NovelToon NovelToon
Hot Daddy Favorite

Hot Daddy Favorite

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Janda / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

***++++++++

" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.


Mari nantikan kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rea Izin Ke rumah ibu

 Beberapa saat kemudian Rea mendekati Dean, pria itu merangkul pinggang istri nya dan mereka pun berjalan berdua masuk ke dalam rumah, setibanya di meja makan Rea langsung melihat Jule Yang sedang menata hidangan dengan wajah lelah, diatas meja tersaji nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi, sosis bakso dan dua minuman, secangkir kopi untuk Dean dan secangkir susu untuk Rea.

  Senyum Rea merekah dia menatap Jule yang kelelahan keringat bercucur di atas pelipis, wajah kusut tanpa riasan, sangat berbeda dengan biasanya yang selalu tampil menor.

  " Setelah masak, kamu boleh sarapan jule." ucap Rea tenang namun tegas. " habis itu lanjutkan pekerjaan lain, cucian mas Dean di atas banyak sekali, kalau punya ku cuma sedikit, jadi mulai dari situ dulu, bersihkan rumah sudah banyak debu yang lengket oh jangan lupa halaman juga banyak daun sudah berguguran."

 Jule terdiam mata mendelik tak percaya, dia pikir setelah memasak bisa beristirahat ternyata beban kerjanya baru saja di mulai.

  " Kenapa diam." tanya Rea sinis. " kamu tidak sanggup? Kalau tidak sanggup biar aku saja yang kerjakan." ucapan itu membuat Dean menoleh tajam ke arah istrinya.

  " Sayang ??? Kenapa kamu yang harus kerja ??? Kamu nyonya di rumah ini, jangan ambil tugas pelayan .." Ucap Dean lembut berusaha menenangkan suasana, dia tidak ingin perselisihan kecil membuat hubungan mereka retak apa lagi di depan Jule.

  Jule menahan kesal tetapi tetap menunduk. " Baik nyonya, sebentar lagi saya kerjakan." jawabnya datar sebelum berbalik meninggalkan meja makan.

  Begitu tiba di kamarnya, Jule langsung mengobrak Abrik meja riasnya dengan amarah.

  " Brengsek !! ." ucapnya. " apa dia sengaja mau ngerjain aku?? Suruh masak, cuci bersihin rumah, gila!!! Seperti nya gue benar benar meremehkan perempuan itu." dia menatap bayangan wajahnya di cermin, mata menyala bibir menyeringai getir.

  " Baik lah, Rea, kita lihat siapa yang akan menang di rumah ini ." gumamnya penuh dendam.

  Setelah sarapan Rea sengaja duduk di ruang tamu bersama Dean, dia menatap layar ponsel sambil sesekali tersenyum kecil, sementara Jule sibuk mondar mandi mengerjakan pekerjaan rumah, dari suara air menetes di belakang rumah, seperti nya Jule baru saja mencuci pakaian dan kini dia sedang mengepel lantai dengan wajah lelah.

  " Mas, hari ini aku mau minta izin." ucap Rea tiba tiba.

  Ucapan itu membuat Jule spontan menghentikan kegiatannya, sementara Dean menoleh ke arah istrinya.

  " Izin kemana sayang." tanya Dean.

 " Aku mau ke rumah ibu sebentar, sekalian nanti mampir belanja ke butuhkan rumah di swalayan." Jawab Rea santai sambil menatap ponselnya.

  Mendengar itu Dean sedikit terkejut. " Sebaiknya mas anter aja ya??? Gimana nanti kalau ibu tanya tentang aku?? Lagian ini kan hari libur." ucapnya dengan nada ragu.

  Rea tersenyum lembut. " gak usah mas, kamu istirahat saja, aku kerumah ibu hanya sebentar kok, paling sore sudah pulang, sekalian beli kebutuhan sebulan, jadi sekalian hemat waktu, aku pakai mobil kamu ya?? ."

   Di sudut ruangan Jule yang sedang mengepel tersenyum licik, dia pura pura sibuk tapi mendengarkan percakapan itu dengan penuh minat.

  Dean menatap istrinya dengan heran. " Memangnya kamu bisa nyetir sayang."

  Rea menoleh dengan senyum percaya diri. " Tenang mas, jangan remehkan aku, aku bisa nyetir kok, motor sport bisa, mobil bisa, yang belum bisa cuma becak." ucap nya sambil terkekeh pelan.

  Dean ikut tertawa kecil terlihat kagum. " Hebat banget kamu, aku aja gak berani nyentuh motor sport itu, tapi kamu ternyata bisa nyetir kendaraan gede juga.

   Rea tersenyum puas lalu berdiri. " Ya sudah, Jule, kamu lanjutkan pekerjaan rumahnya, aku mau kerumah ibu sebentar, mas, aku siap siap dulu."

 Dean mengangguk, tapi kemudian menahan istrinya. " oh iya sayang, belanja pakai kartu ini aja ya, maaf aku belum sempat kasih kamu uang bulanan, pakai ini saja dulu ya.". Dia merogoh dompet dan menyerah kan kartu atm nya ke pada Rea .

  Rea menerima dengan senyum hangat. " Terimakasih mas, aku janji akan pakai sebaik mungkin dan tidak akan boros."

  Dean mengangguk pelan, menatap istrinya dengan tatapan bangga dia benar benar terpesona melihat bagaimana Rea tampak dewasa dan bisa di andalkan.

  Namun dari arah dapur Jule menatap tajam, mata nya nyaris tak percaya. " Di kasih kartunya ?? Dean kasih kartu itu ke perempuan itu?? Gila !! Ke aku aja dia pelit setengah mati !!!." pikir Jule dengan dada bergemuruh, matanya menyipit penuh iri.

 Sementara itu Rea menaiki tangga menuju kamar, senyum kecil masih menghiasi wajahnya, senyum yang tak bisa di tebak apa kah tulus atau bagian dari yang lebih besar.

  Karena tidak ingin berurusan lebih lama bersama Jule, Dean memutuskan menyusul istrinya menuju kamar, saat tiba di sana, dia mendapati Rea sudah rapi mengenakan kaos ketat putih, celana jins biru mudah, dan sepatu kets putih dengan rambut di kuncir kuda, penampilan sederhana namun sunggu terlihat segar dan menawan.

  " Titip salam buat ibu ya, sayang." ucap Dean yang kini berdiri di belakang Rea.

  Rea menoleh sedikit dan tersenyum. " Iya mas, nanti aku sampaikan salam dari kamu, kamu mau titip sesuatu sekalian?? Siapa tau nanti aku jadi belanja." ucapnya sambil menenteng tas kecil.

 " Gak usah sayang , aku gak butuh apa apa." jawab Dean lembut, dia hendak mendekat ada keinginan sederhana mencium kening istrinya.

  Namun ketika tangan nya nyaris menyentuh bahu Rea, wanita itu berbalik cepat pura pura merapikan tasnya di meja rias, gerakan nya halus namun cukup jelas menghindar, Dean sempat bingung tapi dia tidak ingin menaruh curiga.

  " Kalau begitu hati hati di jalan ya, sayang." ucapnya akhirnya.

  Rea mengangguk " Iya mas, nanti sore aku pulang."

  Beberapa menit kemudian, suara mesin mobil terdengar dari halaman, Dean berdiri di teras, menatap mobil yang di kendarai Rea perlahan keluar dari gerbang hingga hilang di tikungan, dia tersenyum tipis sebelum berbalik masuk ke dalam rumah.

Begitu melangkah melewati ruang tamu, matanya sempat menangkap Jule yang masih sibuk mengepal lantai, wanita itu pura pura tak melihat, tapi bibirnya sulit menahan senyum tipis yang tak bisa di sembunyikan.

Dean memilih tak memperdulikannya dan langsung menaiki tangga menuju kamar, namun dari bawah Jule diam diam menatap punggung Dean yang menjauh sambil menyeringai, seolah menyimpan rencana yang belum akan terungkap sekarang.

1
Fani Sugihwarni
seru ceritanya aku suka peran rean💪
Fani Sugihwarni
labraklah usir mereka
D_wiwied
bye bye Dean selamat menikmati kesengsaraan mu sebentar lg 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!