Alena My Beloved Wife

Alena My Beloved Wife

EPS. 1 Menguatkan Hati

Alena duduk di depan cermin sambil sesekali memberikan polesan lipstick di bibir ranumnya. Padahal bibirnya sudah di poles lipstick oleh Sania, perias wajahnya sekaligus sahabat Alena. Namun, Alena secara tidak sadar terus saja memoleskan lipstick di bibirnya. Matanya menatap cermin tapi pikirannya tidak tau kearah mana.

Sania yang melihat sahabatnya terus melamun, dia pun jadi menggeleng-gelengkan kepalanya karena heran melihat sikap sahabatnya itu. Dia pun langsung merebut lipstick yang dipegang Alena dan meletakkannya di atas meja rias.

"Kamu itu kenapa sih Alena?? Sudah pakai gaun cantik, wajah juga sudah cantik, tapi ekspresi mu sungguh tidak cantik tau.!!" gerutu Sania sambil menyentuh sudut bibir Alena dan memaksanya agar tersenyum.

"Huuhhh..!"

Alena menghela napasnya dengan kasar, dia lalu berdiri dengan tatapan mata masih menatap dirinya di dalam cermin.

"San, aku malas banget hadir ke acara pernikahan dia," ketus Alena sambil menghentakan satu kakinya.

"Kenapa... kamu masih cinta sama dia?? Gak rela dia nikah sama wanita selain kamu, iya??" tanya Sania dengan tatapan meledek.

"Hiss bukan begitu lah," balas Alena sambil kembali duduk di depan cermin.

Setelah 3 tahun tidak bertemu, Alena masih belum siap untuk bertemu kembali dengan Daffin. Daffin adalah kekasih yang sangat dia cintai 3 tahun yang lalu. Sampai akhirnya hubungan mereka hancur saat datang orang ketiga. Karena Alena sangat mencintai Daffin, dia tidak bisa melupakan semua kenangan indah bersama Daffin. Selama 3 tahun pacaran Daffin selalu memperlakukan Alena dengan sangat romantis. Daffin adalah satu-satunya pria selain ayah Alena yang sangat sabar mampu menghadapi sikap manja dan keras kepalanya Alena. Itulah yang membuat Alena tidak bisa dengan mudahnya melupakan Daffin.

"Alena..!! Kamu sudah siap belum sayang sebentar lagi kita berangkat ni." Panggil Bu Dewi bundanya Alena.

Bu Dewi membuka pintu kamar Alena dan langsung menghampiri Alena yang masih duduk di depan cermin. Dia mengkerutkan keningnya saat melihat anak semata wayangnya memasang wajah cemberut bahkan sudah hampir menangis. Dia sangat mengerti perasaan Alena saat ini, bagaimana mungkin Alena bisa tersenyum saat akan menghadiri pernikahan mantan kekasihnya. Walau Alena sempat kabur ke Singapura selama 3 tahun hanya untuk melupakan Daffin, itu tidak cukup untuk melupakan Daffin hingga sepenuhnya.

"Sayang, katanya kamu 3 tahun di Singapura sudah berhasil melupakan dia. Kamu harus strong sayang, bunda percaya anak gadis bunda yang sangat cantik ini pasti akan mendapatkan pria yang lebih baik dari dia." Ucap Bu Dewi dengan nada yang sangat lembut mencoba untuk meyakinkan putrinya. Bu Dewi mengusap kedua sudut mata putrinya yang sudah membendung air mata karena kata-kata bundanya yang membuat Alena menjadi terharu.

"Bunda..!! Hiks" Alena langsung memeluk tubuh bundanya. Dia tidak kuat menahan tangisnya dan menumpahkannya di pelukan sang bunda. Bu Dewi merasa sangat sedih melihat putrinya yang belum bisa merelakan Daffin menjadi suami wanita lain.

"Cup cup, sayang sudah dong jangan nangis.!! Kamu harus kuat, tunjukan kepada Daffin bahwa tanpa dia kamu bisa hidup, tanpa dia kamu juga bisa bahagia,oke.!!" ucap Bu Dewi memberi semangat kepada putrinya.

Alena pun melepaskan pelukannya dan langsung menyeka air mata di kedua pipinya. Dia mulai menunjukan senyumnya dan dengan tekad yang kuat dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa tanpa Daffin, dia bisa hidup bahagia bersama pria pilihannya suatu hari nanti.

"Ya Bunda, Alena selama ini sudah move on dari Daffin sialan itu. Alena bisa hidup dan akan bahagia tanpa dia." Tegas Alena sambil mengangkat kedua tangannya dan menggenggam erat jari-jarinya.

"Ya sayang, kalau begitu bunda tunggu di mobil ya, ayah pasti sudah menunggu juga di mobil." Balas Bu Dewi sambil menepuk bahu Alena lalu pergi dari kamar.

Alena kembali duduk di depan meja rias, dia melebarkan senyumnya yang membuat dia jadi tambah terlihat manis. Dia mengambil kapas lalu menghapus semua make up yang sudah menempel rapi di wajahnya.

"Sania, rias ulang wajahku.!! Aku ingin terlihat lebih cantik dari pengantin wanitanya. Aku akan membuat Daffin menyesal sudah membuang wanita cantik seperti Alena." Tukas Alena sambil menunjukan tatapan yang sangat tajam.

"Siap bos..!!" Balas Sania, dengan penuh semangat dia langsung merias ulang wajah Alena hingga membuatnya terlihat lebih cantik dari sebelumnya.

Setelah selesai merias wajah Alena, Sania langsung mengobrak-ngabrik isi lemari Alena dan mengeluarkan gaun terbaik di dalam lemarinya.

"Sayangku, ganti gaun mu dengan gaun ini. Jangan hanya wajahnmmu yang terlihat bahagai, bahkan warna baju pun harus terlihat bahagia." Ucap Sania dan Alena hanya nurut dengan peraturan sahabatnya itu.

Di sisi lain, Ayah dan Bunda Alena yang sedang menunggu di luar rumah sudah sangat gelisah menunggu putrinya yang tak kunjung keluar. Pak Bisma ayahnya Alena hingga berkali-kali menatap jam tangannya melihat waktu yang terus berjalan dan sudah semakin siang. Saat ini waktu sudah menunjukan jam setengah sembilan pagi, sedangkan acaranya akan mulai jam sembilan. Jarak tempuh dari rumahnya ke rumah keluarga besar Permana memakan waktu hampir satu jam, itulah yang membuat pak Bisma terlihat tidak sabar menunggu putrinya keluar.

"Bun, mana sih putrimu itu kenapa belum keluar juga?" tanya pak Bisma dengan sangat gelisah.

"Sabar dong sayang, namanya juga anak perempuan pasti sedikit lama merias diri." bela bu Dewi sambil mengelus bahu suaminya.

Tidak menunggu lama lagi, Alena pun akhirnya keluar dari dalam rumah. Dengan senyum yang sangat merekah di wajahnya, Alena sudah siap untuk menghadiri pesta pernikahan sang mantan. Alena ditemani oleh Sania teman Alena saat SMP dan juga sahabat sejati yang menemani Alena saat di Singapura.

"Waw sayang, kamu bukan mau merebut posisi pengantin wanita, kan? Kenapa berdandan sangat cantik?" tanya Bu Dewi dengan tatapan kagum karena Alena saat ini sangat terlihat lebih cantik.

"Bunda aku tidak pernah belajar untuk menjadi perusak hubungan orang, jadi mana mungkinlah.!" Balas Alena dengan senyuman tipis namun sangat sinis.

"Sudah jangan banyak bicara nanti kita terlambat.!" Timpal pak Bisma sambil masuk kedalam mobil.

Pak Bisma dan istrinya masuk kedalam mobil yang berada di depan, sedangkan Alena dan Sania mengendarai mobil lainnya. Alena mengemudi sendiri karena semenjak tinggal di Singapura dia tidak pernah di izinkan untuk mengemudi karena orangtuanya terlalu mengkhawatirkannya. Oleh karena itu saat di Indonesia Alena ingin memuaskan dirinya mengemudikan lagi mobil kesayangannya.

"Oh sayang ku sudah 3 tahun aku mengabaikan dirimu, tidak tau aku masih bisa atau tidak mengendarai mu," gumam Alena sambil mengelus-ngelus kemudi mobil.

"Lena kamu kan belum punya SIM, yakin nih mau bawa mobil sendiri?" tanya Sania sangat ragu.

"Tenang saja selama mengikuti mobil ayah kita akan aman," balas Alena dengan sangat percaya diri. Alena pun mulai menginjak gas dan melajukan mobilnya mengikuti mobil Ayahnya yang sudah sedikit jauh.

❤ Alena Arystia Putri

(Ig: Mewnittha)

.

.

.

.

.

.

BERSAMBUNG

Note: Dilarang Promosi, kecuali tinggalkan..

*Like.

* Komentar sewajarnya tentang isi cerita.

*Rate 5 🌟

*Vote

Buat para Readers tercinta jangan lupa juga tinggalkan jejak seperti di atas ya!!

Terpopuler

Comments

Libra itu Aku

Libra itu Aku

menarik

2021-08-03

0

ⱮҼⱮҼყ ყιɳ 🎀

ⱮҼⱮҼყ ყιɳ 🎀

Mampir dulu thor 💚 Baca nyicil ya...

2021-03-02

1

เลือดสีน้ำเงิน

เลือดสีน้ำเงิน

jejak dukungan 😇 salam persahabatan

2021-03-01

0

lihat semua
Episodes
1 EPS. 1 Menguatkan Hati
2 EPS. 2 Pernikahan Mantan
3 EPS. 3 Dipaksa Menikah
4 EPS. 4 Kesepakatan dan sebuah Rencana
5 EPS. 5 Pengantin Pengganti
6 EPS. 6 Rahasia Daffin
7 EPS. 7 kebaikan kecil
8 Eps. 8 Kebaikan Kecil 2
9 EPS. 9 Selalu Bertengkar
10 EPS. 10 Rencana Pindah Rumah
11 EPS. 11 Rumah Baru
12 EPS. 12 Bertemu Teman Lama
13 EPS. 13 Para Sahabat
14 EPS. 14 Salah Paham
15 EPS. 15 Perkelahian Kecil
16 EPS. 16 Gosip
17 EPS. 17 Mendapat Teman Baru
18 EPS. 18 Salah Paham, Daffin Marah
19 EPS. 19 Kabur dari Mata-mata Daffin
20 EPS. 20 Musibah
21 EPS. 21 Golongan Darah yang Sama
22 EPS. 22 Musuh Lama
23 EPS. 23 Kembalinya Serli
24 EPS. 24 Kondisi Alena
25 EPS. 25 Rahasia yang hampir terungkap
26 EPS. 26 Perhatian Kecil
27 EPS. 27 Perkelahian antara Daffin dan Tomy
28 EPS. 28 Rahasia yang terungkap
29 EPS. 29 Rahasia Serli
30 EPS. 30 Rencana Alena
31 EPS. 31 Alena Vs Serli
32 EPS. 32 Hasil yang sama
33 EPS. 33 Tiga anjing kecil
34 EPS. 34 Pengendali Serli
35 EPS. 35 Mandi
36 EPS. 36 Siapa ayah angkat Serli?
37 EPS. 37 Tangan Nakal
38 EPS. 38 Lembaran bukti
39 EPS. 39 Lembaran cerita
40 EPS. 40 Penyelidikan
41 EPS. 41 kerja sama
42 EPS. 42 Terungkap Jelas
43 EPS. 43 berhasil melarikan diri
44 EPS. 44 Foto
45 EPS. 45 Manager yang menyebalkan
46 EPS. 46 Kejahatan Manager Erick
47 EPS. 47 kejadian dimasa lalu
48 EPS. 48 Menyusun rencana
49 EPS. 49 Penculikan
50 EPS. 50 Persiapan
51 EPS. 51 Gagal
52 EPS. 52 Pertarungan
53 EPS. 53 Kemenangan
54 EPS. 54 Surprise
55 EPS. 55 awal dari kebahagiaan
56 EPS. 56 Bersama selamanya
57 PENGUMUMAN!
58 PENGUMUMAN
59 COMING UP SS2
60 EPS. 57 Liburan (SS2)
61 EPS. 58 Sahabat baru 1 (SS2)
62 EPS. 59 Sahabat baru 2 (SS2)
63 EPS. 60 Gara-gara handuk (SS2)
64 EPS. 61 Kembali bekerja (SS2)
65 EPS. 62 Kehadiran Tomy (SS2)
66 EPS. 63 Keluarga besar Permana (SS2)
67 EPS. 64 Yang pertama kalinya (SS2)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
EPS. 1 Menguatkan Hati
2
EPS. 2 Pernikahan Mantan
3
EPS. 3 Dipaksa Menikah
4
EPS. 4 Kesepakatan dan sebuah Rencana
5
EPS. 5 Pengantin Pengganti
6
EPS. 6 Rahasia Daffin
7
EPS. 7 kebaikan kecil
8
Eps. 8 Kebaikan Kecil 2
9
EPS. 9 Selalu Bertengkar
10
EPS. 10 Rencana Pindah Rumah
11
EPS. 11 Rumah Baru
12
EPS. 12 Bertemu Teman Lama
13
EPS. 13 Para Sahabat
14
EPS. 14 Salah Paham
15
EPS. 15 Perkelahian Kecil
16
EPS. 16 Gosip
17
EPS. 17 Mendapat Teman Baru
18
EPS. 18 Salah Paham, Daffin Marah
19
EPS. 19 Kabur dari Mata-mata Daffin
20
EPS. 20 Musibah
21
EPS. 21 Golongan Darah yang Sama
22
EPS. 22 Musuh Lama
23
EPS. 23 Kembalinya Serli
24
EPS. 24 Kondisi Alena
25
EPS. 25 Rahasia yang hampir terungkap
26
EPS. 26 Perhatian Kecil
27
EPS. 27 Perkelahian antara Daffin dan Tomy
28
EPS. 28 Rahasia yang terungkap
29
EPS. 29 Rahasia Serli
30
EPS. 30 Rencana Alena
31
EPS. 31 Alena Vs Serli
32
EPS. 32 Hasil yang sama
33
EPS. 33 Tiga anjing kecil
34
EPS. 34 Pengendali Serli
35
EPS. 35 Mandi
36
EPS. 36 Siapa ayah angkat Serli?
37
EPS. 37 Tangan Nakal
38
EPS. 38 Lembaran bukti
39
EPS. 39 Lembaran cerita
40
EPS. 40 Penyelidikan
41
EPS. 41 kerja sama
42
EPS. 42 Terungkap Jelas
43
EPS. 43 berhasil melarikan diri
44
EPS. 44 Foto
45
EPS. 45 Manager yang menyebalkan
46
EPS. 46 Kejahatan Manager Erick
47
EPS. 47 kejadian dimasa lalu
48
EPS. 48 Menyusun rencana
49
EPS. 49 Penculikan
50
EPS. 50 Persiapan
51
EPS. 51 Gagal
52
EPS. 52 Pertarungan
53
EPS. 53 Kemenangan
54
EPS. 54 Surprise
55
EPS. 55 awal dari kebahagiaan
56
EPS. 56 Bersama selamanya
57
PENGUMUMAN!
58
PENGUMUMAN
59
COMING UP SS2
60
EPS. 57 Liburan (SS2)
61
EPS. 58 Sahabat baru 1 (SS2)
62
EPS. 59 Sahabat baru 2 (SS2)
63
EPS. 60 Gara-gara handuk (SS2)
64
EPS. 61 Kembali bekerja (SS2)
65
EPS. 62 Kehadiran Tomy (SS2)
66
EPS. 63 Keluarga besar Permana (SS2)
67
EPS. 64 Yang pertama kalinya (SS2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!