NovelToon NovelToon
Kami Lahir Tanpa Namamu

Kami Lahir Tanpa Namamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurizatul Hasana

Satu malam.
Tanpa rencana.
Tanpa nama.
Tanpa masa depan.
Aluna tidak pernah berniat masuk ke dalam hidup pria itu. Ia hanya menggantikan sahabatnya yang sakit, mengenakan seragam hotel, dan berharap bisa pulang dengan selamat. Namun di balik pintu kamar hotel mewah, ia terjebak dalam situasi berbahaya—tarikan paksa, ketakutan, dan batas yang nyaris hancur.
Malam itu bukan tentang cinta.
Bukan tentang rayuan.
Melainkan tentang dua orang asing yang sama-sama terperangkap dalam keadaan salah.
Aluna melawan. Menolak. Tak pasrah.
Namun ketika segalanya berhenti di titik abu-abu, sebuah keputusan keliru tetap tercipta—dan meninggalkan luka yang tak langsung terlihat.
Ia pergi tanpa menoleh.
Tanpa tahu nama pria itu.
Tanpa ingin mengingat malam yang hampir menghancurkan dirinya.
Lima tahun kemudian, Aluna telah menjadi wanita tangguh—cantik, elegan, dan berdiri di atas kakinya sendiri. Ia membesarkan tiga anak kembar dengan kelebihan luar biasa, tanpa sosok ayah, tanpa cerita masa lalu. Bersa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurizatul Hasana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Tiga Denyut Satu Rahasia

Tiga Denyut, Satu Rahasia

Aruna selalu bilang pada dirinya sendiri—

Ia cukup kuat untuk membesarkan mereka.

Tiga sekaligus.

Arven lahir lebih dulu.

Tenang. Mata tajam. Pengamat.

Arsha dua menit setelahnya.

Lebih ekspresif. Cepat bicara. Penuh rasa ingin tahu.

Dan yang terakhir…

Arkana.

Yang paling kecil berat badannya.

Yang paling sering sakit di tahun pertama.

Yang paling diam… tapi justru paling dalam.

Kalau Arven otak strategi,

Arsha eksekutor nekat,

Maka Arkana adalah peretas sejati.

Dan malam itu—

Bukan hanya dua kepala yang Aruna pergoki di depan laptop.

Ada satu lagi.

Duduk sedikit menjauh.

Tidak banyak bicara.

Tapi dialah yang sebenarnya membobol sistem keamanan berlapis perusahaan Arka.

Arkana.

Ia menatap ibunya tanpa panik.

“Aku sudah keluar sebelum menyentuh data inti,” ucapnya pelan. “Aku tahu batasnya.”

Aruna terdiam.

Anak itu bahkan tahu hukum digital.

“Kalian bertiga kerja sama?” suara Aruna pelan tapi berat.

Arsha mengangguk.

“Aku yang cari info awal.”

Arven menyilangkan tangan.

“Aku yang analisa struktur server.”

Arkana hanya berkata singkat,

“Aku yang masuk.”

Sunyi.

Aruna menutup mata.

Tiga anak.

Tiga potongan karakter yang—tanpa bisa ia sangkal—membawa bayangan Arka.

Arven punya ketegasan Arka.

Arsha punya keberanian Arka.

Arkana punya kecerdasan dingin Arka.

Dan itu yang paling ia takuti.

“Kalian sadar itu perusahaan siapa?” tanya Aruna.

Arkana yang menjawab.

“Arka Mahendra. Direktur utama. Pemegang saham mayoritas. Usia 33 tahun. Tidak menikah. Tidak ada catatan keluarga resmi.”

Aruna membeku.

Tidak menikah.

Lima tahun.

Ia menelan napas.

“Kenapa kalian lakukan ini?” tanyanya lagi.

Kali ini Arkana menatapnya lurus.

“Karena dia datang tiga kali minggu ini.”

Aruna terkejut.

“Tiga?”

Arven mengangguk.

“Dia selalu parkir jam yang sama. Dia nggak turun. Tapi dia lihat kami.”

Arsha menggenggam tangan ibunya.

“Kalau dia nggak peduli, dia nggak akan datang.”

Arkana menambahkan dengan suara paling pelan—

“Dan waktu aku uji sistemnya, keamanan dinaikkan setelah percobaan pertama. Artinya dia sadar. Dia bukan orang sembarangan.”

Aruna terduduk.

Jadi bukan hanya anak-anaknya yang mencari.

Arka juga waspada.

“Ma,” Arven berkata lebih lembut, “kami nggak butuh dia buat uang.”

Arsha menggeleng cepat.

“Kafe Mama sudah cukup.”

Arkana menatap layar hitam laptop.

“Kami cuma mau tahu… kenapa nama kami kosong.”

Itu lagi.

Kalimat itu seperti retakan lama yang kembali terbuka.

Aruna menatap tiga wajah yang begitu ia cintai lebih dari hidupnya sendiri.

Mereka bukan kesalahan.

Mereka bukan beban.

Mereka adalah alasan ia bertahan.

“Kalian lahir bukan tanpa ayah,” ucapnya akhirnya, suara bergetar. “Mama yang memilih pergi.”

Arven mengernyit.

“Karena dia jahat?”

Aruna menggeleng.

“Karena Mama takut.”

Sunyi.

Arsha mendekat.

“Takut apa?”

Aruna memejamkan mata.

“Takut kehilangan kalian.”

Tiga pasang mata itu saling bertukar pandang.

Arkana yang biasanya paling pendiam bertanya pelan—

“Apakah dia tahu kami ada?”

Itu pertanyaan paling berat.

Aruna membuka mata.

“Tidak.”

Hening panjang.

Arven menatap ke bawah.

Arsha menggigit bibir.

Arkana terlihat berpikir keras.

“Berarti…” Arkana berkata pelan, “…dia kehilangan lima tahun tanpa sadar.”

Aruna terdiam.

Dan untuk pertama kalinya—

Ia tidak tahu apakah itu hukuman… atau ketidakadilan.

Di luar rumah, lampu mobil hitam menyala sebentar… lalu mati lagi.

Arka tidak tahu.

Bahwa di dalam rumah kecil itu—

Ada tiga denyut jantung yang membawa namanya.

Dan mereka mulai mencari.

1
Lisa
Kasihan y Mira..udh balik aj ke rmhnya Aruna..
Lisa
Bahagia selalu y Arka, Aruna & ketiga anaknya
Risal Fandi
rekomend banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!