NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Arti

Takdir Cinta Arti

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗



Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...

Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?

Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...


semoga sukaaa ..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.12

Pagi hari sekitar jam delapan aku beserta Bapak dan ibu ku bergegas untuk Kerumah Daffa, iya aku memutuskan untuk datang, biar bagaimana pun Daffa dan Dewi adalah orang yang pernah mengisi hidup ku dengan tawa bahagia meski akhirnya begini.

"Uwes urung nduk," Tanya ibu ku yang sudah berdiri di depan pintu kamar. Entah sejak kapan.

(Udah belum nak)

"Mpun bu, mangkat saiki,"

(Sudah bu, berangkat sekarang)

"iyo, engko selak kawanen, kan Akad e jam songo," jawab ibuku dengan memperlihatkan jam di tangan nya.

( iya, nanti keburu kesiangan, kan Akad nya jam 9)

Akupun menghela nafas panjang dan ku jawab "iya bu ayo," sambil tersenyum, Senyum yang penuh keterpaksaan.

Entah kenapa, sejak mimpi tadi pagi perasaan ku semakin tidak tenang apalagi sekarang akan menghadiri acara pernikahan sang mantan kekasih.(Sakiiiittt)

Dengan menaiki mobil yang sama kami pun berangkat,

Aku hanya diam di kursi belakang sambil menatap keluar jendela, pikiran ku melayang kemana mana entahlah.

Hingga mobil yang kami tumpangi sampai dirumah Dewi namun disana sepi, dan kami memutuskan untuk kerumah Daffa.

Sesampainya di kediaman Mahardika, Ternyata Sudah sangat ramai, tapi tunggu kok kaya ada yang aneh ya? Pikirku.

Tidak ada pelaminan ataupun Janur kuning dan tidak seperti orang yang akan melangsungkan Hajatan pernikahan.

Aku melihat sekitar dan kemudian mataku terfokus pada sesuatu yang membuat kaki ku lemas dan jantungku berdetak tidak karuan.

Deg.

Aku melihat Bendera kuning, lalu aku menatap ke bapak dan ibuku, mereka juga sama bingung nya. Ada apa? Kenapa? Siapa? itulah arti tatapan kami.

Perlahan ku buka pintu mobil dan ku dekati bendera kuning itu untuk melihat nama yang tertera di Bendera itu, Semoga tidak seperti yang ku fikirkan.

Tapi ternyata Apa yang ku fikirkan memang benar, Nafas ku terasa berhenti, kaki ku lemas seperti tak bertulang, Aku ambruuk di depan Pagar rumah yang ada bendera kuning itu. Sesak, Sakit, Perih jauuuhhh lebih parah dari sebelumnya.

Tanpa pikir panjang aku pun langsung berlari ke dalam rumah Daffa, tapi langkah ku langsung terhenti di depan pintu.

Masih berdiri dengan pandangan lurus kedepan menatap orang yang sedang terbaring diantara kerubunan orang orang, Dan aku melihat Bunda Aryani menangis dengan di peluk Ayah Hadi.

Lalu pandangan ku beralih ke Nadia yang juga sedang menangis di peluk Sekar dan di belakang nya ada Kevin. Dan Dewi menangis di peluk tante Rena.

Ada apa ini? kenapa? siapa yang disana? pikirku. Kenapa mereka semua ada disini tanpa memberitauku, 'Sekar kamu sahabatku tapi kenapa tak memberi tauku,' batinku.

namun aku mengacuhkan pertanyaan itu dan kembali fokus menatap seseorang yang tengah Terbaring di tengah kerumunan orang orang yang sedang membaca Yasin.

Dada ku tiba tiba sesak, pikiran ku melayang entah kemana, Tatapan ku masih lurus kedepan.

Perlahan aku melangkahkan kaki untuk masuk kedalam dan ku lihat mereka semua menatap ku, tapi Aku tidak peduli aku terus melangkah mendekati seorang yang sedang terbaring disana,

Bunda Aryani yang melihat Aku mendekat Semakin mengeratkan pelukanya ke suaminya dan air matanya semakin deras, begitupun Nadia dan Sekar.

Aku duduk di tepat di samping kanan kepala Jenazah itu dan Perlahan dengan tangan gemetar dan Jantung dag dig dug aku membuka penutup wajah orang itu untuk melihat wajah orang yang sedang di tangisi bunda dan ayah.

Dan setelah penutup itu terbuka Tangan ku langsung membekap mulut nya, air mata yang sedari tadi kutahan tak bisa ku bendung lagi, Semakin deras mengalir, dan seketika aku menghambur memeluknya dengan erat, Kenapa? kenapa setega ini dia meninggalkanku.

Apakah mimipi tadi malam adalah tanda akan adanya hari ini, pikirku.

"Da Daffa," Ucap ku terbata sambil Terisak, seketika aku pun langsung menangis sejadi jadinya di pelukan Daffa yang sudah terbujur kaku dan pucat.

Aku pun melepaskan pelukan ku dan ku tatap wajah yang selalu membuatku hangat itu, ada beberapa memar di wajah nya namun tidak mengurangi kadar ketampanan nya.

Ku cangkupkan tanganku ke kedua pipinya ku ciumi kening, Mata, hidung dan sekilas bibir nya.

Aku pun menarik nafas panjang. "Bee bangun bee, kenapa kamu tidur disini, Kamu gak malu dilihatin orang bee, Bangun yuk bee, Jangan bercanda kaya gini, Gak lucu bee," Ucapku sambil berbisik dan terisak, namun tidak ada pergerakan sama sekali pada tubuh Daffa.

"Bee kenapa kamu nyakitin aku lagi bee, Aku mohon buka mata kamu, Aku janji gak akan marah lagi, aku udah maafin kamu, Ayo kita ulang lagi dari awal bee, aku mohon banguuunnn," Dadaku semakin sesak, saat ku lihat orang yang ku cintai telah terbujur kaku di depanku.

"Kenapa bee? Kenapa kamu tega ninggalin aku begini, aku, aku udah ikhalisn kamu untuk menikah dengan Dewi bee, Aku udah berusaha, Hari ini, ini aku datang untuk memberi kalian Restu, aku akan mengikhlaskan kamu asal kamu bahagia sama Dewi, tapi kenapa kamu seperti ini bee," Aku pun lepas Kontrol dan Teriak sambil terus menangis.

"Kamu jahat, kamu jahat bee, kamu udah gak mau lagi ketemu sama aku, padahal aku masih pengen ketemu sama kamu bee," Teriak ku lagi, lalu tiba tiba aku merasakan ada yang memelukku dari belakang, Bunda Aryani dan Ibuku sedang mencoba menenangkan ku agar aku tidak histeris tapi bukanya mereda emosi dan tangis ku semakin pecah.

"DAFFAA MAHARDIKA BANGUUUUUUUUNNNNN, KAMU UDAH JANJI AKAN BAHAGIAIN AKU, APA BEGINI CARAMU MEMBAHAGIAAKAN AKU, DAFFAAAA."

Brugg.

Triakan ku begitu kencang sampai akhirnya aku Tumbang di dada Daffa.

Arti POV end*

Aryani dan Ayu yang sedari tadi merangkul Arti pun di buat terkejut karena Arti pingsan.

"Astagfirullah aladzim nduuukkk," Jerit Ayu Histeris melihat anak nya pingsan,"Pak, pak buruan angkat Arti pak," pinta Ayu kepada suaminya yang tak jauh dari tempatnya.

"Angkat ke kamar Daffa aja Bu Ayu," Kata Aryani sambil menangis,"Nadia anterin Paklek Hadi sama Bulek Ayu ke kamar mas ya nak," Pinta Aryani kepada Nadia.

"Iya bunda," Jawab Nadia,lalu berjalan ke atas menuju kamar Daffa.

"Ya sudah kami ke atas dulu ya bu Aryani," ucap Ayu pamit meninggalkan kerumunan.

Aryani hanya menangguk, Perasaan nya semakin sakit saat melihat keadaan Arti yang sehancur itu.

Dewi yang melihat itu semakin Terisak karena semakin merasa bersalah sudah memisahkan dua orang yang sangat mencintai, Andai bukan karena dirinya tentu Daffa tak akan pergi secepat ini. pikirnya.

Hadi dan orang terdekat Daffa yang mlihat Arti seperti itu juga ikut merasakan sakit, Mereka tau kisah Arti dan Daffa bagaimana daru awal, Bagaimana mereka berdua menjalani hari hari indah selama pacaran.

Kevin pun yang menjadi sahabat paling dekat dengan Daffa juga sangat terpukul, Dia sangat kehilangan sosok sahabat dan saudara, semua kenangan demi kenangan saat saat mereka kenal dulu sampai saat kata kata terakhir Daffa waktu di Caffe starlight Kemarin malam terus berputar di kepalanya.

siapa sangka kata kata "Ingin pulang, Lelah, ingin istrihat," benar benar menjadi kata pengantar dia istirahat pulang ke sang maha pencipta.

Kevin begitu merutuki dirinya ternyata ini penyebab perasaanya yang aneh dari kemarin, tapi betapa bodoh nya dia kenapa dia tak menyadari nya,

Kini dia benar benar kehilangan sosok sahabat sejati untuknya.

 

Di dalam kamar Daffa kini Ayu dan Sekar menemani Arti yang masih pingsan, Ayu menatap mata Arti yang masih terpejam, matanya masih basah bekas air mata nya, Ayu juga sakit melihat anak nya terpuruk seperti ini. Baru beberapa hari dia melihat anaknya kembali tersenyum setelah penghianatan Daffa, kini dia melihat kehancuran anaknya lagi setelah di tinggal Daffa.

Dengan perlahan Ayu mengelus kepala Arti "Sek sabar yo nduk, Gusti Allah mboten sare, mugo iki bakal diganti bahagia," ucap Ayu sambil mengusap air matanya.

(yang sabar ya nak, Gusti Allah gak tidur, semoga ini bakal diganti dengan kebahagiaan)

"Arti pasti kuat kok bu," Sekar menimpali ucapan Ayu. "Sekar yakin bu, Arti bukan wanita lemah, dia Kuat," kata Sekar sambil tersenyum, membuat Ayu mengangguk dan ikut tersenyum tipis.

---Bersambung---

1
kalea rizuky
sumpah Thor ini novel terlebay kayak Indosi... entahlah pdhl lainya bagus bagus
kalea rizuky
tolol gt aja luluh huuhh lemah novel paling goblok yg pernah q baca
kalea rizuky
anak jalang aja kok di bela buang aja
kalea rizuky
dpet bekas dewi lu daffa bekas dewi si devano jg bekas
kalea rizuky
dewi jalang
kalea rizuky
laku anjing sekar jg pelakor murahan
Rina Yulianti
wah bakalan ada pelakor nih di antara dev dan arti
Rina Yulianti
ko cepat luluhnya si arti ke devano seharusnya tahan diri agar tau rasa tu si devano
Rina Yulianti
beneran deri anaknya dewi sama dafa berarti dewi ngejebak devano kalau gitu
Rina Yulianti
sedihhhh,,,,,cinta tak sampaiiiii
Rina Yulianti
pasti ini akal2nya si dewi pagar makan tanaman
Rina Yulianti
lanjuttt
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
kemarin janji ngak akan buat ulah lagi itu terakhir... sekarsng terakhir lagi.... janjimu basi dave
Dyah Oktina
asli dave adalah laki2 pada umumnya... goblok... 😠
Dyah Oktina
iya...saya juga gemes bacanya... biarin aja satya mukulin sampai habis... suami kok bisanya nyakitin mulu... cemburu d gedein tp deket sama temen cewek ngak mikir perasaan istri... 😠😠😡
Dyah Oktina
dafa nya mana mau sama dewi... selagi hidup aja dia ngak mau.. gemana sih arti 🤭
Dyah Oktina
maaf lagi... tp ngak mau tanya2 dulu.. apa yg menganjal d hati
Dyah Oktina
apa anaknya daffa sama dewi ya... setelah dewi kabur terus ketemu sama dava nikah deh mereka...
Dyah Oktina
dok kartini yg salah nangkep nama.. bu nita kok jd bu rita.. mana yg bener?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!