NovelToon NovelToon
Sistem Peningkatan Kekayaan

Sistem Peningkatan Kekayaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Kaya Raya
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Demon Heart Sage

Gu Yanqing hidup miskin, tanpa latar belakang, tanpa peluang.
Hingga suatu hari, Sistem Peningkatan Kekayaan aktif—memberinya kesempatan untuk naik kelas, selama semua yang ia peroleh masuk akal dan sah.

Dari nol ke kaya, dari diremehkan ke dikelilingi orang-orang yang terlihat tulus.
Tapi di dunia uang dan status, kepercayaan punya harga.

Dan saat harga itu terlalu mahal, tidak semua orang sanggup membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demon Heart Sage, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Modal Pertama

Area administrasi RS Linhai No.2 kembali tenang setelah hiruk-pikuk pagi mereda. Suara langkah kaki lebih jarang, digantikan bunyi pendingin ruangan dan ketukan papan ketik petugas.

Gu Yanqing duduk di kursi plastik dekat dinding, punggung tegak, kedua tangan bertumpu ringan di paha. Tatapannya tidak kosong, melainkan fokus—seolah seluruh lingkungan hanyalah latar sementara.

Panel sistem muncul tanpa peringatan.

Status Bantuan Hukum: Aktif

Jenis Bantuan: Dana Bantuan Hukum

Jumlah Disetujui: ¥50.000

Tidak ada embel-embel lain. Tidak ada kalimat yang menghibur.

Angka itu berdiri sendiri.

¥50.000.

Lebih kecil dari total biaya operasi ibunya. Jauh dari cukup untuk menghadapi perusahaan sebesar Dongkou Port Group. Namun Gu Yanqing tidak menilai angka itu sebagai kekurangan.

Ia menilai fungsinya.

Panel bergeser, menampilkan catatan tambahan.

Ketentuan Penggunaan Dana:

Dana hanya dapat digunakan untuk kebutuhan yang berkaitan langsung dengan gugatan hukum dan dampaknya.

Seluruh transaksi wajib tercatat secara legal dan dapat diverifikasi.

Penggunaan di luar ketentuan akan memicu penalti sistem.

Gu Yanqing membaca tanpa ekspresi.

Bantuan ini bukan hadiah. Ini kontrak tidak tertulis antara dirinya dan jalur hukum yang telah ia pilih.

Dana itu tidak singgah lama di status “tersedia”.

Panel memperbarui secara otomatis.

Alokasi Dana:

– Biaya Operasi Medis: Diproses

– Administrasi Rumah Sakit: Diproses

Gu Yanqing mengalihkan pandangan ke loket administrasi. Seorang petugas sedang mencocokkan data di layar, lalu mengangguk kecil.

“Pembayaran terkonfirmasi penuh,” ujar petugas itu dengan nada profesional. “Operasi sudah berjalan sesuai jadwal.”

Kalimat itu singkat. Tidak emosional.

Namun Gu Yanqing menghela napas pelan—nyaris tak terdengar.

Bukan lega berlebihan. Lebih tepat disebut pelepasan satu tekanan dari tumpukan yang ada.

Ia berdiri, mendekat ke loket. “Mohon salinan rincian transaksi.”

Petugas itu sedikit terkejut, lalu segera mencetak dokumen. “Ini, lengkap dengan cap rumah sakit.”

Gu Yanqing menerima kertas itu dan memeriksanya satu per satu: nama pasien, nomor rekening, jumlah dana, waktu transfer. Semuanya jelas. Tidak ada celah abu-abu.

Ia memasukkan dokumen ke map tipis yang sudah ia siapkan sejak pagi.

Panel sistem muncul kembali, mencatat.

Transaksi Tercatat: Valid

Status Kepatuhan: Normal

Tidak ada respons emosional dari sistem. Tidak ada pujian.

Hanya verifikasi.

Gu Yanqing kembali ke kursinya. Dari arah lorong steril, lampu merah ruang operasi masih menyala. Operasi belum selesai, tapi sudah berjalan. Itu cukup untuk saat ini.

Ia menunduk, membuka catatan di ponselnya—bukan aplikasi sistem, melainkan daftar sederhana yang ia susun sendiri.

Biaya medis: tertutup sementara.

Tekanan waktu: berkurang.

Konflik hukum: belum dimulai sepenuhnya.

Dana ¥50.000 tidak mengubah kenyataan bahwa ia masih berada di posisi lemah. Namun kini, ia tidak lagi sepenuhnya terdesak.

Panel sistem menampilkan satu baris tambahan, seolah menegaskan posisinya.

Catatan Sistem: Bantuan ≠ Kemenangan

Gu Yanqing hampir tersenyum—hampir.

Ia tidak pernah menganggap ini kemenangan. Jika ada, ini hanyalah izin untuk tetap berdiri di arena.

Ia menyimpan ponsel, lalu menatap lorong operasi sekali lagi.

Fokusnya tidak goyah.

Masalah medis untuk sementara tertahan. Itu berarti pikirannya bisa kembali ke satu hal yang belum selesai.

Gugatan.

Dan bagaimana ¥50.000 ini, sekecil apa pun, akan menjadi modal pertama untuk menekan balik sistem yang selama ini menginjak buruh tanpa konsekuensi.

Lampu merah di ruang operasi masih menyala.

Dan Gu Yanqing menunggu—bukan dengan cemas, melainkan dengan perhitungan.

...

Malam turun perlahan di RS Linhai No.2. Ruang tunggu lantai tiga hampir kosong. Hanya beberapa kursi terisi oleh keluarga pasien yang memilih berjaga dalam diam.

Gu Yanqing duduk di sudut, dekat jendela. Cahaya kota Linhai memantul di kaca, terpecah oleh bayangan gedung-gedung tua dan lampu jalan yang tidak seragam. Ia tidak menikmati pemandangan itu. Matanya hanya sesekali bergerak, sementara pikirannya bekerja terstruktur.

Operasi masih berlangsung.

Namun pusat perhatiannya sudah bergeser.

Ia membuka kembali seluruh jalur gugatan di kepalanya, satu per satu, tanpa emosi.

Kasus kecelakaan kerja ayahnya.

Laporan yang pernah ada, lalu menghilang.

Saksi yang masih hidup, tapi memilih takut.

Nama Wang Jicheng sebagai simpul lapangan.

Dongkou Port Group sebagai atap pelindung.

Semua itu kini terhubung oleh satu hal baru.

Modal.

¥50.000 bukan solusi. Itu bahkan belum cukup untuk menyewa pengacara berpengalaman dalam jangka panjang. Namun Gu Yanqing tidak berniat menggunakannya seperti orang putus asa.

Ia memposisikannya sebagai alat.

Dana itu memberinya ruang bernapas. Memberinya waktu. Dan yang terpenting, memberinya legitimasi awal untuk bergerak lebih agresif secara legal.

Panel sistem muncul secara pasif, tanpa suara.

Status Dana Bantuan Hukum: Aktif

Pemantauan Kepatuhan: Berjalan

Tidak ada saran. Tidak ada rekomendasi.

Sistem hanya mengawasi.

Gu Yanqing menyadari satu hal penting: selama ia tidak melanggar aturan, sistem tidak akan menghalanginya. Artinya, semua keputusan berikutnya sepenuhnya berada di tangannya.

Ia membuka daftar prioritas baru, kali ini lebih tajam.

Prioritas Tahap Awal:

Pengamanan dokumen administratif tambahan

Pelacakan jalur pemindahan laporan kecelakaan

Pendekatan ulang saksi dengan tekanan legal, bukan personal

Tidak ada langkah impulsif. Tidak ada upaya “cepat kaya” atau mencari jalan pintas.

Ia tahu, kesalahan kecil sekarang akan berbunga penalti besar di kemudian hari—baik dari sistem, maupun dari hukum nyata.

Dana ¥50.000 ini adalah garis awal. Bukan untuk menyerang langsung, tetapi untuk memastikan setiap langkah berikutnya sah, tercatat, dan tidak bisa dipatahkan dengan alasan prosedural.

Lampu ruang operasi masih menyala.

Beberapa menit kemudian, panel sistem memperbarui tanpa peringatan visual yang mencolok. Hanya satu notifikasi singkat.

Notifikasi Eksternal Terdeteksi.

Gu Yanqing mengangkat pandangan.

Panel terbuka.

Status: Surat Resmi Pengadilan

Penerima: Dongkou Port Group

Status Pengiriman: Diterima

Tidak ada detail tambahan. Tidak ada waktu pengiriman yang dramatis.

Namun maknanya jelas.

Begitu surat itu diterima, gugatan bukan lagi catatan di biro tenaga kerja. Ia telah memasuki wilayah yang tidak bisa dihapus dengan satu perintah internal.

Perusahaan itu kini tercatat secara resmi sebagai pihak terkait.

Gu Yanqing menyandarkan punggungnya ke kursi.

Ia tidak merasa puas. Tidak juga tegang.

Hanya tenang.

Permainan hukum telah dimulai, dan untuk pertama kalinya, Dongkou Port Group berada di papan yang sama dengannya—bukan di atas.

Lampu merah ruang operasi akhirnya mati.

Di saat yang hampir bersamaan, Gu Yanqing berdiri.

Di balik kaca jendela, malam kota Linhai tetap berjalan seperti biasa. Namun di balik prosedur dan arsip, sesuatu telah bergerak.

Ia menyimpulkan dalam hati, tanpa suara:

Begitu surat itu diterima, mereka tidak bisa berpura-pura buta lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!