NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Saat mereka sampai di depan mobil, David melihat sebuah notifikasi masuk di ponselnya ,sebuah foto yang dikirimkan oleh Michael saat menghadiri acara ulang tuan Bramawijaya. Di dalam foto tersebut, Aisyah sedang tertawa bersama seorang pria yang tampak akrab dengannya. Wajah Aisyah terlihat bahagia, dan itu membuat hati David terasa campur aduk. Senang karena dia tampak baik-baik saja, namun juga sedih karena tidak ada di sampingnya saat itu dan ada pria lain yang dekat dengan wanita yang masih bertahta di hatinya.

"Kamu harus menghubunginya," ujar Naina setelah melihat ekspresi wajah David yang berubah. "Setidaknya untuk mengetahui kabarmu dan memberi kesempatan pada hati mu untuk mendapatkan jawaban yang selama ini kamu cari."

David mengangguk perlahan, matanya masih terpaku pada foto di layar ponselnya. Ia telah menyimpan nomor lama Aisyah di dalam ponselnya, meskipun tahu bahwa kemungkinan besar sudah tidak bisa dihubungi lagi. Namun kali ini, rasa ingin tahu dan harapan kecil muncul kembali dalam hatinya.

"Mungkin kamu benar, Naina," ujar David sambil menaruh ponselnya ke dalam kantong. "Aku harus mencoba, sekalipun hanya untuk mengakhiri babak yang belum selesai itu."

Naina tersenyum hangat. "Kalau begitu, aku akan tunggu di sini ya. Kamu bisa melakukan apa yang kamu rasa benar."

David membuka pintu mobil untuk Naina, kemudian ia berdiri sejenak melihat ke arah langit yang cerah. Takdir memang sering bekerja dengan cara yang tak terduga . Sementara Aisyah baru saja menemukan kembali kenangan masa kecil bersama Rain di Indonesia, David juga sedang memutuskan untuk mencari jejaknya setelah sekian lama hilang. Siapa sangka, jalan hidup mereka mungkin akan kembali saling bersilangan di titik yang tak terduga.

David menarik napas dalam dan mengeluarkan ponselnya lagi. Jari-jarinya meluncur dengan cermat hingga menemukan kontak yang sudah lama tidak disentuh . "Aisyah ❤️" catatan kecil di samping nama itu masih terbaca jelas: "Nomor rumah, jangan pernah dihapus."

 Dengan napas dalam, ia menekan tombol panggilan dan menempelkan ke kupingnya. Suara nada dering terdengar satu demi satu, membuat hatinya berdebar kencang.

"Derrr...derrrr...derrr.."

Setelah beberapa saat, sambutan suara mesin terdengar. "Nomor yang Anda tuju tidak aktif atau tidak dapat dihubungi saat ini..." David menghela napas dalam, rasa kecewa mulai menyelimuti dirinya. Namun sebelum ia bisa mematikan panggilan, suara lain tiba-tiba menggantikan suara mesin.

"Halo? Siapa ini?" Suara yang sangat akrab membuat David langsung terkejut dan tidak bisa berkata-kata sejenak. Suara lembut itu akhirnya ia dengar juga setelah setahun lebih mereka tak bersua.

"Halo? Apakah ada orangnya?" ujar suara itu lagi. Membuat David tersadar dari lamunannya. Ingin berbicara tapi mulutnya seketika keluh.

"Aisyah..." ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar.

 Aisyah terkejut mendengar nama yang sudah lama tidak ia dengar. Suara yang begitu ia rindukan,suara yang membuat nya kehilangan separuh hidup nya kini tiba-tiba menghubunginya. Perasaan Aisyah bercampur aduk antara terkejut dan bahagia.

"David? Benarkah kamu?" Suara Aisyah terdengar bergetar.

David bisa merasakan getaran suara seorang wanita di balik telfon.

Tut....tut....tut...

Panggilan berakhir begitu saja tanpa ada suara balasan dari seberang sana membuat Aisyah ...terkejut dan langsung mencoba menelepon kembali. Namun layar ponselnya menunjukkan bahwa sinyal tiba-tiba hilang sebuah hal yang tidak biasa di tempatnya saat ini.

"Syah, apa yang terjadi?" tanya Mayang yang baru saja datang membawa dua gelas es cendol kelapa, melihat wajah Aisyah yang penuh kekhawatiran dan kepanikan.

"Itu David... dia menghubungiku," ujar Aisyah dengan suara gemetar, masih mencoba menekan nomor tersebut berkali-kali. "Tapi tiba-tiba panggilan terputus, dan sekarang aku tidak bisa menghubunginya lagi."

Mayang duduk di sebelahnya dan menepuk bahunya dengan lembut. " Benarkah?..kamu tidak salah dengar kan?"

Aisyah mengangguk perlahan, ia yakin yang menelponnya barusan adalah David . Aisyah mengenal betul suara David ia tidak mungkin salah dengar.

"Tenang ,Syah...biar aku menghubungi nomornya lagi,berikan pada ku." Ujar Mayang menenangkan Aisyah yang terlihat begitu terkejut dan khawatir di saat bersamaan.

Mayang mengambil ponsel Aisyah,lalu melihat nomor yang baru saja menghubungi Aisyah.Alis Mayang berkerut saat memperhatikan nomor itu.

" Panggilan luar negeri." Lirih Mayang sembari menekan kembali nomor itu,namun raut kecewa kembali di rasakan nya saat nomor itu sudah tak bisa di hubungi.

" Bagaimana?" Tanya Aisyah penuh harap.

Mayang menggeleng pelan " Tidak aktif."

Aisyah menutup wajahnya dengan kedua tangan, rasa kecewa dan kekhawatiran semakin menggeliat. "Kenapa bisa begitu? Baru saja kita bisa saling bicara..." ujarnya dengan suara yang hampir terdengar seperti bisikan.

Mayang menarik tubuh Aisyah agar menyandar pada bahunya. "Mungkin ada sesuatu yang terjadi di sana, Syah. Kamu tahu kan, David dulu selalu punya cara untuk menemukanmu jika memang dia benar-benar ingin bertemu."

......................

Sejak saat itu ,Aisyah kembali menata hidupnya ,ia tak ingin larut dalam kesedihan lagi.Meski tak saling berbicara saat itu tapi Aisyah yakin jika itu adalah David. Aisyah dan Mayang kini sudah mengetahui keberadaan David dari kode nomor yang menghubungi nya tempo hari. Pria itu kini berada di Roma , negara kelahiran mama nya yang telah lama meninggal. Aisyah kini sedang mencari cara agar bisa bertemu dengan David kembali dan harapan itu kini terbentang luas di depan mata.

Saat sarapan bersama mama Retno,papa Bram dan Firdaus tercengang saat mata mereka menatap kearah yang sama dimana seorang gadis cantik yang di balut dengan pakaian formal ala kantoran sedang berjalan ke arah mereka. Sesuatu yang tak pernah mereka lihat selama ini. Gadis yang tadinya terlihat murung dan selalu menutup diri tiba-tiba berubah secara drastis .

" Syah ...kamu mau kemana sayang? Tumben." Ujar Mama Retno setelah tersadar dari keterkejutannya.

Aisyah menarik kursi di samping Firdaus , lalu mendudukinya." Ke cafe...sudah lama aku tidak berkunjung ke cafe. Mayang sudah kembali dari Eropa jadi aku dan Mayang ingin kembali terjun langsung ke cafe,Ma."

Papa Bram menepuk meja dengan senyum bangga. "Itu baru anakku yang aku kenal! Udah lama kamu tidak menyentuh urusan cafe setelah setahun lebih,ingat nak cafe itu kamu bangun dengan usaha mu sendiri jangan membuat usaha dan jerih payah mu sia-sia."

Firdaus menyikut bahu Aisyah dengan lembut. "Akhirnya juga mau keluar dari rumah ya, Dek? dan akhirnya kakak bisa melepaskan tugas mengelola cafe itu. Tapi banyak ide baru yang kakak punya untuk menu baru lho."

Ya, selama ini Firdaus lah yang mengelola cafe milik Aisyah itu sejak setahun lalu saat Aisyah benar-benar berada di masa sulitnya dan Mayang ke Eropa untuk hal lain.

Aisyah tersenyum hangat, tangannya secara tidak sengaja menyentuh ponsel di tasnya , di dalamnya tersimpan nomor baru yang berhasil dia dapatkan melalui Michael beberapa hari yang lalu. Setelah mengetahui David berada di Roma, Aisyah tidak berhenti mencari cara untuk menghubunginya kembali, dan akhirnya Michael memberitahukan bahwa David akan segera kembali ke Indonesia untuk mengurus urusan bisnis keluarga yang ada di Jakarta.

"Aku juga sudah berbicara dengan beberapa supplier bahan baku dari luar negeri, Ma," ujar Aisyah sambil mengambil sepotong roti bakar. " Aku ingin menambahkan menu khas Italia di cafe . Banyak anak-anak muda yang suka dengan makanan khas sana."

Mama Retno melihat wajah Aisyah yang bersinar dengan harapan, lalu menatap Papa Bram dengan tatapan yang penuh pemahaman. "Kamu sudah menemukan alasan untuk bangkit kembali ya, sayang? Mama senang melihatmu seperti ini lagi."

Setelah selesai sarapan, Aisyah segera bergegas menuju salon untuk merapikan diri sebelum bertemu Mayang. Di jalan, ponselnya berbunyi , sebuah pesan dari Michael masuk: "Syah, ada yang ingin aku sampaikan padamu secara langsung ,boleh kita bertemu?"

Hati Aisyah berdebar kencang membacanya. Takdir memang bekerja dengan cara yang tak terduga . Entah mengapa hatinya tiba-tiba kalut membaca pesan dari Michael padahal ia baru saja bangkit dan memulai harinya dengan baik. Hanya mendengar suara David waktu itu meski hanya sebentar tapi membangkitkan semangat hidupnya lagi dan kini demi menemukan David ia akan melakukan apapun.

Saat sampai di cafe "Warna Laut", Mayang sudah menunggu di sana dengan senyum lebar. "Lihat saja kamu, makin cantik dan bersemangat!" ujar Mayang sambil menunjukkan buku catatan yang penuh dengan ide-ide baru. "Aku sudah siapkan semua perencanaan untuk renovasi kecil di cafe ini. Tunggu aja kalau pelanggan melihatnya nanti!"

Aisyah duduk di meja dekat jendela yang menghadap ke danau buatan tempat para muda-mudi berkumpul ,matanya melihat ke arah jalan raya dengan harapan. "May, Michael ingin bertemu denganku katanya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan secara langsung," ujarnya dengan suara lembut. namun jelas.

Mayang terkejut lalu tersenyum hangat. "Benarkah? Jika Michael ingin bertemu pasti ada hubungannya dengan David , Syah Kamu sudah siap untuk menghadapinya kan apapun yang akan di sampaikan oleh Michael entah itu berita baik atau sebaliknya."

Aisyah mengalihkan pandangannya ke arah Mayang yang kini duduk di sebelah nya." Apa maksud mu berbicara seperti itu ,May..? Berita buruk? Emang berita buruk apa yang akan Michael katakan?" Aisyah yang tadi terlihat ceria berubah menjadi kesal atas ucapan Mayang .

Mayang menghembuskan nafas perlahan lalu menatap Aisyah yang juga menatapnya" Bagaimana jika ia mengatakan sesuatu yang tidak sesuai ekspektasi mu ,Syah..kita tahu bersama jika hubungan kalian seperti fatamorgana sulit untuk di jangkau dan di satukan."

Aisyah terdiam mendengar ucapan Mayang , ia tidak menyalahkan nya karena semua itu memang kenyataan yang tak mampu ia hadapi.

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!