Pernikahan adalah sebuah moment paling bahagia dalam setiap pasangan, tetapi berbeda dengan Alena yang menikah karena terpaksa.
Saat bersama keluarga datang kepernikahan Daffin yang adalah mantan kekasihnya. Tiba-tiba, masalah datang karena calon istri Daffin tidak hadir dipernikahannya sendiri. Orangtua Daffin pun langsung menjodohkan Alena agar menikah dengannya. Dengan niat ingin balas dendam, Alena pun terpaksa menikahi Daffin.
Namun, semuanya tidak seperti yang diharapkan. Jangankan untuk balas dendam, Alena malah terjebak dengan semua masalah yang dialami Daffin. Calon istrinya yang dulu ingin ia nikahi datang membawa seorang anak. Banyak masalah yang terjadi hingga tak berujung.
Masalah apa yang sebenarnya terjadi??
Apakah Alena akan membantu menyelesaikan masalah Daffin, atau akan langsung meminta cerai??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulun Eerlyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 13 Para Sahabat
Waktu sudah menunjukan jam 6 sore, namun Daffin masih juga belum kembali. Alena mulai gelisah karena hari sudah mulai gelap dan dia tidak berani di rumah sendiri, apa lagi rumah itu masih sangat asing baginya.
Alena terus berjalan kesana kemari sambil menatap layar ponsel untuk melihat jam. Dia ingin menelepon Daffin agar cepat pulang, tapi sialnya dia belum punya kontak Hpnya Daffin.
"Dia kemana sih, ini sudah hampir gelap," gumam Alena mulai ketakutan.
Tlingg,,
"Eh ada pesan masuk jangan-jangan dari mas Daffin," Alena langsung semangat ketika mendengar suara notifikasi pesan. Dia langsung membukanya, namun ternyata bukan dari Daffin, melainkan dari sebuah chat grup.
"Chat grup? Siapa yang memasukan aku ke grup ini?" gumam Alena sambil membuka pesan dari grup yang baru saja mengundangnya.
*Chat Grup*
"Alena bergabung ke dalam grup"
Sania: Hay cantikku, selamat bergabung di grup Sahabat!!
Fira: Hay Alena! Apa kabar?
Adel: Apa kabar Al, sombong ya mentang-metang sekolah di Singapura😠
Fahri: Grup apa lagi sih ini, berisik..😪
Alena: Ya ampun aku rindu kalian semua.. Huhuhu😭
Fahri: What?? Ternyata ada Alena?😱
Seketika rasa takut Alena langsung hilang ketika melihat chat dari para sahabatnya. Dia hampir menangis karena sudah sejak lama semenjak Alena pindah sekolah ke Singapura, dia tidak pernah ada kontak lagi dengan para sahabatnya.
*Chat Grup*
Alena: Aku rindu kalian semua, pokoknya sekarang juga kita harus ketemu.😭
Sania: Memangnya kamu di izinin sama....
Alena: @Sania Ssuuuttt diam san!!
Fahri: Ayok mumpung gak ada kerjaan ni!
Adel: Ketemu dimana nih??
Fira: Iya, kumpul dimana kita??
Fahri: @Sania diizinin sama siapa, kepo...
Sania: @Fahri Berisik lo,🙄
Alena: Di Caffe BTS, gimana??
Sania: Siapp, meluncur...
Adel: langsung on the way.
Fira: @Fahri J**emput gue, awas kalau enggak gue tonjok👊
Fahri: Oke boss...
Alena merasa sangat bahagia karena semua sahabatnya membuat dirinya tidak kesepian lagi. Alena pun langsung memesan Taxi Online dan langsung meluncur menuju Caffe. Dia tidak peduli jika Daffin akan mengizinkannya atau tidak, karena menurutnya Daffin juga tidak peduli terhadapnya bahkan dia sampai tidak pulang walau hari sudah mulai gelap.
Saat tiba di Caffe, Alena langsung mencari sahabatnya. Matanya melihat keseluruh sudut Caffe hingga akhirnya dia melihat Sania dan Adel melambaikan tangannya.
"Alena disini!" teriak Sania dan Adel serempak.
Alena pun langsung berjalan menghampiri kedua sahabatnya, dia langsung memeluk Adel karena lama tidak pernah bertemu.
"Al, aku kangen banget tau sama kamu," ucap Adel sambil memeluk erat tubuh Alena.
"Iya aku juga kangen, tapi kamu peluknya biasa aja dong, aku sampek kehabisan napas nih, uhukk." rintih Alena dengan suara yang di buat-buat sudah seperti orang mau mati.
"Iya-iya maaff, sini-sini duduk!" balas Adel sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya.
"Fahri sama Fira mana?... Belum datang ya?" tanya Alena sambil melihat ke sekitarnya.
"Haishh, kamu sih kurang update," cetus Sania sambil meletakkan gelas Moccanya.
"Biar aku kasih tau, mereka berdua baru jadian seminggu yang lalu," bisik Adel.
"Hah, serius nih Fahri sama Fira jadian?" tanya Alena tidak percaya.
Adel dan Sania hanya mengangguk serempak. Alena pun tersenyum kecil karena yang dia tau sejak dulu Fahri dan Fira selalu bertengkar seperti kucing dan anjing. Tidak disangka-sangka sekarang mereka malah menjadi sepasang kekasih.
"Terus bagaimana dengan Dafka, bukannya dia cinta mati sama Fira dan mereka sudah pacaran sejak SMA?" tanya Alena penasaran.
"Maksud kamu Dafka adiknya mantan kamu alias Daffin yang gantengnya cetar membahana?" tanya Adel dengan mata yang sangat berbinar-binar.
Alena jadi kesal karena sahabatnya malah menyinggung nama Daffin. "Ck, jangan sebut nama kakaknya lah, males banget!" ketus Alena.
"Sini-sini biar aku kasih tau sebuah rahasia, sebenarnya Fahri sama Fira pacaran itu cuman mau buat Dafka ngejauhin Fira. Fira tidak suka karena kamu tau sendiri Dafka sangat pemarah, dan selalu menyimpan rahasia, kalian tau kan kalau hubungan tanpa kejujuran dan kepercayaan itu percuma. makanya dia memilih untuk memutuskan Dafka dan pacaran dengan Fahri supaya Dafka percaya kalau Fira itu udah gak cinta sama dia," jelas Adel sangat yakin.
"Woy, gosip terus!!" pekik Fahri dan Fira membuat mereka bertiga hampir jantungan.
"Woy, sialan lo ya, jantung gue cuman 1 kalau berhenti berdetak gimana?" bentak Adel memarahi Fahri.
"Santuy lah, Del. Masih ada jantung aku nih buat kamu," canda Fahri sambil merangkul bahu Adel.
Mereka berlima pun langsung tertawa lepas, Alena tertawa bahagia karena sudah lama dia tidak merasakan kebahagian bersama para sahabatnya.
"Kita harus pesta malam ini, pesan makanan dan minuman sepuas kalian!" seru Fahri sambil melambaikan tangannya memanggil pelayan.
"Kamu yang bayar?" tanya Sania berharap.
"Enak aja bayar sendiri-sendiri lah," jawab Fahri santai.
"Huuu, dasar pelitt!" omel Fira sambil mendorong kepala Fahri.
Setelah menunggu hampir 10 menit, pelayan pun datang membawa makanan dan minuman yang mereka pesan. Mereka pun langsung menyantap makanan yang mereka pesan sambil mengobrol dan tertawa ria.
"Al, kamu mau terbang ke Singapura lagi ya besok?" tanya Fira di sela-sela makannya.
"Mmm, kayaknya aku bakalan pindah sekolah di Indonesia aja, Fir." jawab Alena sambil meletakkan gelas jussnya.
"Wah, bagus dong kalau gitu, kamu pindah sekolah yang sama kayak kita aja di UNJA." saran Fahri dengan semangat.
"Iya, Al. Kita kan sahabat cuman kalian berdua aja tau yang sekolah jauh banget sampek ke Singapura." ucap Adel merasa sedih.
"Aku sih ngikut Alena aja guys, soalnya udah janji sama ayah dan bundanya Alena." balas Sania sambil menatap mata Alena.
Alena merasa tidak enak dengan Sania, walau sekolah Sania memang di biayai oleh keluarga Alena, tapi pastinya Sania punya cita-cita dan impian sendiri ingin sekolah dimana. Bukan selalu menuruti apapun perintah ayah dan bunda Alena.
Sania adalah anak dari sahabatnya orangtua Alena, kedua orangtua Sania meninggal saat kecelakaan pesawat ketika Sania masih suduk di bangku SMP. Oleh sebab itu, Sania di adopsi oleh keluarga Alena dan mereka pun hidup bersama.
"Kali ini aku ikut apapun keputusan Sania, terserah dia mau pindah sekolah dimana?" ucap Alena sambil menatap semua sahabatnya.
Sania terkejut ketika mendengar kata-kata Alena, selama ini dia tidak pernah berharap ingin sekolah dimana karena bisa sekolah sampai perguruan tinggi pun dia sudah sangat mensyukurinya.
"Al, jangan begitu aku sekolah dimana pun oke-oke aja, asal sama kamu sampai ujung dunia pun aku mau," jelas Sania sambil menggenggam tangan Alena.
"San, aku tau kamu pingin banget sekolah di UNJA, kan? Sekarang aku kasih kamu kesempatan buat memilih sekolah yang kamu inginkan!" ucap Alena meyakinkan Sania.
Fahri, Fira dan Adelia pun hanya terdiam menatap serius Sania dan Alena. Mereka berhenti bercanda karena sedang membicarakan hal yang sangat serius. Mereka tau bahwa hubungan Sania dan Alena bukan hanya sekedar persahabatan, tapi sudah masuk kedalam hubungan sebuah keluarga.
"Kenapa kamu ngasih kesempatan aku buat memilih ingin pindah sekolah dimana, Al?" tanya Sania serius.
"Aku sadar selama ini aku sangat egois, aku sudah bawa kamu terbang ke Singapura hanya gara-gara keegoisan aku, padahal waktu itu kamu lagi mengejar beasiswa untuk sekolah Arsitek seperti ayah kamu, tapi aku menghancurkannya, kan?" jawab Alena dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Al, kamu itu sahabat sekaligus saudara terbaik aku, kemana pun kamu pergi aku akan selalu mengikuti mu dan aku tidak akan pernah menyesalinya, jadi kamu jangan berpikir bahwa kamu egois atau apapun itu, aku sayang kamu tau!" balas Sania lalu memeluk erat tubuh Alena.
Semua sahabatnya langsung terharu melihat mereka berdua. Fira dan Adel pun langsung ikut memeluk Sania dan Alena. Mereka sudah seperti Teletubis yang saling berpelukan.
"Aku juga ingin peluk!" seru Fahri sambil membentangkan tangannya.
"Eits!!" Fira dan Adel langsung menunjukan genggamannya seraya ingin memukul Fahri. Fahri pun tidak berani dan langsung duduk tidak jadi memeluk mereka.
BERSAMBUNG
kamu tuh oon nya Alena
sekolah di luar negeri juga lho 🤣🤣🤣
alena Alena
kamu yg bloonya .... 😡😠🙁☹️