"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. bab 16
Nada menarik nafasnya dalam-dalam. Memandangi jalan yang ia lalui dari dalam taxi. Sungguh ia sangat lelah, ia ingin menyelesaikan semuanya sekarang. Ia tak ingin mencampuri urusan mereka. Tapi karena rasa kasihan dan karena namanya masih terbawa. Mau tak mau ia harus menjelaskan secara jelas kepada lelaki yang menjadi masa lalunya.
Maka dari itu Ia hari ini ia bertekad meng ia kan ajakan Juna untuk bertemu. Ia ingin menyelesaikan semua cerita masalalu mereka dan meminta Juna untuk menjauhinya.
Nada tak mengerti, tak ada sedikit pun terbesit mengganggu rumah tangga mereka. Tapi kenapa tiba-tiba Senar memintanya menjauhi Juna. Nada ingat dua hari yang lalu, ia bertemu dengan Senar. Dan tatapan Senar yang tampak putus asa.
Kring
Nada memasuki cafe dimana dulunya tempat favorit mereka. Dari pintu Nada dapat melihat Juna yang berdiri di pojok dengan senyuman yang dulu ia sukai menanti kedatangan nya. Dengan langkah anggun Nada menghampiri nya.
"Nadaku" panggil Juna seperti dulu. Nada hanya diam menatap lelaki di depannya. Lelaki yang dulu gagah kini tampak kurus.
"Nad,, Abang benar-benar minta maaf. Abang tahu Abang salah. Abang tahu kesalahan Abang fatal. Tolong beri Abang kesempatan sekali lagi. Tolong Nad, abang sungguh mencintaimu. Tolong kembali kepada sama Abang Nad" ucap Juna sedih memecah keheningan yang nampak canggung.
" Abang,,"panggil Nada pelan menatap iris yang dulu membuatnya berdebar-debar. Iris yang membuat nya tersipu malu saat memandang nya.
""Perpisahan kita bukan salah siapa-siapa. Bukan sepenuhnya salah Abang, salah Nada , salah kak Senar ataupun salah waktu" ucap Nada menatap Juna
"Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa" lanjutnya
" Selama setahun Nada belajar untuk merelakan yang seharusnya bukan milik Nada. Cinta yang di mulai dengan noda akan menjadi bom waktu kedepannya. Nada ngak ingin memulai kembali dengan noda setitik itu" ungkap Nada membuat Juna terdiam.
Hati Juna terasa teriris, tak bisakah ia beri kesempatan sekali lagi oleh perempuan didepannya ini. Sungguh ia masih sangat mencintai perempuan ini.
"Nad, jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah abang tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama" Juna menatap mata yang sangat ia rindukan. Ingin rasanya ia memeluk erat tubuh mungil perempuan ini. Sungguh ia sangat rindu.
"bisakah abang selalu di sampingmu, sehingga kita bisa melangkah bersama memulai yang baru"
Nada tak tahu harus berkata apa lagi. Melihat harapan di mata lelaki yang pernah mengisi hatinya. Hanya rasa kasihan yang ia rasakan. Lelaki yang dulu memiliki mimpi dan motivasi tinggi. Kini yang dapat ia lihat hanya harapan putus asa.
Nada hanya bisa menggelengkan kepalanya "kalau untuk kita bersama lagi, maaf bang Nada hanya bisa bilang tidak mungkin"
"Dulu saat Abang melakukan kesalahan itu. Apa Abang tidak memikirkan kejadiannya akan seperti ini"
"Nada tahu ini bukan sepenuhnya kesalahan Abang maupun istri abang. Tapi dengan ini tuhan menunjukkan jalan untuk kita. Bahwasanya kita tak mungkin untuk bersama kembali"
"Sekarang Abang sudah memiliki istri dan anak. Abang sudah memiliki keluarga sendiri. Jadi tolong lupain Nada bang,lepaskan Nada. Biarkan cerita kita dulu menjadi kenangan yang membuat kita menjadi lebih baik"
"Nada ngak mau masa lalu kita menjadi pertengkaran di antara rumah tangga kalian"
" jujur bang, Nada sudah memaafkan semuanya. Nada sudah berhasil menyimpan semua kenangan yang pernah kita lalui di hati Nada yang terdalam. Tapi bisakah Abang juga seperti Nada"
"Bisakah Abang juga ikhlas dan memulai cerita baru Abang dengan Kak Senar"
"Nada tahu, Juna yang Nada kenal lelaki hebat dan lelaki bertanggung jawab. Tolong kembali seperti dulu bang"
"Lupain Nada, hiduplah bahagia bersama kak senar dan anak kalian. Tolong jangan terus menerus berharap pada Nada dan melukai istri abang. Tolong hargai wanita yang ada di samping Abang saat ini"
"kak Senar juga mencintaimu. Ia tak bersalah, jangan hukum dia dengan terus menggantung perasaan nya. Jika ia lelah, ia akan pergi. Ia akan pergi dengan anak kalian. Jangan Abang menyesal sampai saat itu tiba bang" ungkap Nada
Juna mendengar itu terdiam, perasaan nya campur aduk.
"tapi Nad, Abang mencintaimu. Abang sama Senar hanya sekedar tanggung jawab. Abang ngak bisa bersama senar nad. Hati Abang cuma ada kamu" jelas Juna yang terlihat kebingungan.
Nada hanya menggeleng kepalanya.
" coba tanya sama hati Abang. Apa perasaan Abang untuk Nada masih seperti dulu atau hanya sekedar rasa bersalah" ungkap Nada
"tahukah Abang, pertama kali Nada kembali ke kota ini Nada pernah bertemu dengan Abang dan keluarga Abang"
"Nada dapat melihat pancaran kebahagiaan dari Abang. Yang Nada lihat Abang ayah dan suami yang bertanggung jawab yang menyayanginya mereka. Dan tahukah Abang, karena dari situ Nada memilih memaafkan Abang dan melupakan masalalu kita"
"tolong jangan buat Nada di pandang menjadi perusak rumah tangga kalian karena rasa bersalah abang untuk Nada. Tolong jangan buat Nada menjadi jahat karena di anggap mengambil ayah dari anak tak berdosa"
Mereka berdua sama-sama terdiam dengan pemikiran masing-masing.
Tapi tak lama Nada memilih bersiap untuk pergi. Tapi sebelum pergi Nada berkata " Nada sudah memaafkan Abang. Tapi jika Nada boleh meminta. Berbahagialah bersama keluarga Abang dan lupain Nada"
Juna yang melihat punggung Nada yang sudah menjauh. Juna masih meresapi kata-kata Nada. Apa benar ia sudah mencintai perempuan itu. Apa benar hanya rasa bersalah yang bersemayam di hatinya untuk perempuan itu.
Nada yang sudah didalam taxi hanya menghela nafasnya. Hati nya sudah terasa ringan karena melepaskan semua beban di hatinya.
Saat ini ia sudah dapat benar-benar berdamai dengan semuanya. Ia tak menyalahkan mereka dari masa lalu nya lagi. Ia hanya ingin balas dendam dengan cara membuat dirinya lebih bahagia. Bukan dengan cara menyakiti satu sama lainnya.
Tapi untuk Varo, ia masih merasa kesal sekaligus sedih. Kesal kenapa ia masih menganggap nya seperti anak kecil. Dan sedih karena dirinya. Ia tak memikirkan kebahagiaan nya sendiri. Ia ingin berbicara berdua pada Varo dan minta Enzo untuk memukulnya.
Tapi mamanya memberi kabar bahwasanya Varo yang seorang tentara memilih bertugas keterbatasan sehari setelah ia pindah ke apartemen. Sungguh ia merasa khawatir, tapi ia tahu itu tugasnya. Ia hanya bisa berdoa akan keselamatan Varo.
#tbc
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor