Clara, seorang dokter cantik yang bertugas di sebuah rumah sakit swasta harus menghadapi seorang pasien yang sangat menyebalkan.
Pasien ini membuat keributan di ruangannya pasca siuman setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian jaringan hatinya yang rusak.
Robert Kingston seorang mafia kejam yang tiba-tiba harus berhadapan dengan seorang dokter yang sama sekali tidak takut dengannya.
Bahkan dokter perempuan itu berani mendebatnya dan sampai memukul lengannya saat wanita itu ingin mengganti perban bekas luka operasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DCMMK. 08
Untuk pertama kalinya bagi Clara pergi hanya berdua dengan seorang laki-laki. Entah ke mana laki-laki ini akan membawa, yang jelas untuk saat ini dia hanya bisa pasrah saja menerima semua yang dilakukan laki-laki itu padanya.
"Kenapa diam saja, honey? Apa kau sakit?" tanya Robert ketika melihat wanita yang akan dinikahinya terus saja diam sejak mereka keluar dari apartemen.
"Lalu aku harus apa? apa aku harus berteriak di sini? Atau mungkin menyanyi layaknya seorang solois?" jawab Clara pada Robert yang membuat laki-laki itu tertawa.
Robert tertawa dengan begitu lepas hingga menampakkan barisan giginya yang tertata dengan begitu rapinya. Untuk pertama kalinya Clara melihat seorang laki-laki yang tertawa begitu lepas.
"So cute, honey. Sudahlah, kau membuatku ingin tertawa terus menerus." kata Robert yang membuat Clara terdiam ketika kepalanya di usap dengan lembut.
Untu pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan lembut seperti ini dari seorang laki-laki dan itu Robert.
"Jangan sentuh rambutku!" kata Clara ketika rambutnya di sentuh Robert karena dia merasa tidak nyaman dengan situasi mereka saat ini.
"Untuk saat ini kita mulai dari rambutmu dulu, dan setelah ini baru kita mulai yang lainnya lagi."
"What?" pekik Clara ketika mendengar apa yang Robert katakan tadi.
"Sudah ayo turun. Kita sudah sampai." ucap Robert ketika mereka sudah sampai di depan butik terkenal.
Clara sendiri masih bingung untuk apa dia diajak ke tempat ini. Untuk apa datang ke butik?
"Butik?" gumamnya ketika melihat tempat itu.
"Yes, memangnya kenapa?" tanya Robert ketika melihat raut wajah bingung milik Clara.
"Untuk apa? aku sedang tidak ingin pergi berpesta, jadi menurutku tidak perlu membeli gaun di tempat ini."
"Ini bukan hanya sekedar pesta. Jadi jangan terlalu banyak bicara lagi, ayo masuk Karena setelah ini aku harus ada pekerjaan yang sudah menungguku."
"Jika begitu kenapa harus mengajak kau pergi? untuk apa datang ke tempat ini?" Clara masih mengajak Robert beradu argumen karena menurutnya datang ke tempat ini itu tidak perlu.
"Karena kita akan menikah. Lalu apa lagi? ayolah Clara, kita sudah benar-benar memutuskan untuk menjalin hubungan ini, bukan? Jadi jangan terus mengajakku bertengkar hanya karena masalah seperti ini. Kita sudah tidak main-main sekarang." jelas Robert karena dia mulai jengah dengan semua ini.
Sejak tadi Clara terus saja mengajaknya berdebat tentang hal-hal kecil dan menurut dia tidak harus dibicarakan lagi.
"Oh my god! Secepat ini kah?" masih belum percaya bahwa dia benar-benar akan menikah.
"Iya, karena semuanya sudah dipersiapkan. Hanya tinggal menunggu syarat darimu saja. Jadi katakan apa syarat yang akan kau berikan." ujar Robert.
Sementara Clara sendiri dia belum tahu syarat apa yang akan dia berikan pada laki-laki itu. Jujur saja, hingga saat ini dia belum tahu syarat apa yang akan dia berikan padahal pernikahan sudah akan dilangsungkan.
"Nanti saja." jawabnya langsung turun dari mobil untuk masuk ke dalam butik.
Sementara itu, Robert juga langsung menyusul calon istrinya dan mereka sudah ditunggu karena memang hari ini butik benar-benar ditutup hanya untuk umum dan hanya mereka berdua saja yang bisa masuk ke tempat ini.
"Selamat datang, Tuan Robert," sapa mereka ketika melihat tamu yang dinanti-nanti telah datang.
Robert sendiri tidak bereaksi lebih banyak karena memang tidak ada yang harus jawabnya sekarang. Dia hanya fokus pada calon istrinya saat ini.
"Tunjukan saja gaun pilihannya dan bawa calon istriku. Aku akan menunggu di sini!" titah Robert yang masuk yang menunggu Clara di ruang tunggu.
Sementara Clara sendiri hanya bisa pasrah dengan semua ini.
Dia mulai mencoba satu persatu gaun pilihan yang memang sudah di siapkan untuk dirinya.
Clara mulai mencoba gaun pertamanya dan keluar dari ruang fitting untuk dia tunjukkan pada Robert.
Robert yaNg sejak tadi fokus pada ponselnya tiba-tiba langsung mengalihkan pandangannya ketika melihat seorang wanita yang keluar dari ruang fitting menggunakan sebuah gaun pengantin yang membalut tubuh rampingnya.
"No!" tolaknya mentah-mentah karena dia tidak suka dengan gaun pengantin itu.
"Kenapa? Ini bagus, walau sedikit terbuka." jawab Clara karena memang itu yang dia pikirkan saat ini.
"Tidak! aku tidak akan membiarkanmu memakai gaun pengantin seperti itu. Gaun apa ini? aku tidak akan membiarkan siapapun melihat bagian bahumu. Rasanya aku ingin mencongkel bola mata mereka jika sampai berani melihatmu seperti itu." kata Robert dengan wajah yang terlihat datar.
Lagi pula kenapa harus gaun seperti ini yang Clara pilih?
"Lalu gaun yang seperti apa?" tanya Clara yang mulai lelah menghadapi sikap Robert.
Robert sendiri langsung berdiri dan menarik tangan calon istrinya untuk mencoba gaun pengantin yang lainnya lagi.
"Carikan gaun yang indah dan juga bagus. Aku ingin semua terlihat dengan begitu rapi dan aku tidak ingin bagian depan atau belakangnya terekspos." ucap Robert yang tidak ingin jika Clara memakai gaun yang memperlihatkan bagian tubuhnya.
"Baik, tuan Robert." ucap mereka serempak dan langsung membawa Clara untuk mencoba gaun yang lainnya.
Clara sendiri hanya bisa pasrah dengan semua ini. Dia membiarkan mereka membantunya untuk memilih gaun pengantin, sampai di mana pilihannya jatuh pada salah satu gaun pengantin yang sesuai dengan pilihannya.
"Astaga, kenapa gaun ini berat sekali?" keluh Clara ketika mencoba gaun pengantin yang sesuai dengan seleranya.
Para staf yang menemaninya hanya bisa tersenyum saja ketika mendengar keluhan dari wanita itu. Mereka juga mengakui jika gaun pengantin itu memang berat.
Clara keluar dari ruangan gantinya dan memperlihatkan gaun pilihannya pada Robert dan laki-laki itu juga langsung terpukau melihatnya.
Deg!
Jantungnya seperti berhenti berdetak ketika melihat Clara memakai gaun pengantin itu. Benar-benar sangat indah hingga membuat matanya terus tertuju pada sosok wanita pilihannya.
Bukan hanya Robert saja, tapi Clara juga terdiam ketika melihat reaksi laki-laki itu ketika melihatnya.
Robert melangkah mendekati Clara hingga membuat jantungnya semakin berdebar kencang. Apalagi saat pinggulnya di rangkul Robert.
"No, jangan memukul ku lagi jika aku melakukan hal ini, honey." ucap Robert ketika melihat Clara terlihat tidak biasa bersamanya.
"Lepaskan, aku-"
"Kau benar-benar cantik, Clara." bisik Robert di telinganya hingga membuat jantungnya semakin berdebar kencang.
Clara benar-benar tidak tau harus bereaksi seperti apa lagi karena semua ini benar-benar membuat jantungnya berdebar kencang.
"Lihat, kau terlihat sangat cantik dengan gaun ini dan aku menyukainya." lanjut Robert sebelum dia memberikan sebuah kecupan manis di pipi wanita yang berhasil membuatnya tergila-gila seperti ini.
***
selamat pgi pengantin bru
manis sekali kalian 🤭
lanjut seyengggg