NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang para dewa

Helikopter AW139 itu menderu, membelah langit Jakarta yang mulai memerah oleh fajar yang getir. Di dalam kabin yang sempit, aroma mesiu bercampur dengan bau anyir darah. Bhanu sedang mengikat lukanya dengan robekan kemeja, Raka memeriksa sisa amunisi dengan tatapan dingin, dan Dahayu masih sibuk dengan tablet cadangannya.

Selena duduk di dekat pintu yang terbuka, menatap kota di bawahnya. Kata-kata Renggana sebelum mereka meledakkan server tadi terus terngiang: Ayahnya adalah bagian dari The Founders.

"Dahayu," suara Selena terdengar hampa namun tajam. "Buka manifes dewan direksi The Founders yang sempat kau sedot sebelum server itu hangus."

Dahayu ragu sejenak, melirik Bhanu.

"Buka saja, Dahayu," perintah Bhanu. "Dia berhak tahu siapa yang sebenarnya sedang kita buru."

Layar tablet Dahayu menampilkan dua belas siluet hitam. Satu per satu identitas mereka terbuka saat dekripsi berjalan. Dan di urutan ketujuh, muncul foto Bapak Arunika, lengkap dengan kode panggilannya: The Architect.

Selena memejamkan mata. Rasa sakit itu kini berubah menjadi kekosongan yang mematikan. "Jadi, seluruh hidupku... perjodohan ini, modifikasi genetik itu, bahkan kematian ibuku... apakah itu semua adalah desainnya?"

"Sepertinya begitu," sahut Raka dari pojok kabin. "Kakek Elias mungkin yang membangun fondasinya, tapi ayahmu yang menggambar cetak birunya. Dia tidak menjualmu pada Vandana, Selena. Dia menitipkanmu pada kami agar kami menjagamu sampai 'buahnya' matang."

Helikopter mendarat di sebuah kapal kargo besar di tengah laut Jawa—markas rahasia milik Raka yang tidak terdeteksi oleh radar Vandana pusat. Di sana, mereka disambut oleh puluhan tentara bayaran yang hanya setia pada Raka.

Baru saja mereka menginjakkan kaki di geladak, sebuah siaran transmisi paksa masuk ke seluruh layar monitor di kapal itu. Wajah Bapak Arunika muncul. Ia tampak tenang, duduk di sebuah ruang kerja mewah yang dindingnya dilapisi buku-buku tua.

"Selena, putriku," suara pria itu terdengar sangat kebapakan, kontras dengan kenyataan bahwa ia adalah dalang di balik semua kekacauan ini. "Aku bangga melihatmu sampai di titik ini. Kau telah menghancurkan Renggana, melumpuhkan Alya, dan bahkan membuat si kembar Alka bertekuk lutut padamu."

"Cukup omong kosong ini, Ayah!" teriak Selena ke arah monitor. "Kenapa? Kenapa kau melakukannya padaku?"

"Karena dunia ini sedang sekarat, Selena. Demokrasi gagal, ekonomi runtuh. The Founders butuh sistem baru. Sistem di mana satu orang bisa mengontrol seluruh aliran informasi dunia melalui pikirannya. Dan kau adalah prototipe yang sempurna."

Bapak Arunika menyesap tehnya dengan santai. "Bhanu, Raka... kalian berdua hanyalah sistem pertahanan biologis untuknya. Jika kalian ingin Selena selamat, serahkan dia ke titik koordinat yang sudah kukirimkan. Jika tidak, aku akan mengaktifkan 'Protokol Lazarus' dalam sepuluh menit."

"Apa itu Protokol Lazarus?" tanya Bhanu, urat lehernya menegang.

"Penghancuran seluruh aset yang terkontaminasi," jawab Dahayu, jemarinya gemetar di atas keyboard. "Dia akan meledakkan satelit komunikasi kita tepat di atas atmosfer Jakarta. Ledakannya akan menciptakan badai elektromagnetik yang akan mematikan seluruh listrik di pulau Jawa secara permanen. Ribuan orang akan mati dalam kegelapan."

Selena menatap monitor itu dengan kebencian yang murni. "Kau akan mengorbankan jutaan orang hanya untuk menangkapku?"

"Demi tatanan baru, pengorbanan selalu diperlukan, Nak," jawab ayahnya sebelum layar menjadi hitam.

Waktu terus berdetak. Sepuluh menit menuju kiamat digital.

Bhanu memegang bahu Selena. "Kita tidak bisa menyerah padanya, tapi kita juga tidak bisa membiarkan Jakarta lumpuh."

Raka berdiri di samping mereka, memutar belatinya. "Aku punya ide gila. Selena, kau masih punya sisa-sisa koneksi biometrik di syarafmu, kan? Jika kita bisa mengirimkan sinyal interferensi langsung ke satelit itu, kita bisa membelokkan lintasannya agar jatuh ke laut sebelum meledak."

"Tapi itu butuh pemancar yang sangat kuat," sahut Dahayu. "Satu-satunya pemancar yang sanggup melakukan itu ada di menara komunikasi pusat The Founders... yang lokasinya ada di tengah hutan Kalimantan. Tempat tinggal ayahmu."

Selena mengambil napas panjang. Ia menatap tiga pria di hadapannya—tiga matahari dan rembulan yang dulu ia takuti, kini adalah satu-satunya keluarganya yang tersisa.

"Siapkan pesawat tempur tercepat yang kalian punya," ucap Selena. "Kita akan menemui 'Sang Arsitek'. Jika dia ingin tatanan baru, aku akan memberinya kiamat pribadinya sendiri."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!