Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : Sen Kanan Belok Kiri
Pukul 06.05 WIB Kenzo sudah tiba di kediaman Kenzie karena mengendarai dengan kecepatan tinggi. Kedatangannya langsung disambut dengan hangat oleh mertuanya.
"Kenzie masih ada di kamar, susul aja mungkin nggak dikunci pintunya," suruh Laras.
Sedikit shock, namun, Kenzo akan menolaknya.
"Saya nunggu di sini aja, Tan. Maaf, masih belum terbiasa." tolak Kenzo tetap di ruang tamu dan tetap berusaha sopan.
"Oh, ya sudah. Sarapan dulu ya," balas Laras.
Kenzo langsung menggelengkan kepalanya.
"Maaf Tan, saya sudah sarapan kok tadi di rumah." tolak Kenzo lagi.
Laras mengalah, segala sesuatu memang perlu beradaptasi. Laras membiarkan Kenzo menunggu putrinya di ruang tamu dan ia memilih ke belakang.
Tak lama kemudian, Kenzie keluar dari kamar dengan membawa ransel dan menentang helm-nya.
"Lu, eh, kamu mau pake helm di dalam mobil?" sindir Kenzo
"Cuma dibawa, nggak dipakai!" balas Kenzie dingin.
"Mobil kamu muat 'kan buat naro helmku yang aesthetic ini?" sindir Kenzie balik.
"Dasar tengil! 'kan bisa sekalian diangkut mobil nanti!" bathin Kenzo.
"Dia pikir aku ini b3go naik mobil pakai helm!" bathin Kenzie.
Laras kembali dari belakang untuk membawakan kue yang ia bikin.
"Em, ini bisa untuk cemilan di jalan," ujar Laras.
"Terima kasih, Tan." jawab Kenzo.
Laras mengangguk sedih, dengan statusnya sebagai mertua masih belum bisa membuat Kenzo mengubah panggilan itu. Namun, ia berusaha untuk memaklumi karena mereka masih butuh waktu untuk menyesuaikan.
"Ya sudah ayo jalan sekarang!" ajak Kenzie.
"Nggak sabaran banget lu!" sindir Kenzo pelan.
Kenzie langsung melotot.
"Cuma bawa itu?" tanya Kenzo sebelum berangkat. Ia tidak ingin ketika sudah diperjalanan, tiba-tiba Kenzie meminta untuk putar balik karena ada yang tertinggal.
"Nanti 'kan pindahin barang-barang yang ada di kontrakan," jawab Kenzie dengan menekankan perkataannya.
Melihat ekspresi Kenzie membuat Kenzo langsung paham bahwa hal itu untuk melanjutkan drama mereka agar semakin meyakinkan dihadapan Laras.
"Apa perlu Ibu ikut untuk bantu-bantu kalian pindahan?" timpal Laras menawarkan diri.
"Oh, nggak usah, Bu. Ibu 'kan sudah pernah kesana dan barang-barangnya tetap sedikit. Aku nggak mau ribet nambah-nambah barang. Ibu dirumah aja, kerja aja." tolak Kenzie.
"Ya sudah, kalian hati-hati ya," balas Laras tidak memaksa.
Suami istri itu langsung keluar dari rumah setelah bersalaman, namun, langkah Kenzie langsung terhenti dan matanya melotot melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya.
"Mobil itu 'kan?!!"
Jari telunjuk Kenzie yang menunjuk ke mobil beralih ke Kenzo.
"Ada apa dengan mobilku?" tanya Kenzo tanpa rasa bersalah.
Laras langsung teringat dengan cerita Kenzie dua hari yang lalu.
"Sudah-sudah, lupakan saja, Kenzo pasti nggak sengaja." ujar Laras menasehati putrinya agar tidak memperpanjang masalah itu.
"Tapi, Buu, dia nggak minta maaf sama sekali!" balas Kenzie.
"Ohh, jadi kamu yang dijalan waktu itu?" tanya Kenzo.
"Aku benar-benar nggak sengaja karena buru-buru ditelpon sama Mama, maaf ya."
Demi dramanya, Kenzo mengulurkan tangan pada Kenzie untuk meminta maaf. Sementara itu, Kenzie tidak menggubris.
"Kenzie," bisik Laras seraya menyenggol lengan putrinya.
Setelah berpikir, akhirnya Kenzie menerima permintaan maaf dari Kenzo yang ia yakini sangat terpaksa itu.
"Eh, lu pikir gue supir taksi!" protes Kenzo saat Kenzie hendak membuka pintu belakang.
"Pantes juga kok jadi supir taksi," balas Kenzie pelan.
"Lu!"
"Buruan!" balas Kenzie.
Sebelum masuk, mereka menatap Laras dengan senyum palsunya setelah saling berdebat kecil.
Setelah melalui drama mengulur waktu yang membuat mereka menjadi terlambat, akhirnya saat di jalan raya sudah sangat ramai karena masih hari libur.
"Pakai safety belt-nya!" suruh Kenzo.
"Ya!" jawab Kenzie malas.
Keduanya tidak ada percakapan, sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing dan hanya diiringi musik agar tidak terlalu hening.
Ciiittt
"YA ALLAH! IBUUUU!" seru Kenzie saat tiba-tiba Kenzo menginjak rem secara mendadak yang membuat keningnya terbentur dasbor.
Kenzo pun terkejut dengan kejadian ini.
"Kalau mau bunuh diri jangan ajak-ajak aku!" protes Kenzie kesal.
"Eh, nggak gitu maksud gue. Tuh emak-emak sen kanan tiba-tiba belok kiri!" jawab Kenzo membantah seraya menunjuk ke depan.
Kenzie langsung menatap kendaraan di depannya. Karena ibu-ibu itu juga membuat satu pengendara motor yang tepat didekatnya terjatuh. Beruntung di belakang mobil Kenzo kendaraan lain tidak terlalu dekat. Namun, jantung Kenzie masih belum tenang.
Melihat kening Kenzie yang sedikit memar, Kenzo langsung menepikan mobilnya dan membiarkan kendaraan lain mendahuluinya.
"Kenapa berhenti? aku sudah telat!" protes Kenzie.
"Ck! pabrik mana yang beroperasi pas tanggal merah? pikun lu!" cibir Kenzo.
Kenzie langsung diam, ternyata Kenzo juga menyadari bahwa hari ini tanggal merah.
"Orangtua kita sudah menuju pikun semua, jadi nggak ingat ini tanggal merah." ujar Kenzo.
"Dih, julid banget sama orang tua! dasar anak durhaka!" protes Kenzie.
"Sstt! jangan cerewet lu! gue mau bertanggungjawab ngobatin luka lu biar nggak dikira KDRT," balas Kenzo.
"Ck! apaan sih, nggak jelas!" umpat Kenzie.
Kenzie memang merasakan nyeri di keningnya, tetapi ia tidak menyadari ada luka yang tertinggal sampai keluar darah.
"Heh heh! jangan modus!" tolak Kenzie saat tangan Kenzo hendak memegang keningnya.
Kenzo langsung menarik napas panjang lalu membuka kaca di depan Kenzie.
"Besok makan wortel sekarung biar jelas lihatnya!" cibir Kenzo.
Kenzie berdesis pelan seraya memperhatikan keningnya dan ternyata Kenzo tidak berbohong, hanya dirinya yang terlalu berburuk sangka.
"Sini biar aku obati sendiri!" ujar Kenzie merebut kotak obat dari tangan Kenzo.
Kenzo juga tidak memaksa, justru senang karena Kenzie bisa menanganinya sendiri.
"Sudah, ayo cepat!"
"Lu pikir gue supir main nyuruh-nyuruh aja!" protes Kenzo.
"IYA!" jawab Kenzie.
Kenzo sangat kesal mendengar ledekan itu, namun, ia masih berusaha untuk sabar karena perjalanan masih belum selesai.
"Eh, kontrakan lu dimana? gue ada acara sore ini," tanya Kenzo.
"Turunin aja di depan minimarket, nanti aku naik ojek!" balas Kenzie.
"Eh, songong lu ya! gue juga harus tau dimana lu tinggal!" balas Kenzo.
Kenzie langsung menghadap Kenzo dengan terpaksa.
"Eh, kalau kamu bisa mikir nih, terus kamu mau membuat drama ini berjalan mulus, harusnya hari ini kita berada di tempat yang sama dan di rumah kamu!" protes Kenzie kesal.
Karena sedang berdebat dan membuat tidak fokus pada kemudinya, akhirnya Kenzo mencari tepi jalan yang sepi untuk berhenti lagi.
"Maksud lu apa?" protes Kenzo.
"Ngatain orangtua pikun, kamu sendiri juga sama!" balas Kenzie menyindir.
"INGAT NGGAK KALAU BUAPAKMU NYURUH ORANG BUAT NGANTAR MOTORKU SORE INI?!"
Saking kesalnya, Kenzie berbicara dengan menekankan setiap katanya. Hal itupun membuat Kenzo langsung terdiam.
Kenzo langsung berpikir bahwa omongan Kenzie sangat benar.
"Iya juga, kalau mereka datang dan si tengil ini nggak ada dirumah gue, gue bisa m4ti!" bathin Kenzo.
"Untung aja dia juga nggak lupa," imbuh Kenzo.
"Hm, sorry gue lupa," ucap Kenzo pada Kenzie.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍