NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / CEO / Orang Disabilitas / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kinara, seorang gadis berusia 24 tahun, baru saja kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan masa depan yang ia impikan. Diusir ibu tiri setelah ayahnya meninggal, Kinara terpaksa tinggal di panti asuhan sampai akhirnya ia harus pergi karena usia. Tanpa tempat tujuan dan tanpa keluarga, ia hanya berharap bisa menemukan kontrakan kecil untuk memulai hidup baru. Namun takdir memberinya kejutan paling tak terduga.

Di sebuah perumahan elit, Kinara tanpa sengaja menolong seorang bocah yang sedang dibully. Bocah itu menangis histeris, tiba-tiba memanggilnya “Mommy”, dan menuduhnya hendak membuangnya, hingga warga sekitar salah paham dan menekan Kinara untuk mengakui sang anak. Terpojok, Kinara terpaksa menyetujui permintaan bocah itu, Aska, putra satu-satunya dari seorang CEO muda ternama, Arman Pramudya.

Akankah, Kinara setuju dengan permainan Aksa menjadikannya ibu tiri atau Kinara akan menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

“Suami?”

Amira mengulang kata itu pelan, nadanya meninggi, jelas terkejut saat mendengar Kinara menyebut orang yang menelponnya barusan.

“Iya,” jawab Kinara tegas, menatap lurus ke arah Amira.

“Suamiku.”

Rome refleks melangkah mendekat. Tangannya meraih pergelangan tangan Kinara tanpa sadar.

“Bagaimana mungkin?” suaranya bergetar. “Kamu … kamu sudah punya suami, Kinara? Selama ini aku tahu kamu berjuang sendiri. Kamu selalu sendirian,” ucapnya, jelas tak percaya.

Kinara menarik napas, lalu perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Rome. Tatapannya tenang, meski ada garis tegas di wajahnya.

“Aku pernah bilang pada Tuan Rome,” katanya pelan namun jelas. “Kalau semuanya sudah berubah.”

Rome menelan ludah.

“Aku juga pernah bilang,” lanjut Kinara, “ada seseorang yang memberiku mobil. Orang itu … ya suamiku.”

Kata-kata itu seperti tamparan.

Rome terdiam, lalu perlahan melepaskan tangan Kinara sepenuhnya. Wajahnya memucat, rahangnya mengeras, seakan kenyataan itu terlalu berat untuk diterima.

Di sisi lain, Amira tersenyum tipis, bukan senyum ramah, melainkan senyum penuh arti. Matanya mengamati Kinara dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Jadi,” ucap Amira akhirnya, suaranya halus tapi menusuk,

“kamu sudah menikah.”

Ruangan itu kembali sunyi, namun kini sunyinya terasa lebih tajam karena masing-masing dari mereka tahu, pengakuan Kinara barusan bukan akhir, melainkan awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit.

Kinara menghela napas pelan, berusaha menjaga wajahnya tetap profesional meski jantungnya masih berdegup tak beraturan.

“Kalau memang tidak ada urusan penting lainnya,” ucapnya sambil menatap bergantian ke arah Rome dan Amira, “saya izin pulang. Hari ini hari libur saya. Seharusnya saya baru datang besok.”

Rome tersentak, seolah baru tersadar bahwa ia telah menyeret Kinara datang tanpa alasan yang benar-benar mendesak. Bibirnya terbuka, ingin berkata sesuatu, namun tak ada kata yang keluar.

Amira justru melangkah mendekat satu langkah. Senyumnya tetap terpasang, tapi kini ada sorot tajam di matanya.

“Tentu saja,” katanya ringan. “Aku hanya ingin mengenalmu, tidak lebih.”

Kinara mengangguk singkat. “Kalau begitu, izinkan saya pamit.”

Ia membalikkan badan, melangkah menuju pintu tanpa menunggu jawaban. Tangannya sudah menyentuh gagang pintu ketika suara Amira kembali terdengar.

“Kinara,” panggilnya. Kinara berhenti, menoleh setengah badan.

“Suamimu…” Amira tersenyum samar. “Dia pasti pria yang sangat beruntung.”

Kinara membalas dengan senyum tipis, penuh makna.

“Dan aku juga beruntung,” jawabnya singkat.

Pintu itu pun tertutup pelan. Tinggal Rome dan Amira di dalam ruangan, terdiam dalam pikiran masing-masing Rome dengan kehilangan yang baru benar-benar ia sadari, Amira berbalik dengan wajah memerah, suaranya meninggi, tak lagi berusaha tenang.

“Jadi sekarang kamu jatuh cinta pada istri orang lain, Rome?”

Rome menatap kakaknya tajam.

“Aku benar-benar tidak tahu apa pun soal pernikahan itu,” jawabnya tegas. “Dan aku yakin Kinara tidak menikah karena cinta.”

Amira mencibir.

“Kamu terlalu membela dia.”

“Karena aku mengenalnya,” balas Rome cepat. “Kinara bukan perempuan bodoh. Dia pintar, punya harga diri. Kalau dia menikah sekarang, pasti ada alasan besar. Dan aku yakin ... dia dipaksa. Demi uang dan demi bertahan hidup.”

Amira terdiam sesaat, lalu berkata dingin,

“Bagaimanapun alasannya, dia tetap istri orang lain.”

Rome tertawa pahit.

“Sama seperti Kakak.”

Amira menoleh tajam. “Apa maksudmu?”

“Bukankah Kakak juga mengejar cinta sejati ke London,” ujar Rome tanpa ragu, “saat suami Kakak lumpuh dan terpuruk? Apa itu tidak kejam?”

Wajah Amira mengeras.

“Itu tidak sama,” bantahnya cepat. “Bagas berbeda dari Kinara. Bagas adalah cinta masa kecilku.”

Rome menggeleng.

“Tidak, Kak. Yang berbeda hanya caramu membenarkan diri sendiri.”

Amira menarik napas, emosinya mulai tak stabil.

“Aku memilih Arman dulu karena aku pikir dia mampu. Keluarganya terpandang. Hidupku akan aman. Tapi nyatanya Tante Ratna tidak pernah menyukaiku.”

Rome menyela, suaranya rendah namun menusuk,

“Karena Kakak terlalu menuntut.”

Amira menatapnya tak percaya.

“Kakak menuntut Kak Arman sukses,” lanjut Rome.

“Menuntut dia selalu membela Kakak. Menuntut rumah, status, kehidupan mapan ... saat dia sendiri sedang berjuang.”

Amira terdiam.

“Soal Arman…” ucap Amira pelan, lalu melirik ke arah jendela. “Aksa dibesarkan olehnya, bukan?”

Rome mengangguk.

“Aku menyerahkan Aksa,” kata Amira datar. “Dia memberikan sebagian hartanya asal aku pergi.”

Rome menatap kakaknya lama, matanya penuh kekecewaan.

“Kakak sadar tidak apa yang Kakak lakukan waktu itu?”

Amira terdiam.

“Kakak meninggalkan pria yang hancur,” lanjut Rome, suaranya bergetar.

“Dan sekarang aku harus jujur mengatakan sesuatu.”

Amira menoleh perlahan.

“Saat ini,” kata Rome tegas, “Kak Arman telah menjadi pria yang sangat sukses. Perusahaannya jauh lebih besar dari perusahaan farmasi ini. Bahkan dalam kondisi duduk di kursi roda ... hidupnya terlihat … bahagia. Stabil dan sangat utuh.”

Amira membeku.

“Kakak mungkin pergi lima tahun lalu,” lanjut Rome pelan,

“tapi dunia tidak berhenti menunggu Kakak kembali.”

“Dan sekarang,” kata Rome menutup pembicaraan,

“di sisinya pasti sudah ada perempuan lain.”

Amira mengepalkan tangannya. Di kepalanya, satu nama kembali menggema, nama Arman.

"Hal yang Kakak remehkan dulu, sekarang pasti sudah menjadi sosok yang dikejar banyak orang." Kata Rome berbalik ingin meninggalkan ruangannya.

"Satu lagi kak, perusahaan Farmasi dan Mission Bar, baru saja kerja sama," lanjut Rome, Amira terpaku pada kenyataan yang dia anggap tak mungkin sempurna, nyatanya kini sangat sempurna.

1
Kardi Kardi
WELL DONEEEE
Fierda
yeeeeeaaa kinara hamil 🥰
tengku Ambarita
sebuah cerita yg banyak menyajikan pengalaman hidup yg tdk mudah utk dilalui cobaan,godaan,dn banyak hal sulit yg dialami...sehingga kita yg bacapun jd ikut terbawa emosi...tp akhirnya happy ending ya ..
tengku Ambarita
ada ada saja ya mslhnya...
Siti Aisyah
cerita anak.anak nya kinara dan arman yaa...waah kayak nya seru nich...mereka kembar 3 kann yaa...ok nanti mampir
Siti Aisyah
hadeuuh thor...gak habis.habis konflik nya...skrg ada ulat keket baru..
Siti Aisyah
penyakit hati yg akan membawa petaka pd orang nya...krn merasa tidak puas dgn apa yg dirasakannya
Siti Aisyah
iiihh takut jg dgn segala pemikirannya bkn nya sadar malah kian menjadi..otak nya sdh rusak tuh emak.emak teh..bkn nya insyaf menyadari kesalahan...eeh malah smkn dendam...ujung nya hancur tauu
Siti Aisyah
kasih sayang yg salah yg diberikan pd amira selaku keponakan nya...betul amira orang nya gak pernah bersyukur makanya gak akan merasa puas sampai kapan pun maka nya ujung.ujung nya hancur..
Siti Aisyah
selamat kembar tiga...masya Allah..bersyukur sekali...💝😇
euleuuh eta si amira teu kapok.kapok nya..fitnah dan menuduh kinara..skrg gak tau punya rencana apalagi..
Siti Aisyah
aku agak pusing ini, ada tiga wanita...mimi, yutika,amira dan ratna...???
Siti Aisyah
karina hrs nya sdh peka...tadi suami nya menyuruh berhenti kerja dan skrg di tempat kerja ada kejadian yg tdk mengenakan..peneguran dan pemecatan sepihak
Siti Aisyah
baru jg mau dimulai...sdh datang aja ulat keket sebangsa nya pelakor yg mau menggagu rmh tangga nya arman dan kirana..
Siti Aisyah
apaan kirana dipanggil hanya amira kakak sepupu rome ingin ketemu...hadeuuh asa berlebihan..sampai arman sang suami ditinggalkan ...kayak yg gak ada lg waktu mengganggu hari libur nya jg
Enny Suhartini
wah banyak banget orang siriknya🤭
Siti Aisyah
kayak nya itu si amara...ex wife nya arman..
Siti Aisyah
waah...pria dimasa lalu nya pd muncul..rayyan dan rome...mereka sama.sama.orang.orang yg pernah dekat dgn karina..entah bagaimana kerja sekantor dgn mereka..
Siti Aisyah
eeh...kirain mau diapakan kinara...uji nyali 🤣🤣🤣
Siti Aisyah
apa ceo melupakan nafkah utk istri nya..??meskipun kontrak tetep aja ada biaya yg hrs dikeluarkan...
Siti Aisyah
suami gak peka...tadi nya perayaan kecil.kecilan dgn uang disaku kirana..eeh malah pesan yg mahal.mahal...gaj menghargain banget😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!