NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 ~ Dua Insan Yang Merindukan Amira

Raina menoleh dan melihat langkah tegap suaminya dengan wajah yang dingin menatapnya. Raina langsung berdiri dari duduknya tanpa sadar, kedua tangan sudah bergetar mencengkram gaunnya. Melihat tatapan tajam suaminya, membuat sinyal dalam dirinya langsung bergetar ketakutan.

"Sedang apa kau disini dan bersama siapa?" tanya Marvin dengan suara rendah, namun penuh penekanan. Sorot matanya menunjukan seolah jika Raina berbohong maka dia akan tahu.

Semua gerak-gerik Raina tentu tidak lepas dari pandangan Haris, pria itu sedikit mengerutkan keningnya, merasa jika ada yang tidak beres dengan pernikahan diantara Raina dan Marvin. Meski dia tahu jika Raina hanya sebatas pengganti, tapi apa Marvin akan memperlakukannya dengan buruk? Pertanyaan yang sulit di ungkapkan untuk saat ini. Jadi dia hanya memperhatikan saja.

"Em, maaf Tuan Marvin, saya Haris, hanya mengenal Raina sebagai pasien saja"

Satu alis Marvin terangkat, menatap Haris dengan wajah datar. "Sekarang dia tidak sakit apapun lagi, sudah sembuh. Jadi, tidak perlu datang lagi menemuinya!"

Haris mengerutkan keningnya dalam, bukan karena bingung, tapi dia seperti tahu kalau arti dari ucapan Marvin barusan hanya karena tidak ingin Haris menemui istrinya lagi. Tapi bukan itu masalahnya, Haris tidak melihat tatapan cinta atau kecemburuan pada Marvin, jadi apa tujuannya mengatakan hal seperti ini. Bukan karena dia cemburu atau cinta, tapi seperti sebuah peringatan jika Haris tidak boleh mendekati Raina lagi.

Raina yang berada di tengah-tengah dua pria ini, mencoba untuk menghentikan suasana canggung dan tegang saat ini. Dia merangkul tangan suaminya, meski takut jika Marvin akan langsung menepisnya kasar dan mendorongnya.

"Kita masuk kembali ya Kak, acara juga belum selesai"

Marvin menoleh pada Raina, tatapannya begitu tajam. Seringai mengerikan yang membuat Raina hanya mampu menelan ludahnya dengan susah payah. "Sepertinya kau ingin bermain-main denganku, Raina. Maka aku akan ikuti permainanmu" bisiknya pelan.

Raina langsung merasa merinding, bahkan bingung harus menjawab seperti apa. Membayangkan apa yang akan terjadi nanti ketika mereka sampai di rumah. Raina menoleh pada Haris dan tersenyum sedikit di paksakan sebelum pergi meninggalkan pria itu.

Sementara Haris hanya menatapnya dengan penuh kebingungan tapi juga penuh dengan pertanyaan. "Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan pernikahan Raina dan Tuan Marvin"

*

Ternyata kemarahan Marvin masih belum reda, dia membawa Raina ke mobilnya. Mendorongnya masuk dan mengukung tubuhnya di kursi belakang. Pintu mobil masih terbuka, bahkan kaki panjang Davin masih terlihat di ambang pintu mobil.

"Silahkan jika kau ingin berhubungan dengan pria manapun, karena aku tidak akan pernah peduli. Tapi, jangan pernah membiarkan hubungan gelapmu itu terbongkar. Karena itu hanya akan merusak reputasi keluargaku, kau paham?!"

Mata Raina memerah, bahkan air mata sudah mengalir dari sudut matanya. Tatapan Marvin selalu membuatnya takut. "Aku tidak ada hubungan apapun dengan Kak Haris. Dia hanya pernah menanganiku saat kecelakaan itu, sudah hanya itu saja. Dan dia adalah senior aku di Kampus saat itu"

Marvin tersenyum sinis, dia mengusap air mata Raina. Bukan dengan kelembutan, tapi penuh dengan kasar. "Tidak perlu menangis untuk menarik simpati dariku. Karena sampai kapanpun, kau tidak akan pernah mendapatkan peduli dariku. Sejak kau masuk dalam kehidupanku dan membuat Amira meninggal, maka kau tidak lebih dari binatang yang aku pelihara untuk aku siksa"

Ucapannya begitu tajam menusuk relung hati, namun Raina tahu bagaimana dia akan masuk dalam penjara pernikahan ini sejak dia mengucapkan janji suci di atas altar. Semuanya sudah jelas, jika kehidupan Raina tidak akan lebih baik.

Marvin beranjak dari atas tubuh Raina, menatap wanita itu di balik pintu mobil yang masih terbuka. "Keluar, kita pulang sekarang. Aku sudah tidak mood lagi untuk ikut pesta"

Raina hanya mengangguk saja, menurut apa kata Marvin. Turun dari kursi belakang dan pindah ke kursi depan bersama suaminya. Masih menunduk dengan sisa cairan di sudut matanya. Ketika dia membenarkan poni rambutnya, bekas luka di keningnya masih terlihat. Tertutup plaster bening.

Keduanya hanya diam tanpa ada yang berbicara lagi. Raina tidak berani jika harus berbicara dengan suaminya. Dia hanya bis diam dan menunduk saja. Sampai mobil sampai di pekarangan rumah, mereka segera turun. Lagi, Raina tidak berani berbicara apapun, hanya mengikuti Marvin dari belakang. Melihat pria itu yang naik ke lantai atas menuju kamarnya, Raina mulai bisa bernapas lega, dia berlalu ke kamarnya sendiri. Duduk termenung di pinggir tempat tidur, mungkin air mata sudah lelah untuk terus keluar, hingga dia hanya diam saja tanpa ada air mata, meski hatinya begitu sakit saat ini.

Mengambil foto dari atas nakas yang selalu dia pajang. Foto dirinya dan Amira saat masih remaja dulu. Sebuah kenangan yang tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun.

"Kak, apa aku bisa melewati semua ini? Rasanya lelah sekali, aku tidak sanggup"

Raina mengangkat kedua kakinya ke atas tempat tidur, meringkuk disana sambil memeluk figura foto dirinya dan Kak Amira. Selalu berharap jika Kak Amira mungkin akan mendatanginya dalam mimpi, agar Raina bisa mengobati sedikit saja rasa rindunya.

*

Di kamar yang berbeda, Marvin berdiri tepat di depan fugura foto dirinya dan Amira. Wajah cantik kekasihnya yang tersenyum cerah pada kamera, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa jatuh cinta dan ingin melindunginya. Senyuman lembut, namun terlihat rapuh, membuat Marvin saja ingin sekali melindunginya. Tapi, sekarang wanita yang ingin dia lindungi itu telah pergi untuk selamanya.

"Sampai saat ini aku terus bertanya, kenapa kau yang pergi, Amira? Kenapa tidak dia saja yang pergi? Kau tahu betapa aku mencintaimu, hanya kau yang mampu membuatku jatuh cinta. Tapi, semuanya hancur karena adikmu itu, kecelakaan yang menimpa kalian kenyataan terburuk dalam hidupku"

Suaranya rendah, penuh penekanan, dan sedikit tercekat di tenggorokan seperti ada yang menahannya. Amira tidak pernah bisa hilang dari ingatan Marvin sampai kapanpun. Dia adalah wanita yang dicintainya.

Marvin memejamkan matanya dengan hembusan napas panjang. Namun, sekilas bukan wajah Amira yang terlintas dalam pikirannya, tapi bayangan senyum menyakitkan dari Raina. Membuat Marvin seketika sadar dan kembali membuka kedua matanya. Dia memijat pelipisnya yang terasa pening.

"Bahkan bayangannya saja membuatku kesal dan ingin marah. Bagaimana bisa aku terus menjalani pernikahan ini dengan wanita yang sudah menyebabkan Amira-ku pergi untuk selamanya"

Kebencian itu muncul sejak kecelakaan yang merenggut nyawa kekasih hatinya. Dulu, Marvin hanya bersikap biasa saja pada Raina. Sama sekali tidak peduli, dan tidak ingin mengusik hidupnya juga. Hanya bertemu sesekali jika dia datang ke rumah Amira. Meski kekasihnya selalu menceritakan tentang adiknya, tapi Marvin tidak begitu peduli. Tapi sekarang, tumbuh rasa benci dalam hatinya sejak dia tahu jika Raina yang mengemudikan mobil dan kecelakaan terjadi telah merenggut nyawa Amira.

"Aku tidak bisa terus bersamanya, setiap melihat wajahnya, aku selalu ingat padamu, Amira"

Marvin menunduk dengan menghembuskan napas berat, mungkin saja jika dia yang mengantar Amira hari itu, kejadiannya tidak akan seperti ini. Amira mungkin masih selamat dan mereka masih bisa menikah untuk mewujudkan segala mimpi yang sudah mereka rencanakan.

"Aku tetap mencintaimu sampai kapanpun Amira"

Setelah mengucapkan itu, Marvin berlalu ke kamar mandi. Berendam dan menenangkan dirinya yang lelah dan kacau hari ini.

Bersambung

Jangan pada nabung bab, awas aja ya👊😭

1
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
leahlaurance
hairan disiksa parah tapi enga kenapa kenap, tahan tukul amat,enga masuk akal,udah sakit lagi yang membaca.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!