmu? Ingat bro! Liana itu bukan cewek gampangan. Jadi jangan berpikir untuk mempermainkannya. Dia kukirim padamu buat bekerja, bukan untuk kau permainkan.")

("Ya tapi masalahnya kamar 305 itu kamar yang aku tempati enam tahun yang lalu. Dan aku dapat info kalau wanita yang bersamaku itu mirip sama Liana. Ini aku dapat fotonya. Nanti kukirim padamu.")

("Apa kau bilang? Perempuan yang bersamamu itu Liana? Itu berarti kau yang sudah menidurinya? Dan itu artinya kau ayahnya si kembar?")

("Hah? Si kembar itu anakku?")

Mereka berdua sama-sama terkejut bukan main. Selama ini mereka sibuk mencari tahu kebenarannya, dan kini terungkap, ternyata diantara mereka saling berkaitan satu sama lain.

("Dion, bantu aku buat mengungkapnya. Liana itu agak keras kepala. Dia nggak begitu percaya dengan penjelasanku. Kamu kan cukup dekat sama dia. Tolong bantu aku atur strategi buat pertemuan.")

Reynan sudah tak sabar mengungkap kebenarannya, namun ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapnya secara langsung. Bisa dibilang terlalu cupu menghadapi wanita seperti Liana.

("Ck, kamu itu gimana sih! Tinggal memberinya penjelasan aja kok masih ribet. Ngapain harus ngelibatin aku juga, dodol! Kamu yang enak-enakan, kamu yang seneng, kenapa aku yang harus turun tangan. Kamu itu cowok sejati bukan sih? Jangan bilang kurang setengah.")

("Setengah? Apa maksudmu? Jangan berpikir buruk tentangku. Kalau kau masih ingin ku anggap sebagai sahabat, maka usahakan untuk membantuku!")

("Yaudah, gampang! Itu bisa diatur. Sekarang aku mau kerja dulu. Kita ketemu nanti setelah pulang kerja.")

("Oke deal!")

Reynan menutup sambungannya dan menghubungi salah satu anak buahnya untuk menyediakan tempat buat Liana.

Di ruangannya Liana sibuk mengemasi barang-barang miliknya. Di situ beberapa temannya dibuat bingung, kenapa Liana tiba-tiba berkemas, atau mungkin dia beneran resign?

"Liana, kamu jadi resign?" tanya Saskia.

"Enggak. Sekarang aku diminta buat jadi asisten pribadi pak Reynan," jawab Liana.

"Apa?" Mereka terkejut serempak.

"Serius kamu hendak dijadikan asisten pak Reynan? Mimpi apa kamu semalam An? Masih jam segini udah dapat rezeki nomplok."

Semua orang tentu menginginkan jabatan yang setara dengan Liana, tapi sayangnya mereka hanya bisa menghalu untuk bisa menjadi asisten pribadi bosnya.

"Aku sendiri juga nggak tahu, tapi aku juga nggak bisa menolak. Ya untuk sementara ini aku jalani aja dulu. Kalau misalnya nanti nggak nyaman ya aku beneran mengundurkan diri."

Liana masih terngiang-ngiang oleh penjelasan Reynan mengenai syarat syarat yang harus dipenuhi. Selama terlibat kontrak kerja dengan pria itu, ia dilarang dekat dengan pria manapun apalagi ada niatan untuk menjalin hubungan serius dengan orang lain, dan itu cukup mengganggu pikirannya, tapi di sisi lain ia juga tidak bisa egois, masih ada dua bocah yang harus dipenuhi kebutuhan hidupnya.

"Terus ini kamu mau pindah tempat gitu?" tanya Saskia yang belum begitu iklas melepaskan kepergian Liana.

"Iya, aku diminta untuk tinggal di ruangannya."

"What! Kamu diminta untuk tinggal satu ruangan sama pak bos? Liana! Ini bukan hal yang baik untukmu. Pak bos itu masih single. Bagaimana kalau kamu menjadi santapannya kelak? Ya bukannya aku mau jadi provokator ya, aku cuma ingin mengingatkanmu. Aku kasihan padamu, An! Anak kamu masih kecil-kecil, kalau kamu sampai menjadi korban yang kedua kalinya gimana?"

Liana terdiam dengan tatapan kosong. Ia meresapi apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Saskia, jujur ia juga takut akan dijadikan korban untuk yang kedua kalinya.

"Saskia, jujur aku sendiri juga takut, tapi aku juga nggak ada pilihan lain selain harus mematuhi semua perintahnya. Aku sudah menandatangani kontrak dengannya, itu artinya aku harus siap menerima resikonya."

Saskia menatapnya sedih. Walaupun Liana bukan siapa-siapa baginya, tapi rasa kepeduliannya terlalu dalam, hanya saja ia tidak bisa membantu secara materi.

"Yaudah, kalau gitu kamu hati-hati ya? Jangan mudah tergoda oleh ketampanannya."

Liana hanya tersenyum dengan melambaikan tangannya keluar dari ruangan itu dengan membawa kotak berisi barang-barang miliknya.

Setibanya di ruangan CEO, Liana masuk dan mendapati dua orang menata meja kerja untuknya. Di situ dia tidak melihat keberadaan Reynan. Entah kenapa mana perginya pria itu.

"Nyonya, saya sudah menyiapkan tempat kerja nyonya. Semoga Nyonya menyukainya."

Liana mengangguk. "Terimakasih banyak pak, sekarang anda boleh pergi."

Tak lama dari itu muncullah Reyhan dari arah toilet. Dia berjalan menuju meja kerjanya.

"Bagaimana? Kamu suka tempat ini?"

Liana mengangguk sopan dengan mengulas senyuman tipis. "Tentu Pak, saya menyukainya.

Liana menyibukkan diri menata ulang barang-barangnya di atas meja kerjanya. Tak sengaja ia menjatuhkan sebuah foto berukuran sedang yang ada di dalam kotak bercampur dengan barang-barangnya yang lain.

Brak...!!

Buru-buru Liana mengambilnya, namun kalah telak dengan tangan Reynan yang lebih cepat menyahutnya. Pria itu mengambilnya dan melihatnya.

"Ini foto kamu?"

Liana mengangguk. "Benar Pak, ini foto saya ketika masih baru masuk kuliah."

Tatapan mata Reynan tertuju pada sebuah titik di mana ada sebuah kalung melingkar dengan liontin yang sama persis dengan kalung yang ada ditangannya.

"Ini kalung kamu?" Pria itu menunjuk ke arah leher Liana di dalam foto.

Liana mengangguk. "Iya benar, ini kalung saya."

"Sekarang di mana? Kenapa kamu nggak memakainya?"

"Kan saya sudah pernah katakan sama bapak kalau kalung saya hilang. Saya nggak ingat di mana terakhir kalinya saya meninggalkan kalung itu. Sebenarnya kalung itu sangat berharga buat saya, itu peninggalan orang tua kandung saya," jawabnya dengan raut wajah sedih. Semua terungkap setelah keluarga angkatnya mengusirnya dari rumah. Chandra menegaskan kalung yang dimilikinya itu sudah ada sejak dia ditemukan di dalam kardus di tempat sampah.

"Tapi mau gimana lagi kalau udah ilang saya harus mencarinya ke mana lagi?"

Reynan terdiam dengan menggumam. 'jadi benar, wanita yang bersamaku malam itu Liana. Jika Liana hanya melakukan sekali saja bersamaku, itu artinya si kembar anak-anakku.'

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!