NovelToon NovelToon
Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Lima tahun lalu, malam hujan hampir merenggut nyawa Kapten Shaka Wirantara.
Seorang wanita misterius berhelm hitam menyelamatkannya, lalu menghilang tanpa jejak. Sejak malam itu, Shaka tak pernah berhenti mencari sosok tanpa nama yang ia sebut penjaga takdirnya.

Sebulan kemudian, Shaka dijodohkan dengan Amara, wanita yang ternyata adalah penyelamatnya malam itu. Namun Amara menyembunyikan identitasnya, tak ingin Shaka menikah karena rasa balas budi.
Lima tahun pernikahan mereka berjalan dingin dan penuh jarak.

Ketika cinta mulai tumbuh perlahan, kehadiran Karina, gadis adopsi keluarga wirantara, yang mirip dengan sosok penyelamat di masa lalu, kembali mengguncang perasaan Shaka.
Dan Amara pun sadar, cinta yang dipertahankannya mungkin tak pernah benar-benar ada.

“Mas Kapten,” ucap Amara pelan.
“Ayo kita bercerai.”

Akankah, Shaka dan Amara bercerai? atau Shaka memilih Amara untuk mempertahankan pernikahannya, di mana cinta mungkin mulai tumbuh.

Yuk, simak kisah ini di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Belajar menghargai sebelum kamu kehilangan, Mas.

Begitu dokter keluar dari ruang rawat dan memastikan kondisi Tuan Marvionne stabil, Amara menunduk sejenak, lalu melangkah pelan keluar dari ruangan.

Wajahnya tampak letih, mata sembab karena kelelahan. Namun begitu pintu tertutup, bayangan tinggi tegap di sisi lorong langsung berdiri dari tempatnya.

Shaka, melangkah mendekat, wajahnya tegang dan dipenuhi tanya. Suara langkah sepatunya bergema di lantai putih rumah sakit, hingga Amara akhirnya berhenti dan menatapnya datar.

“Aku cuma mau tahu satu hal,” ucap Shaka dengan nada berat. “Apa hubunganmu dengan keluarga Marvionne? Kenapa kamu memanggil Tuan Edward Marvionne dengan sebutan Kakek?”

Amara menatapnya lama, bibirnya menegang. Lalu, perlahan, ia menjawab dengan nada datar namun penuh penekanan,

“Karena memang beliau kakek kandungku, Mas Shaka. Aku adalah cucu dari Tuan Edward Marvionne.”

Shaka tertegun, matanya membulat, seolah kalimat itu sukar dicerna.

“Jadi selama ini ... kamu...”

Amara memotong cepat, “Bukan aku yang menyembunyikan siapa diriku, Mas Shaka. Tapi kamu yang tidak pernah peduli untuk tahu. Kamu bahkan tidak pernah menghargai keberadaanku.”

Kata-kata itu menghantam dada Shaka lebih keras daripada pukulan fisik. Ia mengingat dengan jelas, lima tahun lalu, Tuan Wirantara, pernah menyebut nama keluarga Marvionne dalam pembicaraan serius di ruang kerja.

[Shaka, suatu hari nanti kamu akan dijodohkan dengan gadis dari keluarga Marvionne. Itu kerja sama besar, masa depan perusahaan kita.]

Namun Shaka muda saat itu menolak keras. Baginya, pernikahan tidak lebih dari beban yang memenjarakan kebebasannya. Ia bahkan tidak pernah menanyakan siapa gadis itu. Dan kini, kenyataan itu menamparnya.

Amara, istri yang selama ini ia abaikan, ia anggap wanita biasa tanpa latar belakang berarti, ternyata adalah Nona muda keluarga Marvionne, pewaris dari kerajaan bisnis terbesar yang pernah ingin dijalin keluarganya.

Sebuah bayangan samar muncul di benaknya kejadian lima tahun silam, kecelakaan mobilnya membuat dia mengingat akan seseorang yang menolongnya. Ia hanya sempat melihat sekilas sosok perempuan dengan kalung kecil berbandul sayap perak, sebelum tak sadarkan diri. Shaka menatap Amara dalam diam, lalu perlahan mendekat.

“Jadi ... waktu itu, orang yang menolongku...” suaranya nyaris bergetar, “itu kamu, Amara?”

Amara tidak menjawab, hanya memalingkan wajah, menatap ke arah jendela rumah sakit yang memantulkan bayangan mereka.

“Kalau pun iya, apa bedanya sekarang?” suaranya dingin. “Kapten Shaka bahkan tidak pernah berusaha mengenalku. Dulu aku berusaha menjadi istri yang kamu inginkan, tapi kamu sibuk menilai dari apa yang kamu lihat, bukan dari siapa aku sebenarnya.”

Shaka menatapnya dalam diam, lalu tiba-tiba, tanpa pikir panjang, ia menarik Amara ke dalam pelukannya. Pelukan itu erat, bukan karena keinginan, tapi karena penyesalan yang menumpuk selama ini.

“Maaf...” suaranya serak di dekat telinga Amara. “Aku bodoh, aku terlalu angkuh ... Aku nggak tahu kalau ternyata kamu...”

Amara tidak membalas pelukan itu. Tubuhnya diam, kaku. Tatapannya kosong menembus bahu Shaka.

“Sudah terlambat, Mas Shaka,” katanya datar. “Aku bukan perempuan yang sama lagi.”

Dia lalu mendorong dada Shaka perlahan dan melepaskan diri.

“Sekarang yang aku pikirkan hanya Kakek dan anak yang aku kandung. Kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan keluargaku.”

Shaka menatapnya, mencoba menahan rasa sakit yang menyeruak.

“Amara, tolong ... aku hanya ingin menebus semuanya.”

“Kalau kamu benar-benar mau menebus,” ujar Amara sambil menatap tajam, “belajarlah menghargai sebelum kehilangan.”

Setelah mengucapkan itu, Amara melangkah pergi meninggalkan Shaka yang masih berdiri terpaku di lorong. Di tangannya, Shaka merasakan hawa hangat dari tubuh Amara yang baru saja ia peluk, namun kini perlahan hilang, berganti dingin yang menyelinap ke seluruh dada.

1
Ning Suswati
jgn sampai karinanya dibunuh, biar tau rasanya disiksa lahir dan bathin, dan biarkan dia memohon untuk dibunuh,
Ning Suswati
siapa lagi dirga,
Ning Suswati
ada2 saja kaya gk ada laki2 lagi di dunia ini, dasar kunti laknat, semoga amara selalu didepan🤭
Ning Suswati
emangnya saka bisa apa, waktu ada gangguan di perusahaan wirantara aja amara yg segera bertindak, laupun dia sdh memutuskan untuk bercerai, tapi tetap peduli dg shaka, dan shaka tetap tdk mengakui, boro percaya apa yg sdh dilakukan amara pada perusahaannya, yg dufikirannya cuma nek kunti
Ning Suswati
ya begitulah sakitnya perempuan, bibir bisa memafkan tapi sulit untuk bisa melupakan, bayangkan karena hasutan nek kunti, sampai tdk mengakui anak yg dikandung amara dan banyak lagi, kata2, prilaku yg menyakitkan, lebih percaya orang lain daripada menggunakan otaknya sendiri, aq jadi curhat nih, karena itu aq merasakan
Ning Suswati
ya terserah amara lah, dia yg merasakan, orang lain hanya bisa menasehati dan memberi masukan, tapi gk pernah merasakan pada posisi amara selama 5 thn di sia2kan suami dan berjuang sendiri.
Ning Suswati
ya tuhan semoga amara segera selamat, amara hukan orang biasa kan, paati ada cara untuk bertindak dan menyelamatkan diri
Ning Suswati
semua nya yergantung taqdir, kalau memang bukan jodoh ya paling tidak jgn masuk ke lobang yg sama
Bulan Hampa
sengaja langsung lihat bab ahir kirain benar cerai, gajadi deh.
Ning Suswati
aq suka keputusan amara, laki2 tdk akan pernah berubah total, kalau ada maunya, ber baik2, tapi akan mengulanginya lagi
Ning Suswati
semua kehancuran keluarga saka, ortunya sendiri yg membuat nasib rumah tangga anaknya se hancur2nya, sdh tau ada kunti di dln rumah tapi diam selama ber thn2,
Ning Suswati
sama dong kayanya plan plin plen, sdh basi, emang masih ingin disakiti kembali, laki2 gk akan berubah, kecuali apa y🤔
Ning Suswati
kok zico yg jadi pelampiasan, emangnya ciuaman belum tuntas, sok2an merasa gagah, tapi dikadali laki2 dodol masih aja nyosor.
Ning Suswati
woooiiiii sdh pisah masih aja bikin masalah, selama ini kemana aja gk pernah membela dan percaya sama isteri sendiri, sekarang didekati laki2 lain sewot aja lho, sinting gila miring🤭
Fitri Guntoro
lanjut thor gantung banget deh
Ning Suswati
keegoisan ortu selalu dg nafsu tanpa perasaan, apa imbas dari keegoisan mereka
Ning Suswati
gk malu apa keluarga wirantara masih menyebut cucuku, selama ini kemana aja, membiarkan ular menyebarkan racun dlm rumah tapi tetap diam, pengausaha apa, pengusaha kotoran kali y🤔, biasanya pengusaha itu selalu berfikir dan bertindak, bukan diam seribu kata
Ning Suswati
seringkali kejadian ceritanya seperti ini, terus katanya tdk ingin lagi ketemu, masih ada rasa peduli, tapi apa lukanya amara sdh sembuh, terlalu baik juga jgn
Ning Suswati
terus siapa perempuan dan suaminya yg membela anak dan isterinya, tanpa tau masalah
Ning Suswati
yah kalamaan sampe 5 thn lagi2 5 thn, gk ada kata lain apa y, dan td siapa wanita yg ingin memukul azril, apakah nek kunti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!