NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama yang Menyakitkan

Skenario yang dibuat Atlas mulai menunjukkan celah keberhasilan. Bianca, yang merasa telah menang setelah membakar sepatu itu, memberikan instruksi yang sangat dinantikan Atlas.

"Atlas, pergilah ke London malam ini," ucap Bianca sambil menyesap kopinya. "Ada pertemuan dengan investor dari Inggris. Aku butuh kau di sana untuk presentasi terakhir. Aku tidak bisa ikut karena harus mendampingi Ayah di pelabuhan. Kau punya waktu 4-5 hari di sana."

Atlas berusaha menahan buncahan kegembiraan di dadanya. London. Kota yang sempurna untuk menjadi tempat persembunyian sementara saat sistem timer yang ia pasang mulai meledakkan rahasia keluarga Valerius di Italia. Saat kastil itu digerebek dan Bianca sibuk berhadapan dengan hukum, Atlas akan berada di luar jangkauan radar mereka.

"Baik, aku akan berangkat malam ini juga," jawab Atlas dengan nada datar yang profesional, menutupi debar jantungnya yang menggila.

Di sisi lain, London sedang diselimuti kabut tipis yang dingin. Di sebuah taman bermain yang tenang di pinggiran kota, seorang wanita dengan pakaian hangat sedang memperhatikan putra kecilnya yang berlari-lari mengejar burung merpati.

Itu adalah Kaylee. Kedatangannya ke London bukan tanpa alasan. Sebagai arsitek muda yang mulai naik daun, ia diundang untuk menghadiri simposium arsitektur internasional. Ia membawa Niel bersamanya, karena ia tidak sanggup meninggalkan putranya setelah mendengar suara Atlas beberapa hari yang lalu.

"Niel, jangan lari terlalu jauh, Sayang!" seru Kaylee lembut.

Niel berhenti, menoleh dengan tawa kecil yang sangat mirip dengan Atlas. "Mama, burung!"

Kaylee tersenyum, namun matanya tetap waspada. Ia tidak tahu bahwa saat itu, sebuah jet pribadi baru saja mendarat di Heathrow, membawa pria yang selama tiga tahun ini ia tangisi setiap malam.

Hari kedua Atlas di London, ia sengaja menyelesaikan pertemuannya lebih cepat. Dengan setelan casual, sweter hitam dan kacamata gelap, ia berjalan menyusuri South Bank, mencoba menenangkan pikirannya sebelum badai besar di Italia dimulai besok pagi.

Atlas duduk di sebuah kursi taman, menatap arus sungai Thames. Tiba-tiba, pendengarannya menangkap sebuah suara yang sangat familiar.

"Niel, pakai topinya, Sayang. Di sini dingin."

Atlas mematung. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia perlahan menoleh ke arah sumber suara. Di dekat pagar pembatas sungai, sekitar sepuluh meter darinya, berdiri seorang wanita berambut panjang yang sangat ia kenali. Wanita itu sedang berlutut, membetulkan topi rajut seorang anak laki-laki kecil yang mengenakan jaket biru.

"Kaylee...?" bisik Atlas hampir tak terdengar.

Air matanya seketika menggenang. Itu bukan mimpi. Itu benar-benar Kaylee. Dan anak kecil itu... anak yang selama ini hanya ia bayangkan, kini berdiri di depan matanya. Niel tampak sangat tampan dan sehat.

Atlas bangkit dengan kaki yang terasa lemas. Ia berjalan mendekat perlahan, takut jika ia bersuara, pemandangan indah ini akan hilang seperti fatamorgana.

"Kay..." panggil Atlas dengan suara parau yang pecah oleh emosi.

Kaylee membeku. Suara itu bukan berasal dari ponsel. Suara itu nyata, bergetar di belakang punggungnya. Ia perlahan berdiri dan membalikkan badannya.

Kedua mata mereka bertemu. Waktu seolah berhenti di tengah keramaian London. Kaylee menutup mulutnya dengan tangan, air mata langsung tumpah membasahi pipinya.

Sementara Niel, yang bingung melihat ibunya menangis, mendongak menatap pria asing yang kini juga sedang menangis di depan mereka.

Atlas segera sadar. Meski jantungnya berdegup kencang hingga terasa menyakitkan, matanya menangkap dua pria berjas hitam yang berdiri tidak jauh dari jembatan, orang-orang kepercayaan Bianca yang ditugaskan untuk menjaga Atlas selama di London.

Ia tidak boleh memeluk Kaylee. Tidak sekarang. Jika ia menunjukkan emosi sedikit saja, nyawa Kaylee dan Niel akan berakhir di pinggir sungai Thames ini.

Kaylee baru saja akan melangkah maju dengan bibir bergetar menyebut nama Atlas, namun Atlas dengan cepat mengubah sorot matanya menjadi dingin dan asing. Ia sengaja menabrak bahu Kaylee dengan cukup keras saat mereka berpapasan.

"Hati-hati kalau jalan, Nona. Jangan menghalangi jalan orang lain," ucap Atlas dengan suara bariton yang dingin dalam bahasa Inggris yang kaku, seolah ia adalah pria lokal yang sedang terburu-buru.

Kaylee tersentak, hampir kehilangan keseimbangan. Ia menatap mata Atlas, mencari kehangatan yang biasanya ada di sana, namun yang ia temukan hanyalah kekosongan yang dibuat-buat.

"Ma-maafkan saya, Tuan," bisik Kaylee, suaranya tercekat. Ia cerdas. Begitu melihat Atlas melirik sekilas ke arah dua pria di kejauhan, Kaylee langsung paham. Ini adalah sandiwara maut.

Niel, yang merasa ibunya diperlakukan kasar, merengut kecil dan menarik ujung celana Atlas. "Jangan jahat sama Mama!" seru bocah kecil itu dengan keberanian yang menurun dari ayahnya.

Atlas menunduk, menatap putranya untuk pertama kalinya dari jarak hanya beberapa sentimeter. Hatinya hancur berkeping-keping melihat wajah Niel yang sangat mirip dengannya. Ia ingin sekali berlutut dan menggendong Niel, namun ia harus tetap pada perannya.

"Jaga anakmu, Nona. Jangan biarkan dia menyentuh pakaian mahal orang asing," desis Atlas sambil melepaskan tarikan tangan kecil Niel dengan kasar, lalu berjalan terus tanpa menoleh lagi.

Namun, saat Atlas melepaskan tangan Niel, ia dengan sangat cepat menyelipkan sebuah kertas kecil yang tergulung rapi ke dalam saku jaket Niel yang terbuka. Gerakannya begitu halus, hanya Kaylee yang menyadarinya melalui pantulan kaca di pinggir jalan.

Atlas terus berjalan melewati mata-mata Bianca dengan wajah datar, bahkan sempat meminta api untuk rokoknya kepada salah satu dari mereka untuk menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak terganggu oleh insiden kecil tadi.

"Hanya turis bodoh yang menghalangi jalan," ucap Atlas pada penjaganya sambil mengembuskan asap rokok.

Begitu Kaylee berhasil menjauh dan masuk ke dalam taksi bersama Niel, ia segera merogoh saku jaket anaknya. Tangannya gemetar hebat saat membuka kertas kecil itu.

Di sana, tertulis tulisan tangan Atlas yang berantakan karena ditulis dengan terburu-buru:

"Hotel Regis, Kamar 402. Datanglah jam 2 pagi. Besok pagi Italia akan runtuh. Aku mencintaimu, Istriku. Maafkan aku sudah bersikap kasar pada Niel, jantungku hampir berhenti saat melihatnya."

Kaylee mendekap kertas itu di dadanya, menangis sesenggukan dalam diam agar tidak menakuti Niel. "Papa nggak jahat, Sayang. Papa lagi jadi pahlawan buat kita," bisik Kaylee sambil menciumi puncak kepala Niel.

🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍😍😍

1
kalea rizuky
uda end kahh
kalea rizuky
bagus np sepi like
kalea rizuky
baguss
kalea rizuky
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
kalea rizuky
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
kalea rizuky
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!